Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Good Faith in Plantation Management Contract between PTPN V and Koperasi Nenek Eno Senamanenek Firdaus Firdaus; Ulfia Hasanah; Samariadi Samariadi
Dialogia Iuridica Vol. 14 No. 2 (2023): Vol. 14 No. 2 (2023): Dialogia Iuridica Journal Vol. 14 No. 2 Year 2023
Publisher : Faculty of Law, Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/di.v14i2.5569

Abstract

Good faith is fundamentals in every contract, without which a contract will find it difficult to achieve its goals. In 2019, through a contract made before a notary in the hall of Kampar Regent Office, Kooperasi Nenek Eno Senamanenek and PT. Perkebunan Nusantara IV start a new beginning after a long period of dispute over Senamanenek community’s customary land. The good faith in fulfillment of contract between KNES and PTPN V would affect the legal relationship between these two parties. For KNES, the realization of the clauses within the contract will affect senamanenek community who become the member of the cooperative. The contract object was a palm oil plantation owned by the cooperative member. This empirical legal study scrutinized the implementation of good faith in the contract between KNES and PTPN V By identifying the law and the effectiveness of legal principles in the community. It took place in Kampar Regency. Primary, secondary, and tertiary data were collected through interviews and literature review. This study concludes that the good faith has not been fully implemented in the contract between PTPN V and KNES due to legal and non-legal factors. Therefore, both parties are suggested to possess a good faith in all stages of the contract-making process, from the pre-contract, contract, and post-contract stages. They are also suggested to minimize factors inhibiting good faith in the contract.
Analisis Peran Dan Dampak Bantuan Hukum Oleh Lembaga Yayasan Harapan Riau Sejahtera Dalam Mewujudkan Keadilan Bagi Masyarakat Samariadi Samariadi; Maria Dwinoverine; Amelia Jelita Putri; Muhammad Firdaus Eriyan; Sarmauli Br Simamora; Tengku Falqih Muhammad Alif
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v2i1.639

Abstract

This research evaluates and enhances the effectiveness of legal aid provided by the Legal Aid Institution of the Yayasan Harapan Riau Sejahtera, which focuses on economically disadvantaged communities. The research methodology involves causal analysis, interviews, informal dialogues, and participatory observations. The author examines the case handling process, the sustainability of legal solutions, as well as client satisfaction and understanding. While the institution makes a positive contribution to access to justice, the research identifies implementation challenges. The evaluation encompasses case handling efficiency, resource availability, and efforts to improve legal understanding within the community. This study provides in-depth insights and recommendations to improve service effectiveness, with implications as a basis for changes in the legal aid institution and related stakeholders to optimize legal services for those in need.
Returning the Stolen Land (The Current Settlement of the Senamanenek Kampar Indigenous People with PT. Perkebunan Nusantara V) Firdaus, Firdaus; Hendra, Rahmad; Samariadi, Samariadi; Firmanda, Hengki
Jambe Law Journal Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Law, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/home.v6i2.316

Abstract

Conflicts over land between Senamanenek Indigenous Peoples of Kampar Regency and PT. Perkebunan Nusantara V has occurred since the early 1990. While national legislation acknowledges adat (customary) as a legitimate basis for rights, the current legal framework presents significant hurdles for communities seeking to assert their land claims based on adat rights. As an empirical legal research, this study tries to propose a new dispute resolution model to deal with the problem. This research found that government intervention as the owner of State-Owned Company capital determines the resolution of customary land disputes such as the PTPN V and Senamanenek Indigenous Peoples disputes. The settlement was carried out after receiving a presidential order and the United Indonesia Cabinet Limited Meeting results by returning the land and its contents from the PTPN V to the government. Then, the government hands over to individual Senamanenek Indigenous Peoples members who are issued certificates of ownership through the TORA mechanism.
KUKERTA: SOSIALISASI MEDIASI DAN PENETAPAN DESA MEDIASI DI DESA PULAU BIRANDANG KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Samariadi; Amaliyah Amrayni; Fauzan Akbar; Muhammad Laksmana Afiq; T. Syahfina Maharani; Gibaran Kelindan; Deanda Ramadhani; Dea Kristie Sihombing; Rafi Rayhan Alfarisi; Resi Yulisa Putri; Alessandra de Rionny
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 3 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v3i3.5763

