Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS USAHA PEMBIBITAN MATOA PADA CV KEBUN SARI DI KOTA BENGKULU (Business Analysis of Matoa Seedling Production at CV Kebun Sari in Bengkulu City) BONITA, YESHA; KURNIATI, NOVITRI; EFRITA, EDI; MUTMAINNAH, ELNI
JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) JAKP, Volume 9, Nomor 1, April 2026
Publisher : Universitas Mulawarman (University of Mulawarman)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jakp.9.1.2026.23914.37-48

Abstract

The matoa nursery business has strong potential in tropical fruit agribusiness development; however, its sustainability depends on cost efficiency and financial viability. This study aimed to determine whether this business is financially feasible and economically viable. The method applied is a case study approach with descriptive quantitative analysis, using data on production costs, revenue, and profit per production cycle. The results showed a total production cost of IDR 75,016,083.33 with revenue of IDR 240,000,000, resulting in a profit of IDR 164,983,916.67 per production period. The R/C ratio was 3.20 and the B/C ratio was 2.20, indicating high cost efficiency and profitability. The break-even point for production is 3,750.80 seedlings and IDR 75,016,083.33 in sales. This is far below the realization of sales of 12,000 seedlings or IDR 240 million, indicating a large safety margin. Thus, the matoa nursery business at CV Kebun Sari is declared feasible and has the potential to be developed comprehensively.
Pengembalian Investasi pada Usahatani Selada Hidroponik dengan Metode Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT) Afriyanti Afriyanti; Novitri Kurniati; Edi Efrita; Elni Mutmainnah
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i4.1425

Abstract

People with limited land or in urban areas can use the land for plant farming using hydroponics. Hydroponics is farming using water enriched with plant nutrients as a growth media. This system has been popular due to its efficiency in using water, land, time, and space. It also allows plant growth quickly and under controlled conditions. One of the vegetables that has the potential to be cultivated with a hydroponic system is lettuce (Lactuca sativa L). The nutrients in vegetables, especially vitamins and minerals, cannot be substituted by staple foods so that they can suffice the need for vegetables for the community. This study analyzes the return on investment and profit in hydroponic lettuce farming. The research method is a case study, and the data analysis technique used is investment costs, variable costs, income production, Return on Investment (ROI), and Payback Period (PP). The results showed that the hydroponic farming Deep Flow technique (DFT) method incurred costs of Rp54.730.590,48 and income of Rp9.266.566,52, and the Nutrient Film Technique (NFT) method incurred costs of Rp59.655.572,78 and received income of Rp6.769.306,45. The DFT technique has a Return On Investment (ROI) value of 16.9%, the NFT technique is 10.9%, and the DFT technique has a Payback Period (PP) of 5.89, while the NFT is 9.13.
ANALISIS USAHA PENANGKARAN BURUNG MURAI BATU DI KOTA BENGKULU: Analysis of The Murai Batu Bird Breeding Business in The City of Bengkulu Muhammad Fakhrurozi; Muhammad Taufiqurrahman Syah; Cendi Herlin Daya Sirsan; Evon Tri Oktami; Reflis; Yuwana; Indra Cahyadinata; Irnad; Edi Efrita; Edy Marwan; Maheran Mulyadi; Jon Yawahar
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9613

Abstract

Burung Murai Batu (Copsychus malabaricus) banyak dipelihara orang, memiliki nilai ekonomis yang tinggi, usaha penangkarannya menguntungkan, dan modalnya cepat kembali. Penurunan harga anakan hasil tangkaran menyebabkan usaha penangkarannya perlu dianalisis kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan, pendapatan keluarga, efisiensi dan kelayakan usaha penangkaran burung Murai Batu di Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan metode survei dan dengan teknik sampling snowball. Data diperoleh dari mewawancarai 15 orang responden. Pendapatan usaha penangkaran burung Murai Batu adalah sebesar Rp1.141.977,57/indukan betina/tahun, dan pendapatan keluarga Rp3,883,992.75/indukan betina/tahun. Usaha tersebut telah efisien dengan rasio R/C 1,17 tetapi dalam jangka panjang tidak layak diusahakan dengan rasio R/C 0,17, sehingga usaha penangkaran burung Murai Batu di Kota Bengkulu perlu ditinjau ulang. Kata Kunci: Keuntungan, family income, efisiensi, kelayakan, penangkaran burung Murai Batu.
STRUKTUR SALURAN, MARGIN, DAN EFISIENSI PEMASARAN IKAN TONGKOL DARI TPI KE PASAR PANORAMA KOTA BENGKULU Rita Feni; Joliyusham Pako; Jon Yawahar; Anton Feriady; Maheran Mulyadi; Edy Marwan; Edi Efrita
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran ikan tongkol dari TPI hingga pasar Panorama kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah pedagang ikan tongkol yang ada di daerah penelitian yaitu dari TPI hingga pasar Panorama kota Bengkulu. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan bantuan kuisioner. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung melalui wawancara ke pedagang ikan tongkol, sedangkan data sekunder adalah data yang berasal dari instansi atau lembaga terkait dengan penelitian. Analisis data yang digunakan menggunakan rumus analisis margin dan efisiensi pemasaran. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saluran pemasaran ikan tongkol mulai dari nelayan ke TPI kemudian ke pedagang pengumpul setelah itu ke pedagang pengecer hingga kemudian dijual konsumen. Margin pemasaran ikan tongkol dari TPI ke pasar Panorama kota Bengkulu adalah sebesar Rp 17.000, dimana margin pemasaran dari pedagang pengumpul ke pedagang pengecer sebesar Rp.7000 dan dari pedagang pengecer ke konsumen adalah Rp. 10.000. Efisiensi pemasaran ikan tongkol sebesar 11,16 persen dan nilai fisherman’s share adalah sebesar 43,33%.
PEMANFAATAN BONGGOL PISANG MENJADI KERIPIK PISANG SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR PENCEMARAN LINGKUNGAN DARI LIMBAH PERTANIAN Neti Kesumawati; Risvan Anuwar; Farida Aryani; Rita Hayati; Suryadi Suryadi; Edi Efrita; Rita Feni; Yukiman Armadi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i2.3619

