Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Wanita pada Kehamilan 31 Minggu dengan Sindrom HELLP: Laporan Kasus Siregar, Rayhan Al-ghifari Iridansyah; Binui, Evander Antonio; Kurniawati, Bernice Helsa; Evalyn, Elsa; Pramana, Cipta
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.357

Abstract

Sindrom hemolysis, elevated liver enzymes, and low platelet (HELLP) adalah gangguan multisistem yang ditandai dengan hemolisis, peningkatan enzim hati, dan trombositopenia. Sindrom ini telah diketahui sebagai komplikasi dan progresivitas dari preeklamsia berat atau eklampsia. Beberapa faktor risiko yang telah diidentifikasi antara lain primigravida, mola hidatidosa, gemelli, diabetes melitus, usia terlalu muda atau terlalu tua, riwayat preeklamsia, penyakit ginjal, riwayat hipertensi sebelum kehamilan atau kehamilan sebelumnya, dan obesitas. Kami melaporkan seorang wanita berusia 28 tahun, G2P1A0, hamil 31 minggu yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Daerah Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Wongsonegoro dengan kejang dan kehilangan kesadaran. Saat masuk, pasien ini juga mengalami hipertensi, trombositopenia, peningkatan enzim hati, penurunan fungsi ginjal, dan proteinuria. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran klinis dan manajemen mengenai sindrom HELLP dan gangguan ginjal akut pada kehamilan 31 minggu. Kesimpulan pada penelitian ini adalah sindrom HELLP dan gangguan ginjal akut terjadi akibat kurangnya deteksi dan pengobatan secara dini. Sehingga, operasi caesar dilakukan setelah stabilisasi kondisi ibu dan pematangan paru-paru janin. Kondisi bayi setelah dilahirkan ditemukan memiliki berat badan lahir sangat rendah dengan asfiksia berat. Baik ibu dan bayi dipulangkan dengan kondisi yang telah membaik.
PENGARUH EDUKASI DENGAN APLIKASI SKOPIA TERHADAP PENGETAHUAN KADER TERKAIT KOMPLEMENTER PENCEGAHAN STUNTING Hadi, Selasih Putri Isnawati; Hakim, Riska Ismawati; Pramana, Cipta; Maimunah, Siti; Tirtana, Arif
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2960

Abstract

Di Negara berkembang seperti Indonesia banyak ditemukan Masalah kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan kebutuhan mikronutrien, apalagi di umur anak masih balita (5 tahun kebawah). Di masa kritis ini menjadi fokus perhatian karena merupakan masa kritis serta menjadi golden age yang tidak dapat terulang kembali. Masalah gizi anak yang utama saat ini sedang dialami adalah tingginya angka stunting. Masalah ini bisa diatasi salah satunya dengan peningkatan pengehuan kader posyandu balita menggunakan media teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan sasaran kader posyandu balita sejumlah 38 orang. Penentuan sampel ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasilnya ada peningkatan pengethuan kader pada kelompok yang menggunakan media aplikasi SKOPIA (Serikat Pendidikan Komplementer Ibu dan Anak) dengan p-value <0,05. Aplikasi ini dapat direkomendasikan sebagai media untuk meningkatkan pengethaun kader terkait terapi komplementer untuk pencegahan stunting pada anak
Implementation of the “Kamoe Sajan Gata” Innovation Towards the Reduction of Maternal Mortality Rate Muaddah, Muaddah; Pabidang, Siswanto; Pramana, Cipta
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4383

Abstract

Various efforts have been made by the government to achieve the target of reducing maternal and infant mortality rates in Indonesia, but these efforts have not provided maximum results. MMR and IMR are still far from the expectations achieved, this is influenced and driven by various medical and non-medical factors such as lack of support from husbands and families, customs that are still strongly embedded in society and gender factors that still dominate, one of the breakthrough efforts made by the Jeumpa Health Center is the "Kamoe Sajan Gata" innovation, namely accompanying and providing care to high-risk pregnant women from pregnancy to the end of the postpartum period by actively involving cross-sectors as policy makers. Objective to determine the performance of the implementation of the "Kamoe Sajan Gata" innovation on reducing maternal mortality rates in the Jeumpa Health Center work area, Bireuen Regency. This type of research is qualitative with a phenomenology study design. The population of this study were high-risk pregnant women in the Jeumpa Health Center area and across sectors. Research informants 17 people from the elements of the Acting Health Office, Head of Health Center, cross-sector, pregnant women and village midwives, The informant selection technique is purposive sampling. Review of aspects of standards, targets and objectives of the Innovation program policy has been carried out quite well, review of aspects of human resources is not yet fully available, review of aspects of implementer characteristics, review of aspects of communication between implementers and review of aspects of implementer attitudes are very good, and review of environmental aspects, support from all parties is very good while economic support is still very lacking. The performance of the implementation of the Innovation program policy "Kamoe Sajan Gata" has a great influence on efforts to reduce MMR and IMR.
Edukasi Lancar Meng-ASI-hi dengan Pijat Laktasi di Desa Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh Susandari, Cut; Pramana, Cipta; Merida, Yunri
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/8yt4s387

