p-Index From 2021 - 2026
7.581
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IQTISHODUNA Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam IJTIHAD Islamic Ecomonics Journal An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran TSAQAFAH JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) Journal of Economicate Studies Al Ahkam Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam EkBis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman Jurnal Hukum Ekonomi Syariah AT-TASYRI' Jurnal Ilmiah Prodi Muamalah JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW MUAMALATUNA Prosiding Conference on Research and Community Services Journal of Islamic Economics and Finance Studies Jurnal Aksi Afirmasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat At-Tasyri Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine Journal of Islamic Banking Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Al Hikmah : Jurnal Studi Keislaman Wadiah : Jurnal Perbankan Syariah Alhamra Jurnal Studi Islam Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Journal of Islamic Economics Lariba Muslim Heritage An Nafah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Palangka Law Review Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC) Jurnal Pengabdian Masyarakat (Z-COVIS)
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penyelesaian Pembiayaan Murabahah Bermasalah Menurut Fatwa DSN MUI No.17/DSN-MUI/IX/2000 dan No. 43/DSN-MUI/VIII/2004 (Studi Kasus di BMT La Tansa Ponorogo) Zulfatus Sa'diah; Annas Syams Rizal Fahmi; Devid Frastiawan Amir Sup
Journal of Islamic Banking Vol 2 No 1 (2021): Journal of Islamic Banking
Publisher : Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Al Hikmah Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.892 KB)

Abstract

Non-performing financing, namely high Non-Performing Financing is certainly an important problem for Islamic banking, as well as in the Baitul Mal Wa Tamwil KJKS (Islamic Financial Services Cooperative). From the landing side, until now the only financing product at BMT La Tansa Ponorogo is Murabahah. From the system in murabahah itself, it uses the principle of musawamah. The process of negotiating (bargaining) on goods and prices is carried out between the BMT La Tansa Ponorogo and candidate of financing customers. In its journey, BMT La Tansa experienced a problem, namely the non-performing financing ratio which was still high. The methods used in collecting this data are observation, interviews, and documentation.This research is a field research which then analyzed using the DSN-MUI fatwa. The results obtained, that in the settlement of problematic murabahah financing, BMT La Tansa Ponorogo has several stages. Provide warning letters (SP) up to 3 times, confiscation of collateral, rescheduling. Where used in this sanction is mandatory infaq, which is the mandatory infaq amount of Rp. 1,000, - per day (during the late period) and it is already there and written at the beginning of the contract (agreement). While, in terms of ta'wid, BMT La Tansa does not apply ta'wid on non-performing financing made by customers. However, if it is at the final stage that you cannot fulfill the installment obligation, then the purchased item (collateral) is sold to cover the customer's shortage of installments.
Wakaf Kontemporer di Indonesia dalam Perspektif Hukum dan Fatwa Devid Frastiawan Amir Sup
JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH Volume 4, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jhes.v4i2.11093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wakaf kontemporer di Indonesia dalam perspektif hukum dan fatwa. Wakaf kontemporer yang dimaksud adalah wakaf uang, wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah, serta sukuk wakaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif-kepustakaan. Hasil yang didapat: Pertama, pengaturan umum tentang wakaf di Indonesia mengacu kepada UU No. 41/2004 tentang Wakaf dan PP No. 42/2006 tentang Pelaksanaan UU No. 41/2004 tentang Wakaf; Kedua, pengaturan tentang wakaf uang mengacu kepada Fatwa MUI Tahun 2002 tentang Wakaf Uang, PMA No. 4/2009 tentang Administrasi Pendaftaran Wakaf Uang, Peraturan BWI No. 1/2009 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf Bergerak Berupa Uang, Peraturan BWI No. 2/2009 tentang Pedoman Penerimaan Wakaf Uang Bagi Nazhir Badan Wakaf Indonesia, serta Peraturan BWI No. 4/2010 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf; Ketiga, pengaturan tentang wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah mengacu kepada Fatwa DSN-MUI No. 106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah; Keempat, pengaturan tentang sukuk wakaf mengacu kepada Fatwa DSN-MUI No. 131/DSN-MUI/X/2019 tentang Sukuk Wakaf.
Analisis Asas Itikad Baik Dalam Jual Beli Online Berbasis COD (Cash on Delivery) May Shinta Retnowati; Namira Muthia Rosalina; Devid Frastiawan Amir Sup; Muhammad Irkham Firdaus; Mohammad Syifa Urrosyidin
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 3, No. 1, Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.327 KB) | DOI: 10.30595/ajsi.v3i1.11867

