Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman Sri Ameliati; Yesi Maifita; Roza Putri Yenti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.767

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan bukti pencatatan dan laporan perawat yang digunakan untuk kepentingan klien, masyarakat, serta tim kesehatan dalam memberikan pelayanan data kesehatan yang akurat, valid serta dapat dipertanggung jawabkan. Beban kerja perawat adalah suatu dimensi dari semua aktivitas yang dilakukan perawat selama bertugas disuatu unit kesehatan untuk memberikan pelayanan keperawatan secara cepat, cermat, dan akurat dalam waktu yang ditentukan. Studi yang dilakukan di Ethopia pada salah satu rumah sakit Amhara Ethiopia dengan hasil penelitian didapatkan sebanyak 142 perawat mendokumentasikan asuhan keperawatan untuk semua pasien sedangkan 98 perawat tidak mendokumentasikan. Hasil penelitian di Indonesia sendiri pendokumentasian dilakukan pada tahun 2024, menunjukan dari 25 perawat di Ruang Bugenvile RSUD MGR. Gabriel Manek, SVD Atambua didapatkan sebanyak 9 perawat melakukan dokumentasi asuhan keperawatan dengan kategori baik, 11 perawat dengan kategori cukup, dan 5 perawat dengan kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit aisyiyah pariaman.desain penelitian adalah descriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan diruang rawat inap di rumah sakit aisyiyah pariaman. Penelitian ini dilaksanakan Juli-Agustus tahun 2025. Jumlah sampel 34 Orang dengan pengambilan sampel total sampling. Pengolahan data dilakukan secara Univariat dan Bivariat serta analisa data memakai uji Chi-Square. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden (52,9%) beban kerja berat dan sebagian besar responden (55.9%) kualitas pendokumentasian baik Analisa bivariat didapatkan P=0,001 menunjukan adanya hubungan beban kerja perawat dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Diharapkan dapat mengelola beban kerja secara baik sehingga beban kerja perawat dalam pelaksanaan pendokumentasian lebih dioptimalkan.
Penerapan Therapy Massage Eating Difficulties Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 0-12 Bulan Linda Andriani; Rika Armalini; Yesi Maifita; Setia NIsa
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3207

Abstract

Stunting describes less non-nutritional status or in the period of growth and development since the beginning of life is from the nutrition of less pregnant women (kek) and in pregnancy until children are born. The incidence of stunting state is presented with a high-level Z-Score on the growth standards according to WHO. Therapy MassageIt is part of the traditional healing methods that are classified in the oldest and the most oldest and the most popular tape therapy is known to man.Eating DiffiCultiesIt can occur in all child age groups, but the type of difficulty eating and the cause is different, as well as the degree and duration. Causes of Events Difficulty May be due to a particular disease or abnormalities, but also some kind of disease or factor together. This study aims to apply the therapy massageing of tied difictiones with stunting events in children 0-12 months in the work area of the Sungai Limau of 2023. TypeThis study included quantitative research where the research design used isdesignquasi ecperimental,withOne Group Pretest and Post Test Design.This research was conducted in the Limau River Puskesmason the date of August 30- 12 September 2024. The population in this study is family with stunting children, with 11 samples. The results of the implementation of the implementation of the implementationTherapy Massage Eating DiffiStiesWith the stunning event on child 0-12 months daded p value = 0,000 & 0,001 <0,05 which means there is a relationship betweenTherapy Massage Eating DiffiStiesWith the stunning event on child 0-12 months.It is expected that the active role of the government, especially health workers to cope with the stunting events in children because children are the successor and the world of dunians. It is expected to parents to apply the massage therapeuts inhabitati child in order to trigger eating napsu in children.
Pengaruh Edukasi Anatomi Organ Reproduksi Wanita terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Novita Sari, Nela; Maifita, Yesi
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls require accurate reproductive health knowledge to understand pubertal changes, menstruation, self-care practices, and early signs of reproductive organ disorders. This study aimed to analyze the effect of female reproductive organ anatomy education on reproductive health knowledge among adolescent girls. The researchers applied a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach at SMPN 7 Pariaman in May 2026. The study involved 20 adolescent girls selected through purposive sampling. The educational intervention combined anatomical presentations, labeled illustrations, reproductive organ models, and interactive discussions for 45 minutes. Knowledge was measured using a validated questionnaire consisting of 20 items. The difference in knowledge scores was analyzed using the Wilcoxon test. The mean knowledge score increased from 62 in the pretest to 84 in the posttest, with a mean difference of 22 points. Statistical analysis showed a significant improvement in knowledge (p = 0.01). Education integrating anatomical concepts with practical reproductive health messages can strengthen conceptual understanding and reduce adolescents’ misconceptions. Schools and nursing professionals should provide reproductive health education regularly through interactive, age-appropriate approaches that consider cultural contexts.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY TERHADAP MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI SMPN 2 PARIAMAN YESI MAIFITA; LINDA ANDRIANI; YELSI PUTRI ELVI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Management menstruasi (MHM) merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan Reproduksi remaja putri, terutama di masa pubertas yang ditandai oleh perubahan Fisik dan psikologis. Praktik MHM yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko Berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran reproduksi, keputihan, Vaginitis, dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara dukungan keluarga dengan self efficacy terhadap praktik MHM Pada remaja putri di SMPN 2 Kota Pariaman. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional cross-sectional. Penelitian dilakukan di SMPN 2 Kota Pariaman pada Tanggal 21-25 bulan Juli 2025. Sampel yang digunakan Sebanyak 66 responden siswi kelas VIII dan IX SMP N 2 Kota Pariaman. Teknik Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Instrumen Penelitian menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan self efficacy Terhadap menstrual hygiene management. Analisis data menggunakan uji ChiSquare. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat Dukungan keluarga dalam kategori cukup (37,9%) dan self efficacy dalam kategori Sedang (36,4%). Praktik MHM yang baik lebih banyak ditemukan pada responden Yang memiliki dukungan keluarga tinggi dan self efficacy tinggi. Uji statistik Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan Self efficacy terhadap MHM (nilai p = 0,001), yang berarti bahwa semakin baik dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula self efficacy remaja dalam Mengelola kebersihan menstruasi. Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa ada terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan self-efficacy yang berkontribusi terhadap perilaku manajemen kebersihan menstruasi di kalangan remaja putri kelas VIII Dan IX SMP N 2 Kota Pariaman.
Penerapan Terapi Musik dalam Manajemen Kecemasan pada Penderita Diabetes dan Penyakit Kronik Syafyusari, Febria; Maifita, Yesi; Andriani, Linda; Fitria, Arina Huda; Salsabila, Alivia; Anggraini, Anggi; Febriani, Annisa; Humaira, Aisyah
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1386

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Penderita diabetes tidak hanya menghadapi masalah fisik, tetapi juga masalah psikologis berupa kecemasan. Banyak pasien merasa cemas terkait kemungkinan komplikasi, rutinitas pemeriksaan gula darah, dan kepatuhan jangka panjang terhadap pengobatan. Jika kondisi psikologis ini tidak ditangani, hal tersebut dapat memperburuk kontrol glukosa darah dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Terapi musik merupakan intervensi non farmakologis yang terbukti dapat menurunkan kecemasan. Penyakit kronik lain, seperti penyakit kardiovaskular, kanker, PPOK, dan gagal ginjal, juga sering disertai distres psikologis berupa stres, kecemasan, dan nyeri, yang mempengaruhi kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan kesehatan masyarakat dan menurunkan kecemasan melalui penerapan terapi musik pada penderita diabetes dan penyakit kronik. Metode kegiatan meliputi survei masalah mitra, persiapan lokasi di wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos pada bulan Februari 2025, pemeriksaan kesehatan, edukasi, penerapan terapi musik :pengukuran dilakukan dua kali, yaitu sebelum dan sesudah terapi musik, untuk melihat perubahan tingkat kecemasan peserta. Penilaian dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih melalui wawancara dan observasi langsung. Penggunaan HARS dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dipilih karena mudah diterapkan pada pasien dengan penyakit kronik, evaluasi, dan dokumentasi hasil. Hasil menunjukkan dari 46 peserta, 22 mengalami kecemasan ringan dan 6 kecemasan sedang dan 0 kecemasan berat. Terapi musik dapat menjadi intervensi keperawatan komplementer yang mudah, murah, dan dapat diterapkan di rumah maupun fasilitas kesehatan untuk menurunkan kecemasan. Tenaga kesehatan disarankan mengenalkan terapi musik sebagai bagian dari perawatan komprehensif penderita diabetes dan penyakit kronik.
Edukasi Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi dalam Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Sari, Nela Novita; Maifita, Yesi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1409

