Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

MOTIF PERCERAIAN PADA MASYARAKAT DESA WAWONDURU DAN DAMPAK TERHADAP PSIKOLOGI ANAK Syawaluddin, Muhammad; Hidayatullah, Syarif; Yunan Putra, Muh
NALAR: Journal Of Law and Sharia Vol 2 No 3 (2024): NALAR: Journal Of Law and Sharia
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/nlr.v2i3.114

Abstract

Fenomena perceraian di masyarakat terus mengalami peningkatan, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Wawonduru, Kabupaten Dompu. Perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan suami istri, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis yang serius terhadap anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif utama perceraian, menganalisis dampaknya terhadap psikologi anak, serta mengetahui pandangan masyarakat terhadap kasus perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap pasangan bercerai, anak-anak korban perceraian, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama perceraian di Desa Wawonduru meliputi faktor ekonomi, perselisihan dalam rumah tangga, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), masalah moral seperti berjudi dan mabuk-mabukan, serta perselingkuhan. Anak-anak korban perceraian mengalami tekanan emosional seperti kecemasan, kesedihan, dan rasa kehilangan. Pandangan masyarakat cenderung terbagi antara yang menyayangkan perceraian dan yang menerima perceraian sebagai jalan keluar terbaik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam menangani kasus perceraian, khususnya dalam melindungi hak dan perkembangan psikologis anak-anak yang terdampak.
Pembinaan Spiritualitas Ramadhan Bagi Kader Nasyiatul Aisyiyah di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima Zuhriyah, Nurul; Retnoningsih; Hidayatullah, Syarif
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): SEWAGATI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/sjpm.v4i1.126

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk peningkatan kualitas spiritual dan ibadah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda Muhammadiyah memberikan pembinaan yang untuk memperkuat spiritualitas para kader agar mereka mampu menjalani Ramadhan lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman para kader Nasyiatul Aisyiyah tentang bagaimana meningkatkan dan menjaga spiritualitas selama menjalani puasa Ramadhan. Kegiatan pembinaan ini dihadiri oleh 23 kader Nasyiatul Aisyiyah kecamatan Ambalawi pada tanggal 18 feberuari 2025. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, yang didalamnya terdapat diskusi dan diakhiri dengan tanya jawab. Hasil pengabdian menunjukkan Kader lebih memahami urgensi spiritualitas ramadahan, dengan peningkatan pengetahuan dan semangat ibadah pribadi serta kesiapan mental untuk menjalani Ramadhan dengan lebih baik,
PERBANDINGAN ANTARA PEMBAGIAN WARIS ISLAM DAN PEMBAGIAN WARIS ADAT (Studi Kasus Di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima) Miftahul Jannah, Putri; Hidayatullah, Syarif
NALAR: Journal Of Law and Sharia Vol 2 No 2 (2024): NALAR: Journal Of Law and Sharia
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61461/nlr.v2i2.104

Abstract

Sejarah hukum waris telah lama dikenal manusia, secara turun temurun manusia telah menurunkan harta miliknya kepada keturunannya. Syariat Islam telah menetapkan aturan waris dengan bentuk yang sangat teratur dan adil. Hukum kewarisan menduduki peranan yang penting di dalam hukum Islam, ayat Al-Qur’an mengatur hukum kewarisan dengan jelas dan terperinci. Metode penelitian ini menggunakan metode field research (penelitian lapangan) dengan tehnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitiannya diperoleh melalui interview atau wawancara, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan tehnik analisis data kualitatif Dari hasil analisis studi kasus ini, disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara pembagian hukum waris Islam dan pembagian hukum waris Adat. Pembagian harta waris Islam dan harta waris Adat di Desa Maria memiliki persamaan dan tidak ada perbedaan yakni sancu’u salemba atau sama dengan 1:2 yaitu perempuan 1 dan laki-laki 2.
THE ROLE OF BANK SYARIAH INDONESIAN (BSI) IN IMPROVING THE QUALITY OF LIFE OF FARMERS IN TOLOWATA VILLAGE, AMBALAWI DISTRICT, BIMA REGENCY Nuralfulailah Nuralfulailah; Rafiuddin Rafiuddin; Syarif Hidayatullah
JURNAL PROFIT Vol 9, No 1 (2025): Economic And Development
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/profit.v9i1.11144

Abstract

This study aims to examine the role of Bank Syariah Indonesia (BSI) in improving the quality of life of farmers in Tolowata Village, Ambalawi District, Bima Regency. The background of this study is based on the fact that the majority of the village community depends on the agricultural sector, but faces various obstacles such as limited access to capital, technology, and financial literacy. The presence of BSI as a sharia-based financial institution is a potential solution in empowering the economy of farmers through interest-free financing schemes, such as mudharabah, musyarakah, and qardhul hasan. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques are carried out through in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation studies, with data validation through source and method triangulation techniques. The main informants consist of farmers receiving financing, BSI employees, and local community leaders. Data are analyzed through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions and verification. The results of the study show that BSI not only provides fair and sharia-compliant financing access, but also provides financial training, technical assistance, and encourages the formation of community-based farmer institutions. This contribution has a significant impact on increasing farmers' income, productivity, and spiritual awareness. However, there are a number of obstacles faced by BSI in implementing the program, such as low Islamic financial literacy, limited infrastructure, weak farmer institutions, and lack of synergy with related parties at the local level. Thus, optimizing BSI's role in improving the quality of life of farmers requires a collaborative approach, strengthening local institutional capacity, and a sustainable strategy in Islamic financial education.
Kantika Ngara Practice: Marriage Validity under Islamic and Positive Law in Ambalawi Regency Local Wisdom Hidayatullah, Syarif; Zia Ulhaq, Muhammad; Fitriani
Hakamain: Journal of Sharia and Law Studies Vol. 4 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/hakamain.v4i2.1461

Abstract

This study examines the practice of Kantika Ngara in Ambalawi Subdistrict, Bima Regency, a local pre-marital tradition involving the symbolic adjustment of the bride’s and groom’s names, which is believed to bring harmony, prosperity, and blessings to married life. The purpose of this research is to describe the implementation of Kantika Ngara, analyze it from the perspectives of Islamic law and positive law, and assess the harmony between religious norms, state regulations, and local wisdom. This study employs a qualitative approach using normative and empirical methods. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using NVivo to identify key themes. The findings show that Kantika Ngara is practiced through symbolic methods such as counting name letters, interpreting names, observing palm lines, and measuring finger length as indicators of fortune. From the perspective of Islamic law, this tradition does not invalidate the marriage contract because the name adjustment is symbolic and does not affect legal identity. From the perspective of positive law, the practice does not cause administrative or legal problems since official identities remain unchanged. This study demonstrates that Kantika Ngara represents local wisdom that harmonizes religious values, state law, and community culture, contributing to discussions on legal pluralism and cultural accommodation
Analisis Dampak Perceraian Akibat Pernikahan Dini (Perspektif Psikologis, Sosiologis, Ekonomis) Khatimah, Husnul; Hidayatullah, Syarif
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v9i2.6525

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi fenomena sosial yang cukup tinggi di berbagai wilayah Indonesia dan sering kali berujung pada perceraian. Ketidaksiapan individu dalam aspek psikologis, ekonomi, dan sosial menjadi faktor utama yang memicu ketidakharmonisan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian akibat pernikahan dini melalui perspektif psikologi, ekonomi, dan sosiologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perceraian akibat pernikahan dini menimbulkan dampak psikologis berupa stres, depresi, dan trauma emosional; dampak ekonomi berupa kemiskinan dan ketergantungan finansial; serta dampak sosiologis berupa stigma sosial dan terganggunya struktur keluarga. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan pernikahan dini serta penguatan edukasi pranikah untuk menekan angka perceraian dan dampak sosial yang ditimbulkannya
PRAKTIK JUAL BELI BAWANG MERAH OLEH TENGKULAK DI TINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS DI DESA NARU KECAMATAN SAPE) Rizal Munawar; Ihwan P Syamsudin; Syarif Hidayatullah
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.1763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jual beli bawang merah oleh tengkulak di Desa Naru Kecamatan Sape dalam perspektif ekonomi Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya ketimpangan dalam praktik transaksi antara petani dan tengkulak yang berpotensi merugikan petani, seperti penentuan harga yang tidak seimbang, pengurangan timbangan, penggunaan sistem taksiran, serta penundaan pembayaran tanpa kejelasan waktu. Penlitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sumber data primer dari petani dan tengkulak serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum praktik jual beli telah memenuhi rukun jual beli dalam Islam, namun belum sepenuhnya memenuhi syarat sah transaksi karena masih mengandung unsur gharar (ketidakjelasan), tadlis (penipuan), dan ketidakadilan. Praktik pengurangan timbangan, sistem taksiran, serta penundaan pembayaran tanpa kepastian menunjukkan adanya penyimpangan dari prinsip kejujuran, keadilan, dan transparansi dalam ekonomi Islam. Dengan demikian, praktik jual beli bawang merah oleh tengkulak di Desa Naru belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
PENGUATAN PERAN DAKWAH MAJELIS TA’LIM AN-NUR DESA ROMPO KECEMATAN LANGGUDU KABUPATEN BIMA Irwan Irwan; Ade Rahman; Syarif Hidayatullah; Mei Indra Jayanti
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i1.761