Abstract

Mediasi melibatkan pihak ketiga yang netral, yang berperan sebagai mediator untuk membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai kesepakatan secara damai tanpa harus melalui proses litigasi yang panjang dan mahal. Dengan adanya sosialisasi mediasi di desa pulau birandang dapat memberi pemahaman kepada masyarakat tentang mediasi sengketa. Penyuluhan mediasi sengketa di desa Pulau birandang yang diselenggarakan oleh Dewan Sengketa Indonesia (DSI) bersama program Kukerta MBKM Fakultas Hukum Universitas Riau. Melihat kondisi banyak masyarakat desa yang belum mengetahui pentingnya mediasi dalam penyelesaian sengketa. Dewan Sengketa indonesia (DSI) serta bersamaan dengan program kerja Mahasiswa Kukerta MBKM Fakultas Hukum universitas Riau mengadakan sosialisasi mediasi di desa pulau birandang. Kegiatan ini juga dilakukan atas izin Pemerintahan desa serta Dosen Pembimbing lapangan Kata Kunci: Mediasi, Sengketa, Desa Pulau Birandang
Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat Melalui Kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Bantuan Hukum Di Dusun I Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar Samariadi Samariadi; Tibra Raradhini Armady; Radinka Syaqinah Adisty; Tita Felisha Sanjaya Putri; Satlah Indri Junita; Vebby Valentine; Dinda Kanya Dewi; Salsabilla Trisuci; Rahma Ardini; Rizky Ananda Hartanti Harahap
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4: Agustus 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i4.5128

Abstract

Kuapan Village has several legal problems that often occur, such as theft, juvenile delinquency, and credit fraud. In village communities, often when legal problems arise they are afraid to take the legal problem to court. There are several factors that cause people to be afraid, one of which is a lack of legal awareness. Legal awareness can be interpreted as the awareness of a person or group of people regarding the applicable rules or laws. Legal awareness is very necessary for a society. This aims to ensure that order, peace, tranquility and justice can be realized in interactions between people. With the existence of the KUKERTA student work program in the form of counseling on Law Number 16 of 2011 concerning Legal Aid, the aim is to create awareness and compliance with laws and regulations for society so that every member of society is aware of and appreciates their rights and obligations as citizens and can realize them in life. daily. This legal counseling was carried out in Kuapan Village, Tambang District, Kampar Regency.
TANGGUNG JAWAB PT. PELINDO MULTI TERMINAL TERHADAP KERUSAKAN BARANG PENGGUNA JASA DALAM KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN DUMAI Nurazilla; Hasanah, Ulfia; Samariadi
JURNAL HUKUM DAS SOLLEN Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Hukum Das Sollen
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/das-sollen.v10i2.3754

Abstract

Pelindo adalah suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mempunyai tugas untuk mengoperasikan dan pengelolaan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia dan juga mempunyai tugas pokok menyediakan dan mengusahakan jasa kepelabuhanan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana tanggung jawab PT. Pelindo Multi Terminal terhadap kerusakan barang pengguna jasa dalam kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Dumai; Bagaimana solusi penyelesaian ganti rugi yang dilakukan terhadap kerusakan barang pengguna jasa dalam kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Dumai. Dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tanggung jawab dan solusi penyelesaian ganti rugi terhadap kerusakan barang dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Dumai oleh PT. Pelindo Multi Terminal Branch Dumai. Metode penelitian ini menggunakan metode dengan sifat deskriptif yaitu mengambarkan secara jelas bagaimana tanggung jawab PT. Pelindo Multi Terminal terhadap kerusakan barang pengguna jasa dalam kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Dumai. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan kepustakaan, dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, tanggung jawab PT. Pelindo Multi Terminal Branch Dumai terhadap kerusakan barang dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat dengan batas-batas tanggung dalam pelaksanaan bongkar muat, yaitu perusahaan hanya bertanggung jawab terhadap keselamatan barang dalam proses bongkar muat dari kegiatan stevedoring, cargodoring, dan receiving/delivery; penyelesaian ganti rugi terhadap kerusakan barang dalam kegiatan bongkar muat akan diselesaikan dengan cara bernegosiasi antara para pihak terhadap nilai klaim yang akan dibayarkan.
Perbandingan Penyelesaian Perkara Persaingan Usaha Tidak Sehat Antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha Indonesia Dan Malaysia Competition Commission Dalam Menyelesaikan Perkara Persaingan Usaha Tidak Sehat Meisyalla, Ainon Sabrina; Firdaus, Firdaus; Samariadi, Samariadi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 1.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya perbedaan kewenangan dalam penanganan perkara persaingan usaha tidak sehat antara Indonesia dan Malaysia Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan membandingkan kewenangan serta praktik penggeledahan dan penyitaan yang dimiliki oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Indonesia dan Malaysia Competition Commission (MyCC) dalam menangani kasus persaingan usaha yang tidak sehat. Dalam era globalisasi ekonomi, penegakan hukum persaingan usaha yang efektif menjadi kunci utama dalam menjaga keadilan pasar dan mencegah praktek-praktek yang merugikan konsumen serta pesaing. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang kewenangan dan praktik yang dimiliki oleh lembaga antimonopoli dan persaingan usaha di berbagai negara menjadi sangat penting. Kedua lembaga, yaitu KPPU dan MyCC, didirikan dengan tujuan yang serupa, yaitu untuk melindungi kepentingan konsumen, memastikan persaingan usaha yang sehat, dan mencegah praktek-praktek yang merugikan persaingan. Namun, terdapat perbedaan dalam kerangka hukum dan kebijakan antimonopoli antara Indonesia dan Malaysia yang tercermin dalam kewenangan dan praktik penggeledahan dan penyitaan yang dimiliki oleh KPPU dan MyCC. Jenis penelitian ini dapat digolongkan ke dalam jenis penelitian hukum normatif yakni meneliti sejumlah peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengaturan unsur persamaan pada pokoknya yang selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan kronologis dari bagian-bagian yang diatur oleh peraturan tersebut. Yang dianalisis hanya pasal-pasal yang isinya mengandung kaidah hukum, kemudian dilakukan konstruksi dengan cara memasukkan pasal-pasal tertentu ke dalam kategori-kategori berdasarkan pengertian-pengertian dasar dari sistem hukum tersebut, atau disebut juga penelitian terhadap sistematik hukum. Hasil Penelitian Ini Terdapat Perbedaan Kewenangan Penyelesaian Perkara Persaingan Usaha tidak sehat dalam Menyelesaikan Perkara Persaingan Usaha tidak sehat. Perbedaan KPPU dan MyCC terletak pada cakupan kewenangan penggeledahan dan penyitaan yang dimiliki oleh kedua lembaga. MyCC memiliki kewenangan melakukan penggeledahan dan penyitaan dalam Mencari Bukti sedangkan KPPU tidak memiliki kewenangan dalam hal ini.
Kajian Hukum terhadap Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Limbah Pasar untuk Pembuatan Pupuk Kompos Samariadi Samariadi; Desi Marta Shelvyani; Safarudin Safarudin; Dwi Agustin; Dela Shelya Febrina; Elmi Yanti; Dian Putri Intana; Dinda Syafita; Dina April; Eksaudia Azumi Kezia; Mizi Kurniawan
Jurnal Pelayanan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Pelayanan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jpm.v1i3.487

