Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF Rahmi Hayati; Dian Armanto; Zuraini Zuraini
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.536 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6534

Abstract

The most pressing issue at SD Negeri 4 Bireuen is the school's inability to effectively address student and teacher concerns.This study aims to improve teachers' problem-solving skills. This study employs a qualitatve approach. Research participants include 36 third-year students from SD Negeri 4 Bireuen. This study's information was gathered by means of a questionnaire, participant observations, and key informant interviews. This study employs a descriptive data analysis method. The implementation of the Problem-Based Learning pedagogical approach has the potential to improve students' problem-solving abilities in the area of statistics, specifically in the areas of sample size determination and reduction, in the third grade of SD Negeri 4 Bireuen. This is evidenced by the fact that student problem-solving abilities increased from 82.3 percent in the first semester to 94.1 percent in the second. Utilizing interactive video can help students' attention during the learning process and can help students develop a sense of satisfaction from their studies. There have been comments from users who have affirmed the validity and value of interactive video. This is due to the fact that educational media has become more valuable as a result of the integration of previously unreliable components.
Strategi Pembelajaran Numbered Head Together Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Trigonometri Ulva Satira; Rahmi Hayati; Husnidar Husnidar
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v4i1.1973

Abstract

Penggunaan model pembelajaran konvensional menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika di sekolah saat ini. Hal tersebut mengakibatkan para siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran dan menyelesaikan soal-soal, salah satunya pada materi trigonometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Jenis penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berdasarkan hasil observasi dan tes. Sampel dari penelitian ini siswa kelas X SMA N 1 Kuala memperoleh hasil 75% pada siklus I serta 90% pada siklus II kemudian berdasarkan hasil pengamatan observasi guru dan siswa doperoleh hasil siklus I adalah 88,6% serta pada siklus II 92,86%. Jadi dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa pada materi trigonometri di kelas X SMA N 1 Kuala.
ANALISIS KESALAHAN SISWA BERDASARKAN TEORI NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI BILANGAN DI SEKOLAH DASAR Fachrurazi Fachrurazi; Rahmi Hayati; Asrul Karim; Siti Habsari Pratiwi; Marzuki Marzuki; Hasratuddin Hasratuddin
Euclid Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v10i2.8502

Abstract

 AbstrakRendahnya hasil belajar matematika siswa kelas dalam menyelesaikan soal cerita pada materi bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dan guru dalam memecahkan masalah pemahaman narasi di kelas tiga dan lima sekolah dasar berdasarkan teori kesalahan Neuman Penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif. Tujan Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara komprehensif kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas tiga dan lima dalam menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan metode analisis Newman dan mengidentifikasi penyebab kesalahan tersebut dengan menggunakan metodologi yang sama. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes, wawancara, dan catatan tertulis. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes bercerita materi pelajaran, dengan satu soal uraian untuk masing-masing kelas 3 dan 5, serta wawancara dan dokumentasi tertulis. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan adalah bagian dari teknik analisis data yang digunakan. Hasil Penelitian Ketidakmampuan siswa untuk membaca secara akurat seringkali menjadi akar penyebab kesalahan pertama mereka. Kesalahan membaca dibuat ketika seorang siswa tidak dapat menguraikan kata-kata kunci pertanyaan itu. Penyebab kedua adalah kegagalan mendiagnosis masalah dengan benar. Kesalahan dalam pemahaman masalah adalah jenis kesalahan yang dilakukan siswa ketika mereka dapat membaca dengan baik tetapi tidak yakin apa yang sebenarnya perlu diperbaiki. Penyebab ketiga adalah transformasi yang salah. Masalah dengan transformasi terjadi ketika siswa membuat pilihan yang salah mengenai operasi matematika yang harus dilakukan. Keempat, kesalahan proses yang harus disalahkan. Ketidakmampuan untuk mengukur jumlah secara akurat membuat siswa membuat kesalahan dalam memperkirakan kecepatan pemrosesan. Kesalahan dalam proses perhitungan dapat ditelusuri kembali ke ketidakmampuan siswa untuk menggunakan algoritma secara konsisten dan akurat. Penyebab kelima adalah kecerobohan dalam menulis jawaban akhir. Kesulitan menulis jawaban akhir adalah kesulitan di mana siswa tidak dapat menghasilkan hasil tertulis Kata Kunci. Teori Neuman, Soal Cerita, Bilangan AbstractThe low grade students' mathematics learning outcomes in solving word problems on number material. This study aims to analyze students' and teachers' errors in solving narrative comprehension problems in grades three and five of elementary school based on Neuman's theory of error. This study incorporates a qualitative approach. The purpose of this study was to comprehensively investigate the errors made by third and fifth grade students in solving word problems using the Newman analysis method and identify the causes of these errors using the same methodology. Data collection methods used in this study include tests, interviews, and written notes. The main instrument used in this study was the subject matter telling test, with one essay question for each grade 3 and 5, as well as interviews and written documentation. Data reduction, data presentation, and drawing conclusions are part of the data analysis technique used. Research Results Students' inability to read accurately is often the root cause of their first mistakes. Reading errors are made when a student cannot decipher the key words of the question. The second cause is failure to properly diagnose the problem. Errors in problem understanding are the types of errors students make when they can read well but are not sure what exactly needs to be corrected. The third cause is wrong transformation. Problems with transformations occur when students make wrong choices about which mathematical operations to perform. Fourth, process errors are to blame. The inability to measure quantities accurately leads students to make errors in estimating processing speed. Errors in the calculation process can be traced back to students' inability to use algorithms consistently and accurately. The fifth cause is carelessness in writing the final answer. The difficulty of writing the final answer is the difficulty in which the student is unable to produce a written result Keywords. Neuman Theory, Word Problems, Numbers
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah menggunakan Model Problem Based Learning Berbantuan Video Pembelajaran Di Sekolah Dasar Rahmi Hayati; Fachrurazi Fachrurazi; Asrul Karim; Marzuki Marzuki
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v5i1.1558

