Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Ips Damar Kurung Berbasis Potensi Geohistoris Di Kabupaten Gresik Muhammad Kanugroho Novianto; Nuansa Bayu Segara; Nasution; Riyadi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran damar kurung yang merupakan kesenian Gresik yang dikombinasikan dengan potensi kewilayahan serta sejarah yang dimiliki oleh Gresik. Metode research and development (R&D) serta ADDIE yang merupakan model yang digunakan dalam penelitian ini. Teknis analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, berupa (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) kesimpulan/verifikasi digunakan pada penelitian ini, khususnya pada tahap analisis ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan, adanya potensi geohistoris Gresik yang dapat dimanfaatkan dan relevan dengan materi pembelajaran IPS, khususnya potensi kewilayahan yang meliputi wilayah pesisir, kawasan kars, dan sumber daya alam serta peristiwa sejarah yang telah berlangsung di Kota Gresik, yang berlangsung pada masa berkembangnya Hindu-Budha dan Islam. Potensi geohistoris tersebut, selanjutnya dikembangkan menjadi desain ilustrasi yang disajikan dengan bentuk kesenian damar kurung beserta dengan buku panduan penggunaan. Media yang dikembangkan kemudian melalui proses penilaian oleh validator dengan memperoleh nilai, yang mana dapat dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Pengembangan Media Video Dokumenter Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Pembelajaran IPS Materi Perkembangan Kehidupan Masyarakat Pada Masa Kerajaan Hindu-Budha) Rani Rahmadianti; Nasution; Niswatin; Riyadi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran perlu adanya alat bantu atau perangkat pembelajaran yang lebih kreatif dan juga inovatif. Guru sebagai fasilitator di dalam kelas diharapkan menciptakan sebuah pembelajaran yang menyenangkan. Dengan begitu dengan ketertarikan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, maka hasil belajar akan meningkat. Sehingga penggunaan media yang lebih kreatif dan inovatif ini sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yang praktis dan layak yang mana nantinya dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Media pembelajaran tersebut berupa video dokumenter dengan materi perkembangan kehidupan masyarakat pada masa kerajaan hindu-budha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Media video dokumneter untuk meningkatkan hasil belajar siswa “sangat layak” digunakan dalam penelitian IPS berdasarkan penilaian oleh ahli media memperoleh presentase sebesar 82%, ahli materi 92% dan praktisi pendidik 88%. 2) Media video documenter “cukup efektif” untuk meningkatkan hasil belajar siswa berdasarkan hasil dari pretest - posttest melalui uji Paired Sample T-Test memperoleh hasil sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 yang artinya Ho dan Ha diterima Uji N-Gain dengan hasil 63.6% dengan kategori cukup efektif. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video Dokumenter, Hasil Belajar
INTEGRASI PEMIKIRAN KAWRUH JIWA KI AGENG SURYOMENTARAM DALAM PEMBELAJARAN IPS Mohammad Faizun Surya Rafli; Riyadi; Agus Suprijono; Niswatin
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan dan pembelajaran IPS yang ideal merupakan sebuah keniscayaan. Sejak bergemingnya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), gagasan untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran mulai mencuat kembali sebagai sarana pengembangan dan mengatasi permasalahan pendidikan maupun pembelajaran IPS. Permasalahan yang menjadi sorotan dalam pembelajaran IPS adalah rendahnya performa diri siswa, yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan dalam proses pembelajaran IPS, serta kurangnya variasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam pengembangan pendidikan dan pembelajaran IPS yang dalam penelitian ini, pemikiran filsafat Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram menjadi fokus integrasi. Hanya ada sedikit penelitian yang berfokus pada integrasi pembelajaran IPS yang menggabungkan unsur Kawruh Jiwa sebagai pengembangan pendidikan dan pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami relevansi pemikiran Kawruh Jiwa Ki Ageng dengan filsafat pendidikan modern sebagai landasan kurikulum pendidikan IPS, (2) mengetahui integrasi pemikiran Kawruh Jiwa Ki Ageng dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi dokumen/teks. Sumber data penelitian ini adalah sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik seperti literature review, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman. Serta untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori Adapun hasil penelitian ini mendapati bahwa Kawruh Jiwa memiliki relevansi dengan semua landasan filsafat pendidikan modern termasuk filsafat Ki Hajar Dewantara, serta Kawruh Jiwa juga dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPS, baik sebagai sarana perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran (integrasi pada model, metode, strategi), hingga evaluasi pembelajaran. ABSTRACT The necessity for ideal social studies education and learning is indisputable. Following the implementation of the Merdeka Curriculum (IKM), the concept of integrating local wisdom in learning has resurfaced as a strategy to address and overcome challenges in social studies education and learning. A salient issue in social studies education and learning is the underperformance of students, attributable to an imbalance in the learning process and a paucity of variety in teaching methods. This necessitates a paradigm shift towards innovation in the development of social studies education and learning. In this study, the concept of Kawruh Jiwa philosophy, as propounded by Ki Ageng Suryomentaram, is posited as a pivotal integrative framework. The paucity of research in this area is evident in the dearth of studies that integrate Kawruh Jiwa elements into the development of social studies education and learning. The present study aims to (1) understand the relevance of Ki Ageng's Kawruh Jiwa thinking with modern educational philosophy as the foundation of the social studies education curriculum, and (2) know the integration of Ki Ageng's Kawruh Jiwa thinking in social studies learning. The present study employs a qualitative research methodology, adopting a document/text study approach. The research utilises both primary and secondary sources as data sources. Data collection techniques employed include literature review, documentation, and in-depth interviews. The analysis of the data was conducted using interactive data analysis techniques proposed by Miles and Huberman. The results of this study indicate that Kawruh Jiwa is pertinent to all the foundations of modern educational philosophy, including the philosophy of Ki Hajar Dewantara. Furthermore, Kawruh Jiwa can be integrated into social studies learning, both as a means of learning planning, learning implementation (integration of models, methods, strategies), and learning evaluation.
