Claim Missing Document
Check
Articles

Pemikiran Ekonomi Islam Masa Kontemporer Fase Pemikiran Yusuf Al-Qardhawi Ekonomi Islam Anwar, Saeful; Hakim, Arif Rohman
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 6 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/0169mc94

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemikiran ekonomi Yusuf dan bertujuan untuk memahami pemikiran ekonomi Yusuf, khususnya pemikiran ekonomi Islam. Hal ini karena pemikiran dan gagasan al-Qaradhawi banyak terkandung dalam buku-buku yang ditulisnya, terutama ketika berfokus pada pembahasan ekonomi kontemporer. Bahkan karya al-Qaradhawi dalam pemikiran ekonomi termasuk dalam penelitian yang berfokus pada zakat. Selain itu, karya-karyanya tentang bunga bank, ekonomi, dan etika bisnis menjadi karya monumentalnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berdasarkan studi kepustakaan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan atau menggambarkan realitas yang ada atau apa yang sedang terjadi atau realitas yang sebenarnya dari subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qaradhawi khususnya ilmu ekonomi kontemporer sangat penting saat ini. Pada prinsipnya, segala aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh manusia, khususnya umat Islam, selalu mengacu pada Al-Qur'an dan hadits Nabi. Kepemilikan harta tidak hanya untuk kekayaan, tetapi juga perlu dibarengi dengan akhlak atau akhlak, dan tujuan yang dimaksudkan adalah untuk menciptakan kesejahteraan umum (maslahat ummah).
Efektifitas Penggunaan Metode Demonstrasi pada Pembelajaran Fiqih di MA Kapetakan Hakim, Arif Rohman; Luthfiah, Luthfiah
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 2 No. 2 (2020): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v2i2.2

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui kefektifan penggunaan model demonstrasi pada pembelajaran fiqih di MA Kapetakan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Cara mengatasi kendala dalam solusi Hal tersebut antara lain: memotivasi siswa, memberikan arahan pelaksanaan pembelajaran Fiqih, meningkatkan infrastruktur untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, memberikan evaluasi dan supervisi kegiatan siswa di sekolah, serta menambah jam sekolah. Hasil belajar berbasis data dalam pembelajaran siswa Diperoleh melalui angket yang disebarkan ke banyak subjek survei dari MA Kapetakan, kemudian dikumpulkan dan dianalisis melalui rumus distribusi frekuensi, terlihat bahwa di MA Kapetakan Cirebon, metode demonstrasi digunakan dalam pembelajaran Fiqih sangat efektif dalam kursus berikutnya. Hal ini berdasarkan jawaban dari narasumber pada tabel diskusi, dan terlihat dari kemampuan siswa yang sama-sama dapat memahami pelajaran dan praktik. Kesalahan saat mencoba menulis ulang. Periksa jumlah karakter atau karakter khusus.
Urgensi Premarital Check Up sebagai Syarat Pra Pernikahan Hakim, Arif Rohman
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 3 No. 1 (2021): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v3i1.31

Abstract

Masalah seks bebas kian mengkhawatirkan, karena semakin banyak jumlah bayi yang baru dilahirkan lalu dibuang di jalanan. Sedangkan menurut ajaran agama islam dengan tegas melarang seks diluar pernikahan, maka bagi seorang muslim yang hendak berhubungan seksual maka wajib diikat dengan hubungan pernikahan terlebih dahulu. Sejalan dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan sekarang ini. Bahwa, salah satu dari persyaratan administrasi dalam perkawinan yang harus dilengkapi adalah surat keterangan sehat dari kedokteran atau puskesmas, surat keterangan kesehatan dikeluarkan setelah dilakukan tes kesehatan. Tetapi dalam pelaksanaan kesehatan pranikah penulis menjumpai masih banyak pasangan yang mengabaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang urgensi Premarital Check Up sebagai syarat pra pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian field research (studi lapangan) yang dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cirebon. Hasil penelitian ini menyimpulkan pelaksanaan premarital check di KUA kecamatan Cirebon telah terlaksana sesuai dengan: Instruksi Bersama Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Departemen Agama dan Direktur Jendral Pemberantasan penyakit menular dan Penyehatan lingkungan pemukiman Departemen Kesehatan No: 02 tahun 1989 Tentang Imunisasi Toksoid (TT) Calon Pengantin, dan Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yaitu Pergub Nomor 185 tahun 2017 tentang konseling dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pasangan pengantin.
Revisiting Legal Policy Effectiveness: Governance Mechanisms and Persistent Social Inequality Mukhlisin, Mukhlisin; Hakim, Arif Rohman; Hidayat, Agus Rohmat
Journal of Law and Social Politics Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jlsp.v2i2.75

