Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN METODE AGROPANCASULA UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DAN HEWANI KELUARGA Efrita, Edi; Feriady, Anton; Kurniati, Novitri; Mutmainnah, Elni; Harini, Ririn
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan ketahanan pangan merupakan salah satu masalah yang harus ditangani secara bersama. Permasalahan ini harus didukung secara aktif baik pemerintah maupun masyarakat. Ketahanan pangan adalah suatu keadan terpenuhi dan terjaminnya kebutuhan pangan bagi setiap anggota rumah tangga baik dari segi mutu, keamanan, pemerataan dan keterjangkauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi dan pengetahuan untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal agar dapat meningkatkan pangan skala rumah tangga menggunakan metode “agropancasula”. Diharapkan kegiatan ini masyarakat memiliki solusi dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang belum optimal, selain itu juga dapat membantu tersedianya pangan, obat – obatan dan protein hewani skala rumah tangga yang tentunya berpotensi akan menambah pendapatan keluarga. Kata Kunci: Pekarangan, Ketahanan Pangan, Agropancasula
ANALISIS USAHA PENGGILINGAN PADI DI KECAMATAN PINO KABUPATEN BENGKULU SELATAN Taufiqurrahman Syah, Muhammad; Abdurrahman Syah, Muhammad Fakhrurozi; Daya Sirsan, Cendi Herlin; Tri Oktami, Evon; Reflis; Yuwana; Cahyadinata, Indra; Irnad; Marwan, Edi; Efrita, Edi; Mulyadi, Maheran; Yawahar, Jon
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9676

Abstract

Usaha penggilingan padi membutuhkan biaya produksi yang tinggi untuk bisa beroperasi. Biaya produksi yang tinggi inilah menyebabkan usaha penggilingan padi perlu untuk dianalisis kembali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha penggilingan padi di Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian mengunakan metode survei dengan teknik penarikan sampel purposive. Penelitian dilakukan di wilayah administrasi Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan. Data diperoleh dari mewawancarai 5 orang responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis keuntungan, efisiensi, dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukan keuntungan usaha penggilingan padi sebesar Rp3.790.858/Bulan, rasio R/C 2,05, dan rasio B/C 1,05. Usaha penggilingan padi di Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan perlu melakukan efisiensi biaya produksi, diversifikasi layanan, pembelian gabah, dan pemanfaatan limbah sekam untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Business Analysis of Jakarin 1 Composite Maize Seed Production in Bukit Peninjauan II, Sukaraja District, Seluma Regency Gustiawan, Suci; Efrita, Edi; Kurniati, Novitri; Marwan, Edy
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 4 No. 01 (2026): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v4i01.2588

Abstract

Jakarin 1 composite maize is a superior variety capable of adapting to unfavorable environmental conditions and has high economic potential. This study aimed to analyze profitability, efficiency, feasibility, and the break-even point (BEP) of the Jakarin 1 composite maize seed production enterprise in Bukit Peninjauan II, Sukaraja District, Seluma Regency. The study was conducted from August to November 2024 using a census method involving the entire population of seed breeder farmers (four respondents). Primary data were collected through interviews using questionnaires, while secondary data were obtained from supporting literature. The analyses included income analysis, efficiency ratio (R/C), feasibility ratio (B/C), and break-even point analysis for both production and sales. The results showed that the average total production cost was IDR 10,415,040.87, while total revenue reached IDR 32,756,717.50, resulting in a net profit of IDR 22,341,676.63. The R/C ratio was 2.17 and the B/C ratio was 1.17, indicating that the enterprise is economically efficient and feasible. The break-even point was achieved at a sales volume of 347.17 kg of seed. Therefore, the Jakarin 1 composite maize seed production enterprise has promising prospects to be developed as a main source of farmers’ income.
Pemanfaatan Limbah Tanaman dan Ternak untuk Mendukung Pertanian Bioindustri Berbasis Integrasi Novitri Kurniati; Jafrizal; Heri Dwi Putranto; Elni Muthmainah; Edi Efrita; Maheran Mulyadi; Dwi Fitriani
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v5i3.9053