Abstract

This research uses a quantitative approach. This study aims to determine the increase in problem-solving skills using the Problem-Based Learning Model, which is better than what is taught through conventional learning assisted by Video Learning in Elementary Schools. The type of research used in this research is experimental. Data collection techniques in this study were carried out through tests, namely pre-tests and post-tests, in the form of problem-solving ability tests and observations of the learning. The pre-test was carried out before the learning took place, and the post-test was carried out after the learning took place on both experimental and control groups. This instrument consists of test questions to measure students' problem-solving abilities. Data were analyzed by comparing student scores obtained from student results before and after being treated with conventional learning. The study results concluded that the obtained t-table value could be written as follows; t-table with a significance level of 5% = 1.303 < t-count = 2.076 for t-count or ha is accepted and ho is rejected. This video-based PBL model is suitable for learning mathematics in elementary schools.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU DALAM BIDANG PENELITIAN DAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH DI SEKOLAH DASAR Rahmi Hayati; Zuraini Zuraini; Rahmi Wahyuni; Eli Nofriati; Mailiyana
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Rambideun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v6i2.1882

Abstract

Teachers are the backbone of the country's education system. A professional teacher must have the competence and quality standards as stated in Law 14 of 2005 concerning teachers and lecturers. Teachers and lecturers must be professional in carrying out their work to build quality education through research and community service. The fact is that there are teachers who still experiencing difficulties in carrying out professional development, including research and publication of scientific papers. To help teachers who have difficulty writing scientific work, a community service program was initiated in the form of tutoring and assistance in making scientific work at SD Negeri 5 Juli, Bireuen Regency. The only teacher professional development training that will produce scientific papers and will be presented is Classroom Action Research. Published scientific writing will increase the teacher's confidence in writing and work and make teacher teaching more effective and enjoyable. Everything can be presented in the form of models, making it easier for students to understand the material and get better learning outcomes.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Rahmi Hayati; Yessi Kartika; Rahmi Wahyuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17107