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bonggol pisang menjadi keripik sebagai upaya meminimalisir pencemaran lingkungan dari limbah pertanian serta meningkatkan nilai tambah ekonomi. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode partisipatif dan aplikatif melalui kegiatan yang dilaksanakan selama 7 hari, meliputi tahapan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Perbo. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan pangan alternatif, serta peningkatan keterampilan dalam proses pengolahan keripik bonggol pisang. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik renyah, berwarna kuning kecoklatan, bercita rasa gurih, dan memiliki daya simpan yang cukup baik. Selain itu, kegiatan ini mampu mengurangi limbah pertanian serta memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat. Simpulan pengabdian ini adalah pemanfaatan bonggol pisang menjadi keripik efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Business Analysis of Jakarin 1 Composite Maize Seed Production in Bukit Peninjauan II, Sukaraja District, Seluma Regency Suci Gustiawan; Edi Efrita; Novitri Kurniati; Edy Marwan
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 4 No. 01 (2026): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v4i01.2588

Abstract

Jakarin 1 composite maize is a superior variety capable of adapting to unfavorable environmental conditions and has high economic potential. This study aimed to analyze profitability, efficiency, feasibility, and the break-even point (BEP) of the Jakarin 1 composite maize seed production enterprise in Bukit Peninjauan II, Sukaraja District, Seluma Regency. The study was conducted from August to November 2024 using a census method involving the entire population of seed breeder farmers (four respondents). Primary data were collected through interviews using questionnaires, while secondary data were obtained from supporting literature. The analyses included income analysis, efficiency ratio (R/C), feasibility ratio (B/C), and break-even point analysis for both production and sales. The results showed that the average total production cost was IDR 10,415,040.87, while total revenue reached IDR 32,756,717.50, resulting in a net profit of IDR 22,341,676.63. The R/C ratio was 2.17 and the B/C ratio was 1.17, indicating that the enterprise is economically efficient and feasible. The break-even point was achieved at a sales volume of 347.17 kg of seed. Therefore, the Jakarin 1 composite maize seed production enterprise has promising prospects to be developed as a main source of farmers’ income.
PEMBUATAN COCOPEAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH SABUT KELAPA Anton Feriady; Edi Efrita; Jon Yawahar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa sudah lama dimanfaatkan masyarakat untuk kerajinan tangan seperti keset, tali, sikat, sapu dan alat rumah tangga lainnya.  Akan tetapi produk dari sabut tersebut sudah kurang diminati mayarakat karena ada produk sejenis yang terbuat dari plastik yang lebih tahan dan ekonomis.  Oleh karena itu perlu diupayakan peningkatan nilai tambah sabut menjadi produk yang lebih menguntungkan Salah satu produk sabut kelapa yang sekarang ini prospektif dan menguntungkan untuk diusahakan adalah cocopeat. Cocopeat sering pula disebut coco fiber (serat sabut) atau coco coir (serbuk sabut).  Cocopeat dapat dimanfaatkan di sektor pertanian sebagai kompos atau media tanam untuk tanaman hortikultura seperti sayur, bunga atau buah-buahan dalam pot atau sebagai media tanam hidroponik sebagai pengganti media tanah.  Di bidang industri, cocopeat dapat dimanfaatkan sebagai absorben (Wiryanta, 2007., Dianawati, 2014. dan Pratiwi dkk., 2017).  Harga cocopeat berkisar Rp. 2.000 sampai dengan 4.000/kg tergantung kualitasnya. Untuk membuat cocopeat adalah dengan mendekortasikan atau memisahkan sabut menjadi serat dan cocopeat.  Untuk itu diperlukan mesin decorticating, akan tetapi harga mesin tersebut cukup mahal.  Untuk itu diperlukan metode dekortasi yang lebih murah, ekonomis, praktis dan menguntungkan.Dengan melihat sumber bahan baku yang melimpah dan belum termanfaatkan secara optimal tersebut, hal inilah yang melatarbelakangi diadakannya pelatihan dan sosialisasi pada Kelompok Wanita Tani “Rafflesia” di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Pelatihan dan sosialisasi ini dilakukan dengan metode ceramah dan praktek langsung, sehingga peserta dapat menerima dan memahami tentang materi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyrakat.
PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN METODE AGROPANCASULA UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DAN HEWANI KELUARGA Edi Efrita; Anton Feriady; Novitri Kurniati; Elni Mutmainnah; Ririn Harini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan ketahanan pangan merupakan salah satu masalah yang harus ditangani secara bersama. Permasalahan ini harus didukung secara aktif baik pemerintah maupun masyarakat. Ketahanan pangan adalah suatu keadan terpenuhi dan terjaminnya kebutuhan pangan bagi setiap anggota rumah tangga baik dari segi mutu, keamanan, pemerataan dan keterjangkauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal agar dapat meningkatkan pangan skala rumah tangga menggunakan metode “agropancasula”. Diharapkan kegiatan ini masyarakat memiliki solusi dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang belum optimal, selain itu juga dapat membantu tersedianya pangan, obat – obatan dan protein hewani skala rumah tangga yang tentunya berpotensi akan menambah pendapatan keluarga. Kata Kunci: Pekarangan, Ketahanan Pangan, Agropancasula
Teknologi Tepat guna pengolahan limbah kulit pisang menjadi Vinegar dalam meningkatan Nilai Ekonomi Pisang Kelompok Tani Mawar di Desa Perbo Rita Hayati; Jafrizal; Neti Kesumawati; Edi Efrita; Maheran Mulyadi; Surya Ade Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 8 No. 2 (2025): AGUSTUS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan komoditi hortikultura terbesar di Desa Perbo Kabupaten Rejang Lebong  Propinsi Bengkulu yang dikenal dengan Pisang Ambon Curup. Ketersediaan pisang yang melimpah dengan rata-rata produksi 69.088,30 kwintal/tahun pada tahun 2023  potensi besar ini belum sepenuhnya termanfaatkan secara optimal seperti limbah kulit pisang yang masih terbuang selama ini dianggap sebagai limbah yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan berupa sampah yang tidak mempunyai nilai ekonomi, padahal kulit pisang memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi untuk dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki potensi kandungan nutrisinya yang bermanfaat untuk kesehatan. Hal ini sangat diperlukan pengolahan kulit buah pisang menjadi Vinegar Perlu pengabdian kepada masyarakat dengan teknologi tepat guna untuk dapat meningkatkan nilai ekonomi pisang dan memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi lebih bernilai dan tidak mencemari lingkungan. Tujuan pengabdian adalah untuk mengatasi permasalahan nilai ekonomi rendah pada kulit pisang ambon melalui Teknologi tepat guna dengan memanfaatkan kulit pisang menjadi Vinegar (Cuka kulit Pisang). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi potensi kulit pisang, pelatihan  teknologi fermentasi menjadi Vinegar dengan starter, pendampingan proses produksi hingga analisis sederhana kualitas produk akhir. Hasil pengabdian menunjukkan Kelompok Tani Mawar mampu menguasai teknologi pembuatan vinegar kulit pisang dengan baik. Produk Vinegar yang dihasilkan menunjukkan karakteristik organoleptik yang dapat diterima dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. Peningkatan nilai ekonomi pisang ambon pada  bagian limbahnya menjadikan peluang usaha baru dan mengurangi limbah organik, dengan teknologi tepat guna ini kelompok tani Mawar memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan usaha yang memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pendapatan masyarakat serta pengelolaan lingkungan.
Business Analysis of Jakarin 1 Composite Maize Seed Production in Bukit Peninjauan II, Sukaraja District, Seluma Regency Suci Gustiawan; Edi Efrita; Novitri Kurniati; Edy Marwan
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 4 No. 01 (2026): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v4i01.2588

Abstract

Jakarin 1 composite maize is a superior variety capable of adapting to unfavorable environmental conditions and has high economic potential. This study aimed to analyze profitability, efficiency, feasibility, and the break-even point (BEP) of the Jakarin 1 composite maize seed production enterprise in Bukit Peninjauan II, Sukaraja District, Seluma Regency. The study was conducted from August to November 2024 using a census method involving the entire population of seed breeder farmers (four respondents). Primary data were collected through interviews using questionnaires, while secondary data were obtained from supporting literature. The analyses included income analysis, efficiency ratio (R/C), feasibility ratio (B/C), and break-even point analysis for both production and sales. The results showed that the average total production cost was IDR 10,415,040.87, while total revenue reached IDR 32,756,717.50, resulting in a net profit of IDR 22,341,676.63. The R/C ratio was 2.17 and the B/C ratio was 1.17, indicating that the enterprise is economically efficient and feasible. The break-even point was achieved at a sales volume of 347.17 kg of seed. Therefore, the Jakarin 1 composite maize seed production enterprise has promising prospects to be developed as a main source of farmers’ income.