Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Edukasi Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi dalam Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Nela Novita Sari; Yesi Maifita
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1409

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat kehilangan darah saat menstruasi serta asupan gizi yang kurang seimbang. Kurangnya pengetahuan mengenai anatomi dan fisiologi sistem reproduksi menyebabkan rendahnya kesadaran remaja putri terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi serta pentingnya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, media leaflet, dan diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang fungsi organ reproduksi dan hubungan antara menstruasi dengan risiko anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup sehat dan kepedulian remaja putri terhadap status gizinya.
Inovasi Smoking Area Sehat Homecare dalam Merubah Perilaku Merokok Anggota Keluarga dan Dampaknya pada Ibu Hamil Yesi Maifita; Linda Andriani; Sri Ameliati; Febria Syafyusari; Setia Nisa
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1410

Abstract

Kebiasaan merokok masih menjadi tantangan besar bagi upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada keluarga yang memiliki ibu hamil dan anak-anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan inovasi berbasis homecare untuk mengurangi perilaku merokok anggota keluarga serta meminimalkan dampaknya terhadap ibu hamil. Program dilaksanakan melalui edukasi kesehatan, konseling keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan pemantauan perilaku menggunakan media edukatif yang dirancang dalam konteks homecare. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga sebesar 75% mengenai bahaya rokok, diikuti dengan penurunan frekuensi merokok sebanyak 40% setelah intervensi. Selain itu, dukungan terhadap ibu hamil untuk hidup dalam lingkungan rumah bebas asap juga mengalami peningkatan. Pendekatan homecare terbukti menjadi strategi efektif dalam membentuk perilaku hidup sehat serta menciptakan rumah tangga yang aman bagi ibu dan bayi.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai Upaya Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Acara Fun Run Kota Pariaman Nofri Zayani; Alpices Alpices; Hendro Zalmadani; Muhammad Fakhri Rahmat Muzakki; Yesi Maifita; Sri Ameliati; Syahrul Syahrul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23691

Abstract

ABSTRAK Kegiatan fun run sebagai olahraga massal memiliki potensi besar dalam mendukung deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui pemeriksaan kesehatan gratis yang terintegrasi dengan promosi gaya hidup aktif. Mengingat tingginya prevalensi hipertensi dan diabetes di Indonesia, pemeriksaan kesehatan pada acara fun run menjadi intervensi preventif yang relevan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan masyarakat. meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui deteksi dini faktor risiko PTM serta edukasi yang mudah dijangkau oleh peserta. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan melalui metode promotif–preventif berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan IMT, tekanan darah, dan gula darah, konseling individu, serta pendampingan sederhana pascapemeriksaan. Sebanyak 200 peserta mengikuti pemeriksaan dan hasil menunjukkan mayoritas berada pada kondisi normal, meskipun 18% mengalami peningkatan tekanan darah dan 10% memiliki gula darah tinggi. Peserta dengan hasil tidak normal diberikan edukasi lanjutan terkait pola hidup sehat dan pencegahan PTM. Secara keseluruhan, respons peserta sangat positif karena kegiatan ini membantu mereka mengetahui kondisi kesehatan sebelum maupun sesudah berolahraga. Kegiatan ini efektif sebagai upaya deteksi dini faktor risiko PTM dan promosi gaya hidup sehat berbasis masyarakat. Pelaksanaan rutin, perluasan jenis pemeriksaan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk keberlanjutan program. Kata Kunci: Pemeriksaan Kesehatan, Diabetes, Hipertensi.  ABSTRACT Fun run activities, as a form of mass sport, have significant potential to support the early detection of Non-Communicable Diseases (NCDs) through free health screenings integrated with the promotion of an active lifestyle. Given the high prevalence of hypertension and diabetes in Indonesia, health checks at fun run events represent a relevant preventive intervention to enhance public health awareness and literacy. To improve public health by facilitating early detection of NCD risk factors and providing accessible education to participants. Examinations were conducted using promotive and preventive approaches, including health education, measurements of BMI, blood pressure, and blood sugar, individual counseling, and simple post-examination support. A total of 200 participants underwent the examinations. The majority were found to be in normal condition; however, 18% exhibited elevated blood pressure, and 10% had high blood sugar levels. Participants with abnormal results received further education on healthy lifestyles and NCD prevention. Overall, participant feedback was very positive, as the activity helped them understand their health status before and after exercising. This activity is effective for the early detection of NCD risk factors and community-based promotion of a healthy lifestyle. Routine implementation, expansion of screening types, and strengthening cross-sector collaboration are essential for the program’s sustainability. Keywords: Health Checkup, Diabetes, Hypertension.
THE INFLUENCE OF PEPAYA LEAF STEW (CARICA PAPAYA) ON PROSTAGLANDIN (PGF2 α) AND TNF-α LEVELS IN DISMENOREA PATIENTS Nisa, Setia; Maifita, Yesi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.460

