Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Social Information Processing dalam Mempertahankan Pengikut Akun Instagram Food Curator Dapurbalikpapan Saputra, Randi; Sary, Kezia Arum
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.377

Abstract

Instagram is a social media that is widely used by the public, especially among Millennials and Gen Z. One of the user terms is called Food Curator which is a reviewer about culinary tourism that is starting to bloom in the city of Balikpapan, Dapurbalikpapan is one of the Food Curators in the city of Balikpapan which has a large number of followers, this research is to find out the application of Social Information Processing in maintaining the relationship between Dapurbalikpapan with followers. This study uses a qualitative descriptive research method, the types of data presented are observations and interviews using primary data through data sources from key informant and informants, secondary data through document sources, e-journals, books, and articles. The analysis technique used is qualitative data analysis with an interactive model developed by Miles & Huberman with a research focus on 3 stages of social information processing, namely interpersonal information, impression formation, relationship development. Based on the results of the research, the data analysis that the researchers have done found that, Dapurbalikpapan implements these three stages and Dapur balikpapan as a Food Curator is able to develop relationships with their followers, and create a relationship that is called hyperpersonal. Hyperpersonal is a relationship that occurs in computer-mediated interactions and is more interesting than facet-to-face interactions in the same position. Abstrak Instagram merupakan media sosial yang ramai digunakan oleh masyarakat, terutama pada golongan Milenial dan Gen Z. Salah satu istilah penggunanya disebut Food Curator yang merupakan pengulas tentang wisata kuliner mulai marak di kota Balikpapan, Dapurbalikpapan merupakan salah satu Food Curator yang ada di kota Balikpapan yang memiliki jumlah pengikut yang banyak, penelitian ini untuk mengetahui penerapan Social Information Processing dalam mempertahankan hubungan Dapurbalikpapan dengan pengikutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, jenis data yang disajikan yaitu observasi dan wawancara menggunakan data primer melalui sumber data key informan dan informan, data sekunder melalui sumber dokumen, e-journal, buku-buku, dan artikel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif model interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman dengan fokus penelitian 3 tahap social information processing yaitu interpersonal information, impression formation, relationship development. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data yang telah dilakukan, menemukan bahwa, Dapurbalikpapan menerapkan ketiga tahapan tersebut dan Dapurbalikpapan sebagai Food Curator mampu mengembangkan hubungannya dengan para pengikutnya, dan menciptakan suatu hubungan yang disebut hyperpersonal. Hyperpersonal merupakan hubungan yang terjadi dalam interaksi bermediasi komputer dan lebih menarik dibandingkan dengan interaksi face-to-face dalam posisi yang sama.
Penerapan Social Information Processing dalam Mempertahankan Pengikut Akun Instagram Food Curator Dapurbalikpapan Saputra, Randi; Sary, Kezia Arum
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.377

Abstract

Instagram is a social media that is widely used by the public, especially among Millennials and Gen Z. One of the user terms is called Food Curator which is a reviewer about culinary tourism that is starting to bloom in the city of Balikpapan, Dapurbalikpapan is one of the Food Curators in the city of Balikpapan which has a large number of followers, this research is to find out the application of Social Information Processing in maintaining the relationship between Dapurbalikpapan with followers. This study uses a qualitative descriptive research method, the types of data presented are observations and interviews using primary data through data sources from key informant and informants, secondary data through document sources, e-journals, books, and articles. The analysis technique used is qualitative data analysis with an interactive model developed by Miles & Huberman with a research focus on 3 stages of social information processing, namely interpersonal information, impression formation, relationship development. Based on the results of the research, the data analysis that the researchers have done found that, Dapurbalikpapan implements these three stages and Dapur balikpapan as a Food Curator is able to develop relationships with their followers, and create a relationship that is called hyperpersonal. Hyperpersonal is a relationship that occurs in computer-mediated interactions and is more interesting than facet-to-face interactions in the same position. Abstrak Instagram merupakan media sosial yang ramai digunakan oleh masyarakat, terutama pada golongan Milenial dan Gen Z. Salah satu istilah penggunanya disebut Food Curator yang merupakan pengulas tentang wisata kuliner mulai marak di kota Balikpapan, Dapurbalikpapan merupakan salah satu Food Curator yang ada di kota Balikpapan yang memiliki jumlah pengikut yang banyak, penelitian ini untuk mengetahui penerapan Social Information Processing dalam mempertahankan hubungan Dapurbalikpapan dengan pengikutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, jenis data yang disajikan yaitu observasi dan wawancara menggunakan data primer melalui sumber data key informan dan informan, data sekunder melalui sumber dokumen, e-journal, buku-buku, dan artikel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif model interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman dengan fokus penelitian 3 tahap social information processing yaitu interpersonal information, impression formation, relationship development. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data yang telah dilakukan, menemukan bahwa, Dapurbalikpapan menerapkan ketiga tahapan tersebut dan Dapurbalikpapan sebagai Food Curator mampu mengembangkan hubungannya dengan para pengikutnya, dan menciptakan suatu hubungan yang disebut hyperpersonal. Hyperpersonal merupakan hubungan yang terjadi dalam interaksi bermediasi komputer dan lebih menarik dibandingkan dengan interaksi face-to-face dalam posisi yang sama.
Strategi Komunikasi Organisasi Ormas LPADKT Dalam Melestarikan Budaya Dayak Di Kota Samarinda Bang, Fredi Kristian; Sary, Kezia Arum; Juwita, Rina; Kristian, Dony
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 12 No 1 (2025): Juni
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v12i1.8620

