p-Index From 2021 - 2026
12.068
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Teologi Berita Hidup Manna Rafflesia SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Jurnal Teologi Praktika Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Jurnal Kadesi : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Predica Verbum TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Shema : Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ALUCIO DEI DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Pistis: Teologi dan Praktia Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen
Paulus Kunto Baskoro
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Published : 100 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Gaya Hidup Paulus Dalam Hal Berdoa: Studi Tematik Doa Menurut 1 Tesalonika Lumban Gaol, Rinaldi Frans Holong; Baskoro, Paulus Kunto; Gomulyo, Joseph Hendrik
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 5, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - April 2025
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v5i1.120

Abstract

The importance of prayer shows the quality of the believer's relationship with God and the quality of his spirituality. Prayer should be the main center for the life of a believer so that prayer is not a formality or routine of the believer's life but rather a close or intimate relationship with the Creator. This understanding needs to be straightened out through Paul's consistency in praying related to the letters he wrote, especially in 1 Thessalonians. Paul stated this as an important principle in the life of a believer. The author uses a descriptive qualitative method with a thematic approach through literature reviews related to the topic discussed. The purpose of this study is First, to state Paul's lifestyle about prayer according to 1 Thessalonians. Second, to implement a lifestyle of prayer in the lives of believers.AbstrakKeutamaan doa menunjukkan kualitas hubungan orang percaya dengan Tuhan dan kualitas kerohaniannya. Seharusnya doa menjadi sentral utama bagi hidup orang percaya sehingga doa bukan menjadi formalitas atau rutinitas hidup orang percaya melainkan terjalinnya hubungan yang erat atau intim terhadap Sang Pencipta. Pemahaman seperti ini perlu diluruskan melalui kekonsistenan Paulus dalam hal berdoa terkait surat-surat yang ditulisnya, terutama dalam 1 Tesalonika. Paulus menyatakan hal ini sebagai prinsip penting dalam kehidupan orang percaya.  Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tematik melalui literatur riview terkait topik yang dibahas. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, menyatakan gaya hidup Paulus tentang doa menurut 1 Tesalonika. Kedua, mengimplementasikan gaya hidup doa dalam kehidupan orang percaya.
Nilai-Nilai Internalisasi Pendidikan Kristen Menurut 2 Timotius 3:16: Implikasi Logis bagi Gereja Masa Kini di Era Dirupsi Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v7i1.734

Abstract

The world of education covers a very broad discussion. However, it is not uncommon nowadays that education is only seen from the perspective of the world of secular education and without, realizing that education in a church, the church will experience a spiritual decline in the congregation’s spiritual maturity. As this era advances, the church and the world of education should be able to work together to make big changes towards a better direction. Because basically Christian education is also centered on the Bible as well as the preaching of the Word in the church, which is studied according to 2 Timothy 3:16. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The purpose of this research is First, to examine important principles in Christian education based on 2 Timothy 3:16. Second, the church plays its function in Christian education for the entire congregation. Third, the entire congregation experiences Biblical spiritual maturity in Christian education.Dunia pendidikan mencakup pembahasan yang sangat luas. Namun tidak jarang pada masa sekarang ini pendidikan hanya dilihat dari segi dunia pendidikan sekuler saja dan tanpa disadari bahwa pendidikan juga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan gereja. Sebab tanpa adanya pendidikan dalam sebuah gereja, gereja tersebut akan mengalami kemerosotan kerohanian dalam kedewasaan rohani jemaat. Semakin maju zaman ini, sepatutnya gereja dan juga dunia pendidikan bisa berkerja sama guna untuk melakukan perubahan yang besar untuk menuju ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya pendidikan Kristen juga berpusat pada Alkitab demikian juga dengan pemberitaan Firman dalam gereja, yang dikaji menurut 2 Timotius 3:16. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskritif. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, mengkaji prinsip-prinsip penting dalam pendidikan Kristen berdasarkan 2 Timotius 3:16. Kedua, gereja memerankan fungsinya dalam pendidikan Kristen bagi seluruh jemaat. Ketiga, seluruh jemaat mengalami kedewasaan rohani secara Alkitabiah dalam pendidikan Kristen.
Pola Kurikulum Yang Terstruktur Sebagai Dasar Misi Menurut Matius 28:19-20 Di Gereja Morning Star Indonesia Kalauserang, Jimmy Piter; Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v7i2.909

Abstract

The great commission is a command that must be carried out. The Great Commission is not an optional recommendation or suggestion. So carrying out the Great Commission is proof for every Christian that they make Jesus God. Failure to carry out the Great Commission is one of the factors inhibiting church growth and failure to fulfill the great command of the Lord Jesus. Therefore, the church needs to think about how to overcome any obstacles that arise in implementing the Great Commission, where many churches do not yet have a curriculum pattern for implementing the Great Commission. A structured curriculum pattern is needed in implementing the great commission in accordance with Matthew 28:19-20. This research method is a descriptive qualitative method. The aim of this research is first, to examine the mission pattern in Matthew 28:19-20. Second, create a mission curriculum pattern that can be implemented in the church. Third, implementing the curriculum pattern obtained from Matthew 28:19-20 in today's church.
Nilai-Nilai Internalisasi Pendidikan Kristen Menurut 2 Timotius 3:16: Implikasi Logis bagi Gereja Masa Kini di Era Dirupsi Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v7i1.734

Abstract

The world of education covers a very broad discussion. However, it is not uncommon nowadays that education is only seen from the perspective of the world of secular education and without, realizing that education in a church, the church will experience a spiritual decline in the congregation’s spiritual maturity. As this era advances, the church and the world of education should be able to work together to make big changes towards a better direction. Because basically Christian education is also centered on the Bible as well as the preaching of the Word in the church, which is studied according to 2 Timothy 3:16. The method used in this research is a descriptive qualitative method. The purpose of this research is First, to examine important principles in Christian education based on 2 Timothy 3:16. Second, the church plays its function in Christian education for the entire congregation. Third, the entire congregation experiences Biblical spiritual maturity in Christian education.Dunia pendidikan mencakup pembahasan yang sangat luas. Namun tidak jarang pada masa sekarang ini pendidikan hanya dilihat dari segi dunia pendidikan sekuler saja dan tanpa disadari bahwa pendidikan juga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan gereja. Sebab tanpa adanya pendidikan dalam sebuah gereja, gereja tersebut akan mengalami kemerosotan kerohanian dalam kedewasaan rohani jemaat. Semakin maju zaman ini, sepatutnya gereja dan juga dunia pendidikan bisa berkerja sama guna untuk melakukan perubahan yang besar untuk menuju ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya pendidikan Kristen juga berpusat pada Alkitab demikian juga dengan pemberitaan Firman dalam gereja, yang dikaji menurut 2 Timotius 3:16. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskritif. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, mengkaji prinsip-prinsip penting dalam pendidikan Kristen berdasarkan 2 Timotius 3:16. Kedua, gereja memerankan fungsinya dalam pendidikan Kristen bagi seluruh jemaat. Ketiga, seluruh jemaat mengalami kedewasaan rohani secara Alkitabiah dalam pendidikan Kristen.
Pola Kurikulum Yang Terstruktur Sebagai Dasar Misi Menurut Matius 28:19-20 Di Gereja Morning Star Indonesia Kalauserang, Jimmy Piter; Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v7i2.909

Abstract

The great commission is a command that must be carried out. The Great Commission is not an optional recommendation or suggestion. So carrying out the Great Commission is proof for every Christian that they make Jesus God. Failure to carry out the Great Commission is one of the factors inhibiting church growth and failure to fulfill the great command of the Lord Jesus. Therefore, the church needs to think about how to overcome any obstacles that arise in implementing the Great Commission, where many churches do not yet have a curriculum pattern for implementing the Great Commission. A structured curriculum pattern is needed in implementing the great commission in accordance with Matthew 28:19-20. This research method is a descriptive qualitative method. The aim of this research is first, to examine the mission pattern in Matthew 28:19-20. Second, create a mission curriculum pattern that can be implemented in the church. Third, implementing the curriculum pattern obtained from Matthew 28:19-20 in today's church.
Refleksi Teologis Kitab Hosea Tentang Peran Tuhan Terhadap Kekudusan Baskoro, Paulus Kunto
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (April 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v1i1.2

