Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Utilization of Tiktok as a Social Media Platform for Tourism Promotion in Kepyar Village, Purwantoro District, Wonogiri Regency Ramelan, Agus; Adriyanto, Feri; Warindi, Warindi; Saputro, Joko Slamet; Sulistyo, Meiyanto Eko; Faishol, Fahmi; Novitasari, Purwati Eka; Cahyaningrum, Sakira Elen
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025): Reka Elkomika
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v6i2.146-153

Abstract

Kepyar Village, located in Purwantoro District, Wonogiri Regency, possesses significant potential for the development of natural tourism due to its lush and pristine environment. However, despite its scenic beauty, the village remains relatively underpromoted, resulting in limited tourist visits, predominantly from nearby areas. This study explores the use of TikTok as a promotional tool to enhance the visibility of Kepyar Village as a tourist destination. By utilizing TikTok for destination branding, the village aims to attract a wider audience, thereby benefiting the local economy and community. The initiative is expected to raise broader public awareness about Kepyar Village’s tourism potential, contributing not only to its reputation as a tourist village but also providing an economic avenue for residents to improve their livelihoods.
Collision Avoidance in Mini Autonomous Electric Vehicles Using Artificial Potential Fields for Outdoor Environment Saputro, Joko Slamet; Juliatama, Hanif Wisti; Adriyanto, Feri; Maghfiroh, Hari; Apriaskar, Esa
International Journal of Robotics and Control Systems Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Association for Scientific Computing Electronics and Engineering (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijrcs.v5i2.1708

Abstract

The rapid advancement of technology is driving the transition toward Society 5.0, where intelligent transportation systems enhance safety, efficiency, and sustainability. One of the biggest challenges in transportation is the high frequency of vehicle accidents, with approximately 80% attributed to driver error. To mitigate this, Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) have been developed to improve vehicle autonomy and reduce accidents. This research proposes a potential field-based collision avoidance system for autonomous vehicle navigation, where the vehicle and obstacles act as positive poles, repelling each other, while the target destination serves as a negative pole, attracting the vehicle. Experimental results demonstrate a GPS positioning error of 1.55 m with a 66% success rate and LiDAR sensor accuracy of 96.4%, exceeding the required 95% threshold. Obstacle avoidance was tested with two safety thresholds (2 m and 2.5 m) across single- and two-obstacle scenarios. The 2 m threshold resulted in shorter travel distances (16.406 m vs. 16.535 m for 2.5 m) and faster completion times (19.036 s vs. 19.144 s), while the 2.5 m threshold provided greater clearance. GPS accuracy was significantly influenced by HDOP values and satellite count, with lower HDOP improving trajectory precision. The system successfully adjusted its trajectory in response to obstacles, ensuring effective real-time navigation.
PENGUATAN KAPASITAS BENGKEL KONVERSI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KENDARAAN RAMAH LINGKUNGAN Mufti Reza Aulia Putra; Nizam, Muhammad; Adriyanto, Feri; Inayati, Inayati; Warindi, Warindi; Slamet Saputro, Joko; Anwar, Miftahul; Ramelan, Agus; Magfiroh, Hari; Brilianto Apribowo, Chico Hermanu
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v3i3.1992

Abstract

The capacity strengthening program for electric vehicle conversion workshops at SMK Karya Nugraha Boyolali was implemented through a synergistic collaboration model between universities, vocational schools, and industry. This study employed a qualitative descriptive approach with a case study method to evaluate the effectiveness of the six-month program. The findings revealed a significant improvement in participants’ technical competencies, as evidenced by the increase in pre-test and post-test scores, as well as the successful development of a solar photovoltaic (PV)-based electric vehicle charging station prototype. Beyond technical achievements, the program also strengthened multi-stakeholder collaboration and fostered the creation of a micro-scale clean energy ecosystem within the school environment. These results demonstrate that practice-based vocational training combined with strategic collaboration can make a substantial contribution to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly clean energy (SDG 7), industry innovation (SDG 9), and climate change mitigation (SDG 13).
PENGENALAN TEKNOLOGI ENERGI TERBARUKAN PANEL SURYA UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Maghfiroh, Hari; Adriyanto, Feri; Slamet Saputro, Joko; Sujono, Augustinus; Lambang GH, R.Lulus
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i2.1527