Abstract

Sistem baru jual beli online yang lebih digemari di kalangan masyarakat adalah COD (Cash on Delivery). Akan tetapi dalam pelaksanaan jual beli secara online berbasis COD tidak semuanya sah secara hukum dikarenakan beberapa pelaku usaha gemar melakukan penipuan atau pemalsuan informasi, salah satunya adalah ketidaksesuaian informasi barang dengan bentuk barang yang diterima. Penelitian ini membahas tentang jual beli online dan implementasi asas itikad baik di dalam suatu transaksi jual beli online, dengan tujuan untuk memahamkan asas itikad baik kepada masyarakat luas dalam pengaplikasiannya pada transaksi jual beli online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan. Hasil penelitian ini, ditemukan bahwasanya pengimplementasian asas itikad baik di dalam transaksi jual beli online dapat diterapkan oleh penjual dengan cara memberikan informasi tentang barang yang dijualnya dengan jujur, dan pembeli dengan cara membayarkan sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan di awal perjanjian, sehingga keduanya akan sama-sama diuntungkan oleh transaksi ini. Selain itu penting untuk marketplace  agar memperbaiki sistem  yang digunakannya untuk menjadi situs web jual beli online sebagai salah satu bukti itikad baik yang ditujukan kepada pelaku usaha dan pembeli. Maka perlu bagi marketplace, pelaku usaha, dan juga pembeli untuk menerapkan asas itikad baik sehingga tidak ada pihak yang mungkin akan dirugikan.
The State's Efforts in Preserving the Environment Through Regulation Devid Frastiawan Amir Sup
Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Vol. 1 No. 2 (2021): Sustainability: Theory, Practice and Policy December Edition
Publisher : Pusat Kajian Berkelanjutan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.099 KB) | DOI: 10.30631/sdgs.v1i2.1024

Abstract

Environmental Impact Assessment (EIA) must be owned by every business and/or activity that has an important impact on the environment. The EIA study covers various aspects and the results are very well used as material for making decisions on the feasibility of a business plan and/or activity. By including EIA in the planning process of a business and/or activity, a broader and deeper view will be obtained (so that optimal decisions can be made from the various available alternatives), as well as to consider the possible consequences in order to prepare steps to overcome negative impacts. and develop possible positive impacts. This study aims to describe regulations in Indonesia related to EIA. The method used is qualitative-descriptive-library. The results obtained are that there are several regulations regarding environmental conservation in Indonesia, namely Law No. 32/2009 concerning Environmental Protection and Management, PP No. 27/2012 concerning Environmental Permits, Permen LH No. 8/2006 concerning Guidelines for the Preparation of the EIA, and Permen LH No. 5/2012 concerning Types of Business and/or Activities Plans Required to Have an EIA.
Rethinking the Paradigm of Islamic Banking: Integrated of Commercial and Social Oriented Siti Aisyah; Nurizal Ismail; Ibrahim Fahad Sulaiman; Eko Nur Cahyo; Devid Frastiawan Amir Sup
AL- IKTISAB Journal of Islamic Economic Law Vol 6, No 2 (2022): Al-Iktisab: Journal of Islamic Economic Law
Publisher : University of Darusssalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/al-iktisab.v6i2.8844

