Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Untuk Perlindungan Optimal Anak di Puskesmas Pembantu Sidorame Timur Sofiana, Sofiana; Pramana, Cipta; Dewi, Novita Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3909

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa edukasi tentang imunisasi dasar lengkap kepada orang tua dengan media leaflet. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah orang tua yang mempunyai bayi usia 0-9 bulan di Puskesmas pembantu sidorame timur. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pemberian pre test berupa kuesioner terlebih dahulu selanjutnya edukasi tentang imunisasi dasar lengkap menggunakan leaflet dan yang terakhir dilakukan post test berupa pengisian kuesioner pada semua orang tua yang mempunyai bayi yang hadir dalam acara pengabmas tersebut. Hasil pengabdian masyarakat pengetahuan ibu meningkat dari pretest kategori baik 16% setelah edukasi pengetahuan meningkat menjadi 72%. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain dapat mengedukasi tentang imunisasi dasar lengkap, serta menambah pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat khususnya orang tua yang mempunyai bayi usia 0-9 bulan.
Sosialisasi SADARI Sebagai Langkah Awal Pencegahan Kanker Payudara di Desa Blang Bayu Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Agusnawati, Agusnawati; Pramana, Cipta; Dewi, Novita Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3912

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu sebesar 28,7%. Kanker payudara tidak hanya menyerang wanita usia lanjut, tetapi juga dapat terjadi pada usia muda. Apabila tidak terdeteksi sejak dini, kanker payudara dapat berkembang menjadi keganasan yang berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan penderita. Salah satu upaya pencegahan yang sederhana, efektif, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh wanita adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Berdasarkan hasil analisis situasi dan wawancara awal dengan wanita usia subur di Desa Blang Bayu Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara, diketahui bahwa sebagian besar responden belum mengetahui tentang SADARI, manfaat deteksi dini kanker payudara, serta langkah-langkah pencegahannya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi SADARI menggunakan metode ceramah, diskusi, serta media leaflet. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 56,3 sebelum edukasi menjadi 85,7 setelah edukasi. Nilai minimum meningkat dari 40 menjadi 70, sedangkan nilai maksimum meningkat dari 75 menjadi 100. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara sebagai langkah awal pencegahan di masyarakat.
Edukasi dan Deteksi Dini Kesehatan Perimenopause pada Perempuan Usia di Atas 40 Tahun di Posbindu Ngudi Waras Jaten Karanganyar Suwarnisih, Suwarnisih; Pramana, Cipta; Hadi, Selasih Putri Isnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.960

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta melakukan deteksi dini kesehatan pada perempuan usia ≥40 tahun dalam menghadapi masa perimenopause dan menopause. Kegiatan dilaksanakan di Posbindu Ngudi Waras Jaten, Karanganyar, pada 29 November 2025 dengan jumlah peserta 55 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet perimenopause dan pemeriksaan kesehatan yang mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan peserta serta survei kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar peserta mengalami kelebihan berat badan, tekanan darah di atas normal, serta kadar kolesterol dan asam urat yang meningkat. Tingkat pengetahuan peserta tentang perimenopause meningkat secara signifikan setelah penyuluhan, dengan mayoritas peserta berada pada kategori pengetahuan baik. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan kesehatan selama masa perimenopause dan menopause
Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya): Penguatan Peran Posyandu Remaja di Puskesmas Andeo Asma, Nurul; Pramana, Cipta; Agustiani, Mia Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.998

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung upaya pencegahan pernikahan dini melalui penguatan peran Posyandu Remaja di wilayah kerja Puskesmas Andeo, Kabupaten Konawe Utara. Intervensi dilakukan melalui Inovasi CERDAS (Cegah Pernikahan Dini dengan Edukasi, Remaja Aktif, dan Sebaya) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja terkait risiko pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Pelaksanaan dilakukan dalam dua pertemuan berjarak satu bulan melalui edukasi interaktif, pelatihan kader sebaya (peer educator), aktivitas partisipatif, serta monitoring melalui grup WhatsApp untuk memperkuat pendampingan dan keberlanjutan proses belajar. Evaluasi keberhasilan program tidak hanya mengukur aspek kognitif (pengetahuan), tetapi juga domain afektif (sikap) dan psikomotor/konatif (perilaku). Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan bermakna: rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 5,20 menjadi 8,37, sikap bergeser dari mayoritas netral menjadi 100% positif dan sangat positif, serta perilaku pencegahan pernikahan dini meningkat dari 16,7% menjadi 66,7% kategori baik. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan dua sesi berinterval dengan dukungan pemantauan daring efektif dalam mendorong internalisasi konsep, perubahan sikap, dan adopsi perilaku preventif. Program menghasilkan Buku Panduan Posyandu Remaja CERDAS sebagai luaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh Puskesmas dan kader.  
Edukasi Peningkatan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Kunjungan Antenatal Care K6 di Wilayah Binaan Puskesmas Kota Juang Rasekina, Ayuke; Pramana, Cipta; Hakim, Riska Ismawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1010

