Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MEMBERIKAN PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI PASCA PANDEMI DI TK SHAFA MARWAH Ghaniya Nastiti Iskandar; Astuti Darmiyanti; Nida’ul Munafiah
Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2023): Yaa Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/yby.7.1.47-52

Abstract

Peran guru sangat penting dimasa pandemic ini untuk memberikan pembelajaran dan berbagai motivasi untuk anak usia dini. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengumpulan data observasi berupa wawancara dan sebuah data yang valid yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Tk Shafa Marwah. Hasil dan penelitian ini adalah peranan  penting bagi seorang guru dalam memberikan pembelajaran dan meni-ngkatkan kinerja guru dalam memberikan pasca pandemic, kita juga sebagai guru itu harus mampu memberikan contoh yang terbaik pada guru maupun anak didik, dengan meyakinkan aturan yang diberikan, dan melakukan ketentuan yang sudah diberikan oleh sekolah. Pada pembelajaran yang dilakukan selama berlangsung ini sudah sangat disiapkan oleh guru, tanggung jawab yang besar untuk memberikan hal positif antara guru dengan anak didik untuk mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak
Meningkatkan Kemampuan Menyimak Anak Usia 4-5 Tahun melalui Metode Bercerita dengan Menggunakan Media Boneka Tangan Vynna Pramestiani; Ine Nirmala; Nida'ul Munafiah
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i5.1130

Abstract

This study aims to improve the listening ability of children aged 4-5 years through the application of storytelling methods using hand puppet media. The research method used in this study is an experimental method with pre-test and post-test designs. The subjects of the study were children aged 4-5 years in a randomly selected kindergarten. The results showed an increase in children's learning outcomes on the themes of My Environment, My Needs, animals through the method of telling stories using hand puppets. This can be known the results of the child's listening ability before using the storytelling method. Thus, the average increase in the level of success of children's listening ability results after applying the storytelling method using hand puppets.
Sosialisasi Kesehatan Di Sekitar Wilayah Operasi PHE ONWJ Kabupaten Karawang Neng Ulya; Muhammad Mury Syafei; Nida'ul Munafiah; Ery Ridwan; Muhammad Aditya Julianto; Noor Taufiq; Annisa Ratri Utami; Hanafi Hanafi
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v3i2.102

Abstract

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) bekerjasama dengan Yayasan PALEMAN melakukan kegiatan PkM melalui sosialisasi kesehatan di sekitar wilayah operasi PHE ONWJ di Kabupaten Karawang dalam upaya mengatasi masalah stunting yang serius di Kabupaten Karawang, kegiatan ini memiliki urgensi yang penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat sekitar Kabupaten Karawang tentang pentingnya kesehatan. Tujuan Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya mengarah pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada perubahan perilaku yang signifikan terkait dengan praktik pengasuhan dan nutrisi anak. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi efektif dengan judul sosialisasi kesehatan di sekitar wilayah Operasi PHE ONWJ kabupaten karawang materi pencegahan stunting. Hasil Kegiatan menunjukkan hasil positif dimana hasil posttest pemahaman, kesadaran dan perbaikan dalam perilaku gizi sebagai pencegahan stunting peserta sosialisi yang hadir diperoleh prosentase 80%.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR LOGIS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD NURUL-ILMI Neng Gina Ashilah; Ine Nirmala; Nida’ul Munafiah
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 2 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i2.174-182

Abstract

Pembelajaran sains anak usia dini dapat di lakukan dengan berbagai cara yang menyenagkan seperti melalui kegiatan mecampurkan primer menjadi beberaa warna sekunder.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pembelajaran sains melalui kegiatan mencampurkan warna dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis serta pemahaman tentang konsep warna pada anak-anak usia dini. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 13 anak dari kelas A di Paud Nurul-Ilmi sebagai subjek penelitian. Metode penelitian yang di gunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian melibatkan 13 orang anak dari kelas A di Paud Nurul-Ilmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains mencampurkan warna membawa dampak positif bagi anak usia 4-5 tahun. Anak mengalami peningkatan dalam pemahaman tentang warna primer dan sekunder setelah mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, pembelajaran ini juga merangsang kemampuan berpikir kritis anak-anak melalui diskusi dan eksplorasi dalam kelompok kecil. Interaksi dengan teman-teman sebaya juga mempengaruhi perkembangan sosial anak-anak, mengajarkan mereka untuk berkomunikasi dengan baik dan kerja sama dalam mencampurkan warna.
PENGARUH PERKEMBANGAN KURIKULUM TERHADAP PEMBELAJARAN SISWA KB MAWAR VII Assyifa Uzzahra; Astuti Darmiyanti; Nida’ul Munafiah
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i2.1196

