Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PERAN PT. MARS SYMBIOSCIENCE INDONESIA DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KAKAO Mursalat, Aksal; Thamrin, Nining Triani
Jurnal Sains Agribisnis Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.483 KB) | DOI: 10.55678/jsa.v1i2.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan agribisnis kakao melalui peran PT. Mars Symbioscience Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pengembangan agribisnis kakao melalui peran PT. Mars Symbioscience Indonesia di Kabupaten Luwu Timur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peran PT. Mars Symbioscience Indonesia dalam pengembangan agribisnis kakao yaitu sektor hulu yaitu, sebagai penyedia bibit, penyediaan alat dan kebun percobaan. Sektor usahatani yaitu, pelatihan dan pembinaan pemeliharaan kakao dan pengolahan pasca panen serta pada sektor hilir, yaitu pemasaran kakao.
Uji Aplikasi Pemberian Air Kelapa Menggunakan Media Arang Kayu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggrek (Dendrobium sp.) Di Desa Tompobulu Kabupaten Bone: Coconut Water Application Test Using Wood Charcoal Media on Orchid Growth (Dendrobium sp.) in Tompobulu Village, Bone Regency Eka Sudartik; Nining Triani Thamrin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 1 (2023): PERBAL: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.556 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v11i1.2248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui respon pemberian air kelapa serta dosis air kelapa yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman anggrek dendrobium. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tompobulu, Kecamatan Libureng Kabupaten Bone. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 Perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 = tanpa perlakuan (kontrol), P1 = pemberian air kelapa100 ml/tanaman, P2 = pemberian air kelapa150 ml/tanaman, P3 = pemberian air kelapa 200 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa tidak berpengaruh nyata untuk parameter tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun dan jumlah daun. Hal ini sebabkan karena proses penyerapan unsur hara lambat dan faktor lingkungan sehingga tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Perlakuan P0 menghasilkan tinggi tanaman terbaik dengan rata-rata 15.73 cm, perlakuan P2 menghasilkan panjang daun terbaik dengan rata-rata 14.19 cm, dan untuk lebar yang terbaik pada perlakuan P2 dengan rata-rata 3.50 cm sedangkan untuk perlakuan P3 menghasilkan jumlah daun terbaik dengan rata-rata 5 helai. This study aims to determine the response to coconut water and the dose of coconut water which has the best effect on the growth of dendrobium orchid plants. This research was conducted in Tompobulu Village, Libureng District, Bone Regency. This study used a randomized block design (RBD) consisting of 4 treatments and 3 replications, so there were 12 experimental units. The treatment used was P0 = no treatment (control), P1 = giving coconut water 100 ml/plant, P2 = giving coconut water 150 ml/plant, P3 = giving coconut water 200 ml/plant. The results showed that the administration of coconut water had no significant effect on the parameters of plant height, leaf length, leaf width and number of leaves. This is due to the slow absorption of nutrients and environmental factors that do not have a significant effect on the growth of orchid plants. Treatment P0 produced the best plant height with an average of 15.73 cm, treatment P2 produced the best leaf length with an average of 14.19 cm, and for the best width in treatment P2 with an average of 3.50 cm while for treatment P3 produced the best number of leaves with an average - average 5 strands.
Efektivitas Waktu Perendaman Trichoderma sp dan Dosis Trichokompos pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt): Effectiveness of Trichoderma sp Soaking Time and Trichocompost Dosage on the Growth and Production of Sweet Corn (Zea mays L. Saccharata Sturt) Rahman, Nurdilah Indah; Muhanniah, Muhanniah; Nining Triani Thamrin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3553