Abstract

Abstrak: Alat peraga adalah suatu objek atau benda yang digunakan untuk membantu dalam proses penyampaian informasi, pembelajaran, atau demonstrasi suatu konsep atau konsep-konsep tertentu. Alat Peraga yang dalam kegiatan ini yaitu kantong Bilangan dan Satuan Panjang. Jumlah siswa yang terlibat 15 orang siswa. Metode kegiatan yang digunakan Pra Persiapan, Persiapan, Pelaksanaan, Penutup. Dalam pelatihan yang digunakan dengan beberapa tahapan yaitu: (1) metode ceramah dengan memberikan penjelasan mengenai manfaat Alat peraga; (2) metode tanya jawab, peserta melakukan sesi bertanya mengenai literasi matematika; (3) metode simulasi, peserta mencari dan mempraktikan cara menggunakan alat peraga; dan (4) metode mandiri, peserta membuat dan mendiskusikan hasil penulisan. Pengabdian masyarakat mengenai alat peraga matematika memiliki berbagai tujuan Beberapa tujuan utama dari pengabdian masyarakat ini adalah: Meningkatkan Pemahaman Matematika: Meningkatkan Minat dan Motivasi; Meningkatkan Keterampilan Problem Solving; Mendukung Pembelajaran Aktif dan Partisipatif; Membantu Pengajar dalam Mendemonstrasikan Konsep; dan meningkatkan Literasi Matematika. Respon peserta didik pada siklus I, yakni: yang menjawab sangat senang 82,6% dan senang 14,6% dan yang menjawab kurang senang 2,66% dan tidak senang 0%. Respon peserta didik pada siklus II, yakni: yang menjawab sangat senang 82% dan senang 14,6% dan kurang senag 2,66% dan tidak senang 0%. Hal ini menunjukkan bahwa respon peserta didik sudah sangat baik pada proses pembelajaran yang dilaksanaan guru. Selain itu, peserta didik juga termotivasi pada saat belajar dengan menggunakan Alat peraga.Abstract: A visual aid is an object or object that is used to assist in the process of conveying information, learning, or demonstrating a particular concept or concepts. The visual aids in this activity are Number and Length Unit bags. The number of students involved was 15 students. The activity methods used are Pre-Preparation, Preparation, Implementation, Closing. The training used several stages, namely: (1) lecture method by providing an explanation of the benefits of teaching aids; (2) question and answer method, participants conduct a question session regarding mathematical literacy; (3) simulation method, participants find and practice how to use teaching aids; and (4) independent method, participants create and discuss writing results. Community service regarding mathematics teaching aids has various objectives. Some of the main objectives of this community service are: Increasing Mathematical Understanding: Increasing Interest and Motivation; Improving Problem Solving Skills; Supporting Active and Participatory Learning; Assists Teachers in Demonstrating Concepts; and improving Mathematical Literacy. Student responses in cycle I were: 82.6% answered very happy and 14.6% happy and 2.66% answered less happy and 0% unhappy. Student responses in cycle II were: 82% answered very happy and 14.6% happy and 2.66% less happy and 0% unhappy. This shows that the students' response was very good to the learning process carried out by the teacher. Apart from that, students are also motivated when learning by using teaching aids.
PENERAPAN FILSAFAT PENDIDIKAN OLEH TENAGA PENDIDIK DI SEKOLAH DASAR Rahmi Hayati; Marzuki Marzuki; Fachrurazi Fachrurazi; Asrul Karim; Siti Habsari Pratiwi; Rosmala Dewi
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 10, No 1, April (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v10i1, April.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada tenaga pendidik akan pentingnya memahami kajian filsafat pendidikan yang penting dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan studi literature dengan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Hasil penelitian adalah guru dapat memperoleh informasi berharga untuk meningkatkan praktek mengajar mereka sendiri dari karya filsafat pendidikan atau "filsafat." Guru lebih mampu melakukan pekerjaan mereka dan merencanakan pelajaran dengan bantuan filosofi pendidikan. Filsafat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang dapat dipikirkan manusia, bahkan tidak pernah habis karena mengandung dua kemungkinan, yaitu proses berpikir dan hasil berpikir. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. Filsafat akan menentukan mau dibawa kemana siswa kita. Filsafat merupakan perangkat nilai-nilai yang melandasi dan membimbing ke arah pencapaian tujuan pendidikan. Filsafat dalam pendidikan bukan hanya menjelaskan apa yang ingin pendidik lakukan di dalam kelas dalam membantu pembelajaran, namun lebih menekankan kepada mengapa pendidik melakukannya dan bagaimana cara kerja proses pembelajarannya.
PELATIHAN PENTINGNYA HAKIKAT KATEGORI ADOPTER (INNOVATOR, EARLY ADOPTER, EARLY MAJORITY, LATE MAJORITY, LAGGARD) DALAM DIFUSI INOVASI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Rahmi Hayati; Zuraini Zuraini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19141

