Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Effect of Open-Ended Cooperative Learning on Students' Civic Education Learning Outcomes Taufika, Ryan; Ginting, Juriati
Holistic Science Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Nasional Holistic Science
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar NOMOR AHU-0003295.AH.01.07 TAHUN 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.242 KB) | DOI: 10.56495/hs.v1i1.16

Abstract

Learning is basically the provision of knowledge given to students by students, using various models, strategies and methods in learning, not forgetting to also pay attention to students' psychological factors. A common problem faced in learning is that it is still difficult to express opinions during learning. This study uses a quantitative method which was carried out at SMK PAB 2 Helvetia which is located at Jalan Veteran, Manunggal Village, Kec. Labuhan Deli. Data were collected by means of observation and interviews, questionnaires, documentation and triangulation. The data were analyzed using analytical techniques using Product Moment. The sample of this study was taken based on the total sampling method, by taking the entire population as a sample. From the data obtained by researchers, it can be concluded that there is an effect of Open Ended (X) cooperative learning on student learning outcomes in Civics subjects with Human Rights (Y) material at the level of ? t?_hitung>t_tabel, namelyt_(hitung )=5,638 t_(tabel )= 1,and the correlation result r_xy = 0,700 is greater thant_tabel= 0,334 (0,700 > 0,334) then Ho is rejected and Ha is accepted, so the conclusion is "there is an effect of Open Ended cooperative learning on student learning outcomes in Civics subjects with human rights material students of class X RPL-2 SMK PAB 2 Helvetia
Profil Pelajar Pancasila pada Anak Usia Dini sebagai Wujud Pendidikan Karakter Hasni, Uswatul; Simaremare, Tohap Pandapotan; Taufika, Ryan; Amanda, Rizki Surya; Indryani, Indryani; Yantoro, Yantoro
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 1 (2024): Volume 9, Nomor 1 - Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila diterapkan dalam lingkungan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Profil Pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru dari empat sekolah Pendidikan Anak Usia Dini di kecamatan Telanaipura yang sedang menerapkan kurikulum merdeka. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman, sementara validitas data diuji melalui validitas internal, eksternal, reliabilitas, dan obyektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dimensi pada Profil Pelajar Pancasila secara umum telah diterapkan dalam proses pembelajaran. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti tahapan penyesuaian penerapan kurikulum merdeka di sekolah yang masih berlangsung, serta perlunya penyesuaian pemahaman guru terhadap proyek pelajar Pancasila ini. Di sisi lain, terdapat dukungan dari sejumlah sekolah penggerak dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia yang membantu sekolah untuk mengimplementasikan proyek pelajar Pancasila. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan materi ajar yang lebih baik pada penelitian selanjutnya, khususnya dalam konteks penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini.
Membekali Warga Negara di Era Post-Truth: Peran Krusial Pendidikan Kewarganegaraan di Australia Erlande, Rike; Komalasari, Kokom; Taufika, Ryan; Hardian, Mirza; Fauzan, Ahmad; Maharani, Apriya
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v5i1.9097

Abstract

Era post-truth menimbulkan ancaman serius terhadap demokrasi dan diskursus publik. Artikel ini menganalisis peran krusial pendidikan kewarganegaraan dalam membekali warga negara dengan keterampilan dan perspektif untuk menghadapi tantangan era post-truth di Australia. Melalui pendekatan analitis dan deskriptif, serta tinjauan literatur, artikel ini menyelidiki tujuan, kurikulum, dan strategi pengajaran pendidikan kewarganegaraan, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan di Australia bertujuan untuk mengembangkan warga negara yang aktif, terlibat, dan bertanggung jawab, dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis, literasi media, dan ketahanan terhadap informasi yang menyesatkan. Meskipun terdapat tantangan, kolaborasi antara pemangku kepentingan, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan profesional bagi guru diidentifikasi sebagai strategi kunci untuk memperkuat pendidikan kewarganegaraan. Temuan dan rekomendasi yang disajikan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan kewarganegaraan yang lebih efektif dalam menghadapi realitas era post-truth.
Overview of traditional law in the use of Mayam as mahar in Aceh traditional marriage Ryan Taufika; Tohap Pandapotan Simaremare; Vinda Chairunnisa; Tengku Syarifah Nadhira
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v18i2.44945

