Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Menarche Dini pada Anak Sekolah Dasar di Surakarta Andieny, Pramudya Dwi; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Sari, Atriany Nilam; Rokhayati, Evi; Kusmawati, Iffah Indri
Sari Pediatri Vol 27, No 1 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.1.2025.26-31

Abstract

Latar belakang. Usia menarche bagi seorang anak perempuan sangat penting karena hal ini dapat menjadi prediksi kesehatan pada saat dewasa. Seiring berjalannya waktu, usia menarche secara signifikan semakin dini. Menarche dini ditemukan menjadi faktor risiko berkembangnya kanker payudara, kanker endometrium, leiomyomata uterus, penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus type 2, dan obesitas. Faktor yang dapat memengaruhi menarche dini, di antaranya status gizi dan aktivitas fisik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan menarche dini pada anak sekolah dasar di Surakarta.Metode. Penelitian dilakukan di SDIT Insan Mulia Surakarta. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah 65 orang. Data dianalisis secara bivariat dengan chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistik biner. Hasil. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan menarche dini (p-value 0,013). Tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan menarche dini (p-value 0,402). Status gizi (p-value 0,005) lebih berhubungan dengan menarche dini dibandingkan aktivitas fisik (p-value 0,477).Kesimpulan. Status gizi lebih berhubungan dengan menarche dini pada anak SDIT Insan Mulia. Oleh karena itu, diharapkan anak perempuan dapat menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya menarche dini.
The Analysis of Factors Influencing Stunting Prevention Behavior in Pregnant Women Sukamto, Ika Sumiyarsi; Mustika, Dian Nintyasari; Juwita, Septiana
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2025.10.03.03

Abstract

Background: Stunting is a serious health issue in Indonesia, impacting children's growth and development due to chronic malnutrition, recurrent infections, and harmful environmental factors. This study aimed to examine factors influencing stunting prevention behavior in pregnant women Subjects and Method: A quantitative study with a path analysis approach. It was conducted in Probolinggo Regency using cluster random samping, based on inclusion criteria. The sample size consisted of 220 respondents spread across four community health centers (Puskesmas). The research variables include independent varaibles: exposure to cigarette smoke, socio-economic status, and social support; intervening variables: acces to healthcare services and health status; and dependent variable: stunting prevention behavior. The research instrument useda questionnaire based on the theoryof factors influencing stunting prevention in pregnant women, Data analysis was performed using path analysis with Amos software. Results: Social support on stunting prevention behavior through health status of pregnant women (Z-value = 1.23; p-value = 0.022). Social support on stunting prevention behavior in pregnant women through access to healthcare services (Z-value = -3.92; p-value = 0.00). Cigarette smoke exposure on stunting prevention behavior through health status of pregnant women (Z-value = 10.53; p-value = 0.00). Socio-economic status on stunting prevention behavior through health status of pregnant women (Z-value = 2.19; p-value = 0.03). Conclusion: Health promotion targeting the improvement of socio-economic status and social support, as well as preventing tobacco smoke exposure, plays a significant role in influencing stunting prevention behavior among pregnant women. Health status and access to healthcare services act as mediators that link social support, tobacco smoke exposure, and socio-economic status to stunting prevention behavior. By implementing community-based health promotion strategies, we can prevent stunting in a more holistic and sustainable manner.
PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL PADA KELAS XI SMA AL-ISLAM 1 SURAKARTA SEBAGAI BENTUK PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Sukamto, Ika Sumiyarsi; Sigalingging, Lidya Diantika; Hanum, Annisa Lutfia; Subekti, Aditya Farit; Azizah, Rania; Wulandari, Reza Sefty
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v3i3.1927

Abstract

This community service activity aims to improve students’ understanding of mental health through psychoeducational interventions. The participants were eleventh-grade students of SMA Al-Islam 1 Surakarta. The method employed was a quasi-experimental design with a pretest-posttest group design. The intervention was conducted through interactive mental health counseling supported by posters as visual media. The pre-test results showed an average score of 83.16, while the post-test average increased to 94.71. Thus, there was an improvement of 11.55 points after the intervention. These findings indicate that psychoeducation is effective in enhancing students’ understanding of stress factors, stress management strategies, and the importance of maintaining mental health in daily life.
EFEKTIVITAS MEDIA POSTER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DI PESANTREN DAARUT TAQWA SURAKARTA JAWA TENGAH Oktaviana, Ardyawati Wira; Zaen, Nurul Huda; Laelika, Savira Tiana Mei; Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdausy; Meidiyana, Rizky Ajrina; Sukamto, Ika Sumiyarsi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i2.2040

