p-Index From 2021 - 2026
8.831
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IQTISHODUNA Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam IJTIHAD Islamic Ecomonics Journal An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran TSAQAFAH JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Journal of Economicate Studies Al Ahkam Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam EkBis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman Jurnal Hukum Ekonomi Syariah AT-TASYRI' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah MUAMALATUNA Prosiding Conference on Research and Community Services Journal of Islamic Economics and Finance Studies Jurnal Aksi Afirmasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat At-Tasyri Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Al Hikmah : Jurnal Studi Keislaman Wadiah : Jurnal Perbankan Syariah Alhamra Jurnal Studi Islam Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Journal of Islamic Economics Lariba Muslim Heritage An Nafah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Palangka Law Review Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC) Jurnal Pengabdian Masyarakat (Z-COVIS) An Nafah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Islamic Economics Journal Journal of Shariah Economics Journal of Islamic Banking AL-IKTISAB: Journal of Islamic Economic Law
Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Regulasi Sertifikasi Halal di Indonesia Devid Frastiawan Amir Sup; Annas Syams Rizal Fahmi; Faridl Noor Hilal; Muhammad Irkham Firdaus
JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.37 KB) | DOI: 10.21927/jesi.2020.10(1).36-44

Abstract

The need for halal products in Indonesia is increasing rapidly, considering that Indonesia is a country that has a large Muslim population. To oversee that each product is halal guaranteed, one of the efforts made by the government is through regulation. In Indonesia, this regulation apparently experienced several changes/renewals. This study aims to describe how the dynamics of halal regulation in Indonesia from time to time. The method used is qualitative-descriptive-literature. The result obtained, that there are changes and renewal of regulations relating to the guarantee of halal products in Indonesia are the right steps (in his time) taken by the government to maintain the existence of halal products circulating in Indonesia to be in accordance with the concept of halal in Islam.
Implementasi Akad Murabahah Terhadap Platform Peer to Peer Lending Muhammad Irkham Firdaus; Devid Frastiawan Amir Sup; Annas Syams Rizal Fahmi; May Shinta Retnowati; Muhammad Abdul Aziz
MUAMALATUNA Vol 13 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/mua.v13i1.4582

Abstract

Peer to peer lending menjadi solusi terbaik bagi para pengusaha UMKM, sehingga perkembangan start-up ini sangat cepat. Kemudahan dalam mekanisme yang ditawarkan menjadi faktor utama percepatan pertumbuhan start-up ini. Maka mulai berkembang beberapa platform peer to peer lending di Indonesia. Namun sistem yang digunakan masih berlandaskan pada sistem ekonomi konvensional, yang masih mengambil keuntungan dengan sitem bunga. Sementara bunga sangat dilarang dalam Islam, karena bunga dalam ekonomi Islam dianalogikan sebagai riba. Sedangkan dalam fiqh muamalah, transaksi yang halal adalah transaksi yang terlepas dari unsur-unsur maghrib (maisyir, gharar, dan riba). Supaya transaksi peer to peer lending terlepas dari unsur-unsur maghrib, maka peneliti akan membuat desain peer to peer lending yang sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, dengan mengimplementasi akad murabahah pada transaksi peer to peer lending. Sehingga keuntungan yang diambil tidak menggunakan sistem riba. Penellitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif-kepustakaan. Kesimpulan yang didapat adalah supaya transaksi peer to peer lending terhindar dari unsu-unsur maisyir, gharar, dan riba (maghrib), maka dapat diterapkan akad murabahah pada transaksi ini. Akad murabahah diterapakan pada ketiga pihak layanan peer to peer lending atau hanya pada kedua pihak saja, yaitu pihak pemberi pinjaman (lender) dan pihak penerima pinjaman (borrower). Penyelenggara layanan dan pihak memberi pinjaman berperan sebagai ba’i (penjual) dan penerima pinjaman berperan sebagai musytari (pembeli) selaku pihak yang mengajuakan pembiayaan untuk pembelian suatu barang yang dibutuhkan.
CESSIE DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM Devid Frastiawan Amir Sup
Jurisprudensi : Jurnal Ilmu Syariah, Perundangan-Undangan dan Ekonomi Islam Vol 11 No 1 (2019): Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam (Jurisprud
Publisher : State of Islamic Institute Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jurisprudensi.v11i1.995