Abstract

Jagung manis merupakan tanaman yang digemari banyak orang, karena rasanya yang enak dan cara budidayanya yang mudah membuat banyak orang tertarik untuk membudidayakannya. Trichoderma sp merupakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Trichokompos merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik yang telah diurai oleh Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu perendaman Trichoderma sp dan dosis Trichokompos serta interaksi antara keduanya yang paling efektif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2023 – Februari 2024 di lahan percobaan yang terletak di Dusun 2 Celenggeng, Desa Alesalewo, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pertimbangan dua faktor, faktor pertama adalah lama waktu perendaman Trichoderma sp (W) yang terdiri dari w1 perendaman 6 jam dan w2 perendaman 12 jam dan faktor kedua adalah dosis Trichokompos (D) yang terdiri dari d1 4 kg/unit, d2 5 kg/unit dan d3 6 kg/unit serta menggunakan 6 perlakuan dan 3 ulangan sehingga menghasilkan 18 unit penelitian dengan 3 sampel observasi per unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman Trichoderma sp dan dosis Trichokompos serta intraksi antar keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diberikan, namun pada semua parameter memiliki masing-masing perlakuan terbaik, perlakuan tinggi tanaman yaitu w1d3 (165,3 cm), jumlah daun w1d1(13,27 helai), umur berbunga w2d2 dan w2d3 (48,33 hari), jumlah biji per baris (35,0 biji), jumlah baris per tongkol (16,73 biji) dan produksi per unit (3,82 kg). Sweet corn is a plant that is popular with many people, because of its delicious taste and how it is cultivated which is easy to make many people interested in cultivating it. Trichoderma sp is microorganisms that are beneficial for plant growth. Trichocompost is a fertilizer made from organic material that has been decomposed by Trichoderma sp. This research aims to determine the soaking time Trichoderma sp and Trichokompos dosage and the interaction between the two are the most effective for growth and production of sweet corn plants. This research will be carried out in November 2023 - February 2024 in experimental land located in Hamlet 2 Celenggeng, Alesalewo Village, Panca Lautang District, Regency Sidenreng Rappang. Study using a randomized block design (RAK) with consideration of two factors, The first factor is the length of time soaking Trichoderma sp (W) which consists of w1 soaking 6 hours and w2 soaking for 12 hours and the second factor is the dose of Trichokompos (D) which consists of d1 4 kg/unit, d2 5 kg/unit and d3 6 kg/unit and used 6 treatments and 3 replications resulting in 18 research units with 3 sample of observations per research unit. The results showed that the immersion treatment of Trichoderma sp and the dose of Trichokompos and the interaction between the two had no significant effect on all parameters given, but each parameter has the best treatment, plant height treatment, namely w1d3 (165.3 cm), number of leaves w1d1 (13.27 pieces), flowering age w2d2 and w2d3 (48.33 days), number of seeds per row (35.0 seeds), number of rows per cob (16.73 seeds) and production per unit (3.82 kg).
Potensi Tepung Biji Pinang Terhadap Pengendalian Hama Kutu Putih (Phenacoccus manihoti) pada Tanaman Jeruk Lemon: Potential of areca nut flour in controlling mealybug pests (Phenacoccus manihoti) in lemon plant Hikmaya, Hikmaya; Nining Triani Thamrin; Fenny Hasanuddin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3856

Abstract

Tanaman jeruk lemon (Citrus limon L.) termasuk ke dalam famili Rutaceae, banyak dibudidayakan di Negara-negara Asia Selatan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kutu putih (Phenacoccus manihoti) merupakan serangga asli Meksiko/Amerika Tengah. Gejala yang ditimbulkan dari hama ini menyebabkan kerusakan secara langsung dengan mengisap cairan tanaman; kerusakan yang parah dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan kerontokan buah muda. Embun madu adalah tempat cendawan jelaga tinggal di kotoran yang dikeluarkan kutu. Serangan kutu putih mengganggu pertumbuhan tanaman, menyebabkan bunga dan buah rontok, sesuai fakta di lapangan menunjukkan kerontokan pada buah yang cukup besar dapat berpengaruh terhadap nilai ekonomis. Biji pinang dapat dijadikan bahan baku penggunaan pestisida nabati untuk mengendalikan kutu putih pada tanaman yang diproses menjadi tepung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tepung biji pinang terhadap kutu putih pada tanaman jeruk lemon dan konsentrasi tepung biji pinang yang tepat digunakan untuk mengendalikan populasi hama kutu putih pada tanaman jeruk lemon. Penelitian ini akan dilaksanakan di Laboratorium Dasar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang pada bulan November-Januari 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan sehingga terdapat 15 unit pengamatan setiap pengamatan terdiri atas 3 sampel, sehingga terdapat 45 unit pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tepung biji pinang memberikan pengaruh sangat nyata dalam mengendalikan hama kutu putih. Konsentrasi terbaik ekstrak tepung biji pinang adalah 60 g/l air dengan mortalitas 98.83%, 60 g/l air dan 50 g/l air dengan uji repelensi rata-rata hinggap 3-5 ekor kutu putih dan LT50% pada 39.74 jam. The lemon plant (Citrus limon L.) belongs to the Rutaceae family, is widely cultivated in South Asian countries because it has high economic value. Mealybugs (Phenacoccus manihoti) are insects native to Mexico/Central America. Symptoms caused by this pest cause direct damage by sucking plant fluids; Severe damage can cause stunted plant growth and loss of young fruit. Honeydew is where the sooty fungus lives in the excrement excreted by fleas. Mealybug attacks disrupt plant growth, causing flowers and fruit to fall off, according to facts in the field showing that fruit loss is quite large and can affect economic value. Areca nut seeds can be used as raw material for using botanical pesticides to control mealybugs on plants that are processed into flour. The aim of this research is to determine the potential of areca nut flour against mealybugs on lemon plants and the appropriate concentration of areca seed flour to use to control the population of mealybug pests on lemon plants. This research will be carried out at the Basic Laboratory of the Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University, Sidenreng Rappang in November-January 2024. This research uses a Completely Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 3 replications so that there are 15 observation units, each observation consisting of 3 samples, so there are 45 observation units. The results of the research show that areca nut flour extract has a very real effect in controlling mealybug pests. The best concentration of areca seed flour extract is 60 g/l water with a mortality of 98.83%, 60 g/l water and 50 g/l water with an average repellency test perched on 3-5 mealybugs and LT50% at 39.74 hours.
Uji Beberapa Ekstrak Tumbuhan Terhadap Hama Kutu Daun pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.): Test Several Plant Extracts Against Aphid Pests on Chili Plants (Capsicum annum L.) Jaya, Asri; Fenny Hasanuddin; Nining Triani Thamrin
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 2 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i2.3866

