Claim Missing Document
Check
Articles

The Effects of Physical Activity Numeracy, BMI Literacy, and Health Statistical Reasoning on Physical Fitness among Physical Education Students Suharti; Hendra Setyawan; Lalu Moh Yudha Isnaini; Sabariah; Eka Kurnia Darisman; Mulyono; Henri Gunawan Pratama
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13852

Abstract

Declining physical activity and lifestyle changes among physical education students may reduce physical fitness, while professional demands require them to design data-informed exercise programmes. This study aimed to analyses the effects of physical activity numeracy ability, BMI literacy, and health statistical reasoning on physical fitness among physical education students. Quantitative correlational survey design was employed. The sample comprised 133 physical education students selected purposively. Data were collected using four-point Likert-scale questionnaires, each consisting of 16 items for physical activity numeracy, BMI literacy, health statistical reasoning, and physical fitness. Item validity was examined using Pearson correlation analysis, showing that all items were valid with item–total coefficients above the critical r value, whereas Cronbach’s alpha coefficients ranged from 0.945 to 0.967. Data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlations, and multiple linear regression, preceded by classical assumption tests. The regression model was significant (R² = 0.573; p < 0.001). Partially, physical activity numeracy (β = 0.504; p < 0.001) and health statistical reasoning (β = 0.284; p = 0.031) had positive and significant effects on physical fitness, whereas BMI literacy showed no significant effect (β = −0.006; p = 0.956). These findings highlight the importance of reinforcing exercise numeracy and health statistical reasoning in physical education curricula to support the design, monitoring, and evaluation of evidence-based exercise programmes, thereby enhancing students’ physical fitness and their readiness as future PE teachers. Longitudinal and structural modelling studies are recommended to minimise multicollinearity and test mediation mechanisms among variables in Indonesian higher education settings.
Analisis tingkat kesiapan fisik melalui skrining tes aspek antropometri, kesehatan, kebugaran jasmani dan kebugaran keterampilan pada mahasiswa baru putri angkatan th. 2025 departemen PJKR-FIK Universitas Negeri Malang Nurrochmah, Siti; Lokananta Teguh Hari Wiguno; Gema Fitriady; Lalu Moh. Yudha Isnaini; Rajip Mustafillah R.; Sugiyanto; Fajar Raya Ferdinak K.B.; Nurrul Fadhilah Binti Abdullah
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2026): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v14i1/218

Abstract

Skrining kebugaran fisik ialah suatu alat esensial yang digunakan untuk mengevaluasi status kebugaran individu, mengidentidfikasi potensi resiko kesehatan dan dapat merancang serta mengelola intervensi latihan yang aman dan efektif yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan individu. Tujuan penelitian ini untuk menyediakan data empiris mengenai kesiapan fisik dan kesehatan mahasiswa baru khususnya mahasiswa putri departemen PJKR-FIK-UM. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif bersifat eksploratif yang menggambarkan suatu keadaan dan status subjek yang diteliti berdasarkan fakta hasil dari pengematan melalui parameter tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Baru angkatan 2025 Departemen Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang kelompok putri. Hasil penilaian menunjukkan bahwa intervensi kesehatan dan kebugaran harus berfokus pada peningkatan kapasitas fungsional dan komposisi tubuh serta mengoptimalkan aspek antropometri. Pada aspek kebugaran jasmani lebih homogen dengan tingkat KV sebesar 13,01% sedangkan data kebugaran keterampilan memiliki vaiasi yang besar dengan KV 19,95%. Kedua variabel tersebut menunjukkan data yang normal. Kesimpulan penguasaan kebugaran keterampilan yang baik mendorong mahasiswa untuk beraktivitas fisik sehingga dapat meningkatkan kondisi antropometri, kesehatan dan kebugaran jasmani.
Pelatihan Pembuatan Program Latihan dan Jasa Layanan Personal Trainer Lalu Mariawan Alfarizi; Lalu Moh Yudha Isnaini; Khaerul Anam
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.35

Abstract

Tujuan dari peggabdian ini adalah alternatif memberikan wadah dan menggali potensi yang ada untuk meningkatkan sdm dunia keolahragaan sebagai sebuah peluang bisnis. Metode Kegiatan penggabdian ini dilakukan menggunakan metode partisipatif, yaitu pendekatan yang berorientasi pada upaya peningkatan peran serta masyarakat secara langsung dalam proses pelaksanaan dilapangan terlebih masyarakat yang menyukai olahraga atau ingin menajadi pelatih pribadi/personal trainer Hasil kegiatan 100% kegiatan berjalan dengan baik sesuai rencana dan tanggapan dari peserta kegiatan ini sangat menarik dan memberikan kita penggetahuan tentang bagaimana desain program latihan serta jasa layanan. Harapan semoga kegiatan serupa bisa diadakan lagi.
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Andi Mulyan; Akhmad Muzakkir; Lalu Moh Yudha Isnaini; Baiq Siti Hajar
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.216