Abstract

Analysis:The prevalence of dysmenorrhoea in Indonesia is quite high at 64.25%. Several factors are known as a factor in the occurrence of dysmenorrhoea among others is the increased synthesis of Prostaglandins (PGF2α) and Cytokines (TNFαα) as mediators that play an important role besides PGF2α in the inflammatory process.Method:The purpose of this study was to determine the effect of papaya leaf decoction (Carica papaya) on Prostaglandin (PGF2 α) and TNF-α levels in Dysmenorrhea Patients.This type of research is Quasi Experiment with pre-post test group design, with a total sample of 22 people who have dysmenorrhoea, this study uses a group without treatment and with the treatment of papaya leaf decoction in the same group with a dose of 200 ml/day.Results:The results showed the average value of Prostaglandin (PGF2 α) without treatment was 413.04 ± 11.52 pg / ml with the treatment obtained 215.71 ± 8.13 pg / ml and the average value of TNF α without treatment obtained 412.82, ± 10.90 ng / L with the treatment obtained 215.90 ± 10.77 ng / L, the analysis used is to determine the effect of papaya leave stew (Carica Papaya) administration on PGF2 α and TNF α levels, using t test, the analysis results obtained prostaglandin (PGF2α) with a value of 0.00 and TNF α with a value of p = 0.00 (p <0.05)Conclusion:The conclusion from this study found the effect of papaya leaf decoction (carica papaya) on prostaglandin (PGF2α) and TNF α levels in Dysmenorrhea patients
The Relationship of Self-Management with Quality Lives of Hypertension Patients Linda Marni; Armaita; Yesi Maifita; Elza Safitri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 2 (2024): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i2.6920

Abstract

Hypertension is one of the non-communicable diseases that can cause death. This disease is categorized as a silent disease because people with hypertension do not know they have hypertension before checking their blood pressure. Nationally population prevalence of Indonesia with high blood pressure reaches 34.11% of Indonesia's total population of 270.20 million people. The purpose of the study was to determine the relationship between self-management and the quality of life of people with hypertension in the Working Area of the Pariaman Health Center in Pariaman City in 2023. Type of analytical descriptive research with a research design using a cross-sectional approach. This research was conducted in the working area of the Pariaman Health Center in Pariaman City in 2023. The population in this study was 5337 people, while the sample taken was 44 people from September 20 to October 6, 2023. Sampling through Purposive Sampling. Statistical tests using univariate analysis and bivariate analysis using Chi-Square. The results of the study show Most of the people with hypertension (50.0) have poor Self Management in overcoming the problem of hypertension, and Most of the people with hypertension (50) have a poor quality of life. There is a significant relationship between Self-Management and the Quality of Life of Hypertensive Patients in the Working Area of the Pariaman Health Center in Pariaman City in 2023 (p-value = 0.000 < 0.05). Respondents should pay more attention to the food consumed, exercise, or activities that are useful to improve heart performance, reduce smoking habits that can cause decreased blood flow to various organs, and improve heart performance.
Penyuluhan Anatomi Organ Reproduksi Wanita dan Kesehatan Reproduksi Remaja Nela Novita Sari; Yesi Maifita
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i3.1911

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai anatomi organ reproduksi wanita dan kesehatan reproduksi dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan seperti infeksi saluran reproduksi, perilaku berisiko, dan rendahnya kesadaran menjaga personal hygiene. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang anatomi organ reproduksi wanita dan kesehatan reproduksi melalui penyuluhan di SMPN 7 Pariaman. Metode yang digunakan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, demonstrasi personal hygiene, serta pembagian leaflet kesehatan reproduksi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap 40 remaja putri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan. Sebelum penyuluhan, kategori pengetahuan kurang sebesar 45,0%, sedangkan setelah penyuluhan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 72,5%. Nilai rata-rata pre-test sebesar 58,3 meningkat menjadi 85,6 pada post-test. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung melalui diskusi dan tanya jawab aktif. Penyuluhan kesehatan reproduksi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat pada remaja.
Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Kualitas Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman Sri Ameliati; Yesi Maifita; Roza Putri Yenti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.767

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan bukti pencatatan dan laporan perawat yang digunakan untuk kepentingan klien, masyarakat, serta tim kesehatan dalam memberikan pelayanan data kesehatan yang akurat, valid serta dapat dipertanggung jawabkan. Beban kerja perawat adalah suatu dimensi dari semua aktivitas yang dilakukan perawat selama bertugas disuatu unit kesehatan untuk memberikan pelayanan keperawatan secara cepat, cermat, dan akurat dalam waktu yang ditentukan. Studi yang dilakukan di Ethopia pada salah satu rumah sakit Amhara Ethiopia dengan hasil penelitian didapatkan sebanyak 142 perawat mendokumentasikan asuhan keperawatan untuk semua pasien sedangkan 98 perawat tidak mendokumentasikan. Hasil penelitian di Indonesia sendiri pendokumentasian dilakukan pada tahun 2024, menunjukan dari 25 perawat di Ruang Bugenvile RSUD MGR. Gabriel Manek, SVD Atambua didapatkan sebanyak 9 perawat melakukan dokumentasi asuhan keperawatan dengan kategori baik, 11 perawat dengan kategori cukup, dan 5 perawat dengan kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit aisyiyah pariaman.desain penelitian adalah descriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan diruang rawat inap di rumah sakit aisyiyah pariaman. Penelitian ini dilaksanakan Juli-Agustus tahun 2025. Jumlah sampel 34 Orang dengan pengambilan sampel total sampling. Pengolahan data dilakukan secara Univariat dan Bivariat serta analisa data memakai uji Chi-Square. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden (52,9%) beban kerja berat dan sebagian besar responden (55.9%) kualitas pendokumentasian baik Analisa bivariat didapatkan P=0,001 menunjukan adanya hubungan beban kerja perawat dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Diharapkan dapat mengelola beban kerja secara baik sehingga beban kerja perawat dalam pelaksanaan pendokumentasian lebih dioptimalkan.