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan petani di indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan dijadikan sebagai bumbu dengan rasa pedas pada aneka masakan. Salah satu kendala yang kerap ditemukan dilapangan adalah adanya serangan kutu daun pada tanaman cabai sehingga berkurangnya produk tanaman cabai. Kutu daun (Aphis gossypii) dapat menyebabkan kerugian secara langsung yaitu mengisap cairan tanaman. Tanaman yang terserang daunnya menjadi keriput dan terpelintir, dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat (kerdil). Kerusakan pada daun muda yang menyebabkan bentuk daun keriput menghadap ke bawah adalah ciri spesifik gangguan kutu daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak tumbuhan terhadap hama kutu daun pada tanaman cabai dan untuk mengetahui ekstrak tumbuhan mana yang memberikan pengaruh terhadap hama kutu daun pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2024 di lahan percobaan Desa Abbokongang, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). dengan 5 perlakuan, diulang sebanyak 3 kali terdapat 15 unit percobaan, P0 : Tanpa perlakuan (kontrol), P1 :Pemberian ekstrak tembakau sebanyak 40 ml + 100 ml air, P2 :Pemberian ekstrak sereh sebanyak 40 ml + 100 ml air, P3 :Pemberian ekstrak daun jeruk sebanyak 40 ml + 100 ml air, P4 :Pemberian ekstrak daun pepaya sebanyak 40 ml + 100 ml air. Setiap unit percobaan terdiri atas 3 sampel tanaman, sehingga terdapat 45 unit tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan memberikan pengaruh nyata terhadap pengendalian hama kutu daun. Diantara beberapa perlakuan yang digunakan, ekstrak tembakau memiliki persentase mortalitas tertinggi yakni 55,56% dengan intensitas serangan terendah 14,3% kategori ringan. Cayenne pepper is a vegetable commodity that is widely cultivated by farmers in Indonesia because it has a high selling price and is used as a spice with a spicy taste in various dishes. One of the obstacles that is often found in the field is the attack of aphids on chili plants resulting in a reduction in chili plant products. Aphids (Aphis gossypii.) Can cause direct harm by sucking plant fluids. Plants that are attacked have their leaves wrinkled and twisted, and plant growth becomes stunted (stunted). Damage to young leaves that causes wrinkled leaves to face downwards is a specific characteristic of aphids. This research aims to determine plant extracts against aphid pests on chili plants and to find out which plant extracts have an effect on aphid pests on chili plants. This research was carried out in January 2024 – March 2024 at the experimental land in Abbokongang Village, Kulo District, Sidrap Regency. This research used a randomized block design (RAK). with 5 treatments, repeated 3 times, there were 15 experimental units, P0: No treatment (control), P1: Giving 40 ml of tobacco extract + 100 ml of water, P2: Giving 40 ml of lemongrass extract + 100 ml of water, P3: Giving 40 ml of orange leaf extract + 100 ml of water, P4: Administer 40 ml of papaya leaf extract + 100 ml of water. Each experimental unit consists of 3 plant samples, so there are 45 experimental plant units. The research results showed that plant extracts had a real effect on controlling aphids. Among the several treatments used, tobacco extract had the highest mortality percentage, namely 55.56% with the lowest attack intensity of 14.3% in the mild category.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TULANG IKAN BANDENG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annum L.) Sudarni, Sudarni; Asra, Reza; Thamrin, Nining Triani
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v4i1.1256

