Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Keanekaragaman Arthropoda pada Pertanaman Padi Organik di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang: Arthropod Diversity in Organic Rice Planting in Bulo Village Panca Rijang District Sidenreng Rappang Regency Siti Nur Asikin; Nining Triani Thamrin; Reza Asra
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.3874

Abstract

Tanaman padi adalah tanaman sereal yang termasuk dalam suku Poaceae dan merupakan sumber pangan utama bagi lebih dari sebagian besar orang di seluruh dunia. Berdasarkan data BPS produksi padi mengalami penurunan yang signifikan, penyebab terjadinya penurunan tersebut padi diakibatkan karena terdapat beberapa kendala yang ditemui pada saat pembudidayaan padi, salah satunya serangan hama arthropoda yang bersifat merugikan pada pertanaman padi. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran, jumlah, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi arthropoda yang terdapat pada tanaman padi lahan organik. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Organik P4S Bukit Melintang, Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, dan di Laboratorium Dasar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang yang dimulai pada bulan Januari sampai April 2024. Penelitian ini menggunakan metode mutlak dan metode relatif. Pengamatan menggunakan metode mutlak yaitu pengamatan secara langsung dan pengamatan metode relatif menggunakan 3 perangkap yaitu perangkap jaring (sweep net), perangkap kuning (yellow trap), dan perangkap jatuh (pit fall trap). Pemasangan perangkap dimulai pada saat tanaman padi berumur 2 minggu setelah tanam sampai 10 minggu setelah tanam. Setelah dilakukan penangkapan dam pemasangan perangkap, sampel arthropoda dibawa ke Laboratorium untuk diidentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian peran arthropoda yang terdapat pada pertanaman padi adalah musuh alami, serangga hama, dan serangga netral. Jumlah arthropoda yang tertangkap dengan metode mutlak sebanyak 20 ekor dan arthropoda yang terperangkap pada metode relatif sebanyak 1.676 ekor. Indeks keanekaragaman penelitian ini termasuk dalam kategori sedang yaitu 1,39422725 dan indeks dominansi termasuk dalam kategori rendah 0,3595335 karena 0 < C = 0,5 : tidak ada ordo yang mendominasi. Rice plants are cereal plants belonging to the Poaceae (Gramineae) family and are the main food source for more than the majority of people throughout the world. Indonesia is one of the countries with the highest level of rice consumption in the world. Based on central of statistics data, rice production has experienced a significant decline, the cause of the decline in rice production is due to several obstacles encountered during rice cultivation, one of which is arthropods attacks which are detrimental to rice cultivation. This research aims to determine the role, number, diversity index and dominance index of arthropods found in organic rice plants. This research was carried out at the P4S Bukit Melintang Organic Farm, Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency, and at the Basic Laboratory of the Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University, Sidenreng Rappang, starting from January to April 2024. This research used absolute methods and methods relatively. Observation of arthropods using the absolute method, namely direct observation and observation using the relative method, uses 3 traps, namely sweep net traps, yellow traps and pit fall traps. The installation of traps begins when the rice plants are 2 weeks after planting until 10 weeks after planting. After catching and installing traps, arthropod samples are taken to the laboratory for identification. Based on research results, the role of arthropods found in rice plantations are natural enemies, insect pests and neutral insects. The number of arthropods caught using the absolute method was 20 and 1,676 arthropods caught using the relative method. The diversity index of this study is included in the medium category, namely 1.39422725 and the dominance index is included in the low category, namely 0.3595335 because 0 < C = 0.5: no genus dominates.
Aplikasi Metarhizium spp. dan Ekstrak Serai terhadap Mortalitas Wereng Hijau (Nephotettix virescens) Penyebab Penyakit Tungro pada Tanaman Padi: Applications of Metarhizium spp. and Lemongrass Extract on the Mortality of Green Leafhopper (Nephotettix virescens), the Vector of Tungro Disease in Rice Plants Muh. Hadriansyah. T; Fenny Hasanuddin; Nining Triani Thamrin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 3 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i3.6453