Abstract

The recent appraisal of Islamic Banking and Finance (IBF) development has focused on the interest based banking system. Banks role and function have been retained to create sharia compliant instruments to replace conventional banks interest based instruments. Another issue is the objective of Islamic banking to contribute to social obligation despite profit maximization. In this context, IBF institutions have been involved in debt financing oriented transactions such as murabahah instead of musyarakah and mudharabah, as they are more profitable. This research attempts to clarify Islamic banking's objective derived from Muslim scholars views and how it complies with sharia. Thus, it is necessary to rethink the paradigm of IBF that is in line with pure Islamic economics, whereas conventional banking has been shifting toward social banking. The methodology used is qualitative-descriptive-literature. The result is, several applied integrated models in IBFs, such as Social Islamic Bank Limited (SIBL), have offered Mudaraba Waqf Cash Deposit Account (MWCDA). Then sadaqa house is provided by Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB), an integrated institution model in which Islamic banking can cooperate with other Islamic social finance such as waqf institutions in Indonesia. Finally, the research finding argues that Islamic banking's paradigm is to promote the ummah's maslahat by integrating commercial and social aspects into its operational and objective.Penilaian perkembangan Islamic Banking and Finance (IBF) baru-baru ini berfokus pada sistem perbankan berbasis bunga. Peran dan fungsi bank tetap dipertahankan untuk menciptakan instrumen yang sesuai dengan syariah untuk menggantikan instrumen berbasis bunga bank konvensional. Isu lain adalah tujuan perbankan syariah untuk berkontribusi pada kewajiban sosial selain juga keuntungan maksimal. Dalam konteks ini, lembaga IBF telah terlibat dalam transaksi yang berorientasi pembiayaan hutang seperti murabahah daripada musyarakah dan mudharabah, karena lebih menguntungkan. Penelitian ini mencoba mengklarifikasi tujuan perbankan syariah yang berasal dari pandangan cendekiawan Muslim dan bagaimana kepatuhannya terhadap syariah. Dengan demikian, perlu dipikirkan kembali paradigma IBF yang sejalan dengan ekonomi Islam murni, padahal perbankan konvensional sudah bergeser ke arah social banking. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif-literatur. Hasilnya, beberapa model terintegrasi yang diterapkan di IBF, seperti Social Islamic Bank Limited (SIBL), telah menawarkan Mudharabah Waqf Cash Deposit Account (MWCDA). Kemudian, rumah sedekah disediakan oleh Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB), sebuah model lembaga terpadu dimana perbankan syariah dapat bekerja sama dengan keuangan sosial Islam lainnya seperti lembaga wakaf di Indonesia. Akhirnya, temuan penelitian ini berpendapat bahwa paradigma perbankan syariah adalah mempromosikan kemaslahatan umat dengan mengintegrasikan aspek komersial dan sosial ke dalam operasional dan tujuannya.
The Application of Al-Wakalah bil Ujrah Contract on Unit Link Insurance According to DSN-MUI Fatwa No. 52 2006: A Case Study of PRUlink Syariah Generasi Baru Fadhila Sukur Indra; Sahira Sajjadia Luthia; Andini Rachmawati; Arif Dian Santoso; Devid Frastiawan Amir Sup
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Islamic Economics, Islamic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol8.iss1.art15

Abstract

Insurance makes the fund prepared accurately when problems or disasters occur without predictions. Also, in sharia insurance, there is al-wakalah bil ujrah which is used to give authority to manage the premium collected funds so that they can be useful and develop. This study aims to determine how the application of the al-wakalah bil ujrah contract on PRULink Syariah Generasi Baru at PT Prudential Indonesia. Then, to find out the level of validity according to the Fatwa DSN-MUI No: 52/DSN-MUI/III/2006 concerning al-Wakalah bil Ujrah Contract on Sharia Insurance and Reinsurance. This study uses a qualitative method in field research and a descriptive analysis approach. Data collection was carried out through field observations, interviews with related sources, and documentation which was analyzed using the measurement tool to DSN-MUI Fatwa No: 52/DSN-MUI/III/2006. The results shows that Prudential Syariah Yogyakarta Branch sufficiently met the criteria set by the DSN-MUI Fatwa No: 52/DSN-MUI/III/2006 concerning al-wakalah bil ujrah Contract on Sharia Insurance and Reinsurance. All provisions are written and explained at the beginning of the contract, although not all mechanisms are included in the company standard, such as the accuracy of the allocation of investment funds that distributed to the stock market, the criteria for insurance participants who do not meet the requirements surplus sharing and the lack of transparency in the management of tabarru' funds.
Pengaruh Persepsi dan Religiusitas Terhadap Kebiasaan Bersedekah Mahasiswi Devid Frastiawan Amir Sup; Namira Muthia Rosalina; Setiawan bin Lahuri; Andini Rachmawati; Muhammad Abdul Aziz
IQTISHODUNA IQTISHODUNA (VOL.19, No.1, 2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.659 KB) | DOI: 10.18860/iq.v1i1.17820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi dan religiusitas terhadap kebiasaan bersedekah mahasiswi UNIDA Gontor, Kampus Mantingan, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software SmartPLS (v.3.2.9). Hasil yang didapat adalah: (1) Persepsi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebiasaan bersedekah, berdasarkan hasil nilai variabel eksogen (persepsi) pada path coefficients adalah 0.323 dan hasil uji t-statistic nilai hubungan persepsi dengan kebiasaan bersedekah sebesar 4.146; (2) Religiusitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebiasaan bersedekah, berdasarkan hasil nilai variabel eksogen (religiusitas) pada path coefficients adalah 0.447 dan hasil uji t-statistic nilai hubungan religiusitas dengan kebiasaan bersedekah sebesar 6.332.
TINJAUAN MAS{LAH{AH TERHADAP AMDAL Devid Frastiawan
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.9 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1724