Abstract

The purpose of this study is to analyze the communication strategies implemented by the LPADKT organization in preserving the existence of Dayak culture. This research uses a qualitative descriptive approach to provide an in-depth description of the communication strategies applied by the Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT) organization in preserving Dayak culture in the city of Samarinda. Primary data were obtained through interviews with the leaders and bureau heads of LPADKT, while secondary data were gathered from relevant documents and literature. Data analysis was conducted inductively to identify patterns and themes related to communication strategies, cross-cultural dynamics, as well as supporting and inhibiting factors in cultural preservation. The results show that the organizational communication applied by LPADKT in preserving Dayak culture in Samarinda is effective and well-structured. Clarity of messages, appropriate selection of communication channels, and consistent communication frequency, supported by a culture of openness, enable cultural values to be conveyed effectively, especially to the younger generation. The use of social media as a mass communication channel, combined with interpersonal and organizational communication, successfully increases active participation from members and the wider community. Additionally, systematic coordination and constructive conflict management strengthen organizational solidarity, allowing cultural preservation goals to be optimally achieved. Message consistency and high member participation also play key roles in maintaining the continuity of Dayak cultural transmission.
Motif Akun Kuliner Mengikuti Akun Instagram @Sobatjajan.Samarinda Kamila, Adissa Cahya; Sary, Kezia Arum; Nurliah, Nurliah; Sunandar, Asep
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 7 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i7.4330

Abstract

This study is motivated by the importance of communication effectiveness in the context of food video bloggers (vloggers) on Instagram, which today functions not only as a platform for sharing visually appealing content but also as a medium that can influence followers' preferences and consumption decisions. Food vloggers play a strategic role in shaping consumers' tastes and behaviors, particularly when it comes to choosing dining places and types of cuisine. However, the extent to which these vloggers' communication effectively influences their followers has not been widely studied, especially at the local level, such as in the city of Samarinda. The purpose of this study is to examine how Instagram users in Samarinda process and respond to culinary information delivered by local food accounts. The research employs the Uses and Gratifications theory with a qualitative approach, using observation and interviews with followers of active culinary Instagram accounts. The results show that the majority of followers feel helped by the recommendations provided, particularly in discovering new dining spots and the latest culinary trends. They also perceive these accounts as credible and enjoyable sources of reference for dining choices. This indicates that the communication established by food vloggers is quite effective in influencing their followers' decisions and consumption behavior.
Consumer awareness and green cosmetics among Samarinda’s Gen Z Sary, Kezia Arum; Purwanti, Silviana; Zulfiani, Dini; Ferdianto Putra, R. Yuda; Khotimah, Husnul
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v9i2.9675