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu produk sayuran yang disukai masyarakat luas. Salah satu jenis sayuran yang rasanya pedas dan mengandung nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2023 di Kelurahan Benteng, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh dari penelitian ini sebanyak 24 unit satuan percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 3 unit sampel tanaman terdapat 72 unit. Perlakuan P0= Tanpa perlakuan, P1= 20 ml/liter air, P2= 25 ml/liter air, P3= 30 ml/liter air, P4= 35 ml/liter air, dan P5= 40 ml/liter air. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair tulang ikan bandeng memberikan pengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun dengan dosis terbaik P4 35 ml/liter air
EFFECTIVENESS OF BOTANICAL PESTICIDES AGAINST FALL ARMYWORM PESTS (Spodoptera frugiperda) ON RICE PLANTS Gusriadi, Gusriadi; Muhanniah, Muhanniah; Thamrin, Nining Triani
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v6i2.4772

Abstract

Spodoptera frugiperda pests attack many food crops, including rice plants. Their larval life stage destroys rice plants and cause crop failure due to the attack rate, which can lead to yield losses of up to 80%. The study aimed to determine the effectiveness of botanical pesticides against fall armyworm pests and determine the concentration of botanical pesticides that are most appropriate to be used to control fall armyworm pest populations on rice plants. This research was conducted from May to July 2023 in the experimental land of Tonrong Rijang Village, Kacamatan Baranti, Sidrap Regency. The treatment of this study is P0 (control), P1 (100 ml botanical pesticide + 100 ml liquid soap + 800 ml water), P2 (300 ml botanical pesticide + 100 ml + 600 ml water), P3 (500 ml botanical pesticide + 100 ml liquid soap), P4 (700 ml botanical pesticide + 100 ml liquid soap + 200 ml water). The results showed that the application of botanical pesticides had an intangible influence on fall armyworm pests on rice plants due to the rain factor, which resulted in botanical pesticides being washed off, causing the application dose to be less than pestimal. The highest fall armyworm pest attack mortality at P4 is with an average of 100%, and the application of P1 doses shows the highest average attack intensity of 48.47% with a medium-scale damage category, this is because if the concentration of botanical pesticides is getting smaller, the intensity of fall armyworm pest attacks that occur on plants is also high.
Good Governance: Patterns of Rice Distribution in Improving Commerce through the Role of the Economic Assembly of Muhammadiyah Association of Sidenreng Rappang Regency Razak, Muhammad Rais Rahmat; Hakzah, Hakzah; Mursalat, Aksal; Thamrin, Nining Triani; AR, Trisnawaty
International Journal of Agriculture System VOLUME 12 ISSUE 1, JUNE 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ijas.v12i1.5609

Abstract

Rice is the main staple food in Indonesia, and Sidenreng Rappang District contributes significantly to rice production in South Sulawesi Province. However, rice distribution in this area faces significant challenges, including long marketing channels and high marketing margins, which disadvantage farmers. The Muhammadiyah United Economic Assembly plays an important role in optimizing distribution channels, providing access to financing to farmers, and facilitating cooperation between farmers and marketing institutions. This research used observation, interview, and documentation methods, with primary and secondary data. The results showed that the marketing margin of rice in Sidenreng Rappang District reached IDR 23,650/kg, with the largest profits enjoyed by wholesalers and retailers. Improving more efficient distribution channels can reduce marketing margins and improve farmers' welfare. Therefore, the role of the Economic Assembly of Muhammadiyah Association is crucial in creating a more efficient trade system and improving the economic welfare of the people in Sidenreng Rappang District.
Keanekaragaman Arthropoda pada Pertanaman Padi Organik di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang: Arthropod Diversity in Organic Rice Planting in Bulo Village Panca Rijang District Sidenreng Rappang Regency Siti Nur Asikin; Nining Triani Thamrin; Reza Asra
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.3874