Abstract

abstrak Secara umum banyak industri besar yang menghasilkan limbah dan mengganggu kelestarian lingkungan hidup. Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) sebagai sebuah peraturan perundangan-undangan yang mengatur tentang studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, wajib dimiliki oleh setiap usaha dan/atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan. Amdal disusun oleh pemrakarsa pada tahap perencanaan suatu usaha dan/atau kegiatan yang dituangkan dalam dokumen Amdal. Penelitian ini berawal dari sebuah keprihatinan bahwa dalam kitab-kitab fiqh pembahasan tentang lingkungan hidup kurang mendapat sorotan. Penelitian ini berusaha untuk menjajagi tingkat dukungan agama terhadap Amdal dengan menggunakan pendekatan mas}lah}ah. Pertama, tingkat dukungan nas}s}-nas}s} agama terhadap Amdal cenderung kepada mas}lah}ah mursalah. Amdal sebagai produk hukum dan undang-undang dengan perantara pemerintah merupakan salah satu sarana dari mas}lah}ah mursalah. Kedua, agama meletakkan peringkat kepentingan Amdal dalam mas}lah}ah d}aru>ri>yah. Amdal terkait dengan mas}lah}ah yang bersifat umum (mas}lah}ah ‘a>mmah), karena segala hal yang terjadi pada lingkungan hidup akan berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Ketiga, agama meletakkan Amdal dalam al-kulliya>t al-khams sebagai fard}u kifa>yah, tidak termasuk dalam salah satu sektor di dalamnya dan juga tidak memasukkannya dalam sektor baru keenam untuk dibuka, karena dalam implementasinya Amdal merupakan kewajiban kolektif dalam penanganan problem lingkungan hidup yang hanya dapat dituntaskan secara bersama dengan melibatkan banyak stakeholders. abstractIn general, many large industries produce waste and interfere with environmental sustainability. EIA-Environmental Impact Assessment (in Indonesia usually called by Amdal) as a law that regulates the feasibility study of a business plan and/or activity, must be owned by every business and/or activity that has an important impact on the environment. The EIA is prepared by the initiator at the planning stage of a business and/or activity as outlined in the EIA documents. This thesis begins with a concern that in the books of fiqh the discussion of the environment is not under the spotlight. Therefore, this thesis will explore the level of religious support for EIA with the approach of mas}lah}ah. First, the support level of nas}s}-nas}s} religion against EIA tends to mas}lah}ah mursalah. EIA as a legal product and law with a government intermediary is one of the means of mas}lah}ah mursalah, because it contains a essential mas}lah}ah, in line with the intent and purpose of shara‘, does not clash with the existing shara‘ proposition, and is very necessary in the prevention of pollution and environmental destruction. Second, religion ranks EIA interest in mas}lah}ah d}aru>ri>yah. EIA is related to mas}lah}ah that are general in nature (mas}lah}ah ‘a>mmah), because everything that happens in the environment will affect human life, including di>n (religion), nafs (life), ‘aql (intellect), ‘ird}/nasl (dignity/offspring), and ma>l (wealth). The aspect of benefit in EIA is an effort to realize benefits (jalb al-mana>fi‘i) and avoid humans from damage and ugliness (dar‘ al-mafa>sidi). Third, religion puts EIA in al-kulliya>t al-khams as fard}u kifa>yah, not included in one of the sectors in it and also does not include it in the sixth new sector to be opened, because in its implementation EIA is a collective obligation in handling environmental problems that can only be resolved together by involving many stakeholders. 
Konsep Terminasi Akad dalam Hukum Islam Devid Frastiawan Amir Sup; Selamet Hartanto; Rokhmat Muttaqin
Ijtihad Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.094 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v14i2.4684

Abstract

Akad yang telah disepakati merupakan undang-undang bagi para pembuatnya. Namun dalam kondisi tertentu, suatu akad terkadang harus berakhir sebelum terselesaikan. Hal ini dikenal dengan sebutan terminasi akad.Terminasi akad adalah tindakan mengakhiri perjanjian yang telah tercipta sebelum dilaksanakan atau sebelum selesai pelaksanaanya. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi pembahasan tentang terminasi akad. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif-kepustakaan. Hasil yang di dapat, terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terminasi akad, yaitu karena pemutusan akad (fasakh), adanya kerusakan akad (fasid), adanya hak khiyar, adanya iqalah, akad tidak bisa dilaksanakan, tujuan akad telah terwujud, adanya uang muka (‘urbun), akad tidak dilaksanakan, kematian, atau karena tidak ada izin dalam akad mauquf.
Esensi Keadilan dalam Ilmu Waris Islam Mohammad Syifa Urrosyidin; Mohammad Syamsul Arifin; Devid Frastiawan Amir Sup
Ijtihad Vol. 15 No. 2 (2021): IJTIHAD: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.148 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v15i2.6742