Abstract

Customary law is the law that regulates individuals or groups that regulate social order and the behavior of life in an indigenous community. This study aims to find out the customary rules regarding the understanding of dowry contained in the Aceh Pidie community and to find out the causes and consequences of increasing the value of the dowry in the mayam count. The method in this study used a descriptive analytical qualitative research method. To answer these questions, the analysis technique used by the researcher is descriptive analysis and uses data collection techniques using observation, documentation, and interviews. The results of the study show that the dowry in Acehnese traditional marriages in Pidie Regency has a negative influence. A prominent factor is where men and women are hampered because of the high demand for dowry which must be adjusted to the changing times regarding the price of gold which is calculated in mayam units. The factors causing the increase in dowry in Acehnese traditional marriages in Pidie Regency are seen in terms of lineage, beauty, and the level of education of prospective women.
Strengthening The Pancasila Student Profile In The Independent Curriculum at Elementary Schools Melyani Sari Sitepu; Baihaqi Siddik Lubis; Ryan Taufika
Journal of Educational Studies Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v4i1.2426

Abstract

The Pancasila Student Profile is one of the government's efforts to internalize Pancasila values ??in society through education. This study was conducted to analyze the implementation of the Pancasila student profile in the independent curriculum, especially in differentiated learning methods in Elementary Schools. The purpose of this study is to describe the application of the Pancasila student profile in the independent curriculum for students of UPT SD Negeri 17 Durian, Medang Deras District, using the Pancasila student profile dimension indicators. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects were the principal, the fourth-grade homeroom teacher, and fourth-grade students of SD Negeri 17 Durian. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed using data triangulation techniques. The results of the study show that the implementation of the independent curriculum is effective in shaping students' character. Most students are in the good category in the dimensions of faith and noble character (68%), global diversity (46.6%), cooperation (31.6%), independence (96%), creativity (21.6%), and critical reasoning (47.97%). Implementing this curriculum not only increases students' motivation and potential but also shapes their character, developing them into intelligent and disciplined individuals. These results imply that the independent curriculum can shape the Pancasila Student Profile.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM TRANSAKSI PERDAGANGAN DIGITAL DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI Fajriawati; Ryan Taufika
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ss72a347

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka perlindungan hukum terhadap konsumen dalam transaksi perdagangan digital di Indonesia serta mengkajinya dari perspektif hukum ekonomi (law and economics). Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum yang ada, meliputi Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Perdagangan beserta peraturan pelaksanaannya mengenai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, dan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, secara normatif telah mengakomodasi perlindungan konsumen digital, namun implementasinya masih menghadapi kendala berupa tumpang tindih kewenangan kelembagaan, lemahnya penegakan terhadap pelaku usaha lintas negara, dan rendahnya literasi digital masyarakat. Dari perspektif hukum ekonomi, regulasi perlindungan konsumen berfungsi sebagai instrumen internalisasi eksternalitas negatif akibat asimetri informasi sekaligus menjaga efisiensi pasar digital agar tidak menimbulkan kegagalan pasar (market failure). Penelitian merekomendasikan penguatan koordinasi lintas lembaga, optimalisasi mekanisme penyelesaian sengketa daring, serta peningkatan literasi hukum dan digital konsumen sebagai langkah strategis mewujudkan ekosistem perdagangan digital yang berkeadilan.
Citizenship Ecological in Citizenship Education: Strengthening Awareness Environment in Secondary Education Vinna Dinda Kemala; Ryan Taufika; Nadziroh; Vinni Dini Pratiwi; Alil Rinenggo
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 2 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i2.3802