Abstract

Cessie is the submission of accounts receivable in the name regulated in Article 613 of the Civil Code. Cessie in principle is the sale and purchase of receivables, but in its development the cessie can also be used as collateral for debt. In Islamic law, detailed discussion of cessie has not yet existed, but in general the issue of accounts payable has been discussed in the hawalah contract. In the DSN-MUI fatwas cessies are categorized as active subjective innovations or forms of subrogation accompanied by compensation. On the other hand, conceptually, cessie, subrogation and innovation are different. From this description, this research will discuss about cessie in Islamic law review with hawalah approach. The research method used is qualitative-descriptive-literature. The conclusion obtained from this study. (1) Cessie requirements according to the Civil Code have not fulfilled the entire requirements for the formation of the contract contained in hawalah. (2) Cessie in the sale and purchase of receivables is included in hawalah haqq. (3) Cessie as debt collateral is included in hawalah haqq based on kafalah (guarantee). In the case of retro cessie, Hanafi scholars allow while Shafi'i scholars do not allow
KONSEP MUQASAH PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DALAM PERSPEKTIF FATWA DSN-MUI Devid Frastiawan Amir Sup; Ifandi Suhendi
Kodifikasia Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v16i1.3818

Abstract

Pembahasan tentang potongan angsuran, termasuk dalam definisi lain cashback atau potongan harga dalam pembiayaan murabahah, secara definitif, pelaksanaan, dan sistem pencatatannya, sudah lazim dikenal dengan sebutan muqasah. Mengenai pembiayaan murabahah, MUI telah membentuk DSN yang di antara tugasnya adalah mengeluarkan fatwa atas jenis-jenis kegiatan keuangan dan produk keuangan syariah, sekaligus mengawasi penerapan fatwa yang telah dikeluarkannya melalui DPS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep muqasah pada pembiayaan murabahah dalam perspektif Fatwa DSN-MUI. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, deskriptif, dan kepustakaan. Hasil yang didapat, muqasah dalam pembiayaan murabahah dimungkinkan dapat terjadi dalam tiga kondisi, yaitu diskon dalam murabahah (Fatwa DSN No: 16/DSN-MUI/IX/2000), potongan pelunasan dalam murabahah (Fatwa DSN No: 23/DSN-MUI/III/2002), dan potongan tagihan murabahah (Fatwa DSN No: 46/DSN-MUI/II/2005). Adapaun metode dalam pemberiannya adalah diberikan pada saat pelunasan, yaitu LKS mengurangi piutang murabahah dan keuntungan murabahah, atau diberikan setelah pelunasan, yaitu LKS menerima pelunasan piutang dari nasabah dan kemudian membayarkan potongan pelunasannya kepada nasabah. [The discussion on installment discounts, including in other definitions of cashback or price discounts in murabaha financing, definitively, its implementation, and its accounting system, is commonly known as muqasah. Regarding murabaha financing, MUI has established a DSN whose duties include issuing fatwas on types of financial activities and Islamic financial products, as well as supervising the implementation of fatwas that have been issued through DPS. This research aims to describe the concept of muqasah in murabahah financing in the perspective of Fatwa DSN-MUI. This research used qualitative, descriptive, and literature methodology. The results obtained, muqasah in murabaha financing is possible in three conditions, namely discounts in murabaha (Fatwa DSN No: 16/DSN-MUI/IX/2000), repayment discounts in murabaha (Fatwa DSN No: 23/DSN-MUI/ III/2002), and discounts on murabaha installment (Fatwa DSN No: 46/DSN-MUI/II/2005). The method of giving it is given at the time of settlement, i.e. LKS reduces murabahah receivables and murabahah profits, or it is given after settlement, i.e. LKS receives repayment of receivables from the customer and then pays the repayment discount to the customer.]
Konsep Hybrid Contract di Indonesia dalam Perspektif Fatwa DSN-MUI Selamet Hartanto; Devid Frastiawan Amir Sup
Journal of Islamic Economics and Finance Studies Vol 3, No 1 (2022): JIEFeS, June 2022
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47700/jiefes.v3i1.4277