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa edukasi kepada ibu menyusui tentang ASI dan juga pengenalan pijat laktasi melalui kegiatan penyuluhan dengan mengunakan proyektor dan juga praktek secara langsung pijat laktasi. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu menyusui di Desa Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pemberian pre test berupa kuesioner terlebih dahulu selanjutnya penyuluhan kemudian baru melakukan pendampingan akan praktek dari penyuluhan tersebut dan yang terakhir dilakukan post test berupa pengisian kuesioner pada semua ibu menyusui. Ketersediaan tenaga kader, para tenaga pembantu dalam pendokumentasian, peserta yaitu ibu menyusui, serta pejabat setempat sehingga terlaksananya kegiatan pengabdian mayarakat ini. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain dapat mengedukasi tentang Lancar meng-ASI-hi dengan pijat laktasi, serta menambah pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat khususnya ibu menyusui. Sehingga dapat meningkatkan keberhasilan dalam program pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun.
Determinants of tetanus toxoid immunization uptake among brides-to-be: a mixed-method analysis Murniati, Murniati; Pramana, Cipta; Pabidang, Siswanto
Journal of Midwifery Vol. 9 No. 1 (2024): Published on June 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.9.1.9-19.2024

Abstract

This study investigates the factors affecting Tetanus Toxoid (TT) immunization among brides-to-be in Aceh, using a mixed-method approach. Tetanus, a potentially fatal bacterial infection, poses a significant risk, particularly to maternal and neonatal health. Despite government mandates for TT immunization, uptake remains inconsistent. Quantitative data from structured questionnaires assessed respondents' knowledge, attitudes, and healthcare provider support. The qualitative component used in-depth interviews with brides-to-be, healthcare providers, and community leaders to explore contextual factors impacting TT immunization. Results showed that 92.9% of respondents were aged 20-35, indicating the importance of targeting this demographic. While 57.1% held college degrees or higher, a high unemployment rate (35.7%) suggested potential barriers to healthcare access. Misinformation, societal resistance, and religious concerns emerged as key challenges, with misconceptions about vaccine safety contributing to vaccine hesitancy. Recommendations for improving TT immunization uptake include targeted education campaigns, addressing religious and cultural concerns, and simplifying the immunization process. By implementing these strategies, public health authorities can increase TT immunization rates, leading to better maternal and neonatal health outcomes in Aceh
Extirpation of a Pedunculated Submucouse Leiomyoma: Case Report Pramana, Cipta; Gaofman, Brian Albert; Azizatusolekhah, Eka Aprilya; Yudhoyono, Parindra Wira
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.104275

Abstract

Background: Uterine leiomyomas are non-malignant neoplasms originating from endometrial tissue. They represent the most prevalent tumor seen in females of reproductive stages. Abnormal uterine bleeding is one of the most common symptoms of leiomyoma. There are several types of myoma, including pedunculated submucous uterine leiomyoma.Objective: To report the case of a pedunculated submucouse leiomyoma extirpation.Method: A 38-year-old woman with complaints of abnormal bleeding without pain. Physical examination showed good general condition. Anemic conjunctiva was found. A gynecological examination found a mass in the external uterine ostium as big as a big toe. Ultrasonography examination showed a mass in the vagina that was stalked towards the uterine cavity. The diagnosis was pedunculated submucous uterine leiomyoma. Leiomyoma extirpation therapy was performed.Results and Discussion: Leiomyomas of the uterus, even when large or numerous, may be asymptomatic. Common signs and symptoms include abnormal bleeding, urinary frequency due to  compression of the bladder, sudden pain from infarction of a large or pedunculated tumor, and impaired fertility. The management of pedunculated uterine leiomyoma if the tumor is small is sufficient to do extirpation but if the tumor is large with a thick stalk, laparotomy must be performed.Conclusion: Extirpation is a surgical intervention prefered therapy for prolapsed pedunculated submucous leiomyoma. It has been seen that small nascent myomas that protrude through the ostium uterine internum can be effectively removed just using extirpation.
Edukasi dan Deteksi Dini Kesehatan Perimenopause pada Perempuan Usia di Atas 40 Tahun di Posbindu Ngudi Waras Jaten Karanganyar Suwarnisih, Suwarnisih; Pramana, Cipta; Hadi, Selasih Putri Isnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.960