Abstract

This journal looks at the legal concerns of managing natural resources by producing compost using a market-based method based on garbage. This study's primary goal is to evaluate the efficacy and compliance of the legal requirements controlling the use of market trash as a raw material for compost fertilizer. The study's findings indicate that there are several pertinent laws that offer a legal framework for market waste management, including the Environmental Law and government waste management rules. However, there are obstacles to the law's implementation and enforcement, such as a lack of knowledge among business actors and oversight flaws. To ensure sustainability and efficiency in managing market waste as a resource for making compost, this study also found that, despite the existence of existing regulations, regulatory updates and harmonization are still required. To maximize the environmental and economic benefits of market waste management, this research recommends improvements in regulations and law enforcement, as well as increased education and training for business actors.The results of the study indicate that the utilization of market waste for making compost has great potential in supporting organic farming and reducing the volume of waste that ends up in landfills. However, the implementation of this program requires a deep understanding of applicable regulations, as well as support from the government and the community. This article concludes that comprehensive legal-based waste management can improve the efficiency and sustainability of natural resource management, as well as have a positive impact on community welfare.
Implementasi Bantuan Hukum Litigasi dan Non Litigasi Melalui Lembaga Bantuan Hukum Universitas Lancang Kuning Samariadi Samariadi; Robert Libra; Desi Ratnawati.S; Anisa Bulqis Zahra; Dewi Angle Caroline; Kevin Zuchri; David Carlos Bakara
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 3 No. 1 (2024): Maret: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v3i1.3160

Abstract

Legal aid is a constitutional right for every citizen to ensure protection and equality before the law, as an effort to recognize Human Rights (HAM). Receiving legal aid is a manifestation of access to justice, which is the implementation of guarantees of legal protection and equality before the law. This principle is in line with the concept of legal aid which is related to the ideals of a welfare state. Legal aid also plays a significant role in the Criminal Justice System and the State Administrative Justice System as an integral part of protecting human rights for every individual, including the right to legal aid. This right is considered a very important right for every citizen, especially in the context of legal proceedings, especially criminal law and state administrative law, where the defendant cannot defend himself. The government has provided free legal aid for underprivileged people, but many are still not aware of this, causing them to feel that they are not supported by the government. This article details the realization of legal assistance related to both litigation and non-litigation cases related to the Lancang Kuning University Legal Aid Institute.
Empowering economic independence: POKDAKAN modernization and market integration in Tanjung Rhu Village, Pekanbaru City Ulfia Hasanah; Evi Deliana; Indra Lesmana; Selly Prima Desweni; Samariadi Samariadi; Afriani Nazara; Annisa Dwi Chandra; Dara Aiko Damantha; Dwi Liana Rahmayuni; Ika Sulistya Ningrum; M Prima; Prasiswi Ningsih; R Sadiah Maharani; Vito Oktariandi MK; Yulisa Rika Sari
Community Empowerment Vol 9 No 6 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.9881