Abstract

Kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC) hingga kunjungan keenam (K6) merupakan faktor penting dalam pencegahan komplikasi kehamilan serta peningkatan kesehatan ibu dan janin. Namun, capaian kunjungan ANC K6 masih belum optimal di berbagai wilayah. Di Provinsi Aceh, meskipun beberapa kabupaten telah melampaui target cakupan ANC, masih terdapat wilayah dengan capaian rendah. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kota Juang Kabupaten Bireuen, di mana cakupan kunjungan K1 mencapai 89% dari target 100%, sedangkan cakupan K4 baru mencapai 76% dari target 95%, menunjukkan belum optimalnya kesinambungan pelayanan antenatal hingga K6. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil terhadap kunjungan ANC K6 melalui intervensi edukasi kesehatan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan tatap muka dengan ceramah, diskusi, dan tanya jawab, disertai pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test, serta didukung pengembangan dan distribusi buku saku edukatif dalam bentuk cetak dan digital. Sasaran kegiatan adalah 20 ibu hamil di wilayah binaan Puskesmas Kota Juang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata persentase pengetahuan dari 70 sebelum edukasi menjadi 86 setelah edukasi, disertai penurunan variasi nilai pengetahuan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang didukung media edukatif sederhana dan mudah diakses efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai kepatuhan kunjungan ANC K6.
Faktor resiko kejadian preeklamsia dini dan lanjut pada ibu hamil Miyarsih, Retty; Kusmiyati, Yuni; Pramana, Cipta
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/yxx7x508

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya morbiditas dan mortalitas perinatal. Hingga kini, preeklamsia masih menjadi tantangan besar dalam praktik kebidanan dan belum sepenuhnya terpecahkan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan case-control dan pendekatan retrospektif. Sampel diperoleh melalui random sampling, terdiri dari 66 responden preeklamsia (10 dini dan 56 lanjut) serta 66 kelompok kontrol. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian analisis bivariat dari variabel usia (0.225 > 0.005), paritas (0.293 > 0.005), IMT (0.038 < 0.005), riwayat hipertensi (0.027 < 0.005), ANC (0.571 > 0.005), dan DM (0.163 < 0.005). analisis multivariat bahwa faktor paling adalah IMT dan riwayat hipertensi dengan nilai CI 95% yaitu IMT (0.019) dan riwayat hipertensi (0,024).Kesimpulan: Hasil diketahui bahwa faktor paling berpengaruh adalah IMT dan riwayat hipertensi dengan risiko preeklamsia lebih tinggi. Obesitas serta riwayat hipertensi membuat ibu lebih rentan mengalami preeklamsia.
Pencegahan Dampak Perubahan Iklim pada Kesehatan Pernapasan: Systematic Literature Review Murniati; Solihin; Pambayun, Galih; Pramana, Cipta
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat: Issue in Progress
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i02.4263