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta melakukan deteksi dini kesehatan pada perempuan usia ≥40 tahun dalam menghadapi masa perimenopause dan menopause. Kegiatan dilaksanakan di Posbindu Ngudi Waras Jaten, Karanganyar, pada 29 November 2025 dengan jumlah peserta 55 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet perimenopause dan pemeriksaan kesehatan yang mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan peserta serta survei kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar peserta mengalami kelebihan berat badan, tekanan darah di atas normal, serta kadar kolesterol dan asam urat yang meningkat. Tingkat pengetahuan peserta tentang perimenopause meningkat secara signifikan setelah penyuluhan, dengan mayoritas peserta berada pada kategori pengetahuan baik. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan kesehatan selama masa perimenopause dan menopause
Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya): Penguatan Peran Posyandu Remaja di Puskesmas Andeo Asma, Nurul; Pramana, Cipta; Agustiani, Mia Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.998

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung upaya pencegahan pernikahan dini melalui penguatan peran Posyandu Remaja di wilayah kerja Puskesmas Andeo, Kabupaten Konawe Utara. Intervensi dilakukan melalui Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait risiko pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Pelaksanaan dilakukan dalam dua pertemuan berjarak satu bulan melalui edukasi interaktif, pelatihan kader sebaya (peer educator), aktivitas partisipatif, serta monitoring melalui grup WhatsApp untuk memperkuat pendampingan dan keberlanjutan proses belajar. Evaluasi keberhasilan program tidak hanya mengukur aspek kognitif (pengetahuan), tetapi juga domain afektif (sikap) dan psikomotor/konatif (perilaku). Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan bermakna: rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 5,20 menjadi 8,37, sikap bergeser dari mayoritas netral menjadi 100% positif dan sangat positif, serta perilaku pencegahan pernikahan dini meningkat dari 16,7% menjadi 66,7% kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan dua sesi berinterval dengan dukungan pemantauan daring efektif dalam mendorong internalisasi konsep, perubahan sikap, dan adopsi perilaku preventif. Program menghasilkan Buku Panduan Posyandu Remaja CERDAS sebagai luaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh Puskesmas dan kader.  
Edukasi Peningkatan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Kunjungan Antenatal Care K6 di Wilayah Binaan Puskesmas Kota Juang Rasekina, Ayuke; Pramana, Cipta; Hakim, Riska Ismawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1010

Abstract

Kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) hingga kunjungan keenam (K6) merupakan faktor penting dalam pencegahan komplikasi kehamilan serta peningkatan kesehatan ibu dan janin. Namun, capaian kunjungan ANC K6 masih belum optimal di berbagai wilayah. Di Provinsi Aceh, meskipun beberapa kabupaten telah melampaui target cakupan ANC, masih terdapat wilayah dengan capaian rendah. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen, di mana cakupan kunjungan K1 mencapai 89% dari target 100%, sedangkan cakupan K4 baru mencapai 76% dari target 95%, menunjukkan belum optimalnya kesinambungan pelayanan antenatal hingga K6. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil terhadap kunjungan ANC K6 melalui intervensi edukasi kesehatan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan tatap muka dengan ceramah, diskusi, dan tanya jawab, disertai pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test, serta didukung pengembangan dan distribusi buku saku edukatif dalam bentuk cetak dan digital. Sasaran kegiatan adalah 20 ibu hamil di wilayah binaan Puskesmas Kota Juang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata persentase pengetahuan dari 70 sebelum edukasi menjadi 86 setelah edukasi, disertai penurunan variasi nilai pengetahuan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang didukung media edukatif sederhana dan mudah diakses efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai kepatuhan kunjungan ANC K6.
Menjaga Masa Depan Remaja: Kampanye Anti-Pernikahan Dini Berbasis Kesehatan Reproduksi Utami, Risfa Mulya Septiana; Pramana, Cipta; Navelia, Zesica Intan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1027

Abstract

rnikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang dapat membawa dampak negatif bagi remaja, terutama pada aspek kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan psikososial. Di Indonesia, terutama di daerah-daerah tertentu seperti Nusa Tenggara Barat, pernikahan dini masih menjadi fenomena yang cukup tinggi. Untuk itu, dilakukan pengabdian masyarakat melalui kampanye anti-pernikahan dini berbasis kesehatan reproduksi di SMPN 4 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Penyuluhan dilakukan melalui media digital interaktif berupa flipbook, yang diharapkan dapat menarik minat siswa dalam memahami materi tersebut. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai topik tersebut. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi model edukasi preventif yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain.