Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN PSIKOLOGIS PENDERITA RESIKO TINGGI STROKE PADA MASA PANDEMI COVID-19 Mike Asmaria; Hilma Yessi; Hidayati Hidayati; Dwi Happy Anggia Sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i1.2169

Abstract

Meningkatnya angka mortalitas akibat covid-19, juga berpengaruh pada penyakit cormobid seperti Penyakit Tidak Menular (PTM) resiko tinggi stroke. Walaupun Penanggulangan sudah dilakukan namun belum maksimal dikarenakan pandemi covid-19 yang menimbulkan rasa cemas pada penderita. Jika kecemasan terjadi terus menerus dan tidak di tangani dengan baik, maka dapat berujung pada kematian. Hasil survey di Wilayah Puskesmas Pariaman, di temukan bahwa pasien merasa takut ke pelayanan kesehatan bahkan rumah sakit. Padahal pasien resiko tinggi stroke perlu melakukan kontrol kesehatan secara rutin. Pentingnya aspek kesehatan mental juga sama dengan kesehatan fisik bagi pasien resiko tinggi stroke. Hal ini membuat peneliti ingin mengetahui Pengalaman Psikologis Penderita Resiko Tinggi Stroke Pada Masa Pandemi covid-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi dengan penentuan subyek purposive dan kriteria yang sudah ditentukan. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan Creswell. Hasil penelitian di temukan 3 tema. yaitu kecemasan tertular virus covid-19, kecemasan dilakukan swab test dan di rawat di rumah sakit, kecemasan akan protokol penguburan jenazah covid-19. Untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien resiko tinggi stroke, maka diharapkan petugas kesehatan bisa memberikan terapy Psikoedukasi kepada pasien tentang penularan dan protokol penanganan covid-19, termasuk penanganan jenazah pasien covid-19.Kata kunci : Covid-19 ; Kecemasan ; Pengalaman ; Psikologis ; Stroke
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Ny. M Dengan Tumor Mammae Post Op Lumpektomi Annafi Putri, Pujha; Asmaria, Mike; Marni, Linda; Asman, Aulia; Yessi, Hilma
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.269

Abstract

Tumor mammae merupakan salah satu jenis tumor paling umum di dunia, yang terjadi ketika sel-sel abnormal dalam jaringan payudara tumbuh tanpa terkendali. Menurut laporan Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO), tumor mammae paling banyak dialami di Indonesia yaitu sebanyak 65.858 kasus, Provinsi Sumatera Barat periode Januari-September 2022 mencapai 2.350 kasus dengan jumlah tumor mammae yang diindikasi operasi yaitu 479 kasus, di Rumah Sakit Dr. Reksodiwiryo Padang tahun 2023 terdapat 370 kasus (38,9%). Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tumor mammae post op lumpektomi di RS. Dr. Reksodiwiryo Padang. Metode penelitian study kasus. Hasil penelitian ditemukan pengkajian pada Ny.M terdapat keluhan nyeri di bagian luka post op di dada sebelah kanan, luka tampak basah dan memerah, panjang luka sekitar 6 cm. Diagnosa keperawatan yang ditemukan yaitu resiko infeksi, nyeri akut, gangguan integritas kulit, gangguan rasa nyaman akibat efek samping terapi, dan gangguan citra tubuh. Intervensi diberikan meliputi manajemen nyeri, perawatan integritas kulit, terapi relaksasi, dan promosi citra tubuh. Evaluasi perkembangan pasien menunjukkan masalah teratasi dalam 5 hari. Darihasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi pasien / keluarga tentang penyakit Tumor Mammae.
Implementasi Asuhan Keperawatan Dengan Teknik Postural Drainge Dan Pursed Lips Breathing Pada Pasien TB Paru Zikri. B, Ahlan Alamukhda; Trisna Ajani, Anggra; Marni, Linda; Yessi, Hilma; Kartika Sari, Dewi
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.270

Abstract

Tuberculosis Paru disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dengan penyebaran melalui droplet udara. Indonesia berada di posisi ke-2 dengan jumlah penderita tuberculosis paru terbanyak dengan 10,6 juta kasus dan terdapat 1,5 juta orang meninggal akibat tuberculosis. Prevalensi tuberculosis di sumatera barat menempati urutan ke-4 dengan jumlah 196 kasus. Berdasarkan data yang diperoleh dari Medical Recor RSUD Padang Pariaman kasus TB Paru mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan tuberculosis paru di Ruang Rawat Inap Paru RSUD Padang Pariaman pada tahun 2024 meliputi mampu melakukan pengkajian, menegakkan diagnosa, merencanakan tindakan keperawatan, menerapkan tindakan, mengevaluasi dan mendokumentasikan hasil penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini yaitu menggunakan metode studi kasus dengan 1 sampel di ruang rawat inap paru RSUD Padang Pariaman. Penelitian dilakukan pada tanJJggal 27 Februari sampai 02 Maret 2024 ditemukan 5 masalah keperawatan yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, hipovolemia, gangguan pola tidur, intoleransi aktivitas, risiko defisit nutrisi teratasi selama 5 hari. Diharapkan pasien dan keluarga mampu mengetahui penyebab, tanda gejala, komplikasi kanker paru, resiko terjadi, dan pengobatan guna mencegah pasien mengalami penyakit yang berulang kembali
PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI DI DESA PAUH BARAT KOTA PARIAMAN Yessi, Hilma; Asmaria, Mike; Anggita, Kheniva Diah; Marni, Linda; Hasmita, Hasmita; Yuderna, Vivi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.3015

Abstract

tahun keatas pada laki-laki sebanyak 24% dan wanita 20,5%. Data hipertensi di wilayah Puskesmas Pariaman pada tahun 2021 sebanyak 881, tahun 2022 hipertensi sebanyak 903. Desa Pauh Barat memiliki sebaran lansia hipertensi yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku pencegahan stroke pada lansia hipertensi di Desa Pauh Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia hipertensi desa Pauh Barat. Sampel penelitian berjumlah 36 orang. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 19 (52,77%) responden memiliki perilaku yang tidak baik dalam pencegahan terjadinya stroke, sebanyak 17 (47,22%) responden memiliki perilaku yang baik dalam pencegahan terjadinya stroke. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk mengontrol perilaku pencegahan stroke pada lansia hipertensi secara teratur melalui posyandu lansia.Kata kunci : Perilaku, pencegahan, hipertensi, lansia, stroke
HUBUNGAN SIKAP DAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG KEJADIAN STUNTING DESA AMPALU WILAYAH KERJA PUSKESMAS NARAS KOTA PARIAMAN Marni, Linda; Armaita, Armaita; Asmaria, Mike; Yessi, Hilma; Yuderna, Vivi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2156

Abstract

Sekitar 150,8 juta atau sebesar 22,2% pada tahun 2017 balita menderita stunting di dunia. Tujuan penelitian ini untuk Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Balita tentang Kejadian Stunting Desa Ampalu Wilayah Kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksnakan pada bulan Juli di wilayah kerja Puskesmas Naras. Penelitian ini bersifat analitik dengan metode cross sectional study. Dilakukan di wilayah kerja puskesmas naras pada bulan juli 2023. Populasi penelitian sebanyak 164 orang dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dan wawancara. Pengolahan data univariat dan bivariat dilakukan secara komputerisasi menggunakan program SPSS dengan analisa data uji statistic chi-square dengan p value < α 0,05. Hasil analisis univariat ditemukan dari 41 responden terdapat 51,2% responden bersikap negatif, 48,8% responden berpengetahuan rendah, 56,1% responden mengalami stunting di puskesmas naras. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna antara sikap (p value = 0,000) dan pengetahuan (p value = 0,000) tentang kejadian stunting di wilayah kerjan puskesmas naras tahun 2023. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara hubungan sikap dan pengetahuan ibu balita tentang kejadian stunting. Diharapkan tenaga kesehatan agar lebih memberikan edukasi dan informasi kepada ibu tentang stunting sehingga tidak ada lagi ibu yang memiliki anak balita stunting.Kata Kunci : Sikap, Pengetahuan, Stunting
Studi Fenomenologi : Hambatan Keluarga Dalam Membawa Pasien Stroke ke Rumah Sakit Yessi, Hilma; Asmaria, Mike; Yuderna, Vivi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.521

Abstract

Stroke merupakan gejala defisit fungsi susunan syaraf yang di akibatkan oleh penyakit pembuluh darah merupakan penyebab kematian tertinggi di tingkat global yaitu 55% dari 55,4 juta kematian di seluruh dunia. Data epidemiologi menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah penyakit jantung. Keterlambatan datang dan pasien yang tinggal sendiri menyumbang angka kematian. Kasus pasien berisiko stroke di Pariaman juga mengalami peningkatan yaitu Diabetes Melitus 15 kasus tahun 2018 meningkat jadi 145 kasus tahun 2019. Penelitian ini bertujuan mengetahui hambatan keluarga dalam membawa pasien stroke ke rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik yang pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian di temukan 3 tema. yaitu kurangnya pengetahuan pasien stroke ke rumah sakit, ketidakmampuan dalam mengambil keputusan, masalah finansial. Untuk meghindari hambatan tersebut maka perlu adanya edukasi tentang tanda gejala stroke dan penanganan awal pasien stroke di rumah. Diharapkan petugas kesehatan bisa memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang stroke dan penanganan awalnya.
STUDI FENOMENOLOGI PROSES PELIMPAHAN WEWENANG DOKTER KEPADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP NON BEDAH PENYAKIT DALAM RS X KOTA PADANG Mike Asmaria; Debby Silvia Dewi; Hilma Yessi; Reska Handayani; Suharizal
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2541

Abstract

Abstrak:Perspektif yang berbeda dalam menangani pasien, memunculkan hambatan dalam melakukan kolaborasi dokter dan perawat. Perawat memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan keperawatan dan tindakan medis yang dilimpahkan oleh dokter.Wawasan etik dan hukum yang dimiliki dokter dan perawat seringkali mempengaruhi cara pandang dokter dan perawat dalam upaya kolaboratif dan bahkan perawat tidak merasa nyaman ” menantang” dokter.Dari survey awal wawancara dengan 4 perawat didapatkan hasil bahwa proses pelimpahan wewenang yang dilakukan oleh dokter masih belum terstruktur. Tujuan dari penelitian ini Bagaimana Proses dan Pelaksanaan pelimpahan wewenang dokter kepada perawat di Ruang Rawat Inap Non Bedah Penyakit Dalam RS X Padang Padang. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik Purposcive sumpling 7 partisipan Proses analisis metode analisis menurut creswell. Hasil penelitian ditemukan 2 tema dengan 4 sub tema Tema, Proses Pelimpahan Wewenang Dokter kepada Perawat dengan 2 sub tema : dokter memberikan order secara tertulis, dokter memberikan order via telpon, tema 2 Pelaksan tindakan pelimpahan wewenang dengan 2 sub tema : perawat melaksanakan tindakan pelimpahan secara mandiri tanpa di dampingi, perawat didampingi oleh dokter apabila ada kesulitan. Diharapkan dikeluarkan SPO tertulis proses dan pelaksanaan pelimpahan kewenangan dokter kepada perawat dan perlunya penetapan tindakan yang dilakukan secara mandiri dan secara pendampingan. Kata Kunci : Kewenangan Dokter, Pelimpahan, Perawat, Proses
Penyuluhan Tentang Self Managemen Pada Pasien Diabetes MellitusTipe II Yessi, Hilma; Asmaria, Mike; Anggita, Kheniva Diah; Hasmita, Hasmita; Armalini, Rika
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i1.1364

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada pasien Diabetes Mellitus Tipe II mengenai pentingnya self-management dalam pengelolaan diabetes. Penyuluhan ini dilakukan melalui pendekatan edukasi yang sederhana dan interaktif, mencakup materi tentang pola makan sehat, pentingnya olahraga teratur, cara memonitor gula darah, serta pengelolaan stres yang dapat memengaruhi kesehatan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan teknik-teknik untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan pemeriksaan rutin. Hasil pengabdian didapatkan Sebagian besar responden yaitu 25 (75.8%) berada pada usia rentang 45-59 tahun. Lebih dari separuh responden yaitu 19 (57.6%) memiliki pengetahuan tinggi. Lebih dari separuh responden yaitu 22 (66.7%) memiliki dukungan yang tinggi. Lebih dari separuh responden yaitu 23 (69.7%) memiliki efikasi diri tinggi. Lebih dari separuh responden yaitu 22 (66.7%) memiliki self manajemen dengan kategori baik. Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara usia, pengetahuan, dukungan keluarga dan efikasi diri dengan Self Management pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Desa Pauh Timur tahun 2024. Saran diharapkan responden dapat mengedukasi management perawatan untuk dilakukan secara mandiri dan teratur oleh penderita DM sehingga dapat menurunkan prevalensi diabetes mellitus tipe 2 di Desa Pauh Timur Wilayah Kerja Puskesmas Pariaman Tahun 2024.
PENATALAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG MARWA RUMAH SAKIT AISYIYAH PARIAMAN Marni, Linda; Asmaria, Mike; Hasmita, Hasmita; Armaita, Armaita; Yessi, Hilma; Milatama S, Thessa Ribka
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i1.1863

Abstract

Peningkatan prevalensi Chronic Kidney Disease (CKD) saat ini merupakan masalah kesehatan yang  sangat penting. Sekitar 78,8% dari pasien gagal ginjal kronik di dunia menggunakan terapi dialisis untuk kelangsungan hidupnya. Tujuan Ppenelitian yaitu memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit ginjal kronis secara komperhensif. Metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, dengan sampel 1 pasien di Ruang Marwa Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman. Hasil penelitian Klien mengeluh pusing, demam yang naik turun, serta mual disertai muntah, dan diare selama 3 hari, klien mengatakan merasa lemas dan lutut terasa kesemutan, kedua kaki bengkak, penurunan BAK , konsistensi warna kuning pekat cenderung kemerahan, tidak nafsu makan. Ditemukan 5 diagnosa yang ditegak kan yaitu Hipervolemia, Perfusi perifer tidak efektif, Defisit Nutrisi, Gangguan integritas kulit, Ansietas. Pada penelitian ini gangguan pertukaran gas tidak dapat diangkat karena tidak ditemukan tanda dan gejala seperti edema paru, bunyi napas tambahan, dan tidak ada data penunjang laboratorium, pola nafas tidak efektif tidak dapat diangkat karena tidak ditemukan tanda dan gejala pada klien seperti nafas tambahan, kesulitan untuk bernafas, melakukan alat bantu nafas. Dan yang terakhirnya yaitu intoleransi aktivitas tidak dapat diangkat diakibatkan klien masih bisa berjalan dengan pelan-pelan dibantu oleh keluarga dan mampu untuk duduk sendiri. Hasil evaluasi  belum teratasi di karenakan klien meminta pulang sebelum selesainya perawatan di Rumah Sakit. Keywords:  asuhan, keperawatan, pasien, chronic kidney disease
PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI DENGAN MEDIA VIDEO PADA MURID SDN 6 KAMPUNG PANSUR Warman, Anses; Arnetty, Arnetty; Ifitri, Ika; Eriyati, Eriyati; Edrizal, Edrizal; Sari, Putri Minas; Novera, Milya; Ajani, Anggra Trisna; Yessi, Hilma
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2576

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut perlu diperhatikan untuk meningkatan derajat kesehatan yang optimal, salah satunya dengan menyikat gigi. Media video bermanfaat dalam penyuluhan karena dapat menampilkan gambar bergerak yang esensial untuk pembelajaran. Tujuan penelitian ini mengatahui pengetahuan menyikat gigi sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media video pada murid di SDN 06 Kampung Pansur  Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu praeksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Rancangan one group pretest posttest hasil perlakuan dibandingkan dengan sebelum diberi perlakuan. Populasi penelitian murid berumur 10-14 tahun. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi. Pengumpulan data dengan membagikan kuesioner pengetahuan menyikat gigi dan video penyuluhan menyikat gigi. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian pengetahuan menyikat gigi sebelum penyuluhan dengan media video didapatkan kriteria baik 32,8%, kriteria cukup 45,9% dan kriteria kurang 21,3%. Sesudah penyuluhan dengan media video didapatkan hasil kriteria baik 95,1%, kriteria cukup 4,9% dan tidak ada untuk kriteria kurang. Kesimpulan penelitian menunjukan perbedaan pengetahuan menyikat gigi lebih baik setelah diberikan penyuluhan dengan media video. Disarankan responden dengan kriteria cukup untuk meningkatkan pengetahuan menyikat gigi, bentuk sikat, pasta gigi, teknik menyikat gigi dan mengaplikasikan pengetahuan  menyikat gigi di kehidupan sehari-hari.Kata kunci : Pengetahuan, intervensi kesehatan ; gigi dan mulut ; menyikat gigi