Abstract

AbstractThe application of a hybrid contract is a necessity that cannot be avoided and its application is supported by the principle of muamalah which applies the principle of permissibility as long as there are no prohibitions from the nash. This research aims to describe the concept of a hybrid contract and its implementation in Islamic financial products in Indonesia. The methodology used is descriptive qualitative literature. The results obtained, a hybrid contract is an agreement between two parties to carry out a muamalah which includes two or more contracts. The permissibility of a hybrid contract is based on the legal principle that the origin of muamalah is permissible. In general, the limits agreed upon by the scholars regarding several criteria for hybrid contracts to be allowed by sharia, namely not what is prohibited from the nash, not being a means to something that is forbidden, not being used as a hilah (strategy) to take usury in other ways, and is not included in the contract to the contrary. Fatwa DSN-MUI according to hybrid contracts on Islamic financial products in Indonesia, namely mudharabah musytarakah, musyarakah mutanaqisah, musyarakah muntahiyah bi al-tamlik, and al-ijarah al-muntahiyah bi al-tamlik. AbstrakPenerapan hybrid contract merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindari dan penerapannya didukung oleh prinsip muamalah yang memberlakukan asas kebolehan sejauh tidak ada larangan nash. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hybrid contract dalam konsep dan Fatwa DSN-MUI pada produk keuangan syariah di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif kepustakaan. Hasil yang didapat, hybrid contract merupakan kesepakatan dua pihak untuk melaksanakan suatu muamalah yang meliputi dua akad atau lebih. Kebolehan hybrid contract didasarkan atas prinsip hukum asal dari muamalah adalah boleh. Secara umum batasan yang disepakati oleh para ulama mengenai beberapa kriteria bagi hybrid contract agar diperbolehkan secara syar’i, yaitu bukan yang dilarang dalam nash, tidak menjadi sarana ke suatu yang diharamkan, tidak dijadikan sebagai hilah (siasat) untuk mengambil riba dengan jalan lain, dan tidak termasuk ke dalam akad-akad yang berlawanan. Fatwa DSN-MUI mengenai hybrid contract pada produk keuangan syariah di Indonesia, yaitu mudharabah musytarakah, musyarakah mutanaqisah, musyarakah muntahiyah bi al-tamlik, dan al-ijarah al-muntahiyah bi al-tamlik.
Pandangan Bisnis Syariah Terhadap Perkembangan Financial Technology (Study Kasus Fitur Serbu Seru dalam Aplikasi Bukalapak) Annas Syams Rizal Fahmi; Devid Frastiawan Amir Sup; Muhammad Irkham Firdaus; Fadhila Sukur Indra; Meitria Cahyani
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 5 (2022): Proceedings of Sharia Economic Law Faculty of Islamic Religion Universitas Muhammadiy
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v5i.421

Abstract

The phenomenon of buying and selling online through various features that place lower prices attracts buyers. The low price outside the normal price makes the people who see it interested in joining the program on Bukalapak's exciting attack feature. There is a lack of clarity in the terms of the contract and its implementation in the purchase of an item in the Bukalapak attack feature, it is stated that the initial contract is a sale and purchase contract but the item is drawn to get the winner of the item. So it is necessary to conduct research to discuss the analysis of the contract on this transaction. This study aims to determine the contract used for the online buying and selling transaction model of the Bukalapak attack feature. This research is qualitative in nature, with a descriptive analytical approach. This type of research is a library (library research) with the method of textbook analysis and literature study. The results of this study indicate that the pillars of buying and selling have fulfilled the elements in the sale and purchase contract. However, there are defects in the Kabul agreement, namely different payment times, the delivery of goods to buyers is not on time. The time is different because the sale and purchase agreement was originally a unidan system so buyers were randomly selected.
Wakaf Kontemporer di Indonesia dalam Perspektif Hukum dan Fatwa Devid Frastiawan Amir Sup
JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH Volume 4, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jhes.v4i2.11093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wakaf kontemporer di Indonesia dalam perspektif hukum dan fatwa. Wakaf kontemporer yang dimaksud adalah wakaf uang, wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah, serta sukuk wakaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif-kepustakaan. Hasil yang didapat: Pertama, pengaturan umum tentang wakaf di Indonesia mengacu kepada UU No. 41/2004 tentang Wakaf dan PP No. 42/2006 tentang Pelaksanaan UU No. 41/2004 tentang Wakaf; Kedua, pengaturan tentang wakaf uang mengacu kepada Fatwa MUI Tahun 2002 tentang Wakaf Uang, PMA No. 4/2009 tentang Administrasi Pendaftaran Wakaf Uang, Peraturan BWI No. 1/2009 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf Bergerak Berupa Uang, Peraturan BWI No. 2/2009 tentang Pedoman Penerimaan Wakaf Uang Bagi Nazhir Badan Wakaf Indonesia, serta Peraturan BWI No. 4/2010 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf; Ketiga, pengaturan tentang wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah mengacu kepada Fatwa DSN-MUI No. 106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah; Keempat, pengaturan tentang sukuk wakaf mengacu kepada Fatwa DSN-MUI No. 131/DSN-MUI/X/2019 tentang Sukuk Wakaf.
Analisis Asas Itikad Baik Dalam Jual Beli Online Berbasis COD (Cash on Delivery) May Shinta Retnowati; Namira Muthia Rosalina; Devid Frastiawan Amir Sup; Muhammad Irkham Firdaus; Mohammad Syifa Urrosyidin
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 3, No. 1, Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.327 KB) | DOI: 10.30595/ajsi.v3i1.11867