Abstract

Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah bagi Guru di Kota Mataram mendapat sambutan yang baik dari pengawas, kepala sekolah dan guru. Keadaan ini dapat dilihat dari kehadiran peserta yang hampir mencapai 86 Peserta terdiri seluruh guru dari sekolah dasar dan menengah di Kota Mataram. Pelatihan karya ilmiah dalam bentuk artikel dan buku dilanjutkan secara daring, dimana peserta mengirimkan artikel yang telah disusun lewat google form dan instruktur melakukan review sekaligus revisi jika diperlukan untuk mencapai target luaran dari kegiatan ini. Demikian laporan pengabdian ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan Penulisan Karya Tulis Ilmiah bagi Guru di Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan sebagai perwujudan atas tugas salah tau Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni bidang Pengabdian Masyarakat. Dalam kegiatan menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah dan buku ajar.
Pelatihan Wasit Tenis Meja Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Yudha Isnaini; Andi Mulyan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.218

Abstract

Tenis meja adalah salah satu cabang olahraga yang sudah mulai digemari di masyarakat oleh banyak kalangan di Indonesia. Hal ini terlihat banyaknya orang yang bermain tenis meja mulai dari anak-anak sampai veteran. Dilihat dari pertandingan, turnamen tenis meja mulai dari tingkat kelompok umur usia dini sampai kelompok veteran. Pertumbuhan dan perkembangan tenis meja nasional dewasa ini telah menunjukan tingkat kemajuan cukup berarti, perlu terus dijaga dan ditumbuhkembangkan lebih lanjut sehingga mampu berbicara secara lebih baik. Untuk itu perlu dukungan sepenuhnya dari setiap perangkat organisasi agar prestasi menyeluruh dari para pemain, official, dan penyelenggara setiap turnamen mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Perkembangan turnamen tenis meja di Nusa Tenggara Barat beberapa tahun terakhir ini sangat menunjukan peningkatan. Terbukti dengan banyaknya turnamen Tenis Meja dilaksanakan oleh klub-klub Tenis Meja. Hal ini terlihat dengan makin banyaknya kejuaraan tenis baik itu tingkat daerah Nasional maupun turnamen usia dini hingga veteran. Maka dari itu sangat dibutuhkan tenaga yang profesional untuk menjadi seorang wasit dalam memimpin pertandingan tenis meja. Untuk menjadi wasit perlu adanya pelatihan atau Penataran tingkat provinsi. Kegiatan meliputi “Pelatihan Wasit Tenis Tingkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat”. Kegiatan ini akan dilaksanakan di AULA Sangkareang Gubernur NTB. Penataran wasit tenis meja mendapatkan hasil yang sangat baik dari peserta. Peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta lisensi sebagai wasit tenis lisensi daerah bagi yang lulus. Sehingga mereka bisa menjadikan karir wasit tenis sebagai penghasilan dan menuju menjadi wasit Nasional atau Internasional.
Sosialisasi Olahraga Tonis Kepada Guru PJOK di Kota Mataram Hasbi Hasbi; Lalu Moh Yudha Isnaini
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.219

Abstract

Bermain dalam kehidupan manusia sudah menjadi bagian hidup yang terkadang sulit atau tidak bisa dilupakan atau ditinggalkan oleh pelakunya. Bahkan, kegiatan bermain oleh banyak orang sudah dianggap menjadi salah satu kebutuhan hidup, karena tidak hanya bagi anak-anak, tetapi orang dewasa dan orang tua pun merasa membutuhkan situasi dan aktivitas bermain dalam kehidupannya. Mereka merasa mendapatkan kesenangan atau kepuasan setelah melakukan kegiatan bermain, dapat menghilangkan kepenatan karena tugas-tugas dan pekerjaan, dan tidak sedikit yang merasakan mendapatkan kembali kesegaran jiwa dan raga. Program PKM dengan tema Sosialisasi Permainan Tonis Bagi Guru Pendidikan Jasmani di Mataram bertujuan untuk memperkenalkan permainan Tonis, Tonis merupakan cabang olahraga baru yang berasal dari Semarang Jawa Tengah. Hasil Pelatihan Tonis ini untuk meningkatkan guru pendidikan jasmani khususnya sekolah dasar dalam memahami permainan Tonis sehingga dapat menyebar luaskan ilmu dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan sejawatnya dan anak-anak didiknya.
Pelatihan dan Penataran Juri Binaraga di Nusa Tenggara Barat Andi Mulyan; Lalu Moh Yudha Isnaini; Baiq Siti Hajar
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.653