Abstract

This study aims to explore the process of integrating ecological citizenship into Civic Education (PKn) learning in secondary schools, as well as identifying its impacts, challenges, and implementation strategies within the context of the Kurikulum Merdeka. Using a qualitative approach with a single-case study design, this study was conducted in a high school in Medan City with Adiwiyata status. Data were collected through multi-source techniques including in-depth semi-structured interviews with Civic Education teachers and the principal, non-interventional participant observation during six class sessions, critical analysis of curriculum documents, and three student Focus Group Discussions (FGDs). All qualitative data were analyzed interactively using the Miles, Huberman, and Saldaña model with open and axial coding techniques. The results showed that the integration of ecological citizenship through active-participatory strategies, the "Sustainable Lifestyle" project, and the Green Living Values ​​(GLV) syntax significantly increased ecological empathy (moral feeling) and encouraged students' real actions (moral action), while reconfiguring their thinking paradigm from anthropocentrism to ecocentrism. However, the effectiveness of this implementation is still limited by structural challenges, including a civics curriculum heavily weighted toward formal state administration, teachers' limited ecopedagogical capacity, and limited green facilities in schools. This study concludes that strengthening ecological citizenship requires reform of national curriculum policies, ongoing ecopedagogy and postdigital literacy training for teachers, the implementation of a whole-institution approach, and multi-stakeholder collaborative synergy between schools and local communities.
ANALISIS KETERKAITAN FILSAFAT, FILSAFAT ILMU, DAN ILMU PENGETAHUAN Vinna Kemala; Hamidah Azzahra S Lubis; Ryan Taufika; Nadziroh
Aptana: Jurnal Ilmu & humaniora Vol 2 No 02 (2024): Jurnal Aptana: Jurnal Ilmu dan Humaniora
Publisher : CV MEDAN TEKNO SOLUSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berikut adalah abstrak untuk artikel berjudul *"Analisis Keterkaitan Filsafat, Filsafat Ilmu, dan Ilmu Pengetahuan"* dengan menggunakan metode kajian pustaka: **Abstrak** Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara filsafat, filsafat ilmu, dan ilmu pengetahuan, serta implikasinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia. Kajian ini didasarkan pada pendekatan literatur dengan menelaah berbagai konsep dan pemikiran yang berhubungan dengan topik tersebut. Filsafat merupakan landasan berpikir yang melahirkan ilmu pengetahuan, sementara filsafat ilmu berperan sebagai refleksi kritis terhadap metode ilmiah dan landasan epistemologi ilmu. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat, filsafat ilmu, dan ilmu pengetahuan saling terkait erat dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan. Filsafat, sebagai dasar pemikiran, tidak hanya membantu manusia memahami realitas secara lebih mendalam tetapi juga memberikan sintesis dan koordinasi terhadap ilmu-ilmu spesifik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa filsafat dan ilmu pengetahuan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena keduanya merupakan hasil pemikiran manusia yang saling melengkapi untuk memecahkan permasalahan kehidupan. Kata kunci: filsafat, filsafat ilmu, ilmu pengetahuan, kajian pustaka, refleksi kritis.
IMPLEMENTATION OF THE GAME BASED LEARNING (GBL) MODEL IN CIVIC EDUCATION TO IMPROVE UNDERSTANDING OF PANCASILA VALUES AT SANGGAR BIMBINGAN KEPONG, MALAYSIA Muhammad Fajar Syahputra; Ryan Taufika
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 2 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i2.25782

Abstract

This research was motivated by the low level of understanding of Pancasila values among students at Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong, Malaysia. The purpose of this study is to examine the effectiveness of the Game Based Learning (GBL) model in enhancing students' comprehension of Pancasila values within Civic Education. A quantitative method was used, employing a one-group pretest-posttest design. Data were collected through a written test consisting of 20 items and analyzed using a paired sample t-test. The results revealed a significant increase in the average score from 51.15 to 81.15, with a p-value < 0.05. It can be concluded that the GBL model is effective in significantly improving students' understanding of Pancasila values and is particularly relevant for application in non-formal education settings abroad.
STRATEGIES FOR STRENGTHENING CHARACTER NATIONALISM THROUGH THE MEDIUM OF NATIONAL ANTHEMS: A CASE STUDY OF THE MUHAMMADIYAH KEPONG GUIDANCE CENTER IN MALAYSIA Juliaman Siahaan; Zulkifli Amin; Ryan Taufika; Cindy Safira; Heru Sanjaya; Miftha huljannah
Journal Analytica Islamica Vol 15, No 1 (2026): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i3.26655

Abstract

This study aims to analyze strategies for strengthening nationalism through the medium of national anthems among children at the Muhammadiyah Kepong Guidance Center in Malaysia. Nationalism is a fundamental value for Indonesian migrant workers' children living abroad who are vulnerable to national identity crises. The study uses a qualitative approach with a case study method. The research subjects consist of the center manager, homeroom teachers, and nine students. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model. The results of the study show that the strategy to strengthen nationalism is carried out through: (1) the habit of singing national songs before learning, (2) internalization of the meaning of song lyrics, (3) integration with history lessons, and (4) commemoration of national holidays. The implementation of these strategies effectively improved understanding of the nation's history, fostered love for the homeland, strengthened national identity, and shaped a disciplined character and a sense of pride as Indonesian citizens.