Abstract

Background: This study explores the relationship between legal policy frameworks, governance mechanisms, and social inequality across socio-economic contexts. Despite significant policy reforms aimed at reducing inequality in the past two decades, many societies still face substantial disparities. Objective: The study aims to explore the gaps between policy formulation and its impact on reducing inequality, focusing on governance quality and contextual influences. Methods: A mixed-methods approach was employed, combining quantitative analysis of policy effectiveness indices from 124 countries (2015-2025) and qualitative assessments of governance structures in 12 case studies. The quantitative component examined the relationship between governance quality and policy effectiveness, while qualitative case studies assessed governance dynamics and contextual factors. Results: The findings reveal that governance quality significantly influences policy effectiveness. Countries with higher governance quality scores (above 7.0) reduced inequality by 45% more effectively than those with lower scores (below 5.0). Contextual factors, including political stability, socio-cultural dynamics, and resource availability, were found to significantly influence the effectiveness of governance in reducing inequality. Regulatory compliance mechanisms (impact score: 7.8/10) and policy coherence (7.5/10) were most effective, while resource allocation (5.9/10) was the weakest link. Conclusion: The study introduces an analytical framework linking legal policy, governance, and context. It highlights that effective inequality reduction requires well-designed policies and adaptive governance systems responsive to local contexts. Policymakers should prioritize strengthening institutional capacity, monitoring systems, and inclusive stakeholder participation.
Implementation of Play-Based Learning in Developing Social-Emotional Skills of 5–6-Year-Old Children in Integrated Islamic Kindergarten Aisyah, Aisyah; Hakim, Arif Rohman
Generasi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2025): Generasi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/generasi.v3i2.317

Abstract

Backround: Social-emotional competencies developed during early childhood significantly influence lifelong learning and well-being. Play-based learning offers developmentally appropriate approaches for fostering these competencies, yet implementation in integrated Islamic kindergartens remains underexplored, particularly regarding values integration within child-centered pedagogy.Objective: This research examined the implementation of play-based learning for developing social-emotional competencies among 5–6-year-old children in integrated Islamic kindergartens, including forms and strategies employed, effectiveness across competency domains, Islamic values integration, and facilitating factors and obstacles.Method: Employing a qualitative descriptive-analytical design, the study conducted participant observations, in-depth interviews with eight teachers and two principals, focus group discussions, and documentation analysis across two purposively selected integrated Islamic kindergartens over twelve weeks. Data analysis followed Miles, Huberman, and Saldaña's interactive model. Three play forms—free play, guided play, and structured play—were systematically implemented, with guided play predominating (62% of observed activities).Findings and Implications: All five social-emotional competency domains showed substantial development: self-awareness (78% improvement in emotional vocabulary use), self-management (85% increase in conflict resolution without teacher intervention), social awareness (92% demonstrated perspective-taking behaviors), relationship skills (88% engaged in sustained cooperative play), and responsible decision-making (73% applied problem-solving strategies independently).Conclusion: Islamic values were successfully integrated through environmental design, activity content, and teacher-child interactions without compromising developmental appropriateness. Teacher competency and administrative support emerged as critical facilitating factors, while time constraints and parent misconceptions presented persistent challenges. Play-based learning effectively develops social-emotional competencies in young children when implemented with intentionality, adequate support, and cultural responsiveness, demonstrating compatibility between faith-based character education and child-centered pedagogy.
Guru sebagai Fasilitator, Siswa sebagai Arsitek: Wujudkan Pendidikan Konstruktif melalui Paradigma, Teori, dan Assesmen yang Autentik Hakim, Arif Rohman; Prasasti , Ian Harum
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i3.7602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai arsitek pengetahuan dalam kerangka pendidikan konstruktivis melalui kajian literatur sistematis. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti alur PRISMA untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan mensintesis temuan terkait paradigma konstruktivisme, transformasi peran guru, dan implementasi asesmen autentik di berbagai konteks pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konstruktivisme secara konsisten menempatkan siswa sebagai pembangun makna melalui aktivitas kolaboratif, penyelidikan, refleksi, dan pemecahan masalah, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan scaffolding, mengarahkan dialog, serta merancang pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual. Asesmen autentik menjadi instrumen evaluasi yang paling konsisten dengan paradigma konstruktivis karena menilai proses sekaligus produk belajar melalui portofolio, proyek, kinerja, studi kasus, dan tugas dunia nyata. Namun demikian, implementasi asesmen autentik menghadapi tantangan signifikan seperti kurangnya pelatihan guru, keterbatasan perangkat penilaian, variasi kualitas instrumen, serta resistensi terhadap pergeseran dari tes tradisional ke asesmen bermakna. Sintesis literatur juga menegaskan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat kompetensi guru dalam desain pembelajaran konstruktivis, integrasi asesmen autentik, dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas ruang pengalaman belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan konstruktivis sangat ditentukan oleh kualitas peran guru sebagai fasilitator dan kemampuan sekolah menyediakan lingkungan belajar yang mendukung otonomi siswa, pengalaman autentik, dan evaluasi yang holistik. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, serta desain asesmen yang konsisten dengan paradigma pembelajaran abad-21.