Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Aplikasi Metarhizium spp. dan Ekstrak Serai terhadap Mortalitas Wereng Hijau (Nephotettix virescens) Penyebab Penyakit Tungro pada Tanaman Padi: Applications of Metarhizium spp. and Lemongrass Extract on the Mortality of Green Leafhopper (Nephotettix virescens), the Vector of Tungro Disease in Rice Plants Muh. Hadriansyah. T; Fenny Hasanuddin; Nining Triani Thamrin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 3 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i3.6453

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi yang tepat dari Metarhizium spp. dan ekstrak serai terhadap mortalitas wereng hijau. Penelitian dilaksanakan di greenhouse BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Aneka Umbi, Lanrang, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan April-Juli 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, terdiri dari P0: Aquades, P1: 10 gr Metarhizium spp./100 ml air, P2: 12,5 gr Metarhizium spp./100 ml air, P3: 100 ml ekstrak serai/1000 ml air dan P4: 125 ml ekstrak serai/1000 ml air, diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh total 15 unit percobaan yang terdiri 4 sampel masing-masing unit percobaan, sehingga terdapat 60 unit pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 12,5 gr Metarhizium spp./100 ml air memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap wereng hijau dengan mortalitas 100%, LT50 36 jam dan mematikan wereng hijau pada 2 HSA. The purpose of this study was to determine the effectiveness and appropriate concentration of Metarhizium spp. and lemongrass extract on green leafhopper mortality. The research was conducted in the greenhouse of BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Aneka Umbi, Lanrang, Sidenreng Rappang Regency, from April to July 2025. This study used a Completely Randomized Design with 5 treatments, consisting of P0: Aquades, P1: 10 g Metarhizium spp./100 ml water, P2: 12.5 g Metarhizium spp./100 ml water, P3: 100 ml lemongrass extract/1000 ml water and P4: 125 ml lemongrass extract/1000 ml water, repeated 3 times so that a total of 15 experimental units were obtained consisting of 4 samples for each experimental unit, so there were 60 observation units. The results of the study showed that the treatment of 12.5 g Metarhizium spp./100 ml water had a very significant effect on green leafhoppers with 100% mortality, LT50 36 hours, and killed green leafhoppers at 2 DAA.
MODEL KEMITRAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DISTRIBUSI BERAS KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG: Partnership Model in Improving Rice Distribution Performance in Sidenreng Rappang Regency Razak, Muhammad Rais Rahmat; Hakzah, Hakzah; Thamrin, Nining Triani; Mursalat, Aksal; Junaidi, Junaidi
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 1 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i1.450

Abstract

Beras merupakan komoditas strategis yang memainkan peran penting dalam ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi, sehingga pengelolaannya membutuhkan transparansi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Masalah distribusi beras yang tidak merata dan biaya distribusi tinggi masih menjadi tantangan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kemitraan yang melibatkan Majelis Ekonomi Perserikatan Muhammadiyah dalam meningkatkan kinerja distribusi beras. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk memodelkan hubungan antara koordinasi kemitraan, komitmen kemitraan, pembagian risiko, akses pasar, dan dukungan organisasi terhadap kinerja distribusi beras. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara mendalam dengan 75 petani yang bermitra dengan Majelis Ekonomi Perserikatan Muhammadiyah di Kabupaten Sidenreng Rappang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap variabel yang dianalisis, seperti koordinasi kemitraan, komitmen kemitraan, pembagian risiko, dan akses pasar, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja distribusi beras. Koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan meningkatkan efisiensi distribusi, sementara komitmen kemitraan memperkuat dukungan organisasi dan mengurangi biaya operasional. Pembagian risiko yang transparan mempercepat distribusi dan mengurangi ketidakpastian dalam rantai pasokan. Akses pasar yang lebih luas memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi dan memungkinkan distribusi beras lebih cepat dan stabil. Penting untuk memperkuat kemitraan antara pemangku kepentingan dan meningkatkan infrastruktur serta akses pasar untuk efisiensi distribusi beras.
Good Governance: Patterns of Rice Distribution in Improving Commerce through the Role of the Economic Assembly of Muhammadiyah Association of Sidenreng Rappang Regency Razak, Muhammad Rais Rahmat; Hakzah, Hakzah; Mursalat, Aksal; Thamrin, Nining Triani; AR, Trisnawaty
International Journal of Agriculture System VOLUME 12 ISSUE 1, JUNE 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijas.v12i1.5609

Abstract

Rice is the main staple food in Indonesia, and Sidenreng Rappang District contributes significantly to rice production in South Sulawesi Province. However, rice distribution in this area faces significant challenges, including long marketing channels and high marketing margins, which disadvantage farmers. The Muhammadiyah United Economic Assembly plays an important role in optimizing distribution channels, providing access to financing to farmers, and facilitating cooperation between farmers and marketing institutions. This research used observation, interview, and documentation methods, with primary and secondary data. The results showed that the marketing margin of rice in Sidenreng Rappang District reached IDR 23,650/kg, with the largest profits enjoyed by wholesalers and retailers. Improving more efficient distribution channels can reduce marketing margins and improve farmers' welfare. Therefore, the role of the Economic Assembly of Muhammadiyah Association is crucial in creating a more efficient trade system and improving the economic welfare of the people in Sidenreng Rappang District.
Inovasi Pengemasan Sayuran Higienis Untuk Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Produk di Desa Ciro-Ciroe Kabupaten Sidenreng Rappang Nining Triani Thamrin; Andi Nurwidah; Aldhy Iskandar; Nadyah Harnol M. Lolo; Sry Wahyuni; Muhammad Fajrin; Jumadil, Jumadil; Ferdianto, Ferdianto
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.613

