Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penafsiran Ayat-Ayat Thaharah Amelia, Nabila Putri; Heriani, Siska; Junaidi, Alya; Nadira, Hanifa Sayadatin; Hermanto, Edi
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purification is an essential requirement for performing worship, particularly prayer, which holds a significant place in Islamic teachings. However, understanding of purification is often limited to the technical aspects of Islamic jurisprudence, without a deeper understanding of its meaning and purpose as stipulated in the Qur'an. Therefore, an interpretive study of the purification verses is crucial for a comprehensive understanding of the concept of purification. This study aims to analyze the interpretation of the purification verses in the Qur'an, specifically Surah al-Maidah verse 6 and Surah an-Nisa' verse 43, and to uncover the legal content and wisdom contained therein. This study uses a qualitative approach with library research. Data were obtained through a review of the Qur'an, the tafsir books of classical commentators, and relevant supporting literature. The research results show that the verses of thaharah emphasize the obligation to purify oneself before prayer through ablution and ghusl (ritual cleansing), and provide relief in the form of tayammum (purification) under certain conditions. These provisions reflect the balance between the demands of purity and the principle of convenience in Islamic law, while also demonstrating that thaharah serves not only as an outward purification but also as a spiritual preparation for performing worship.
Doa dan Ketundukan kepada Allah SWT dalam Perspektif Al-Qur’an: Telaah QS. Al-Baqarah Ayat 186 dan 200–202 Saputra Harahap, Irpan; Hermanto, Edi; Hafiz, M; Cahyadi, Tandi; Nugraha, Tiyo
Jurnal Teologi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): DESEMBER 2025 - MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/afd9ca84

Abstract

Prayer is a form of human devotion and submission to Allah SWT that encompasses theological, spiritual, psychological, and social dimensions. In the Qur’an, prayer is not merely understood as a request, but also as an act of worship that strengthens faith, nurtures reliance upon Allah (tawakkul), and shapes a Muslim’s character. This study aims to examine the meaning of prayer and submission to Allah SWT from the Qur’anic perspective, with particular focus on QS. Al-Baqarah verses 186 and 200–202. This research employs a qualitative approach using a library research method, with primary data sources consisting of the Qur’an, the Prophet’s hadith, classical and contemporary Qur’anic commentaries, as well as relevant scholarly literature. Data analysis is conducted through a descriptive-analytical method using a thematic tafsir (maudhu‘i) approach. The findings indicate that prayer functions as a means of strengthening faith and reliance on Allah, a medium of closeness (qurb) between servant and Creator, spiritual education, social cohesion, and guidance for maintaining balance between worldly life and the hereafter. In the context of contemporary Muslim life, prayer holds significant urgency as a spiritual foundation that fosters inner peace, optimism, and psychological resilience in facing the challenges of modern life.  
Strategi Dakwah KUA dalam Bimbingan Perkawinan Pra Nikah sebagai Upaya Pengurangan Angka Perceraian Anjani, Nimas; Hasanah, Ummatul; B, Tiara Hidayah; Hermanto, Edi
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wjkt8h11

Abstract

Tingginya angka perceraian di Indonesia menunjukkan masih lemahnya kesiapan pasangan dalam memasuki kehidupan perkawinan. Kondisi ini menegaskan pentingnya upaya preventif melalui bimbingan perkawinan pra nikah yang dilaksanakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah KUA dalam bimbingan perkawinan pra nikah serta relevansinya sebagai upaya pengurangan angka perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, dengan sumber data berupa buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen resmi Kementerian Agama yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis untuk memahami konsep, strategi, dan kontribusi bimbingan pra nikah dalam mencegah perceraian. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi dakwah KUA melalui pendekatan bil hikmah, mau‘izhah hasanah, dialog interaktif, serta integrasi nilai edukatif dan konseling keluarga berperan penting dalam membentuk kesiapan mental, emosional, dan spiritual calon pengantin. Bimbingan perkawinan pra nikah terbukti memiliki relevansi yang kuat sebagai instrumen preventif dalam menekan potensi konflik dan perceraian. Oleh karena itu, optimalisasi strategi dakwah KUA dalam bimbingan pra nikah perlu terus diperkuat guna mewujudkan keluarga sakinah dan meningkatkan ketahanan keluarga.
Penafsiran Ayat-ayat tentang Sedekah Aryati, Wulan; Rahmawati, Syahfitri; Patrin, Tiara; Putri, Delsi Amelia; Hermanto, Edi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/v39pvz69