Abstract

Tanaman padi adalah tanaman sereal yang termasuk dalam suku Poaceae dan merupakan sumber pangan utama bagi lebih dari sebagian besar orang di seluruh dunia. Berdasarkan data BPS produksi padi mengalami penurunan yang signifikan, penyebab terjadinya penurunan tersebut padi diakibatkan karena terdapat beberapa kendala yang ditemui pada saat pembudidayaan padi, salah satunya serangan hama arthropoda yang bersifat merugikan pada pertanaman padi. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran, jumlah, indeks keanekaragaman dan indeks dominansi arthropoda yang terdapat pada tanaman padi lahan organik. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Organik P4S Bukit Melintang, Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, dan di Laboratorium Dasar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang yang dimulai pada bulan Januari sampai April 2024. Penelitian ini menggunakan metode mutlak dan metode relatif. Pengamatan menggunakan metode mutlak yaitu pengamatan secara langsung dan pengamatan metode relatif menggunakan 3 perangkap yaitu perangkap jaring (sweep net), perangkap kuning (yellow trap), dan perangkap jatuh (pit fall trap). Pemasangan perangkap dimulai pada saat tanaman padi berumur 2 minggu setelah tanam sampai 10 minggu setelah tanam. Setelah dilakukan penangkapan dam pemasangan perangkap, sampel arthropoda dibawa ke Laboratorium untuk diidentifikasi. Berdasarkan hasil penelitian peran arthropoda yang terdapat pada pertanaman padi adalah musuh alami, serangga hama, dan serangga netral. Jumlah arthropoda yang tertangkap dengan metode mutlak sebanyak 20 ekor dan arthropoda yang terperangkap pada metode relatif sebanyak 1.676 ekor. Indeks keanekaragaman penelitian ini termasuk dalam kategori sedang yaitu 1,39422725 dan indeks dominansi termasuk dalam kategori rendah 0,3595335 karena 0 < C = 0,5 : tidak ada ordo yang mendominasi. Rice plants are cereal plants belonging to the Poaceae (Gramineae) family and are the main food source for more than the majority of people throughout the world. Indonesia is one of the countries with the highest level of rice consumption in the world. Based on central of statistics data, rice production has experienced a significant decline, the cause of the decline in rice production is due to several obstacles encountered during rice cultivation, one of which is arthropods attacks which are detrimental to rice cultivation. This research aims to determine the role, number, diversity index and dominance index of arthropods found in organic rice plants. This research was carried out at the P4S Bukit Melintang Organic Farm, Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency, and at the Basic Laboratory of the Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University, Sidenreng Rappang, starting from January to April 2024. This research used absolute methods and methods relatively. Observation of arthropods using the absolute method, namely direct observation and observation using the relative method, uses 3 traps, namely sweep net traps, yellow traps and pit fall traps. The installation of traps begins when the rice plants are 2 weeks after planting until 10 weeks after planting. After catching and installing traps, arthropod samples are taken to the laboratory for identification. Based on research results, the role of arthropods found in rice plantations are natural enemies, insect pests and neutral insects. The number of arthropods caught using the absolute method was 20 and 1,676 arthropods caught using the relative method. The diversity index of this study is included in the medium category, namely 1.39422725 and the dominance index is included in the low category, namely 0.3595335 because 0 < C = 0.5: no genus dominates.
EFEKTIFITAS PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutesscens L.) P, Herliya; Thamrin, Nining Triani; Muhanniah, Muhanniah
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v7i2.5955

Abstract

Cabe rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Cabai rawit digunakan sebagai bumbu masakan, Salah satu tanaman sayuran utama yang dikonsumsi masyarakat Indonesia sehari-hari adalah cabai.. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui efektifitas PGPR pada pengembangan dan produksi tanaman cabai serta memastikan konsentrasi PGPR yang sesuai untuk pengembangan dan produktivitas tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai selesai di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritenggae , Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun perlakuan dari penelitian ini adalah K0:(control), K1: (12 ml/liter air), K2: (12,5 ml/liter air), K3:(13 ml/liter air), K4: (13,5 ml/liter air), (K5: 14 ml/liter air). Hasil Efektifitas PGPR pada tanaman cabai rawit memberikan pengaruh nyata terhdap tinggi tanaman, sedangkan efektifitas PGPR memberikan pengaruh tidak nyata pada jumlah daun dan Perlakuan konsentrasi PGPR memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada konsentrasi K2 (12,5 ml/liter air) dengan tinggi 42,33 cm, sedangkan untuk jumlah daun yang memberikan pengaruh tidak nyata pada konsentrasi K2 (12,5 ml/liter air) dengan jumlah daun 50,67 helai.