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat kehilangan darah saat menstruasi serta asupan gizi yang kurang seimbang. Kurangnya pengetahuan mengenai anatomi dan fisiologi sistem reproduksi menyebabkan rendahnya kesadaran remaja putri terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi serta pentingnya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, media leaflet, dan diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang fungsi organ reproduksi dan hubungan antara menstruasi dengan risiko anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup sehat dan kepedulian remaja putri terhadap status gizinya.
Inovasi Smoking Area Sehat Homecare dalam Merubah Perilaku Merokok Anggota Keluarga dan Dampaknya pada Ibu Hamil Maifita, Yesi; Andriani, Linda; Ameliati, Sri; Syafyusari, Febria; Nisa, Setia
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1410

Abstract

Kebiasaan merokok masih menjadi tantangan besar bagi upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada keluarga yang memiliki ibu hamil dan anak-anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan inovasi berbasis homecare untuk mengurangi perilaku merokok anggota keluarga serta meminimalkan dampaknya terhadap ibu hamil. Program dilaksanakan melalui edukasi kesehatan, konseling keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan pemantauan perilaku menggunakan media edukatif yang dirancang dalam konteks homecare. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga sebesar 75% mengenai bahaya rokok, diikuti dengan penurunan frekuensi merokok sebanyak 40% setelah intervensi. Selain itu, dukungan terhadap ibu hamil untuk hidup dalam lingkungan rumah bebas asap juga mengalami peningkatan. Pendekatan homecare terbukti menjadi strategi efektif dalam membentuk perilaku hidup sehat serta menciptakan rumah tangga yang aman bagi ibu dan bayi.
Efektivitas Terapi Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hemodialisis Linda Andriani; Rika Armalini; Sri Ameliati; Yesi Maifita; Setia Nisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61149

Abstract

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis cenderung mengalami kecemasan akibat proses pengobatan yang panjang, ketergantungan pada mesin dialisis, serta ketidakpastian prognosis penyakit. Kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi fisik maupun psikologis pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang memadukan teknik tapping, afirmasi positif, dan pendekatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis di Ruang Hemodialisis RSUD Prof. H. M. Yamin, SH. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 27 responden pasien hemodialisis yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi SEFT dilakukan sebanyak 3 kali sesi, dengan durasi ±15 menit per sesi, 2 kali seminggu selama 2 minggu. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan SEFT adalah 20,89 (SD = 3,250), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan sedang (66,7%). Setelah diberikan SEFT, rata-rata tingkat kecemasan menurun menjadi 12,56 (SD = 3,994), dengan mayoritas responden berada pada kategori kecemasan ringan (88,9%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan perbedaan rata-rata (mean difference) 8,33 poin, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi Terapi SEFT terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisis. SEFT dapat dijadikan salah satu terapi komplementer yang sederhana, murah, dan aman untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS PARIAMAN YESI MAIFITA; YARNITA; SARI DARLITA YANA
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 8 No. 1 (2026): As-Shiha Volume 8 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The third trimester of pregnancy often causes anxiety due to fear of childbirth, concerns about fetal safety, and psychological readiness as a mother. One non-pharmacological method that can be applied to reduce anxiety is pregnancy exercise. This study aimed to determine the effect of pregnancy exercise on anxiety levels among third trimester pregnant women at Public Health Center Pariaman in 2025. This research employed a pre- experimental design with a one group pre-test and post-test approach. The population consisted of all third trimester pregnant women in the working area of the Public Health Center Pariaman. A total of 16 respondents were selected using purposive sampling. The instrument used was the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data were analyzed using the paired sample t-test. The findings showed that before the exercise, most respondents experienced mild anxiety (56.3%), moderate anxiety (31.3%), and severe anxiety (12.5%). After the intervention, most respondents experienced mild anxiety (50%), some had no anxiety (31.3%), and a few experienced moderate anxiety (18.8%). No respondents experienced severe anxiety. The paired sample t- test showed a significant difference (p = 0.000; p < 0.05) with a mean difference of 6.438 points. Pregnancy exercise significantly reduces anxiety levels among third trimester pregnant women. It is recommended that health workers regularly conduct pregnancy exercise sessions and encourage pregnant women to actively participate to improve physical and psychological readiness for childbirth. Keywords: pregnancy exercise, anxiety level, third trimester, pregnant women