Abstract

Majelis tak’lim sebagai lembaga lembaga pendidikan non formal berkembang pesat di indonesia. Baik di kota-kota besar maupun di desa pasti terdapat mejelis taklim yang kebanyakan didominasi perempuan terutama kaum ibu. Belakangan banyak ibu-ibu yang mengikuti pengajian menggunakan seragam yang sama dan menunjukan ciri khas majlis taklimnya masing-masing. Majelis taklim bukan hanya bergerak dalm bidang keagamaan saja melainkan juga dibidang sosial dan budaya. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai suatu proses penguatan peranan para ibu-ibu majelis ta’lim dalam melakukan dakwah Islam yang berbasis pada gerakan amar ma’ruf nahi munkar terhadap generasi perempuan terutama para remaja putri dalam kehidupan sosial masyarakat khusus di Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada saat pendampingan kegiatan KKN-PAR melalui pelaksanaan seminar dan FGD bersama pengurus majelis ta’lim An-Nur Desa Rompo Kecematan Langgudu. Pengabdian inipun berorientasi pada penguatan pemahaman Islam dan strategi dakwah bagai para ibu-ibu majelis Ta’lim An-Nur Desa Romo Kecamatan Langgudu, sehinggga diharapkan mampu mengambil peranan dalam pengembangan kehidupan Islami bagi para kaum perempuan khusnya Desa Rompo Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.
PERKEMBANGAN DAN EKSISTENSI HUKUM PIDANA ISLAM SEBAGAI SUMBER HUKUM DI INDONESIA Syarif Hidayatullah
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v1i2.206

Abstract

The Islamic Law not only the low which realize in religious context, but also it become the resource law in constitution partly or generally. In civil law it is still particularly and generally, meanwhile in criminal law it does not concern seriously. Although, there are many problems which need to solve with the new innovative low especially in criminal, so the resource of law must be already to create peace and good manners. In this paper, writer use the juridical historical approach, which study about how propagation of Islamic Law as the resource of criminal law (jinayah), and how it gives idea and concept which make criminal law in Indonesia more propagate. Finally, it so helpful to criminal law in Indonesia
NIKAH BAWAH TANGAN ATAS TUDUHAN ZINA (QADHAF) PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM DI KECAMATAN RASANA’E BARAT Syarif Hidayatullah
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v2i1.261

Abstract

Polemics regarding the lives of men and women were not only the matter of marriage and divorce, but also zina (fornication), which often causes problems in the community. This study explored the perspective of Bimaness regarding the concept of zina; and whether research anchored in the sociology of law gathered the data and empirical evidence in the field analyzed using phenomenological dan fungsional structural approaches. The empirical findings showed that, first, Bimanese community, as in Islam, regarded zina as cruel acts. Therefore, sanction was imposed on the fornicators to uphold ‘amarma’rufnahimungkar’ (enjoining good and forbidding wrong’ principle); second, the sanction imposed on the fornicators was somehow unregistered marriage. The sanction imposed was deemed to be a panacea for some people, while others regarded it as merely no more than just a sanction. For the former, such a sanction could generate deterrent effects: the perpetrator were ashamed of the society and family regarding their immoral acts and were compelled to be responsible. The reason for the latter to regard the sanction as a mere sanction was due to the illegal marriage status, an unregistered marriage pertaining to the state law. Thus, the marriage would not last longer, and the public could only impose, yet did not escort sanction.