Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Konstruksi Persepsi Autentik dalam Konten Endorsement TikTok: Studi Kasus Tante Lala Rivaldy, Muhammad; Sary, Kezia Arum; Alfando W.S, Johantan; Ibrizah, Ziya
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2026): Takuana (January-March)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v4i4.383

Abstract

This study examines how non-conventional communicative performances construct perceived authenticity in TikTok endorsement content. Using Krippendorff’s qualitative content analysis, the study analyzes verbal and non-verbal communication strategies in high-engagement endorsement videos produced by the Indonesian influencer Tante Lala. Findings indicate that regional dialects, heightened vocal intensity, and theatrical kinesics function as symbolic resources that negotiate authenticity and intimacy with audiences. These communicative performances blur the boundaries between commercial persuasion and interpersonal interaction, generating parasocial relationships that enhance persuasive effectiveness. The study contributes to symbolic interactionism by demonstrating how authenticity in influencer marketing is socially constructed through continuous symbolic negotiation in digital environments.
Representasi Kesenjangan Sosial dalam Serial Netflix “The 8 Show” Nuzulla, Firdausyi; Nurliah, Nurliah; Sary, Kezia Arum; Muhammad, Harry Isra
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Maret-April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i2.8608

Abstract

Serial Netflix The 8 Show mengangkat isu kesenjangan sosial yang merepresentasikan realitas Korea Selatan melalui keadaan ekonomi, status, dan kekuasaan. Penelitian ini menganalisis representasi kesenjangan sosial dalam serial menggunakan metode penelitian kualitatif interpretatif dengan alat analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui adegan yang merepresentasikan kesenjangan sosial dan literatur untuk memperkuat hasil analisis. Melalui tiga fokus analisis, ditemukan adanya kesenjangan sosial berdasarkan perbedaan ekonomi, yaitu pendapatan serta aset, perbedaan status sosial melalui perbedaan gaya hidup, serta perbedaan kepemilikan kekuasaan yang mengakibatkan munculnya penindasan dan intimidasi. Ketiga aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain, yang mana status sosial yang digambarkan dalam serial didapat karena adanya kepemilikan uang dan kekuasaan salah satu peserta. Secara keseluruhan, penelitian mengungkapkan adanya representasi kesenjangan sosial di dalam serial The 8 Show secara simbolik dan sesuai dengan realitas kehidupan nyata sosial budaya yang terjadi di Korea Selatan sebagai latar serial.
Peranan Event Marketing PT Penerbit Erlangga Kalimantan Dalam Meningkatkan Brand Awareness Estyvani, Viola Nadhya; Purwanti, Silviana; Sary, Kezia Arum; Dwivayani, Kadek Dristiana
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Maret-April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i2.8764

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran event marketing sebagai elemen Integrated Marketing Communication (IMC) PT Penerbit Erlangga Cabang Kalimantan dalam meningkatkan brand awareness di Kalimantan Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua informan internal (tim Marketing Communication) dan satu informan eksternal (Kepala Sekolah SDN 021 Sungai Kunjang Samarinda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa event marketing menjadi strategi komunikasi pemasaran yang dominan oleh perusahaan, melampaui penggunaan periklanan dan promosi penjualan. Strategi ini terbukti efektif membangun brand awareness pada empat dimensi: Brand Recognition melalui konsistensi identitas visual merek yang ditampilkan secara berulang di setiap event; Brand Recall melalui keterlibatan langsung audiens yang membentuk memori jangka panjang; Top-of-Mind awareness melalui kehadiran konsisten Erlangga dalam kehidupan profesional pendidik; dan brand choice melalui nilai edukatif yang membangun kepercayaan dan preferensi jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa event marketing berfungsi sebagai media komunikasi dua arah yang membangun ikatan emosional jangka panjang antara merek dan pemangku kepentingan pendidikan, melampaui fungsinya sekadar sebagai instrumen promosi.