Abstract

Sistem baru jual beli online yang lebih digemari di kalangan masyarakat adalah COD (Cash on Delivery). Akan tetapi dalam pelaksanaan jual beli secara online berbasis COD tidak semuanya sah secara hukum dikarenakan beberapa pelaku usaha gemar melakukan penipuan atau pemalsuan informasi, salah satunya adalah ketidaksesuaian informasi barang dengan bentuk barang yang diterima. Penelitian ini membahas tentang jual beli online dan implementasi asas itikad baik di dalam suatu transaksi jual beli online, dengan tujuan untuk memahamkan asas itikad baik kepada masyarakat luas dalam pengaplikasiannya pada transaksi jual beli online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan. Hasil penelitian ini, ditemukan bahwasanya pengimplementasian asas itikad baik di dalam transaksi jual beli online dapat diterapkan oleh penjual dengan cara memberikan informasi tentang barang yang dijualnya dengan jujur, dan pembeli dengan cara membayarkan sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan di awal perjanjian, sehingga keduanya akan sama-sama diuntungkan oleh transaksi ini. Selain itu penting untuk marketplace  agar memperbaiki sistem  yang digunakannya untuk menjadi situs web jual beli online sebagai salah satu bukti itikad baik yang ditujukan kepada pelaku usaha dan pembeli. Maka perlu bagi marketplace, pelaku usaha, dan juga pembeli untuk menerapkan asas itikad baik sehingga tidak ada pihak yang mungkin akan dirugikan.
The State's Efforts in Preserving the Environment Through Regulation Devid Frastiawan Amir Sup
Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Vol. 1 No. 2 (2021): Sustainability: Theory, Practice and Policy December Edition
Publisher : Pusat Kajian Berkelanjutan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.099 KB) | DOI: 10.30631/sdgs.v1i2.1024

Abstract

Environmental Impact Assessment (EIA) must be owned by every business and/or activity that has an important impact on the environment. The EIA study covers various aspects and the results are very well used as material for making decisions on the feasibility of a business plan and/or activity. By including EIA in the planning process of a business and/or activity, a broader and deeper view will be obtained (so that optimal decisions can be made from the various available alternatives), as well as to consider the possible consequences in order to prepare steps to overcome negative impacts. and develop possible positive impacts. This study aims to describe regulations in Indonesia related to EIA. The method used is qualitative-descriptive-library. The results obtained are that there are several regulations regarding environmental conservation in Indonesia, namely Law No. 32/2009 concerning Environmental Protection and Management, PP No. 27/2012 concerning Environmental Permits, Permen LH No. 8/2006 concerning Guidelines for the Preparation of the EIA, and Permen LH No. 5/2012 concerning Types of Business and/or Activities Plans Required to Have an EIA.
The Application of Al-Wakalah bil Ujrah Contract on Unit Link Insurance According to DSN-MUI Fatwa No. 52 2006: A Case Study of PRUlink Syariah Generasi Baru Fadhila Sukur Indra; Sahira Sajjadia Luthia; Andini Rachmawati; Arif Dian Santoso; Devid Frastiawan Amir Sup
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Islamic Economics, Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol8.iss1.art15