Abstract

Latar Belakang: Personal hygiene merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki kepadatan tinggi dan potensi penyebaran penyakit. Rendahnya kesadaran dan pengetahuan santri tentang kebersihan diri dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Edukasi melalui media poster merupakan salah satu metode promosi kesehatan yang dinilai efektif dan efisien. Tujuan: Mengetahui efektivitas media poster dalam meningkatkan pengetahuan personal hygiene pada santri di Pesantren Daarut Taqwa Surakarta, Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 68 santri yang dipilih secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan personal hygiene sebelum dan sesudah intervensi media poster. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 82,65 (min–maks: 20–100) pada pre-test menjadi 88,38 (min–maks: 65–100) pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Kesimpulan: Media poster terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan personal hygiene santri di lingkungan pondok pesantren. Media ini dapat dijadikan alternatif metode edukasi kesehatan yang praktis, menarik, dan mudah diterapkan di pesantren.
Relationships between Sedentary Lifestyle and Body Mass Index in Students in Pandemic COVID-19 Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Argaheni, Niken Bayu; Nugraheni, Angesti; Sukamto, Ika Sumiyarsi
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2023.08.03.11

Abstract

Background: Students during the Covid-19 pandemic were very close to a sedentary lifestyle because of online learning patterns. This results in an increase in body mass index (BMI) due to lack of physical activity and energy burnt. The aim of this research was to find out the relationship between sedentary lifestyle and body mass index of female students during the Covid-19 pandemic. Subjects dan Method: The research method uses a quantitative analytic observational design, with a cross sectional approach. The population in this study were 110 students of the Midwifery Study Program, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University. Sampling using the Slovin formula as many as 85 respondents with a confidence level of 95%. The research dependent variable is the body mass index of female students during the Covid-19 pandemic and the independent variable is sedentary lifestyle. The data collection method is to use the BMI questionnaire and the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Data analysis used Somer's test. Results: The results showed that 61.2% of students were included in the less sedentary lifestyle classification, while 56.5% of students had a normal body mass index. The results of bivariate analysis with Somer's correlation test obtained a p-value of 0.045 and a gamma coefficient value of 0.38. Conclusion: The conclusion is that there is a relationship between sedentary lifestyle and body mass index in undergraduate students of Applied Midwifery, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University, Surakarta. The correlation strength is moderate. It is hoped that individuals and communities can motivate themselves to carry out physical activities such as regular sports and educational institutions can facilitate learning methods that can involve physical activity in both online and offline learning. Keywords: nutrition status, sedentary lifestyle, student Correspondence: Noviyati Rahardjo Putri. Midwifery Program, Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret. Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta 57126, Central Java, Indonesia. Email: novirahardjo@staff.uns.ac.id. Mobile: +6285742944794.
Analisis Pengaruh Keaktifan Posyandu dan Keanekaragaman Makanan terhadap Status Gizi Balita di Kecamatan Jenawi Pratiwi, Tan Mike; Maulina, Rufidah; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Moelyo, Annang Giri
Sari Pediatri Vol 26, No 6 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.6.2025.383-8

Abstract

Latar belakang. Studi Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan angka stunting di Indonesia mencapai 21,6%. Penimbangan rutin Posyandu dapat mencegah terjadinya gizi buruk. Kebutuhan asupan nutrisi dipenuhi dengan makanan yang beragam.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keaktifan Posyandu dan keanekaragaman makanan dengan status gizi balita.Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Keanekaragaman makanan diukur dengan Dietary Diversity Score (DDS), kunjungan ke Posyandu didapatkan dari kartu menuju sehat (KMS), sedangkan status gizi didapatkan dari hasil penimbangan. Populasi penelitian meliputi 66 ibu dan balita usia 12-59 bulan di Kecamatan Jenawi. Data dianalisis melalui uji korelasi Rank Spearman dan uji resgresi logistik ordinal dengan nilai alpha 0,05.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas balita memiliki status gizi normal. Uji bivariat Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan keaktifan Posyandu dengan status gizi balita (p-value 0,003) dan terdapat hubungan keanekaragaman makanan dengan status gizi balita (p-value 0,002). Uji multivariat menunjukkan keaktifan Posyandu dan keanekaragaman makanan mempengaruhi status gizi balita sebesar 27,8%. Uji rasio odds didapatkan peluang tertinggi status gizi buruk yaitu sebesar 41,6 kali pada balita yang memiliki tingkat keanekaragaman makanan dengan kategori kurang.Kesimpulan. Terdapat hubungan antara keaktifan Posyandu dan keanekaragaman makanan dengan status gizi balita. Tenaga kesehatan disarankan untuk mengevaluasi kegiatan Posyandu serta memberikan penyuluhan pentingnya keanekaragaman makanan bagi balita sesuai dengan ketersediaan bahan pangan lokal.
Prevalence And Risk Factors Of Stunting Among Toddlers In Urban And Rural Nashira, Illiyin Tri; Kusnandar, Kusnandar; Sukamto, Ika Sumiyarsi
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 10 No 2 (2024): August 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v10i2.1417