Pengembangan Media Berbasis ICT: E-Book Scan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran IPS Brillianka Irly Sumardi; Sukma Perdana Prasetya; Katon Galih Setyawan; Riyadi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis ICT berupa E-Book SCAN yang digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ASSURE. Media E-Book SCAN dikembangkan menggunakan platform Carrd yang memuat ringkasan materi, video pembelajaran, dan soal evaluasi yang terhubung dengan Google Form. Subjek uji coba adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 15 Surabaya sebanyak 62 orang. Hasil validasi dari ahli materi dan media menunjukkan bahwa media ini layak digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penggunaan media tersebut. Oleh karena itu, media E-Book SCAN terbukti efektif untuk digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran IPS berbasis TIK.
Analisis Kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai Potensi sumber Belajar IPS dalam Kurikulum Merdeka zahrotun islamiyah; Nuansa Bayu Segara; Riyadi; Niswatin
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai potensi sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Trowulan, yang merupakan bekas pusat Kerajaan Majapahit, memiliki kekayaan situs sejarah seperti Candi Brahu, Candi Tikus, Gapura Wringinlawang, dan Museum Trowulan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru IPS, siswa, dan pengelola situs budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kawasan Trowulan memiliki potensi besar sebagai sumber belajar, pemanfaatannya dalam proses pembelajaran masih sangat terbatas. Hambatan utama adalah kurangnya integrasi dalam kurikulum, kendala administratif, serta kurangnya pemahaman guru terhadap strategi pembelajaran berbasis lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa peningkatan kolaborasi antara pihak sekolah dan pengelola situs budaya, serta penyusunan bahan ajar dan proyek pembelajaran berbasis lokal. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan kompetensi Profil Pelajar Pancasila seperti berfikir kritis, bernalar, kreatif, dan cinta budaya bangsa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme. Dengan demikian, kawasan Cagar Budaya Trowulan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga sumber belajar yang kaya nilai edukatif. Kata kunci: Cagar Budaya, Trowulan, Sumber Belajar, IPS, Kurikulum Merdeka ABSTRACT This study aims to analyze the Trowulan Cultural Heritage Area as a potential learning resource for Social Studies (IPS) within the implementation of the Merdeka Curriculum. The Merdeka Curriculum provides flexibility for teachers and students to develop contextual and environmentally-based learning. Trowulan, formerly the center of the Majapahit Kingdom, is rich in historical sites such as Brahu Temple, Tikus Temple, Wringinlawang Gate, and the Trowulan Museum, all of which can serve as educational resources. This research uses a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants include social studies teachers, students, and heritage site managers. The findings reveal that although Trowulan has significant potential as a learning resource, its actual use in educational activities remains minimal. Major obstacles include lack of curriculum integration, administrative barriers, and limited teacher understanding of place-based learning strategies. This research recommends enhancing collaboration between schools and site managers, and developing local-based teaching materials and learning projects. Through this approach, students are expected to develop key competencies of the Pancasila Student Profile, such as critical thinking, reasoning, creativity, and appreciation of national culture. The study also emphasizes the importance of cultural preservation as part of character education and nationalism. Thus, the Trowulan Cultural Heritage Area is not only a tourist attraction but also a valuable educational asset. Keywords: Cultural Heritage, Trowulan, Learning Resource, Social Studies, Merdeka Curriculum