Abstract

Holiness is a very serious matter before God and is not compromised at any price. Holiness is the most important part of a relationship between God and humans. However, it cannot be denied that because of sin, the quality of human holiness with God is destroyed. God cannot compromise sin. Sin severed man's relationship with God. Seeing how very important holiness is, it is necessary to seriously discuss the meaning of holiness before God. Because what is happening at this time, holiness has begun to fade with evidence of moral destruction and several principles of good life in the family, dating style, service standards and even in work, holiness is not a priority, because holiness remains the highest standard. Through descriptive qualitative method with literature study approach, it can be concluded that in order for people to believe in returning to the divine quality of life, that is, living in holiness according to God's heart. The book of Hosea becomes a reference for serious contemplation with the meaning of a holiness from the side of God's role. And the discussion of this context will focus on the theological understanding of the Book of Hosea by using the method of extracting literature and several sources of writings that strongly strengthen the theological concept. So that from exploring the theological concepts of God's role in the holiness of the Book of Hosea, we can get a reflection of life that holiness is the most important part in the standard of life forever. AbstrakKekudusan menjadi hal yang sangat serius dihadapan Tuhan dan tidak ada ditawar-tawar dengan harga apapun. Kekudusan menjadi bagian terpenting bagi sebuah hubungan antara Tuhan dengan manusia. Namun tidak bisa dipungkiri, karena dosa, maka kualitas kekudusan manusia dengan Allah menjadi hancur. Allah tidak bisa kompromi dengan dosa. Dosa membuat hubungan manusia dengan Allah menjadi terputus. Melihat betapa sangat pentingnya kekudusan, maka perlu dibahas secara serius arti sebuah kekudusan dihadapan Allah. Sebab yang terjadi saat ini, kekudusan sudah mulai luntur dengan terbuktinya kehancuran moral dan beberapa prinsip-prinsip kehidupan baik dalam keluarga, gaya pacaran, standart pelayanan bahkan dalam pekerjaan, kekudusan menjadi hal yang tidak diutamakan, sebab kekudusan tetap menjadi standart tertinggi. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dapat disimpulkan bahwa   supaya orang percaya kembali kepada kualitas hidup ilahi, yaitu hidup dalam kekudusan sesuai dengan hati Tuhan. Kitab Hosea menjadi acuan untuk perenungan secara serius dengan arti sebuah kekudusan dari sisi peran Tuhan. Dan pembahasan konteks ini akan difokuskan kepada pemahaman teologis dari Kitab Hosea dengan menggunakan metode  penggalian pustaka dan beberapa sumber penulisan-penulisan yang sangat menguatkan konsep teologisnya. Sehingga dari penggalian konsep-kosep teologis peran Tuhan dalam kekudusan dari Kitab Hosea, didapatkan refleksi kehidupan bahwa kekudusan menjadi bagian terpenting dalam standart kehidupan sampai selama-lamanya.
Perspektif Integritas Atas Finansial: Bendahara Tidak Jujur Menurut Lukas 16:1-18 Susanto, Budi; Baskoro, Paulus Kunto
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v5i1.160