Abstract

Binaraga adalah salah satu cabang olahraga yang sudah mulai digemari di masyarakat oleh banyak kalangan di Indonesia. Hal ini terlihat banyaknya orang yang bermain berolahraga di tempat gym atau fitness mulai dari dewasa sampai veteran. Dilihat dari kejuaraan binaraga mulai dari tingkat kelompok Mens Pisque dan Kelas Binaraga. Pertumbuhan dan perkembangan Binaraga nasional dewasa ini telah menunjukan tingkat kemajuan cukup berarti, perlu terus dijaga dan ditumbuhkembangkan lebih lanjut sehingga mampu berbicara secara lebih baik. Untuk itu perlu dukungan sepenuhnya dari setiap perangkat organisasi agar prestasi menyeluruh dari para pemain, official, dan penyelenggara setiap turnament mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Perkembangan kejuaraan binaraga di Nusa Tenggara Barat beberapa tahun terakhir ini sangat menunjukan peningkatan. Terbukti dengan banyaknya kejuaraan binaraga dilaksanakan oleh klub-klub Binaraga. Hal ini terlihat dengan makin banyaknya kejuaraan binaraga baik itu tingkat daerah Nasional maupun turnamen Men Phsique. Maka dari itu sangat dibutuhkan tenaga yang profesional untuk menjadi seorang wasit juri dalam memimpin pertandingan Binaraga. Untuk menjadi wasit juri perlu adanya pelatihan atau Penataran tingkat provinsi. Kegiatan meliputi “Pelatihan Wasit Juri Tingkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat”. Hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan adanya adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan wasit juri binaraga.
Pengaruh Circuit Resistance Training terhadap Kapasitas Vital Paru Pada Pemain Bola Basket Lalu Mariawan Alfarizi; Hasbi Hasbi; Lalu Moh Yudha Isnaini
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2021): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v1i1.50

Abstract

Circuit resistance training dapat menghasilkan peningkatan kebugaran tubuh atau volume oksigen maksimal pemain. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan implikasi metode circuit resistance training terhadap kapasitas vital paru pemain. Penelitian ini termasuk eksperimental dengan rancangan randomized controled group pretest dan posttest design. Penelitian ini menggunakan populasi berjumlah 40 orang, dengan jumlah sampel kelompok perlakuan I adalah 20 orang diberikan circuit resistance training, kelompok kontrol adalah 20 orang. Tes yang digunakan adalah tes spirometer untuk mengukur kapasitas vital paru. Hasil dari penelitian ini circuit resistance training memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas vital paru. Circuit resistance training lebih efektif dari pada kelompok kontrol terhadap peningkatan kapasitas vital paru.
Exploring the psychological profile of rock climbing athletes participating in the Pekan Olahraga Nasional (PON) in West Nusa Tenggara: A psychometric analysis Isnaini, Lalu Moh Yudha; Hasbi; Purwanto, Didik; Suharti; Setiawan, Edi
Journal Sport Area Vol 8 No 2 (2023): August
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2023.vol8(2).12229

Abstract

Psychological factors are important factors in sports achievement. Psychological training programs in sports have been used in various fields to improve skills. This study uses survey with a test and measurement approach, a type of quantitative descriptive research. The subjects of this study were 8 rock climbing athletes. The instruments used were concentration, anxiety, and confidence. The results of the analysis obtained from the calculation of the psychological profile of the NTB rock climbing athletes are concentration with an average of 10.87, anxiety with an average of 19.50, motivation with an average of 115.87, and confidence with an average of 120.50. The weakest psychological indicator was concentration, while anxiety and self-confidence were average indicators. On the other hand, motivation was a strong point and was categorised as good. There were several limitations to consider in this study. First, this study focused on four psychological factors, namely concentration, anxiety, motivation, and self-confidence, while potentially neglecting other significant aspects of the psychological profile of the athlete. Second, there were only nine participants in the sample, limiting the generalizability of the results. Future research should surmount these limitations by incorporating a broader range of psychological factors and increasing the sample size to produce more exhaustive and representative results. The findings of this study highlight the significance of continuous mental training to enhance the performance of rock climbers. In addition, this study provides practitioners and researchers with a valuable resource for addressing issues related to an athlete's psychological well-being.
Sports as a Middle Way: a Philosophical Analysis of the Concept of Taoism (Wu Wei) in Physical Education Aprilius Bayu; Mu’arifin Mu’arifin; Lalu Moh Yudha Isnaini
Journal of Physical Education and Health Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Physical Education and Health Science
Publisher : CV. SAMODRA INSAN PENA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Physical education in practice is still heavily influenced by a competitive and performance-oriented paradigm, which often neglects the philosophical and humanitarian dimensions of the learning process. This situation has the potential to cause physical and psychological stress for students, thus suboptimally achieving the goal of physical education as a means of developing a holistic human being. Based on these issues, this study aims to analyze the relevance of the Wu Wei principle in Taoist philosophy as an alternative philosophical foundation for physical education in a modern pedagogical context. This study uses a qualitative approach with a library research design, which examines classic Taoist texts, particularly the Tao Te Ching, as well as various academic literature discussing the philosophy of education, physical education, and contemporary sports pedagogy. Data are analyzed through content analysis and a philosophical hermeneutic approach to interpret the meaning of Wu Wei and its implications for physical education learning practices. The results of the study indicate that the dominance of the competitive paradigm in physical education is correlated with the emergence of burnout phenomena, decreased motivation, and neglected mental well-being of students. Conversely, a learning approach that emphasizes movement awareness, balance, and non-competitive activities in line with the Wu Wei principle has the potential to strengthen humanistic values, improve psychological well-being, and create a more meaningful learning experience. This study concludes that the integration of Wu Wei principles can serve as an alternative philosophical framework for developing a more humanistic, balanced physical education that is oriented toward character building and harmony between body, mind, and environment.