Abstract

Sedekah merupakan salah satu ajaran fundamental dalam Islam yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep sedekah berdasarkan sumber-sumber ajaran Islam serta menganalisis peran dan dampaknya terhadap kesejahteraan individu dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah Al-Qur’an, hadis, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sedekah tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat solidaritas sosial, mengurangi kesenjangan ekonomi, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Selain itu, praktik sedekah memberikan dampak positif terhadap ketenangan batin dan pembentukan karakter dermawan. Oleh karena itu, sedekah dapat dipahami sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan keseimbangan antara nilai spiritual dan keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
RAHMAT LIL-‘ALAMIN DAN PERLAWANAN KEZALIMAN ATAS PALESTINA: ANALISIS PENDEKATAN MAQASHID QUR’AN Abiyusuf, Ilham; Fadli Maulana Ihsan; Pakhrurrozi, Pakhrurrozi; Hermanto, Edi
MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 2 No. 1 (2026): MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Article examines the concept of rahmatan lil-‘alamin in the Qur’an as an ethical foundation in responding to the humanitarian conflict in Palestine. Amid ongoing oppression, violence, and human rights violations, Qur’anic values such as compassion, justice, forgiveness, and respect for human dignity are often marginalized by political and power interests. The main problem addressed in this research is how the concept of rahmatan lil-‘alamin can be understood through a maqāṣid al-Qur’an approach and its relevance to the Palestine–Israel conflict. This study employs a qualitative approach using library research methods. The primary data consist of QS. Ali Imran [3]:159, Az-Zumar [39]:53, Al-Anbiya [21]:107, and Luqman [31]:18, analyzed through a maqāṣid al-Qur’an perspective with Ibn ‘Āshūr’s At-Taḥrīr wa At-Tanwīr as the main exegetical reference. Secondary data are drawn from academic journals, books, and international human rights reports. The findings indicate that these verses emphasize gentleness, consultation, forgiveness, hope in divine mercy, and the rejection of arrogance and violence in social relations. These values align with the principles of human rights protection, particularly for vulnerable groups such as women and children in Palestine. Therefore, rahmatan lil-‘alamin is not merely a theological concept but also carries social, cultural, and humanitarian implications as a foundation for establishing justice, peace, and human dignity in a prolonged conflict situation Palestine-Israel.
Co-Authors -, Sahrul Abiyusuf, Ilham Ade Rizky, Muhammad Adha, Aziza Zahrotul Afita, Nayla Afrizal Nur Afrizal Nur Ahmad Junaidi Aisha, Jihan Nurul Aisyah . Akbar Akbar Al-Fitra, Sardiman Alexander, Yoppi Yeremia Alim, Samiun Almi, Muhammad Amelia, Nabila Putri Amer Siddiq Amer Nordin Anjani, Nimas Ardiana, Eva Ardianah, Eva Arifani, Rizka Aryati, Wulan Astari, Naila Astri, Suci Azzahra', Lama'ah B, Tiara Hidayah Bahmid, Moh Bahmid, Moh. Cahyadi, Tandi Cahyani, Fatimah Dwi Claudia Felisia Magdalena Kurube Devy, Shimarti Rukmini Dewi, Rika Satya Fadli Maulana Ihsan Faramita, Sela Farhan, Nabil Febrina Mustika Santoso Gustammy C, Kurnia Hafizi, Muhammad Hanindita, Meta Herdiana Harahap, Harpan Harahap, Khoirul Azmi Hariki, Wahyudi Zulfa Hasanah, Ummatul Hasbullah Hasbullah Hasibuan, Edy Hasan Hati Nasution, Pelita Heriani, Siska Hidayatullah, Mhd.Raihan Husna, Ahsanu Bil Iitdrie Iitdrie, Iitdrie Iitrie, Iitrie Ilma, Nida Nur Indriani, Syifa Farizkha Ira Nurmala Irfansyah, Mhd. Sholeh Isty, Muhammad Athurjaza Junaidi, Alya Keya , Rino Tryanto Keya, Rino Tryanto Kurnia, Galuh Mega Laili, Mariza Lukmanul Hakim M Hafiz Mahfuza, Hilya Mardiana Tambunan, Warda Masitoh Harahap, Siti Min, Yuliana Purnama Sari Mochammad Bagus Qomaruddin Muhammad Riski, Muhammad Murtadho, Fauzan Muthmainnah Muthmainnah Nadira, Hanifa Sayadatin Nasution, Nurajija Noviyanti, Tausiyah Rohmah Noviyanti, Tausyiah Rohmah Nugraha, Tiyo Nur Aisiyah Widjaja, Nur Aisiyah Nurfadilah, Aninda Nurfirdaus, Yasmine Pakhrurrozi, Pakhrurrozi Patrin, Tiara Prambudi, Aristanto Pratama, Syapri Wanda Putri Astuti, Wida Putri, Delsi Amelia Putri, Vanni Aulia Rachmah Indawati Rafa’el, Farhan Aiman Rahmadani, Elsa Alfaiza Rahmah Hidayati, Rahmah Rahmawati, Syahfitri Ramadhan, Alfithrah Ramadhania, Nada Riadin, Ahmad Roedi Irawan Sahputra, Rahmad Saputra Harahap, Irpan Saputra, M. Irwanda Shrimarti Rukmini Devy Syafiuddin, Fauzan Azima Tsaniyah, Maryam Dewi Tulloh, Syarif Hidayah Wahyu Saputra Widoretno, Anggun Wahyu zulfikar .