Abstract

Financial integrity is important in everyday life, both in the context of education, work, family and spirituality. In the teachings of the Lord Jesus also emphasized the importance of the ability to manage finances well for Christians. One of God's teachings is found in the Gospel of Luke 16:1-18 regarding financial integrity, which is compared to a dishonest treasurer. This research aims to combine positive concepts that can be learned from the parable of the dishonest treasurer in Luke 16:1-18 with a focus on financial integrity in the teachings of Jesus and individual responsibility in managing finances. The research method used is a descriptive qualitative approach by interpreting literally and theologically to reveal the meaning of this parable. Priority in service to God is also emphasized, along with the principle of community in a financial context. The resume of this research emphasize the integration of religious values in financial management, while the practical implications include wise financial planning and the development of economic solidarity within the community.AbstrakIntegritas finansial merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pendidikan, pekerjaan, keluarga, maupun spiritualitas. Dalam ajaran Tuhan Yesus juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola keuangan dengan baik bagi orang Kristen. Salah satu ajaran Tuhan terdapat pada injil Lukas 16:1-18 berkaitan dengan integritas keuangan yang diperumpamakan dengan bendahara yang tidak jujur. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan konsep-konsep positif yang dapat dipelajari dari perumpamaan bendahara tidak jujur dalam Lukas 16:1-18 dengan fokus pada integritas keuangan dalam ajaran Yesus dan tanggung jawab individu dalam mengelola keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskritif dengan menafsirkan secara literal dan teologis untuk mengungkap makna perumpamaan ini. Prioritas dalam pelayanan kepada Tuhan juga ditekankan, seiring dengan prinsip komunitas dalam konteks finansial. Kesimpulan penelitian ini menekankan integrasi nilai-nilai agama dalam pengelolaan keuangan, sementara implikasi praktisnya mencakup perencanaan keuangan yang bijaksana dan pengembangan solidaritas ekonomi dalam komunitas.
Peranan Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI) dalam Menjangkau Jiwa di Marketplace: Sebuah Kajian Reflektif Yohanes 15:16 Marco Tanumihardja; Paulus Kunto Baskoro
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/9cs3zg07

Abstract

Abstract: The great commission ia an important task in the life of a believers. The great commissionos God’s desire. God longs for every tribe, people, nation, and language to know and accept the LordJesus as the only Savior, according to Matthew 28:19-20. The essence of the great commission is sothat everyone can know and accept the Lord Jesus as the only personal savior for each person, andobtain eternal life. Seeing this great importance, the authors see that the outreach to the soul amongthe Full Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) businessmen, even though they havebroad marketplace potential. The method used is descriptive literature method. This research willdiscuss effective methods of evangelism, so that evangelism is more effective and can applied in allages. The purpose of this writing is First, how important it is to outreach souls for those who don’tbelieve in Jesus. Second, the function of the Full Gospel Business Men’s Fellowship InternationalTeam, especially in West Java 2, can be maximized and many people are saved. Third, setting anexample in the management of the West Java FGBMFI regarding outtearch.Keywords: full gospel, soul, marketplace, John 15Abstrak: Amanat agung merupakan tugas yang penting dalam kehidupan orang percaya. Amanatagung adalah kerinduan Tuhan. Tuhan rindu agar setiap suku, kaum, bangsa dan bahasa dapatmengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, menurut Matius 28:19-20.Inti amanat agung adalah agar setiap orang dapat mengenal dan menerima Tuhan Yesus sebagaisatu-satunya juru selamat pribadinya masing-masing, dan memperoleh hidup kekal. Melihatpentingnya agung ini, penulis melihat belum maksimalnya penjangkauan jiwa dikalangan bisnismanFull Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI), padahal mereka memiliki potensimarketplace yang luas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Penelitian iniakan membahas tentang cara yang efektif dalam penginjilan, sehingga penginjilan lebih tepat gunadan dapat diaplikasikan dalam segala zaman. Tujuan dalam penulisan ini adalah Pertama, betapapentingnya penjangkauan jiwa bagi yang belum percaya Yesus. Kedua, fungsi Tim Full GospelBusiness Men’s Fellowship International, khususnya bisa maksimal dan banyak orang diselamatkan.Ketiga, memberikan keteladanan dalam kepengurusan FGBMFI Jabar tentang penjangkauan jiwa.Kata kunci: full gospel, jiwa, marketplace, Yohanes 15
Konsep Perceraian Suku Lani, Kabupaten Lanny Jaya Distrik Karu, Papua Ditinjau Dari Sudut Pandang Matius 19:1-12 dan Dampaknya bagi Pendidikan Anak dalam Keluarga Kristen Baskoro, Paulus Kunto; Yikwa, Abius
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 5, No 1 (2024): Christian Education and Christian Leadership (June 2024)
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v5i1.197