Abstract

This study aims to analyse the influence of Green Consumer Knowledge (GCK), Consumer Social Responsibility (CnSR), and Green Advertising (GA) on green purchasing behaviour (Green Purchase Behaviour) among Generation Z in Samarinda, Kalimantan. A quantitative approach was used with a survey method through an online questionnaire distributed to 189 respondents aged 18-25 years in Samarinda City. Data were analysed using Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The results showed that GCK significantly influenced Green Purchase Behaviour, both directly and through the partial mediation role of CnSR. This suggests that consumer knowledge of green products increases social awareness and encourages more environmentally responsible purchasing decisions. In addition, GA was shown to positively moderate the relationship between CnSR and Green Purchase Behaviour, indicating that sustainability-focused advertising strengthens the influence of social responsibility on consumer purchasing decisions. This study concludes that the combination of GCK, CnSR, and GA is a key driver in promoting sustainable consumption among Generation Z. Practical implications of this study include the importance of consumer education, corporate collaboration with NGOs to improve CnSR, and transparent and credible advertising strategies to avoid scepticism related to greenwashing. This study is limited to the cosmetics sector and the student population in Samarinda, so generalisation to other sectors or regions may be limited. Further research is recommended to involve non-student Generation Z and more diverse product categories.
Pengaruh Exo Sebagai Brand Ambassador Terhadap Minat Beli Konsumen Produk Skincare Scarlett (Studi Pada Mahasiswa Universitas Mulawarman) Guslia, Misda; Rohmah, Ainun Nimatu; Sary, Kezia Arum; Dwivayani, Kadek Dristiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12987

Abstract

Pertumbuhan sektor kosmetik dan skincare tidak dapat disangkal dipengaruhi oleh permintaan konsumen. Dikarenakan besarnya minat masyarakat terhadap perawatan wajah, banyak perusahaan yang memproduksi produk skincare dan memiliki startegi pemasaran yang unik. Beberapa perusahaan Indonesia mulai tertarik pada artis KPop dengan maksud menjalin kerjasama dalam mempromosikan produk-produk mereka. Salah satu brand skincare lokal yang menggunakan selebriti k-pop sebagai brand ambassador yaitu Scarlett dengan EXO sebagai brand ambassadornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh EXO sebagai Brand Ambassador terhadap Minat Beli Konsumen Produk Skincare Scarlett (Studi pada Mahasiswa Universitas Mulawarman). Penelitian ini berjenis deskriptif pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner untuk memperoleh data. Teknik pengambilan sampel menggunakan dan menggunakan rumus 25 kali jumlah variabel, yang menghasilkan 100 orang sebagai responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan brand ambassador memberikan pengaruh sebesar 30,2% terhadap minat beli, sedangkan sisanya 69,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Secara hasil uji t (parsial), nilai t-hitung brand ambassador sebesar 6.518 lebih besar dari nilai t-tabel 1.660. Dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya bahwa EXO sebagai brand ambassador berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen produk skincare Scarlett.
The Influence of Social Media Use on the Performance of Employees at the Samarinda City Transportation Agency Nur, Sri Wahyu Mening Tyas; Sary, Kezia Arum; Dwivayani, Kadek Dristiana; Alfando W.S, Johantan
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.46664

Abstract

In the era of globalization and technological advancement, government agencies are required to adopt the Internet and social media to improve service quality and develop human resource performance. Social media plays a crucial role in facilitating communication and collaboration in the workplace, enabling the rapid and efficient exchange of information and knowledge. This helps improve human resource performance in achieving the goals set by government agencies, aligning with the expectations and targets established. To determine the influence of social media use on the performance of employees at the Transportation Department of Samarinda City. This study employs a descriptive, quantitative approach, drawing on the uses and gratification theory. The sampling technique employed purposive sampling, resulting in 100 respondents. The results of this study indicate that the use of social media has a significant influence of 77.4% on employee performance. In comparison, the remaining 22.6% is influenced by other factors not examined in this study, which means that the hypothesis that social media use has a positive and significant effect on employee performance is supported.
MOTIF PENGUNJUNG DAN POLA PERILAKU KOMUNIKASI DI KAFE KOPIRIA JL. KARTINI SAMARINDA Juniarto, Fahryan; Purwanti, Silviana; Sary, Kezia Arum; Dwivayani, Kadek Dristiana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.43193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif dari alasan mengapa para pengunjung di Kafe Kopiria jalan Kartini, ingin mengunjungi kafe tersebut, dan bagaimanakah pola perilaku komunikasi yang terjadi pada pengunjung di kafe Kopiria jalan Kartini Samarinda, serta mencari tahu apakah terdapat maksud atau tujuan dari interaksi simbolik pengunjung kepada Kafe Kopiria jalan kaertini Samarinda. Keberadaan warung kopi yang terus berkembang dan diminati masyarakat Samarinda telah menjadi tempat bersosialisasi dalam melakukan rutinitas keseharian dengan latar belakang penggunaan yang beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif, dengan jenis studi lapangan. Menggunakan pendekatan fenomenologi dan pengamatan langsung,  sebagai arah penunjang pada saat melakukan pengumupulan data. Teknik Pengumpulan data menggunakan tekinik observasi, wawancara, dokumentasi, yang dianalisis menjadi sebuah data agar dapat menentukan hasil dari penelitian skripsi ini. Hasil penelitian ini adalah bahwa interaksi yang terjadi di Kopiria Kartini terbentuk melalui proses interaksi antarindividu dan antarkelompok dengan menggunakan simbol-simbol yang dipahami maknanya melalui proses komunikasi. Hasil penelitian ini juga dapat ditemukan pola komunikasi yang terjalin, baik antar sesama pengunjung dan antara pengunjung dan karyawan atau barista Kopiria. Interaksi antar pengunjung dan karyawan di Kopiria ini adalah interaksi simbolic yang terdiri dari tiga konsep, antara lain ; mind konsep, self concep dan society concep. Semua konsep tersebut saling keterkaitan dan saling berkesinambungan.
Komunikasi Verbal Dan NonVerbal Fotografer Dalam Foto Runing Di Samarinda Masriani, Masriani; Sary, Kezia Arum; Alfando, Johantan; Dwivayani, Kadek Dristiana
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7451