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi yang tepat dari Metarhizium spp. dan ekstrak serai terhadap mortalitas wereng hijau. Penelitian dilaksanakan di greenhouse BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Aneka Umbi, Lanrang, Kabupaten Sidenreng Rappang pada bulan April-Juli 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, terdiri dari P0: Aquades, P1: 10 gr Metarhizium spp./100 ml air, P2: 12,5 gr Metarhizium spp./100 ml air, P3: 100 ml ekstrak serai/1000 ml air dan P4: 125 ml ekstrak serai/1000 ml air, diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh total 15 unit percobaan yang terdiri 4 sampel masing-masing unit percobaan, sehingga terdapat 60 unit pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 12,5 gr Metarhizium spp./100 ml air memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap wereng hijau dengan mortalitas 100%, LT50 36 jam dan mematikan wereng hijau pada 2 HSA. The purpose of this study was to determine the effectiveness and appropriate concentration of Metarhizium spp. and lemongrass extract on green leafhopper mortality. The research was conducted in the greenhouse of BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Aneka Umbi, Lanrang, Sidenreng Rappang Regency, from April to July 2025. This study used a Completely Randomized Design with 5 treatments, consisting of P0: Aquades, P1: 10 g Metarhizium spp./100 ml water, P2: 12.5 g Metarhizium spp./100 ml water, P3: 100 ml lemongrass extract/1000 ml water and P4: 125 ml lemongrass extract/1000 ml water, repeated 3 times so that a total of 15 experimental units were obtained consisting of 4 samples for each experimental unit, so there were 60 observation units. The results of the study showed that the treatment of 12.5 g Metarhizium spp./100 ml water had a very significant effect on green leafhoppers with 100% mortality, LT50 36 hours, and killed green leafhoppers at 2 DAA.
MODEL KEMITRAAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA DISTRIBUSI BERAS KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG: Partnership Model in Improving Rice Distribution Performance in Sidenreng Rappang Regency Razak, Muhammad Rais Rahmat; Hakzah, Hakzah; Thamrin, Nining Triani; Mursalat, Aksal; Junaidi, Junaidi
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 1 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i1.450

Abstract

Beras merupakan komoditas strategis yang memainkan peran penting dalam ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi, sehingga pengelolaannya membutuhkan transparansi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Masalah distribusi beras yang tidak merata dan biaya distribusi tinggi masih menjadi tantangan signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kemitraan yang melibatkan Majelis Ekonomi Perserikatan Muhammadiyah dalam meningkatkan kinerja distribusi beras. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk memodelkan hubungan antara koordinasi kemitraan, komitmen kemitraan, pembagian risiko, akses pasar, dan dukungan organisasi terhadap kinerja distribusi beras. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara mendalam dengan 75 petani yang bermitra dengan Majelis Ekonomi Perserikatan Muhammadiyah di Kabupaten Sidenreng Rappang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap variabel yang dianalisis, seperti koordinasi kemitraan, komitmen kemitraan, pembagian risiko, dan akses pasar, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja distribusi beras. Koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan meningkatkan efisiensi distribusi, sementara komitmen kemitraan memperkuat dukungan organisasi dan mengurangi biaya operasional. Pembagian risiko yang transparan mempercepat distribusi dan mengurangi ketidakpastian dalam rantai pasokan. Akses pasar yang lebih luas memperkuat posisi petani dalam rantai distribusi dan memungkinkan distribusi beras lebih cepat dan stabil. Penting untuk memperkuat kemitraan antara pemangku kepentingan dan meningkatkan infrastruktur serta akses pasar untuk efisiensi distribusi beras.
Good Governance: Patterns of Rice Distribution in Improving Commerce through the Role of the Economic Assembly of Muhammadiyah Association of Sidenreng Rappang Regency Razak, Muhammad Rais Rahmat; Hakzah, Hakzah; Mursalat, Aksal; Thamrin, Nining Triani; AR, Trisnawaty
International Journal of Agriculture System VOLUME 12 ISSUE 1, JUNE 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijas.v12i1.5609

Abstract

Rice is the main staple food in Indonesia, and Sidenreng Rappang District contributes significantly to rice production in South Sulawesi Province. However, rice distribution in this area faces significant challenges, including long marketing channels and high marketing margins, which disadvantage farmers. The Muhammadiyah United Economic Assembly plays an important role in optimizing distribution channels, providing access to financing to farmers, and facilitating cooperation between farmers and marketing institutions. This research used observation, interview, and documentation methods, with primary and secondary data. The results showed that the marketing margin of rice in Sidenreng Rappang District reached IDR 23,650/kg, with the largest profits enjoyed by wholesalers and retailers. Improving more efficient distribution channels can reduce marketing margins and improve farmers' welfare. Therefore, the role of the Economic Assembly of Muhammadiyah Association is crucial in creating a more efficient trade system and improving the economic welfare of the people in Sidenreng Rappang District.