Abstract

Penanganan pascapanen, khususnya pengemasan, memegang peranan penting dalam menjaga kualitas, keamanan, dan nilai jual produk sayuran. Pengemasan yang tepat tidak hanya berfungsi melindungi produk dari kerusakan fisik, pencemaran, dan penurunan mutu selama penyimpanan dan distribusi, tetapi juga berperan sebagai sarana informasi, identifikasi, serta strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam menerapkan inovasi pengemasan sayuran higienis guna meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Kegiatan dilaksanakan pada 24 November 2025 dan diikuti oleh 30 peserta, menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan yang bersifat aplikatif dan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan edukasi, serta pelatihan dan demonstrasi pengemasan sayuran higienis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengemasan higienis, penggunaan bahan kemasan yang aman (food grade), serta penerapan teknik pengemasan yang tepat. Peserta mampu mempraktikkan pengemasan sayuran secara rapi, bersih, dan menarik menggunakan wadah styrofoam, plastik wrap, pelabelan produk, serta didukung media promosi berupa flyer. Penerapan inovasi pengemasan ini menghasilkan produk sayuran yang lebih higienis, informatif, dan siap dipasarkan, serta berpotensi meningkatkan daya tarik, kepercayaan konsumen, dan nilai jual produk sayuran lokal.
INOVASI LONG BEAN CHOCO DARI KACANG PANJANG SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN EKONOMI LOKAL Inayah, Astrina Nur; Muhpidah, Muhpidah; Padapi, Astrini; Mursalat, Aksal; Thamrin, Nining Triani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34636

Abstract

Abstrak: Masyarakat Desa Damai memiliki potensi pertanian melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan hasil panen segar dengan nilai ekonomis rendah. Kondisi ini menuntut peningkatan kapasitas petani dalam pengolahan hasil, manajemen pascapanen, dan strategi pemasaran. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan inovasi pengolahan kacang panjang menjadi produk Long Bean Choco sebagai media pembelajaran kewirausahaan. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada kelompok tani mitra yang beranggotakan 37 orang di Desa Damai, dengan melibatkan mahasiswa sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test pada aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan motivasi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan (43,2%), motivasi (41,8%), pengetahuan (37,3%), dan sikap (33,9%), yang membuktikan efektivitas kegiatan dalam memperkuat pemahaman sekaligus membentuk sikap positif terhadap inovasi dan pemasaran digital. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan integratif efektif dalam meningkatkan soft skills dan hard skills, sekaligus membuka peluang keberlanjutan melalui penguatan branding, sertifikasi produk, dan literasi digital sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi lokal.Abstract: The community of Damai Village possesses abundant agricultural potential; however, its utilization remains limited to the sale of fresh produce with low economic value. This condition necessitates enhancing farmers’ capacity in product processing, post-harvest management, and marketing strategies. This community service program aimed to develop innovation by processing long beans into a product called Long Bean Choco, serving as an entrepreneurial learning medium. The implementation methods included socialization, training, and mentoring for a partner farmer group consisting of 37 members in Damai Village, with the involvement of university students as a means of practice-based learning. Evaluation employed pre-test and post-test instruments covering knowledge, skills, attitudes, and motivation. The results indicated improvements in skills (43.2%), motivation (41.8%), knowledge (37.3%), and attitudes (33.9%), demonstrating the program’s effectiveness in strengthening understanding while fostering positive attitudes toward innovation and digital marketing. These findings confirm that an integrative approach is effective in enhancing both soft skills and hard skills, while simultaneously opening opportunities for sustainability through the reinforcement of branding, product certification, and digital literacy as strategies for community empowerment and local economic development.
Exploring Muhammadiyah Youth Interest in Agripreneurship Transformation in Sidenreng Rappang Regency: Insights from the Theory of Planned Behavior Aksal Mursalat; Muhammad Ikbal; Akbar; Nining Triani Thamrin; Bahtiar Herman; Reza Asra
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 24 NO 01 2025 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.24.01.37-52

Abstract

Muhammadiyah youth have an excellent opportunity to be involved transforming of young agropreneurs in the agricultural sector by utilizing land assets. The purpose of this study is to explore the interest of Muhammadiyah youth in transforming into young agropreneurs in Sidenreng Rappang Regency using the Theory of Planned Behavior to analyze the influence of attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control on intentions and behavior. Research methods include purposive sampling, observation, interviews, and Structural Equation Model (SEM) analysis with 100 respondents. The results showed that attitude directly and significantly influences behavior, while subjective norms and perceived behavioral control influence behavior through intention. The findings suggest that increasing positive attitudes and strengthening subjective norms are essential for forming solid intentions, increasing participation in agropreneurship. This research provides important insights for designing training programs and policies that support Muhammadiyah youth interest in the agricultural sector, which impacts the economic productivity and welfare of Muhammadiyah cadres in Sidenreng Rappang District.