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran komunikasi verbal dan non-verbal yang digunakan fotografer dalam praktik foto-running di Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta dokumentasi visual berupa unggahan media sosial dan materi distribusi foto. Sampel penelitian terdiri dari fotografer lapangan dan pelari sebagai penerima pesan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dari Braun & Clarke untuk menemukan pola komunikasi serta konteks kemunculannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi non-verbal seperti gerakan tubuh, contoh pose, kontak mata, dan penggunaan papan atau properti menjadi saluran utama yang paling efektif dalam situasi ramai dan bising. Meskipun demikian, instruksi verbal tetap memiliki peran penting, terutama untuk menyelaraskan momen pemotretan melalui hitungan seperti “satu-dua-tiga.” Teknologi seperti Instagram, Google Drive, dan FotoYu tidak hanya berfungsi sebagai media distribusi, tetapi juga turut membentuk ulang cara kerja fotografer serta menimbulkan pertimbangan etis dalam publikasi foto. Hambatan komunikasi yang kerap terjadi meliputi jarak, kerumunan, kebisingan, kondisi cuaca, dan masalah privasi peserta. Untuk mengatasinya, fotografer memadukan strategi verbal dan non-verbal dengan prosedur koordinasi sebelum acara dimulai. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian interaksi simbolik pada komunikasi visual olahraga dan memberikan rekomendasi praktis berupa SOP pra-event, lexicon gestur, dan standar repositori digital untuk meningkatkan efektivitas serta etika praktik fotorunning di era digital.
Pendampingan Branding Madu Kelulut melalui Pendekatan Green Marketing sebagai Upaya Keberlanjutan Usaha di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur Sary, Kezia Arum; Suparningtyas, Juniza Firdha; Turista, Dora Dayu Rahma; Sanjaya, Muhammad Nurdin; Putra, Fauzan Fadillah; Hermawan, Monika Dwi
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v10i1.27140

Abstract

Kelompok Usaha Rawat Hijau di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, merupakan komunitas peternak lebah kelulut yang memiliki potensi untuk mengembangkan produk berbasis konsumerisme hijau. Kelompok ini memiliki keunggulan dalam hal lokasi yang alami dan semangat generasi muda, namun mereka menghadapi tantangan dalam aspek produksi dan pemasaran. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi kelompok tersebut dalam meningkatkan daya saing produk madu kelulut melalui penerapan strategi Green Marketing. Program ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari Juni hingga September 2025. Hasil program meliputi peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam aspek produksi dan pemasaran. Kegiatan sosialisasi menghasilkan kesepakatan jadwal pelaksanaan. Pelatihan Good Manufacturing Practices meningkatkan pengetahuan standar produksi dan motivasi untuk sertifikasi. Pelatihan penyusunan Standar Operasional Prosedur menghasilkan dokumen panduan operasional. Pelatihan pemasaran dan branding menghasilkan kesepakatan penggunaan merek "Rawat Hijau" dan pengembangan identitas merek. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk dan mendukung keberlanjutan usaha madu kelulut kelompok Rawat Hijau.