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh kurikulum terhadap siswa PAUD KB Mawar VII di kota Karawang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Kualitatif yang melibatkan guru di PAUD KB Mawar VII dan dikumpulkan melalui hasil wawancara dan pengumpulan data. Dilakukan Wawancara pada hari Kamis, 8 Desember 2022 pada pukul 10.50 sampai pukul 11.09 bertempat di PAUD KB Mawar VII, didapatkan bahwa PAUD KB Mawar menggunakan Kurikulum 2013 sejak PAUD KB Mawar VII berdiri hingga sekarang. Dan alasan mengapa PAUD KB Mawar VII masih memakai kurikulum 2013 itu karena tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk ikut menggunakan kurikulum Merdeka atau kurikulum yang baru, sehingga karena itulah PAUD KB Mawar VII masih memakai kurikulum 2013 sampai sekarang. Menurut data PAUD KB Mawar VII, didalamnya terdapat 5 Anggota guru yang mengajar di PAUD KB Mawar tersebut, ada 1 kepala sekolah, 1 Sekretaris dan bendahara, yang dimana selain menjabat gurunya juga merangkap sebagai guru mengajar juga di sekolah tersebut.
EARLY CHILDHOOD FORMAL EDUCATION INSTITUTIONS IN INDONESIA: GETTING TO KNOW KINDERGARTEN (TK), AISYIAH BUSTHANUL ATHFAL (ABA) AND RAUDHATUL ATHFAL (RA) Nida'ul Munafiah; Lukman Lukman
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 5 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i1.1242

Abstract

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Lembaga pendidikan anak usia dini formal di Indonesia yang dikenal masyarakat pada umumnya yaitu Taman Kanak – kanak (TK), Raudhotul Athfal (RA), dan Aisyiah Bustanul Athfal (ABA). Tujuan penelitian ini untuk memaparkan perbedaan dan persamaan Taman Kanak-kanak, Raudhatul Athfal dan Aisyah Bustanul Athfal. Hasil penelitian ini yaitu ketiga lembaga memiliki peran yang sama dalam dunia pendidikan anak usia dini yaitu sama-sama bertujuan mendidik, membimbing dan menstimulasi kemampuan anak usia dini supaya berkembang lebih maksimal. Hanya saja TK merupakan output dari Departemen Pendidikan Nasional yang bersifat umum dan diperuntukan bagi seluruh pemeluk agama, ABA juga merupakan output dari Departemen Pendidikan Nasional tetapi merupakan lembaga swasta yang didirikan oleh pergerakan wanita Aisyiah dibawah organisasi Muhammadiyah. Sedangkan RA merupakan output dari Kementrian Agama yang yang didirikan oleh organisasi Nahdhatul Ulama diketuai oleh K. H. Hasyim Asy’ari.
MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DI SMAN 1 RENGASDENGKLOK KABUPATEN KARAWANG Tectonawandi, Sri Rama; Maryati, Mimin; Munafiah, Nida’ul
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.5165

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen pemasaran jasa pendidikan di SMAN 1 Rengasdengklok, sebuah sekolah menengah atas favorit di wilayahnya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan sekolah dalam mempertahankan dan meningkatkan posisinya di tengah persaingan yang ketat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan analisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN 1 Rengasdengklok menerapkan berbagai strategi pemasaran yang efektif, termasuk membangun brand image yang kuat, mengembangkan program-program unggulan, memanfaatkan media sosial untuk promosi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sekolah juga menerapkan konsep bauran pemasaran 7P dengan baik, yang mencakup aspek product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process. Strategi-strategi ini terbukti berhasil, terlihat dari konsistensi pemenuhan kuota peserta didik dan tingginya minat masyarakat. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa sekolah perlu terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman untuk mempertahankan posisinya. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang praktik manajemen pemasaran jasa pendidikan yang efektif di tingkat sekolah menengah atas.
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBIGAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP IT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH KARAWANG Pratama, Ardian Indra; Maryati, Mimin; Munafiah, Nida’ul
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 4 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i4.508-512