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memaparkan dan menganalisa konsep dasar dan konsep keadilan dalam hukum waris Islam untuk menjawab kontradiksi konsep yang dibawa oleh pemikir modernis Islam seperti Asghar Ali Enginer dan Zaitunah Subhan. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif-kepustakaan. Kesimpulan yang didapat, konsep adil dalam waris Islam adalah konsistensinya memberikan hak waris kepada ahli waris yang berhak tanpa ada disparitas antara jenis kelamin atau usia. Semua memiliki hak waris dengan tiga kategori, yaitu bagian pasti (fardl), lunak (ta’shib), dan terhalang (hijb). Jadi, anggapan sebagian orang bahwa hukum kewarisan Islam yang beradasar pada al-Qur'an tidak sejalan dengan asas keadilan adalah tuduhan yang tidak berdasar sama sekali. Keadilan dalam Islam bukan berarti persamaan atau penyesuaian terhadap keadaan dan realitas zaman. Keadilan dalam Islam lebih bersifat universal untuk kelangsungan hidup seluruh manusia atas petunjuk dari Allah Swt.
Co-Authors Abdul, Muhammad Abdullah Chamber Abdurrahman , Hujjatul Islam Musthafa Achmad Michael Adi Putra Ahmad Yahya Akhmad Affandi Mahfudz Al Maskuri, M. Mava Saputra Annas Syams Rizal Fahmi Aqil Mu’tashim Bilhaq Arif Dian Santoso Azidni Rofiqa Bilhaq, Aqil Mu'tasim Bilhaq, Aqil Mutashim Bilhaq, Aqil Mu’tashim Choir, Muhammad Iqbal Daud Sukoco Eko Nur Cahyo Elsyafa, Thoriq Izza Fadhila Sukur Indra Faridl Noor Hilal Fatahna Fathan Mubina Fathurrohman, Robby Handoko, Gesang Dwi Hasanuddin Yusuf Adan Hibatullah, Lutfhi Ilham Ibnu Yaqzan Qurany Ibrahim Fahad Sulaiman Ifandi Suhendi Imam Kamaluddin Imam Kamaluddin Iman Nur Hidayat Izzatullah, Faiz Jafar, Abdul Khamid, Mohammad Abdul Khoirul Umam Lathiif Chandra Septian Lucky Adha Febrian Masruri, Achmad Hasyim Maylaffasya, Ghiyatska Shairafi Meitria Cahyani Milenia Ayu Saraswati Mohammad Ghozali Mohammad Ghozali, Mohammad Mohammad Syifaurrosyidin Muhammad Abdul Aziz Muhammad Abdul Aziz Muhammad Haidar Muhammad Halimul Umam Muhammad Irkham Firdaus Muhammad Syamsul Arifin, Muhammad Syamsul Munir, Muhammad Hadi Wijaya Namira Muthia Rosalina Nawawi, Barkaa Alhudaebi Nur Ihsan Nurizal Ismail Nurizal Ismail Nurizal Ismail Prastyaningsih, Ika Putra, Rafif Mulana Putri, Sri Firda Rahmi Aliya Rachmawati, Andini Ramadhan, Excel Abu Ramadhan, Naufal Azmi Retnowati, May Shinta Reyhan, Muhammad Rizky, Al Dihan Fiery Rofiqa, Azidni Rokhmat Muttaqin Sabaruddin Sahira Sajjadia Luthia Sahputra, Jaya Saipul Nasution Saleh, Muhammad Aunurrochim Bin Mas'ad Savier Nayaka Gunawardana Sa’diah, Zulfatus Selamet Hartanto Selamet Hartanto Setiaji, Izzuddien Setiawan Bin Lahuri Shinta, May Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Aisyah Sulaiman, Ibrahim Fahad Sup, Amir SYAMSURI Tajudin, Hafidh Tegas Bijaksana Wildan Hakim, Wildan Winarno, Rivaniansyah Siacahyo Yeni Zannuba Arifah Zannuba, Yeni Zulfatus Sa’diah