Abstract

The "Mina Sari Jaya" Fish Cultivation Group (POKDAKAN) in Tanjung Rhu Village, Limapuluh District, Pekanbaru City, is undergoing an economic empowerment program aiming for group financial independence within RT 05 RW 06. This initiative combines legal and fisheries expertise to create a comprehensive community economic development strategy. The program offers training in digital marketing, fisheries business management, and legal aspects of running a business. As a result, the group has successfully developed and packaged processed catfish products like snacks and nuggets in standardized, attractive packaging, increasing market appeal. Additionally, these products are now available on online marketplaces like Shopee and Tiktok Shop, generating potential income for POKDAKAN members. Furthermore, the program facilitated the establishment of a formalized business entity for the farmer group, complete with a notarial deed and a deed of establishment.
Co-Authors ', Firdaus Ade Burju Roberkat Simanjuntak Afriani Nazara Ainon Sabrina Meisyalla Aisyani, Neirista Alessandra de Rionny Amaliyah Amrayni Amelia Jelita Putri Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ananda Eka Putri Andini Innayah Putri Anggie Andika Putri Anisa Bulqis Zahra Annisa Dwi Chandra Apsalina, Phalosa Dwi Athina Kartika Sari Br Panjaitan, Andra Wina Daffa Angri Renata Daffa, Baihaqqi Dara Aiko Damantha David Carlos Bakara Dea Kristie Sihombing Deanda Ramadhani Dela Shelya Febrina Desi Marta Shelvyani Desi Ratnawati.S Dewi Angle Caroline Dian Putri Intana Dina April Dinda Kanya Dewi Dinda Syafita Dini Cantika Putri Dirmansyah, Irud Dwi Agustin Dwi Liana Rahmayuni Eksaudia Azumi Kezia Elmi Yanti Ersya Putri Saujani Evi Deliana HZ Fadwa Hakim Fanya Ramadhina Fauzan Akbar Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Gabriella Dina Patricya Gibaran Kelindan Gita Delorvi Rajagukguk Greis Greis Gresiana Suyati Gurning Hengki Firmanda Ibrahim Syafiq Hakim Ika Sulistya Ningrum Imanuela, Sonya Maduma Indah Okvalita Indah Sari Indra Lesmana Jaizna, Muhammad Nabiel Julitriani Bitania Kevin Zuchri Kurniawan, Jupri Dwi Liafitridayani Liafitridayani M Prima Mahmud Hibatul Wafi Manik, Rahmat Gm. Maria Dwinoverine Meisyalla, Ainon Sabrina Mia Andini Mirza, Averroes Mizi Kurniawan Mudinillah, Adam Muhammad A. Rauf Muhammad Firdaus Eriyan Muhammad Laksmana Afiq Mumaddun Khaerudin Salami Mutmainah Mutmainah Nabila Indira Azarine Novriano, Rama Nurazilla Nurlaila Pungkassari Osha Putri Parawansa Pajar Aidil Akbar Permatasari, Mutiara Prasiswi Ningsih Putri, Megawati Putri, Shintia Novariani R Sadiah Maharani Radinka Syaqinah Adisty Rafi Rayhan Alfarisi Rahma Ardini Rahmad Hendra Rahmad Hendra Rahman, Azra Aulia Rahmat GM Manik Ramadhani, Fitria Laila Resi Yulisa Putri Rizky Ananda Hartanti Harahap Riznawara, Ihsan Rizqy Aredo Suhada Pratama Robert Libra Safarudin Safarudin safitri, fira Salsabilla Trisuci Sarmauli Br Simamora Satlah Indri Junita Selly Prima Desweni Setia Putra Setia Putra Setia Putra, Setia Silfia Kumala Dewi SITI AISAH Supaat, Dina Imam Syaifullah Yophi Ardiyanto T. Syahfina Maharani Tamana, Michelle Tedy Afriansyah Tengku Arif Hidayat Tengku Falqih Muhammad Alif Tibra Raradhini Armady Tita Felisha Sanjaya Putri Ulfia Hasanah ummah, kuntum khaira Vebby Valentine Vito Oktariandi MK Wafi, Mahmud Hibatul Winda Pertiwi Yulisa Rika Sari Yulisa, Farah Amalia Zikri Andrian Zikrilla Mayuli Hoppi