Abstract

Penerapan integrasi tanaman dan ternak telah dilaksanakan petani padi yang juga memelihara sapi di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang lebong Bengkulu. Permasalahan yang dihadapi petani padi adalah banyak jerami sisa panen padi belum dimanfaatkan dan hanya ditumpuk saja di lahan sawah bekas panen. Begitu juga dengan limbah sapi berupa feces dan urine hanya dibiarkan saja untuk pupuk kandang tanpa pengolahan yang baik. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang pertanian integrasi tanaman dan ternak, pelatihan pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak, pembuatan pupuk kompos dari feces sapi dan pembuatan biourine dari urine sapi. Peserta kegiatan adalah petani padi sekaligus juga sebagai peternak sapi sebanyak 30 orang. Petani belum mengolah jerami sebagai pakan sapi dan belum mengolah limbah sapi sebagai pupuk kompos dan biourine. Hasil pelatihan menunjukkan 90% peserta menyatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat dan 10% menyatakan tidak tahu serta 80% peserta menyatakan memahami materi pelatihan. Disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas pakan, memperbaiki kualitas pupuk dan meningkatkan produksi padi.
Financial Feasibility Study of Nursery Business at CV Kebun Sari, Bengkulu City Aprilia, Dea; Edi Efrita; Novitri Kurniati; Edi Marwan
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 5 No. 02 (2026): February - March, International Journal of Economics, Business and Innovation
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijebir.v5i02.2923

Abstract

This study aims to analyze the feasibility of CV Kebun Sari's nursery business. The advantage of this business lies in the diversification of six cultivated commodities, so the risk of loss is smaller compared to other nurseries that only rely on one commodity. The feasibility analysis was carried out using the Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (B/C), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP) methods. The NPV value remains positive at Rp4,857,854,973 at a bank interest rate of 10% to a discount of 51%, so the project is quite strong against the risk of increasing capital costs. In addition, the B/C Ratio value is greater than 1, namely 1.440, indicating that every Rp1 of capital produces Rp1,440 of net profit, the IRR of 51.558% is higher than the Discount Factor level of 10%, indicating very good investment returns and the Payback Period of only 4 years 6 months 7 days is much faster than the initial estimate of 5 years, reducing capital risk and accelerating investment returns. The results of the study show that CV Kebun Sari's nursery business is considered very feasible and has minimal financial risk, so this business has good prospects to be maintained and developed in the future.
ANALISIS USAHA PENANGKARAN BURUNG MURAI BATU DI KOTA BENGKULU: Analysis of The Murai Batu Bird Breeding Business in The City of Bengkulu Fakhrurozi, Muhammad; Taufiqurrahman Syah, Muhammad; Herlin Daya Sirsan, Cendi; Tri Oktami, Evon; Reflis; Yuwana; Cahyadinata, Indra; Irnad; Efrita, Edi; Marwan, Edy; Mulyadi, Maheran; Yawahar, Jon
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i1.9613

Abstract

Burung Murai Batu (Copsychus malabaricus) banyak dipelihara orang, memiliki nilai ekonomis yang tinggi, usaha penangkarannya menguntungkan, dan modalnya cepat kembali. Penurunan harga anakan hasil tangkaran menyebabkan usaha penangkarannya perlu dianalisis kembali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan, pendapatan keluarga, efisiensi dan kelayakan usaha penangkaran burung Murai Batu di Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan metode survei dan dengan teknik sampling snowball. Data diperoleh dari mewawancarai 15 orang responden. Pendapatan usaha penangkaran burung Murai Batu adalah sebesar Rp1.141.977,57/indukan betina/tahun, dan pendapatan keluarga Rp3,883,992.75/indukan betina/tahun. Usaha tersebut telah efisien dengan rasio R/C 1,17 tetapi dalam jangka panjang tidak layak diusahakan dengan rasio R/C 0,17, sehingga usaha penangkaran burung Murai Batu di Kota Bengkulu perlu ditinjau ulang. Kata Kunci: Keuntungan, family income, efisiensi, kelayakan, penangkaran burung Murai Batu.
ANALISIS TITIK IMPAS DAN KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH SKALA ULTRA KECIL DI DATARAN TINGGI BENGKULU Deka Saskia Ananta; Novitri Kurniati; Edi Efrita; Elni Mutmainnah
BUANA SAINS Vol 25, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v25i3.7528