Abstract

Saat ini listrik menjadi kebutuhan utama masyarakat. Pembangkit listrik di Indonesia sebagain besar bersumber dari energi batu bara yakni mencapai 57.2%. Batu bara sendiri merupakan sumber energi yang tidak bisa diperbaruhi. Selain itu, pembangkit listrik jenis ini menimbulkan pencemaran udara. Untuk itu, sumber pembangkit listrik alternatif yang ramah lingkungan dan dengan suplay yang melimpah sangat diperlukan. Salah satu sumber listrik alternatif yang paling mudah untuk dibangun dengan biaya rendah adalah sistem panel surya. Sistem panel surya sudah banyak diaplikasikan di Indonesia, bahkan sudah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Beberapa tempat yang sudah terpasang sistem panel surya, pada akhirnya terbengkalai karena rusak dan masyarakat belum begitu faham sistem panel surya sehingga tidak bisa memperbaikinya. Untuk itu, sosialisasi tentang energi terbarukan ini penting untuk dilaksanakan. Pengenalan sumber energi terbarukan tenaga surya ini perlu dikenalkan lebih dini kepada siswa sekolah untuk meningkatkan minat dan rasa ingin tahu siswa dalam mempelajari, memanfaatkan, dan bahkan mengembangkan nantinya. Kegiatan dilakukan secara daring guna mematuhi protokol kesehatan covid-19. Media yang dipakai adalah grup whatsapp, video, dan e-booklet. Untuk mengukur keberhasilan program, sebelum acara dilakukan pre-test dengan hasil 22, 5% siswa tidak tahu tentang panel surya. Setalah sosialisasi post-test, hasilnya rata-rata nilai mencapai 79,46%, yang menunjukkan tingkat pamahaman peserta cukup baik terhadap materi yang disampaikan. Sampel pertanyaan mendasar tentang sistem panel surya, menunjukkan hanya 0,9% siswa yang salah. Kesimpulan akhir, siswa telah mendapat pengetahuan tentang energi terbarukan panel surya melalui kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan.
Prototype Perancangan dan Implementasi Alat Perontok dan Pengering Padi Otomatis dengan Konsep Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk Meningkatkan Produktivitas Hasil Pertanian Sulistyo, Meiyanto Eko; Apribowo, Chico Hermanu Brillianto; Adriyanto, Feri
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/bite.v3i1.1305

Abstract

Dewasa ini pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian tumbuh pesat. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah dengan menggunakan energi terbarukan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Energi terbarukan yang implementasinya sudah sangat banyak adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pengunaan PLTS sebagai sumber energi alternatif yang digunakan untuk pengerak alat perontok dan pengering padi otomatis. Petani selalu kesulitan saat musim penghujan maupun kemarau kering tiba-tiba dan sinar matahari tidak dapat mencapai intensitas maksimal saat digunakan untuk mengeringkan padi secara konvensional, oleh karena itu alat perontok dan pengeringan padi otomatis tenaga PLTS sebagai alternatif solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi wawasan dan pengetahuan akan pembuatan dan prinsip kerja dari alat perontok dan pengeringan padi otomatis tenaga PLTS sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan padi secara teknologi, dengan demikian diharapkan masyarakat mendapatkan manfaat lebih cepat dalam pengeringan padi dan menghemat biaya untuk pengeluaran memanen padi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Prototipe Automatic Feeder dengan Monitoring IoT untuk Perikanan Bioflok Lele Maghfiroh, Hari; Hermanu, Chico; Adriyanto, Feri
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n1.2160

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah banyak membawa banyak perubahan baik itu positif maupun negartif. Segi positifnya yaitu telah banyak dipakainya otomasi dan robot di dunia industri sehingga produksi bisa meningkat pesat. Sedangkan sudut negatif, semakin banyaknya pekerjaan manusia yang tergantikan oleh mesin sehingga memperkecil peluang kerja. Adanya revolusi industri 4.0 juga membawa kesenjangan antara kelompok melek teknologi dan kelompok gagap teknologi (gaptek). Warga kampung atau desa merupakan kelompok besar dari golongan gaptek. Untuk itu, suatu peluang usaha baru yang dapat dikerjakan msyarakat desa dengan tingkat pendidikan menengah sangat diperlukan. Maka dipilihlah program perikanan bioflok lele. Sentuhan teknologi otomasi dan Internet of Things (IoT) diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan membuat masyarakat melek akan perkembangan teknologi era revolusi industry 4.0.