Abstract

Proses inovasi adalah serangkaian kegiatan yang dapat dilakukan oleh seseorang atau organisasi, mulai dari ide awal hingga implementasi akhir dari inovasi tersebut. Bergantung pada berapa lama proses selesai, orang atau kelompok orang yang berbeda akan membutuhkan jumlah waktu yang berbeda tergantung pada sikap mereka terhadap inovasi. Demikian pula, saat proses inovasi sedang berlangsung, terkadang ada perubahan tak terduga yang dilakukan hingga akhir proses, dan berkesinambungan. Difusi memiliki hubungan yang kuat dengan keterampilan komunikasi. Ini berfungsi sebagai contoh pesan-pesan tentang ide atau gagasan baru yang sedang disebarluaskan. Adopter adalah orang yang menggunakan atau menerima inovasi tertentu. Pentingnya difusi dalam Pendidikan terutama dalam proses pembelajaran dapat dilihat dari cara mengajar guru apakah guru menerima dan menggunakan Model-model pembelajaran inovati, menggunakan perangkat pembelajaran dan menerapkan TPACK dalam pebelajaran di kelas. Guru harus membuka wawasan tentang proses adopter pada diri guru itu sendiri. Metode dalam Pengabdian ini meliputi penyajian materi, penugasan praktik,monitoring dan evaluasi. Kegiatan Pengabdian berjalan dengan baik dan lancara, guru mitra sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pemahaman tentang kategori adopter (Innovator, early adopter, early majority, late majority, laggard) dalam difusi inovasi pendidikan di sekolah dasar memberikan panduan dan wawasan yang berharga dalam merencanakan, mengimplementasikan, dan mengelola perubahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran
Pengembangan Aplikasi Pembelajaran Digital berbasis Android Menggunakan Kodular pada Mata Kuliah Geometri Yessi Kartika; Husnidar Husnidar; Rahmi Hayati
Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 4 No 2 (2023): Asimetris: Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/asimetris.v4i2.2206

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat dan mengembangkan aplikasi pembelajaran digital berbasis android sebagai sarana yang digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran dengan harapan memperoleh peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan dapat merangsang minat dan Motivasi belajar yang signifikan pada matakuliah geometri. Aplikasi ini ditujukan sebagai pelengkap pembelajaran serta memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mempelajari materi yang kurang dipahami didalam kelas dengan mengulang kembali di manapun dan kapanpun. Metode penelitian menggunakan R&D dan model ADDIE yang terdiri dari langkah analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation.  Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester II Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim. Pengujian dilakukan terhadap 15 orang     mahasiswa dengan memberikan angket diperoleh 92%. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk yang divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Hasil persentase rata-rata validator konten adalah 90,5%, dan validasi aplikasi adalah 83% tergolong kategori sangat layak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa aplikasi kodular yang diterapkan pada matakuliah Geometri sebagai media pembelajaran dan dapat digunakan dengan baik oleh mahasiswa.
PELATIHAN PENGEMBANGAN LITERASI DAN NUMERASI TERHADAP GURU MTSS NURUL QURAN KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH Misnawati Misnawati; Rahmi Hayati; Zuraini Zuraini; Eli Nofriati; Yessi Kartika
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v6i3.2156

Abstract

Literacy and numeracy development are two important components in education that help individuals acquire the skills of reading, writing, understanding information, as well as abilities in mathematics and understanding numbers. These two skills are the basis for success in various aspects of life, including further education, career, and active participation in society. It is important to create an educational environment that supports literacy and numeracy development. The method for implementing community service activities went through several stages, namely pre-preparation, preparation, implementation and closing. Teachers have a key role in teaching and guiding students to develop these skills. In addition, the integration of literacy and numeracy in various subjects and activities outside the classroom helps link these skills to real life. Thus, developing literacy and numeracy is a continuous process that involves collaboration between schools, families and communities to create individuals who have a strong foundation of skills for success in life. Evaluation of activity implementation and sustainability is planned to involve the Almuslim University Research and Community Service Institute. The evaluation carried out by the community service team is the extent to which coaching and mentoring activities for students have had a good impact.