Abstract

Insurance makes the fund prepared accurately when problems or disasters occur without predictions. Also, in sharia insurance, there is al-wakalah bil ujrah which is used to give authority to manage the premium collected funds so that they can be useful and develop. This study aims to determine how the application of the al-wakalah bil ujrah contract on PRULink Syariah Generasi Baru at PT Prudential Indonesia. Then, to find out the level of validity according to the Fatwa DSN-MUI No: 52/DSN-MUI/III/2006 concerning al-Wakalah bil Ujrah Contract on Sharia Insurance and Reinsurance. This study uses a qualitative method in field research and a descriptive analysis approach. Data collection was carried out through field observations, interviews with related sources, and documentation which was analyzed using the measurement tool to DSN-MUI Fatwa No: 52/DSN-MUI/III/2006. The results shows that Prudential Syariah Yogyakarta Branch sufficiently met the criteria set by the DSN-MUI Fatwa No: 52/DSN-MUI/III/2006 concerning al-wakalah bil ujrah Contract on Sharia Insurance and Reinsurance. All provisions are written and explained at the beginning of the contract, although not all mechanisms are included in the company standard, such as the accuracy of the allocation of investment funds that distributed to the stock market, the criteria for insurance participants who do not meet the requirements surplus sharing and the lack of transparency in the management of tabarru' funds.
Co-Authors Abdul Jafar Abdul, Muhammad Abdullah Chamber Abdurrahman , Hujjatul Islam Musthafa Achmad Michael Adi Putra Ahmad Yahya Akhmad Affandi Mahfudz Akhmad Affandi Mahfudz Al Maskuri, M. Mava Saputra Annas Syams Rizal Fahmi Aqil Mu’tashim Bilhaq Arif Dian Santoso Arifin, Mohamad Zaenal Azidni Rofiqa Azzahid, Ziad Abdurrahman Bilhaq, Aqil Mu'tasim Bilhaq, Aqil Mutashim Bilhaq, Aqil Mu’tashim Choir, Muhammad Iqbal Daud Sukoco Eko Nur Cahyo Elsyafa, Thoriq Izza Excel Abu Ramadhan Fadhila Sukur Indra Faiz Izzatullah Faridl Noor Hilal Fatahna Fathan Mubina Fathurrohman, Robby Handoko, Gesang Dwi Hasanuddin Yusuf Adan Hibatullah, Lutfhi Ilham Hujjatul Islam Musthafa Abdurrahman Ibnu Yaqzan Qurany Ibrahim Fahad Sulaiman Ifandi Suhendi Imam Kamaluddin Iman Nur Hidayat Izzatullah, Faiz Izzuddien Setiaji Khamid, Mohammad Abdul Khoirul Umam Lathiif Chandra Septian Lucky Adha Febrian M. Mava Saputra Al Maskuri Masruri, Achmad Hasyim Maylaffasya, Ghiyatska Shairafi Mega Fatimah Rosana Meitria Cahyani Milenia Ayu Saraswati Mohamad Zaenal Arifin Mohammad Ghozali Mohammad Ghozali, Mohammad Mohammad Syifaurrosyidin Muhammad Abdul Aziz Muhammad Abdul Aziz Muhammad Hadi Wijaya Munir Muhammad Haidar Muhammad Halimul Umam Muhammad Iqbal Choir Muhammad Irkham Firdaus Muhammad Syamsul Arifin, Muhammad Syamsul Munir, Muhammad Hadi Wijaya Nadia Mira Kusumaningtyas Namira Muthia Rosalina Naufal Azmi Ramadhan Nawawi, Barkaa Alhudaebi Nur Ahid Nur Ihsan Nurizal Ismail Nurizal Ismail Nurizal Ismail Nurizal Ismail Ismail Prastyaningsih, Ika Putra, Rafif Mulana Putri, Sri Firda Rahmi Aliya Rachmawati, Andini Ramadhan, Excel Abu Ramadhan, Naufal Azmi Retnowati, May Shinta Reyhan, Muhammad Rizky, Al Dihan Fiery Robby Fathurrohman Rofiqa, Azidni Rokhmat Muttaqin Sabaruddin Sahira Sajjadia Luthia Sahputra, Jaya Saipul Nasution Saleh, Muhammad Aunurrochim Bin Mas'ad Savier Nayaka Gunawardana Selamet Hartanto Selamet Hartanto Setiaji, Izzuddien Setiawan Bin Lahuri Shinta, May Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyah Aisyah Sulaiman, Ibrahim Fahad Sup, Amir SYAMSURI Tajudin, Hafidh Tegas Bijaksana Ulfatun Wahidatun Nisa Wildan Hakim Wildan Hakim, Wildan Winarno, Rivaniansyah Siacahyo Yeni Zannuba Arifah Zannuba, Yeni Ziad Abdurrahman Azzahid Zulfatus Sa’diah