Abstract

The high prevalence of stunting in Sungai Penuh City makes it necessary to identify the causes of stunting in a local context by looking at the classification of residence. Stunting that is not resolved will have an impact on the Lost Generation in the future. This cross-sectional study with data from the Indonesian Nutrition Status Survey in 2022 aims to analyze the prevalence and risk factors for stunting in toddlers in rural and urban areas, so that the problem of chronic malnutrition can be resolved according to the conditions where toddlers live. Data collection was conducted in August-September 2022, while data requests were made in January 2024. The sample was 395 toddlers living in Sungai Penuh City. To see the relationship between the dependent variable and the independent variable, the Chi-square test was performed and to see the relationship between the dependent variable and the independent variable simultaneously, the Logistic Regression test was performed using the IBM SPSS statistics version 25 application software. The results of this study show that the prevalence of stunting in urban areas is higher than in rural areas, but there are no differences in risk factors for stunting, and overall rural-urban in Sungai Penuh City on the variable of birth length with OR (95% CI) 2.30 and maternal education with OR (95% CI) 2.22 shows the risk of having stunted children (p-value <0.005). This study concludes that there are differences in prevalence between rural and urban areas, but there are no differences in the risk factors that cause stunting in toddlers.
The Analysis of Factors Influencing Stunting Prevention Behavior in Pregnant Women Sukamto, Ika Sumiyarsi; Mustika, Dian Nintyasari; Juwita, Septiana
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpb.2025.10.03.03

Abstract

Background: Stunting is a serious health issue in Indonesia, impacting children's growth and development due to chronic malnutrition, recurrent infections, and harmful environmental factors. This study aimed to examine factors influencing stunting prevention behavior in pregnant women Subjects and Method: A quantitative study with a path analysis approach. It was conducted in Probolinggo Regency using cluster random samping, based on inclusion criteria. The sample size consisted of 220 respondents spread across four community health centers (Puskesmas). The research variables include independent varaibles: exposure to cigarette smoke, socio-economic status, and social support; intervening variables: acces to healthcare services and health status; and dependent variable: stunting prevention behavior. The research instrument useda questionnaire based on the theoryof factors influencing stunting prevention in pregnant women, Data analysis was performed using path analysis with Amos software. Results: Social support on stunting prevention behavior through health status of pregnant women (Z-value = 1.23; p-value = 0.022). Social support on stunting prevention behavior in pregnant women through access to healthcare services (Z-value = -3.92; p-value = 0.00). Cigarette smoke exposure on stunting prevention behavior through health status of pregnant women (Z-value = 10.53; p-value = 0.00). Socio-economic status on stunting prevention behavior through health status of pregnant women (Z-value = 2.19; p-value = 0.03). Conclusion: Health promotion targeting the improvement of socio-economic status and social support, as well as preventing tobacco smoke exposure, plays a significant role in influencing stunting prevention behavior among pregnant women. Health status and access to healthcare services act as mediators that link social support, tobacco smoke exposure, and socio-economic status to stunting prevention behavior. By implementing community-based health promotion strategies, we can prevent stunting in a more holistic and sustainable manner.
Optimalisasi Peran Ibu melalui Pijat Bayi di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu; Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16096

Abstract

ABSTRAK Seribu hari (1000) hari kehidupan pertama merupakan waktu penting bagi anak karena pada rentang waktu ini pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara signifikan. Apabila tidak mendapatkan stimulasi dan gizi yang cukup maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dapat terjadi apabila kebutuhan fisik, psikologis, dan stimulasi bayi tidak terpenuhi dengan baik. Pijat bayi merupakan salah satu metode yang mampu memenuhi kebutuhan psikologi dan stimulasi bayi dan anak. Mengetahui adanya perbedaan pengetahuan ibu bayi sebelum dan setelah pelatihan pijat bayi.  Untuk mengukur pengetahuan ibu menggunakan kuesioner sebelum dan sesudan pelatihan. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T-test. Pelatihan pijat bayi menggunakan metode simulasi. Terdapat perbedaan antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah pelatihan pijat bayi. Pelatihan pijat bayi efektif meningkatkan pengetahuan ibu seputar pijat bayi. Kata Kunci: Ibu, Peran, Pijat Bayi  ABSTRACT The first thousand days (1000) of life is an important period for children because significant growth and development occurs during this period. Lack of stimulation and inadequate nutrition will impact on the growth and development of the baby. Delays in growth and development can occur if the baby's physical, psychological and stimulation needs are not met properly. Baby massage is a method that can meet the psychological and stimulation needs of babies and children. To determine the difference in mothers' knowledge before and after baby massage training. Measuring mother's knowledge using a questionnaire before and after training. Data analysis techniques using statistical tests paired T test. Baby massage training using simulation methods. There were differences in mothers' knowledge before and after baby massage training. Baby massage training is effective in increasing mothers' knowledge about baby massage. Keywords: Mother’s Role, Baby Massage, Knowledge
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Sinaga, Ruth Dearani; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Wiboworini, Budiyanti; Wahidah, Nurul Jannatul; Sari, Atriany Nilam
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.8931

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Kejadian stunting terbesar di Kota Surakarta terdapat di wilayah Puskesmas Sangkrah yaitu 17,4% dan jumlah anak dengan stunting terbanyak terdapat di Kelurahan Semanggi yaitu 39,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-fakor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Kelurahan Semanggi Kota Surakarta. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Didapatkan sebanyak 82 ibu yang mempunyai anak usia 12-59 bulan dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan memakai lembar kuesioner, kemudian dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,8% dan tidak stunting sebesar 73,2%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif (p<0,05). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat imunisasi, dan riwayat infeksi (p>0,05). Simpulan penelitian ini faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif.