p-Index From 2021 - 2026
13.886
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Teologi Berita Hidup Manna Rafflesia SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Jurnal Teologi Praktika Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Jurnal Kadesi : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Predica Verbum TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Shema : Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Pistis: Teologi dan Praktia Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen
Paulus Kunto Baskoro
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Published : 111 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Konektifitas Peran Orang Tua dalam Memuridkan Anak: Biografi Timotius Menurut 2 Timotius 1:5 Baskoro, Paulus Kunto
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.262

Abstract

Other than church, the family is the main place of discipleship for young Christians in realizing their spiritual growth so that they grow up and are ready to face the challenges of life in today's modernization era. By using a descriptive qualitative approach and literary study methods, this research aims to answer several  questions about how young people in this modern era can be properly discipled both in the church and in the family. Parents should involved an important role in discipleship of children whom God has entrusted to them so that they become a generation that fulfills God's call. So that the purpose of discipleship is achieved where these young people become mature in personality, spirituality and morality so that they do not easily fall into negative things that do not glorify the name of God.This article will provide an understanding of how parents as the main responsible for making disciples of their children can synergize or cooperate with the youth leaders whom the Lord also uses in guiding their spiritual younger siblings. And in the end, the implementation of discipleship of young people will be something good if done together. AbstrakSelain gereja, keluarga merupakan tempat utama pemuridan bagi anak-anak muda Kristen dalam mewujudkan pertumbuhan rohani mereka sehingga bertumbuh dewasa dan siap menghadapi tantangan kehidupan di era modernisasi saat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta  metode studi literatur, maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang bagaimana anak-anak muda di era serba modern ini dapat dimuridkan dengan benar baik dalam gereja mau pun di dalam keluarga. Orang tua seharusnya berperan penting dalam melakukan pemuridan terhadap anak-anak yang Tuhan sudah percayakan kepada mereka sehingga menjadi suatu generasi yang menggenapi panggilan Allah.  Sehingga tujuan dari pemuridan pun tercapai dimana anak-anak muda ini menjadi dewasa dalam kepribadian, kerohanian dan moralitas sehingga tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif yang tidak memuliakan nama Tuhan. Penelitian ini akan memberikan pengertian bagaimana orang tua sebagai penanggung jawab utama dalam memuridkan anak-anak mereka dapat bersinergi atau bekerja sama dengan para pemimpin kaum muda yang Tuhan juga pakai dalam membimbing adik-adik rohani mereka. Dan pada akhirnya dalam implementasi pemuridan terhadap anak-anak muda akan menjadi sesuatu yang baik jika dikerjakan bersama-sama. 
Peran Orang Tua dalam Mengoptimalkan Kecerdasan serta Kehidupan Spiritual Anak Menurut Amsal 1:7 Udam, Geissler; Baskoro, Paulus Kunto
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v3i2.74

Abstract

Abstract: The role of parents is very important in a child growth perioed, both spiritually and physically. Often Christian families are not serious about educating their children. Currently, many families focus more on work and ignore their children’s education. Children’ education is handed overe to household assistants of children grow up on their own without God’s direction. In fact, the role of parents is very important fos children’s spiritual growth, especially in children’s intelligence and maturity. Because children are the successors of the family, church and nation. Educational attiention to children is very important. The author uses the basis of the Book of Proverbs as part of examining the role of parents in educating children. This research was conducted using descriptive qualitative methods. Namely research that focuses on exploring data from library soutces. The aim of this research is First, to explain how important the role of parent is in children’s education. Second, examine the role of parents in educating children according to The Book of Proverbs. Third, implementing the role of parents for today’s children in optimizing children’s intelligence and spiritual life. Abstrak: Peranan orang tua sangatlah penting dalam masa pertumbuhan seorang anak, baik dalam pertumbuhan secara rohani dan jasmani. Seringkali keluarga Kristen tidak serius dalam mendidik anak mereka. Saat ini banyak keluarga lebih befokus kepada pekerjaan dan mengabaikan pendidikan anak. Pendidikan anak diserahkan kepada asisten rumah tangga atau anak-anak bertumbuh sendiri tanpa arahan orang Tuhan. Padahal peran orang tua, sangat penting bagi pertumbuhan kerohanian anak, terutama dalam kecerdasan dan kedewasaan anak. Sebab anak adalah penerus keluarga, gereja dan bangsa. Perhatian pendidikan kepada anak sangat penting. Penulis menggunakan dasar Kitab Amsal sebagai bagian mengkaji peranan orang tua dalam mendidik anak. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskritif. Yaitu penelitian yang berfokus menggali data dari sumber-sumber pustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, menjelaskan betapa penting peranan orang tua dalam pendidikan anak. Kedua, mengkaji peranan orang tua dalam mendidik anak menurut Kitab Amsal. Ketiga, mengimplementasikan peranan orang tua bagi anak-anak masa kini dalam mengoptimalkan kecerdasan dan kehidupan spiritual anak.
Kualitas Kedewasaan Rohani serta Implementasinya bagi Jemaat di Abad ke 21: Kajian 2 Petrus 1:3-11 Baskoro, Paulus Kunto; Hutapea, Orlando
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/teleios.v4i1.97

Abstract

Abstract: Spiritual maturity is an important part of a believer's spiritual life. There are quite a few Christians who have been going to church for a long time but their spiritual condition is still childish, and there are even quite a few church administrators or church servants who, even though they are actively involved in the church, are still often disappointed and hurt. A healthy spiritual life must also experience healthy growth. Spiritual maturity should be an important point since a person experiences repentance and new birth. So that you become a Christian who has the maximum quality of spiritual maturity. This will be studied based on 2 Peter 1:3-11. This research uses descriptive qualitative methods. The aim of this research is First, to find the principles of the quality of spiritual maturity in 2 Peter 1:3-11. Second, the principles of the quality of spiritual maturity can be implemented in the lives of believers today. Third, the quality of maturity of believers grows rapidly and becomes an important part of the process of spiritual life. So, everything experienced by every believer can have a greater impact on personal life and God's church, so that the character of Christ becomes real.Abstrak: Kedewasaan rohani menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual orang percaya. Tidak sedikit orang Kristen, yang sudah lama ke gereja tetapi keadaan rohaninya masih kekanak-kanakan bahkan tidak sedikit pengurus gereja atau pelayan gereja yang meskipun terlibat aktif di dalam gereja namun masih sering kecewa dan sakit hati. Kehidupan rohani yang sehat haruslah mengalami pertumbuhan yang sehat pula. Kedewasaan rohani hendaknya menjadi point penting sejak seseorang mengalami pertobatan dan kelahiran baru. Sehingga menjadi orang Kristen yang memiliki kualitas kedewasaan rohani yang maksimal. Hal ini akan dikaji berdasarkan 2 Petrus 1:3-11. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, menemukan prinsip-prinsip kualitas kedewasaan rohani dalam 2 Petrus 1:3-11. Kedua, prinsip-prinsip kualitas kedewasaan rohani dapat diimplementasikan dalam kehidupan orang percaya masa kini. Ketiga, kualitas kedewasaan orang percaya menjadi bertumbuh pesat dan menjadi bagian penting dalam proses kehidupan rohani. Jadi dari semua dialami oleh setiap orang percaya dapat lebih berdampak bagi kehidupan secara pribadi dan gereja Tuhan, sehingga karakter Kristus menjadi nyata.
Implementasi Logis Pengenalan akan Kristus dalam Analisis Filipi 3:7 Paulus Kunto Baskoro; Yabes Yabes
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 1 (2023): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.106

Abstract

Many are found nowadays as believers who are lukewarm or not severe and leave God. The correct introduction to the Lord Jesus is the basis of the life force of every believer. Believers do not only focus on Christian religious rituals. Every believer must discipline himself to live and know God correctly so that his life can grow spiritually and mature in Christ. The research will discuss how far the impact is on the believers whose lives know God with complete sincerity compared to believers who only ordinarily follow Jesus. The method used in this research is descriptive qualitative with a library research approach. The conclusions in this study provide an essential basis for living as a believer knowing the Lord Jesus so that it becomes a solid basis for becoming spiritually mature and can have a strong discipleship impact on other believers.
Karakteristik Pemimpin Menurut 2 Timotius 2:22-25 dan Implementasinya Bagi Pemimpin Komsel Di Gereja Eben Haezer Community Church, Semarang Tilaar, Bonny Bruce; Baskoro, Paulus Kunto; Arifianto, Yonatan Alex
Hymnos: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Vol. 1 No. 2 (2025): Hymnos: Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64533/hymnos.v1.i2.12

Abstract

The life characteristics of the cell group leader are very important for the church because if the life characteristics of the cell group leader are not good, it will have a negative impact on the spiritual growth of the cell group members being shepherded. But the problem is why it is difficult for South Seoul to develop, some even go dormant or actually die, it really depends on the leader of the South Seoul. Therefore, it is hoped that church leaders can provide new work to answer this problem so that the cell can continue to develop and even multiply, so that the church will become stronger.  The method that will be used in writing this paper is a qualitative research method, with descriptive research stages using a library approach or literature study. The aim of this research is First, to find the characteristics of South Korean leaders according to 2 Timothy 2:22-25. Second, implementing the characteristics of leaders in the cell group at Eben Haezer Community Church, Semarang.
Peran Pelayanan Konseling Pastoral Terhadap Pernikahan Muda Demi Terwujudnya Hubungan Suami Istri Sesuai Dengan Efesus 5:22-33 di Jemaat GPSdI El-Bethel Malinau, Kalimantan Utara Rudy Bin Marthen; Paulus Kunto Baskoro
Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika Vol. 22 No. 1 (2022): Vol. 22 No. 1 (2022): Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan masa kini sedang menghadapi problem serius dalam sebuah hubungan Orang-orang bertahan di dalam pernikahan, seburuk apapun hubungan yang mereka miliki. Hubungan suami dan isrti merupakan sebuah hal yang serius disinggung dalam Surat Paulus di kitab Efesus 5:22-33 karena ini merupakan simbol dari hubungan antara Kristus dan jemaat. Pernikahan muda kebanyakannya tidak bisa dipertahankan karena kurangnya pengetahuan dan pengertian tentang langkah-langkah selanjutnya terhadap pernikahan itu. Penulis menemukan masalah ini, peran pelayanan konseling pastoral terhadap pernikahan muda tersebut hanya dilaksanakan pada waktu bimbingan pranikah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prinsip-prinsip hubungan suami istri menurut Efesus 5:22-33 dan penerapannya dalam konseling pastoral pernikahan muda di Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia El-Bethel Malinau, Kalimantan Utara.
Multiplikasi Murid sebagai Dasar Pendirian Jemaat Baru Menurut 2 Timotius 2:2 Suwondo, Victorio Emmanuela Sammy; Dewantari, Shinta; Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Lentera Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v5i1.456

Abstract

This study examines the principle of disciple multiplication as a theological foundation for establishing new congregations based on 2 Timothy 2:2. The main issue addressed is the tendency of contemporary churches to prioritize structural growth over spiritual growth through reproductive discipleship. This research employs a qualitative theological approach using biblical exegesis and missiological analysis. The findings indicate that the layered transmission of faith taught by Paul to Timothy provides a biblical foundation for healthy and sustainable church growth. Disciple multiplication is not merely a ministry strategy but the very essence of the church’s mission, producing new faith communities through continuous processes of spiritual transformation.The important thing in this principle is that the discipleship that is carried out will have an impact on the disciples produced for the establishment of new congregations.AbstrakPenelitian ini mengkaji prinsip multiplikasi murid sebagai dasar teologis bagi pendirian jemaat baru berdasarkan 2 Timotius 2:2. Permasalahan utama yang dikaji adalah kecenderungan gereja masa kini yang lebih menekankan pertumbuhan struktural dibandingkan pertumbuhan spiritual melalui pemuridan yang reproduktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif teologis dengan metode eksegesis biblika dan analisis teologi misi. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip pewarisan iman secara berlapis yang diajarkan Paulus kepada Timotius merupakan fondasi alkitabiah bagi gereja yang sehat dan berkelanjutan. Multiplikasi murid bukan sekadar strategi pelayanan, melainkan hakikat misi gereja itu sendiri, yang melahirkan komunitas iman baru melalui proses transformasi rohani yang terus-menerus. Hal penting dalam prinsip ini adalah pemuridan yang dilaksanakan akan membawa dampak murid yang dihasilkan bagi pendirian jemaat baru.
Eksistensi dan Karya Kristus menurut Surat Filipi 2:5-11 dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini Tabita Kustiati; Paulus Kunto Baskoro
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 6 No. 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.213

Abstract

There are several views on the existence of Christ among various groups and teachings in the world. The Holy Bible as the main guide for Christians states that Christ is God who took human form and died on the cross as the atonement for the sins of mankind. However, other religions as well as other beliefs such as some of the classical teachings of Judaism, Islam, or Jehovah's Witnesses do not recognize Christ as God. There are also some groups who think Christ was just an ordinary man. The real existence and work of Christ is God who was incarnated as a human in the flesh, humbled himself and died on the cross to atone for human sins, and rose on the third day. In the present, the existence and work of Christ can be illustrated by the example of true believers and the fellowship of believers. This paper was conducted using a literature study approach to evaluate the relevance of the chapter for the church today, showing how this view of the existence of Christ can be used to strengthen faith, increase obedience, and help the church spread the gospel. Through this paper, we will also examine how Christ's work can become a basic guideline and motivation to live according to Christ's will.Pandangan terhadap eksistensi Kristus bervariasi di antara berbagai kelompok dan ajaran di dunia.  Kitab Suci Alkitab sebagai panduan utama orang Kristen menyatakan bahwa Kristus adalah Tuhan yang mengambil rupa manusia dan mati di kayu salib sebagai penebus dosa umat manusia. Namun, agama-agama lain serta kepercayaan lain seperti beberapa ajaran klasik Yahudi, Islam, atau Saksi-saksi Yehuwa tidak mengakui Kristus sebagai Tuhan. Ada juga beberapa kelompok yang menganggap Kristus hanyalah seorang manusia biasa. Eksistensi dan karya Kristus yang sesungguhnya adalah Allah yang telah berinkarnasi menjadi manusia di dalam daging, dan telah merendahkan dirinya dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan bangkit di hari yang ketiga. Dalam masa kini, eksistensi dan karya Kristus dapat digambarkan dengan teladan orang percaya dan persekutuan orang percaya yang benar. Tulisan ini dilakukan dengan pendekatan studi pustaka untuk mengevaluasi relevansi pasal bagi gereja masa kini , menunjukkan bagaimana pandangan tentang eksistensi Kristus ini dapat digunakan untuk memperkuat iman, meningkatkan ketataatan, dan membantu gereja dalam penyebaran injil. Melalui tulisan ini juga akan dikaji bagaimana karya kristus dapat menjadi pedoman dasar dan motivasi untuk hidup sesuai dengan kehendak Kristus.
TINJAUAN TEOLOGIS "ANAKKU MILIK PUSAKAKU" MENURUT MAZMUR 127:3: IMPLEMENTASI PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK MASA KINI DI ERA 5.0 Baskoro, Paulus Kunto
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.286

Abstract

Keluarga merupakan lembaga pertama dalam dunia yang Allah bentuk, itu sebabnya keluarga menjadi tumpuan pertama bagi setiap kehidupan anak. Dalam kehidupan berkeluarga, anak menjadi hadiah indah yang melengkapi keutuhan keluarga sebab anak adalah anugerah dan berkat dari Allah sebagai upah dari hasil pernikahan. Orang tua memiliki tugas untuk mendidik anak sehingga anak dapat bertumbuh sesuai seperti apa yang diharapkan oleh orang tuanya. Dengan melihat bahwa anak itu sangat berharga dalam keluarga maka artikel ini bertujuan untuk menunjukkan peran orang tua dalam mendidik anak dengan benar berdasarkan makna teologis “anakku milik pusakaku” yang dikaji dari Mazmur 127:3. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menyelidiki berbagai literatur seperti buku, jurnal, atau kamus untuk menguraikan dan mendeskripsikan secara jelas peran orang tua dalam mendidik anak. Hasil yang ditemukan adalah bahwa peran orang itu meliputi Pertama, mengkaji konsep teologi kalimat “anakku milik pusakaku” menurut Mazmur 127:3. Kedua, menemukan prinsip penting makna “anakku milik pusakaku dari Mazmur 127:3 untuk diimplementasikan dalam pendidikan anak. Ketiga, peran orang tua dalam mendidik anak menjadi pribadi yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
ROLE MODEL KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF MENURUT SURAT 1 TIMOTIUS 3 DAN IMPLEMENTASI BAGI KEPEMIMPINAN GEREJA DI ERA 5.0 Paulus Kunto Baskoro
Manna Rafflesia Vol. 11 No. 2 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v11i2.490

Abstract

Leadership is central in God’s church. Whether or not God’s Church develops is an important study in leadership. Leadership becomes a force in making decisions that have a big impact on the progress of God;s church. Problems that arise are often due to the absence of good leadership role models in terms of exemplary life or effectiveness in performance. This results in several things being ineffective in the growth of God’s church. That is why is deemed necessary to examine leadership role models based on 1 Timothy 3 by finding the principles in them. The research method used is a descritiptive qualitative approach. The aim of this research is First, to explain universal leadership studies in the 5.0 era. Second, provide a theological study of leadership role models based on Letter 1 Timothy 3. Third, state the logical implementation for church leaders in the 5.0 era.