Abstract

 Shallot farming on marginal land with an ultra-small scale (0.1 ha) faces different efficiency and profitability challenges compared to larger-scale farming. This study aims to analyze the cost structure, income, financial feasibility, and break-even point of ultra-small-scale shallot farming in Air Duku Village, Rejang Lebong Regency. Using a quantitative descriptive method with a case study approach, this research involved 12 farmers selected through purposive sampling based on the criteria of actively cultivating shallots for at least two growing seasons on 0.02-0.08 ha of land. Data were collected through structured interviews and analyzed using income analysis, R/C ratio, and Break-Even Point (BEP) analysis. The results showed that the average production cost was IDR 4,479,187.48 per growing season, with a net income of IDR 5,920,812.52. An R/C ratio of 1.32 indicates that this farming practice is financially feasible and profitable. The production break-even point was achieved at 172.28 kg, far below the actual production (400 kg). Similarly, the sales break-even point (IDR 4,479,187.48) was below the actual revenue (IDR 10,400,000). These findings confirm that ultra-small-scale shallot farming still has promising economic prospects and a low risk of loss, although there is room for improvement in input use efficiency, particularly in terms of seed and labor utilization. The policy implication of this research is the need for technical assistance to optimize the productivity of smallholdings and improve farmer access to more efficient production inputs
ANALISIS USAHA PEMBIBITAN MATOA PADA CV KEBUN SARI DI KOTA BENGKULU (Business Analysis of Matoa Seedling Production at CV Kebun Sari in Bengkulu City) BONITA, YESHA; KURNIATI, NOVITRI; EFRITA, EDI; MUTMAINNAH, ELNI
JURNAL AGRIBISNIS DAN KOMUNIKASI PERTANIAN (Journal of Agribusiness and Agricultural Communication) JAKP, Volume 9, Nomor 1, April 2026
Publisher : Universitas Mulawarman (University of Mulawarman)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jakp.9.1.2026.23914.37-48

Abstract

The matoa nursery business has strong potential in tropical fruit agribusiness development; however, its sustainability depends on cost efficiency and financial viability. This study aimed to determine whether this business is financially feasible and economically viable. The method applied is a case study approach with descriptive quantitative analysis, using data on production costs, revenue, and profit per production cycle. The results showed a total production cost of IDR 75,016,083.33 with revenue of IDR 240,000,000, resulting in a profit of IDR 164,983,916.67 per production period. The R/C ratio was 3.20 and the B/C ratio was 2.20, indicating high cost efficiency and profitability. The break-even point for production is 3,750.80 seedlings and IDR 75,016,083.33 in sales. This is far below the realization of sales of 12,000 seedlings or IDR 240 million, indicating a large safety margin. Thus, the matoa nursery business at CV Kebun Sari is declared feasible and has the potential to be developed comprehensively.
PEMANFAATAN BONGGOL PISANG MENJADI KERIPIK PISANG SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR PENCEMARAN LINGKUNGAN DARI LIMBAH PERTANIAN Kesumawati, Neti; Anuwar, Risvan; Aryani, Farida; Hayati, Rita; Suryadi, Suryadi; Efrita, Edi; Feni, Rita; Armadi, Yukiman
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i2.3619

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bonggol pisang menjadi keripik sebagai upaya meminimalisir pencemaran lingkungan dari limbah pertanian serta meningkatkan nilai tambah ekonomi. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode partisipatif dan aplikatif melalui kegiatan yang dilaksanakan selama 7 hari, meliputi tahapan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Perbo. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pemanfaatan bonggol pisang sebagai bahan pangan alternatif, serta peningkatan keterampilan dalam proses pengolahan keripik bonggol pisang. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik renyah, berwarna kuning kecoklatan, bercita rasa gurih, dan memiliki daya simpan yang cukup baik. Selain itu, kegiatan ini mampu mengurangi limbah pertanian serta memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat. Simpulan pengabdian ini adalah pemanfaatan bonggol pisang menjadi keripik efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Pengembalian Investasi pada Usahatani Selada Hidroponik dengan Metode Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT) Afriyanti Afriyanti; Novitri Kurniati; Edi Efrita; Elni Mutmainnah
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v9i4.1425

Abstract

People with limited land or in urban areas can use the land for plant farming using hydroponics. Hydroponics is farming using water enriched with plant nutrients as a growth media. This system has been popular due to its efficiency in using water, land, time, and space. It also allows plant growth quickly and under controlled conditions. One of the vegetables that has the potential to be cultivated with a hydroponic system is lettuce (Lactuca sativa L). The nutrients in vegetables, especially vitamins and minerals, cannot be substituted by staple foods so that they can suffice the need for vegetables for the community. This study analyzes the return on investment and profit in hydroponic lettuce farming. The research method is a case study, and the data analysis technique used is investment costs, variable costs, income production, Return on Investment (ROI), and Payback Period (PP). The results showed that the hydroponic farming Deep Flow technique (DFT) method incurred costs of Rp54.730.590,48 and income of Rp9.266.566,52, and the Nutrient Film Technique (NFT) method incurred costs of Rp59.655.572,78 and received income of Rp6.769.306,45. The DFT technique has a Return On Investment (ROI) value of 16.9%, the NFT technique is 10.9%, and the DFT technique has a Payback Period (PP) of 5.89, while the NFT is 9.13.