Abstract

Shared guidance and counseling programs produce program continuity, provide clarity in the direction of program implementation, make it easier to control and evaluate guidance activities, and implement guidance and counseling programs smoothly, effectively and efficiently. The guidance and counseling service program has been discussed in detail in the program planning  meeting at SMP IT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang. Guidance and counseling service programs must assist with needs assessments to resolve problems currently being experienced by students. The guidance and counseling service program helps assess students' needs to explore their full potential under in-depth guidance from counselors.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR LOGIS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD NURUL-ILMI Ashilah, Neng Gina; Nirmala, Ine; Munafiah, Nida’ul
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 2 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i2.174-182

Abstract

Pembelajaran sains anak usia dini dapat di lakukan dengan berbagai cara yang menyenagkan seperti melalui kegiatan mecampurkan primer menjadi beberaa warna sekunder.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pembelajaran sains melalui kegiatan mencampurkan warna dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis serta pemahaman tentang konsep warna pada anak-anak usia dini. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 13 anak dari kelas A di Paud Nurul-Ilmi sebagai subjek penelitian. Metode penelitian yang di gunakan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian melibatkan 13 orang anak dari kelas A di Paud Nurul-Ilmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains mencampurkan warna membawa dampak positif bagi anak usia 4-5 tahun. Anak mengalami peningkatan dalam pemahaman tentang warna primer dan sekunder setelah mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, pembelajaran ini juga merangsang kemampuan berpikir kritis anak-anak melalui diskusi dan eksplorasi dalam kelompok kecil. Interaksi dengan teman-teman sebaya juga mempengaruhi perkembangan sosial anak-anak, mengajarkan mereka untuk berkomunikasi dengan baik dan kerja sama dalam mencampurkan warna.
GANGGUAN DISLEKSIA PADA ANAK USIA 5 TAHUN (STUDI KASUS DI RA NURUL AKMAL CIBITUNG) Akmalia, Feranti Nur; Nirmala, Ine; Munafiah, Nida’ul
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.789-795

Abstract

Fokus penelitian ini adalah masalah anak yang mengalami kesulitan membaca, juga dikenal sebagai disleksia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan 1) masalah yang dihadapi anak yang mengalami disleksia, 2) variabel-variabel yang dapat mempengaruhi disleksia, dan 3) upaya guru untuk menyelesaikan masalah disleksia. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang merupakan jenis studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Guru dan anak penyandang disleksia adalah sumber data penelitian ini. Mulai dari tahap pengumpulan, tahap reduksi, tahap penyajian, dan tahap penarikan kesimpulan, data yang dikumpulkan dianalisis secara kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa: 1) Beberapa masalah yang dihadapi oleh anak yang didiagnosis dengan disleksia termasuk ketidakmampuan mereka untuk membaca suku kata, diftong, dan digraf; mereka sering bertukar huruf, tidak dapat membedakan huruf yang hampir mirip, dan masih bingung saat mengeja kata. 2) Faktor lain yang mempengaruhi anak dengan disleksia adalah kelainan bawaan dan kurangnya keinginan orang tua untuk mendukung pendidikan anak baik di rumah maupun di sekolah. 3) Usaha guru dihargai. Namun, guru harus mendapatkan dan menerapkan pendekatan pembelajaran khusus untuk anak disleksia karena mereka memerlukan pendekatan pembelajaran khusus. Contoh pendekatan ini termasuk metode fonologis, yang menggunakan bunyi, atau pendekatan multisensori, yang menggunakan sensor visual, audiotori, kinestetik, dan taktil. Metode ini dapat mencegah kebosanan saat belajar, membuat belajar lebih mudah, dan merangsang semangat belajar siswa.