Abstract

Divorce is a problem that often occurs in the lives of Christians today. God himself hates divorce (Mal.2:16) because God unites man and woman into one flesh. Men and women as husband and wife are united in marriage (Gen. 2:24). But in reality, divorce occurs everywhere in the lives of Christians today. This research will focus on how to study divorce according to Matthew 19:1-12, which is viewed from the divorce incident that occurred in the Lani tribe, Papua. Especially in Papua, divorce cases tend to increase and their impact on children's education. Papuans with their different ethnic, cultural, linguistic and religious backgrounds are not free from the problem of divorce in the family. Divorce is carried out according to the culture of each tribe in Papua. According to the Central Statistics Agency (BPS) 2021, the highest divorce rate in Papua was recorded in the city of Sorong at 0.85% in 2021. Furthermore, in other districts in Papua there were divorces between Christians in the household. The method used is a descriptive qualitative method. The aim of this research is First, the important role of husband and wife in maintaining the quality of marriage. Second, the church is an important part of maintaining the integrity of marriage in the Lani tribe. Third, building a strong family for children's education in the family.AbstrakPerceraian merupakan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan orang Kristen pada masa kini. Tuhan sendiri membenci perceraian (Mal.2:16) karena Tuhan mempersatukan  laki-laki dan perempuan menjadi satu daging. Laki-laki dan perempuan sebagai suami istri satu ikatan dalam pernikahan (Kej. 2:24) Tetapi pada kenyataannya perceraian terjadi dimana-mana dalam kehidupan orang Kristen pada masa kini. Penelitian ini akan fokus bagaimana mengkaji perceraian menurut Matius 19:1-12, yang ditinjau dari peristiwa perceraian yang terjadi di suku Lani, Papua. Khususnya di Papua kasus perceraian cenderung meningkat dan dampaknya bagi pendidikan anak. Papua dengan latar belakang suku, budaya, bahasa dan agama yang berbeda-beda tidak terlepas dari masalah perceraian dalam keluarga. Perceraian dilakukan menurut budaya di suku masing-masing yang ada di Papua. Menurut Badan Pusat Statitik  (BPS) 2021 angka perceraian yang paling tinggi di Papua tercatat di kota Sorong 0,85%  pada tahun 2021. Selanjutnya kabupaten lain di Papua terjadi perceraian terhadap orang Kristen di dalam rumah tangga.  Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskritif. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, peran penting suami isteri menjaga kualitas pernikahan. Kedua, gereja menjadi bagian penting menjaga keutuhan pernikahan di suku Lani. Ketiga, membangun keluarga yang kuat bagi pendidikan anak dalam keluarga Kristen.
Pastoral Konseling Bagi Generasi Muda yang Sedang Menghadapi Depresi di Era Disrupsi Baskoro, Paulus Kunto; Nugroho, Widhi Arief; Arifianto, Yonatan Alex
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i2.554

Abstract

Depresi merupakan masalah psikologi yang sering dirasakan dalam kehidupan generasi muda di era disrupsi. Masalah ini akan berakibat fatal dalam kehidupan generasi muda. Generasi muda kehilangan semangat, kehilangan harapan, merasa tidak berguna dan akhirnya bunuh diri jika tidak segera ditangani. Faktor perundungan dan kesepian yang menjadi penyebab anak-anak muda mengalami depresi. Pastoral konseling memiliki peran penting dalam mengatasi masalah ini. Anak-anak tersebut harus ditangani di dalam pastoral konseling secara kontinyu. Firman Tuhan memberikan beberapa solusi penting untuk membawa setiap generasi muda bisa memiliki daya juang yang tinggi, sehingga lepas dari sebuah depresi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Tujuan dalam penelitian ini adalah Pertama, mengerti langkah-langkah praktis dalam sebuah pastoral konseling. Kedua, gereja dan orang tua memiliki cara yang efektif dalam menangani generasi muda yang sedang menghadapi depresi. Ketiga, generasi muda dapat sembuh dari depresi dan menjadi generasi muda yang tangguh.