Abstract

Perubahan iklim saat ini telah menjadi ancaman nyata yang membahayakan kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Dampak paling parah terlihat pada gangguan kesehatan pernapasan, khususnya di Negara tropis seperti Indonesia yang kerap mengalami suhu ekstrem, banjir, dan polusi udara tinggi. Tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji bukti-bukti terkini mengenai strategi pencegahan dampak tersebut melalui analisis literatur yang mendalam. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis berpedoman pada PRISMA, dengan pencarian artikel pada database PubMed, Scopus dan ScienceDirect tahun 2020 hingga 2024. Kata kunci yang dipakai meliputi “perubahan iklim”, “kesehatan pernapasan”, dan “pencegahan”, yang kemudian disesuaikan dengan konteks Indonesia. Dari total 857 artikel yang tersaring, sebanyak 18 studi dipilih untuk dilakukan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti partikulat halus PM2.5 dan gelombang panas meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga 30%. Intervensi pencegahan berupa pemantauan dini dan edukasi masyarakat terbukti mampu menurunkan angka kejadian hingga 20-25%. Di Indonesia sendiri, data BPS tahun 2025 mencatat peningkatan kasus ISPA sebesar 15% yang berkaitan erat dengan perubahan iklim. Kesimpulan pendekatan pencegahan yang inovatif dan terintegrasi dalam kerangka One Health sangat penting untuk mengurangi beban kesehatan masyarakat Indonesia. Rekomendasi yang diajukan meliputi pengembangan platform prediksi berbasis kecerdasan buatan serta perluasan program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Menjaga Masa Depan Remaja: Kampanye Anti-Pernikahan Dini Berbasis Kesehatan Reproduksi Utami, Risfa Mulya Septiana; Pramana, Cipta; Navelia, Zesica Intan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1027

Abstract

rnikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang dapat membawa dampak negatif bagi remaja, terutama pada aspek kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan psikososial. Di Indonesia, terutama di daerah-daerah tertentu seperti Nusa Tenggara Barat, pernikahan dini masih menjadi fenomena yang cukup tinggi. Untuk itu, dilakukan pengabdian masyarakat melalui kampanye anti-pernikahan dini berbasis kesehatan reproduksi di SMPN 4 Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Penyuluhan dilakukan melalui media digital interaktif berupa flipbook, yang diharapkan dapat menarik minat siswa dalam memahami materi tersebut. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai topik tersebut. Kampanye ini diharapkan dapat menjadi model edukasi preventif yang bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain.
Edukasi Teknik Menyusui yang Benar untuk Meningkatkan Keberhasilan Asi Eksklusif di PMB Rukni Kota Medan Batubara, Annisa Fitri; Pramana, Cipta; Mahanani, Shandy Wigya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1046

Abstract

ASI eksklusif yaitu memberikan ASI saja kepada bayi tanpa tambahan makanan atau minuman lain sejak lahir hingga usia 6 bulan. Menyusui sejak awal kehidupan bayi memberikan berbagai manfaat bagi ibu maupun anak. Bagi ibu, menyusui membantu membangun ikatan emosional, mengurangi risiko perdarahan setelah melahirkan, serta mempercepat proses pemulihan pascapersalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan berupa edukasi tentang teknik menyusui kepada ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan dengan media buku saku digital. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di PMB Rukni Kota Medan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan pemberian pre test berupa kuesioner terlebih dahulu selanjutnya edukasi tentang teknik menyusui yang benar menggunakan leaflet dan yang terakhir dilakukan post test berupa pengisian kuesioner pada semua ibu yang mempunyai bayi yang hadir dalam acara pengabmas tersebut. Hasil dari pengabdian masyarakat yaitu peningkatan pengetahuan dari pretest pengetahuan ibu kategori baik yaitu 20% setelah posttest menjadi 68%. Manfaat yang didapatkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain dapat mengedukasi tentang teknik menyusui untuk meningkatkan ASI eksklusif, serta menambah pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat khususnya ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan.
Implementasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di SMK Taman Siswa Cabang Sukadamai Kabupaten Asahan Hasibuan, Virayudya Lahadhe; Pramana, Cipta; Dewi, Novita Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1069

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja. Sasaran kegiatan adalah remaja usia 16–17 tahun di SMK Taman Siswa Cabang Sukadamai Kabupaten Asahan. Edukasi diberikan menggunakan media leaflet yang disusun secara sederhana dan mudah dipahami agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pretest menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan awal remaja terkait kesehatan reproduksi dan pernikahan dini. Setelah itu, peserta diberikan edukasi melalui penjelasan materi yang didukung dengan leaflet, kemudian kegiatan diakhiri dengan pemberian posttest menggunakan kuesioner yang sama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan pada saat pretest sebesar 1,41 yang berada pada kategori kurang. Setelah dilakukan edukasi, nilai rata-rata pengetahuan pada posttest meningkat menjadi 2,73 dengan kategori baik. Selain itu, secara proporsional jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat secara signifikan setelah intervensi diberikan. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet efektif dalam menambah pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini. Diharapkan, peningkatan pengetahuan tersebut dapat menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku remaja yang lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi dan menunda pernikahan hingga usia yang matang.