Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : MEDIC MEdical Dedication

INJURY AND OSTEOARTHRITIS OUTCOME SCORE (KOOS) DI DESA MARO SEBO, KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA, KABUPATEN MUARO JAMBI, PROVINSI JAMBI Humaryanto; Iskandar, Mirna; Patrick William Gading; Justitia, Budi; Mulyadi, Deri
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 1 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v7i1.29889

Abstract

ABSTRACTOsteoarthritis (OA) is a musculoskeletal disorder caused by several changes as a result of metabolic disturbance. Primary OA is idiopathic, mainly degenerative, and occurs with age. Upon establishing the diagnosis of OA renders the condition itself to be irreversible, but it is possible to halt the progress of the current OA from reaching later and more debilitating stage. The knowledge and awareness of an individual to seek out treatment for potential OA and recognition of OA symptoms are therefore essential in catching the disease when it is still in the earler stages. Among the self-assessment tools available for the general public is the Knee Injury and Osteoarthritis Outcome Score (KOOS), which contains questions that assess the disability of caused by OA specifically of the knee joint. Desa Maro Sebo is a rural area where the majority of residents’ occupation is farming. Musculoskeletal complaints are quite prevalent and troublesome as their day-to-day productivity entails a high level of physical activity and mobility. Enhanced understanding in the symptoms of OA can improve earlier self-awareness about OA particularly of the knee. The method to achieve this is to introduce the KOOS questionnaire and demonstrate how it can be used as a tool for self-assessment by inviting at-risk members of the population to fill the questionnaire with each of their present conditions regarding their knee joints. This community service event was attended by 75 residents, ages 31 – 76 years old, with mean KOOS score of 76,68. The event proved that KOOS is a feasible self-assessment tool to be used for self assessment of symptoms of knee OA.Keywords: Osteoarthritis, self-assessment, knee injury, outcome score ABSTRAKOsteoarthritis (OA) adalah penyakit muskuloskeletal yang terjadi karena beberapa perubahan sebagai akibat dari gangguan metabolisme. OA primer terjadi secara idiopatik, sebagai penyakit degeneratif yang muncul karena penuaan. Apabila diagnosis OA sudah tegak maka OA tidak dapat disembuhkan, namun derajatnya dapat dihambat untuk tidak terjadi progresifitas ke derajat yang makin parah. Maka, peranan dari pengetahuan dan kewaspadaan individu masing-masing sangat penting dalam penilaian sendiri (self-assessment) mengenai kesehatan sendinya. Desa Maro Sebo terdiri atas warga dengan mata pencaharian utama masyarakatnya adalah bertani dan berkebun, maka keluhan nyeri muskuloskeletal adalah permasalahan yang dapat menghambat produktifitas kerja dan kualias hidup sehari-hari. Peningkatan pemahaman cara mengenai cara menilai kesehatan sendi lutut secara mandiri, salah satunya dengan memperkenalkan cara mengisi kuesioner KOOS, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan warga untuk menghindari terjadinya atau memberatnya OA pada lutut. Metode yang digunakan untuk mencapai peningkatan pengetahuan ini adalah dengan mengundang masyarakat untuk memperkenalkan dan mendemonstrasikan cara mengisi kuesioner KOOS. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 75 warga, dengan rentang usia 31 – 76 tahun, dan rata-rata skor KOOS 76,68. Kegiatan ini memperoleh simpulan bahwa penyuluhan kesehatan dengan memperkenalkan kuesioner KOOS cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang dapat muncul karena penyakit OA, khususnya OA lutut.Kata kunci: osteoarthritis, penilaian diri, skor luaran, sendi lutut
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENCEGAHAN WABAH DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) SERTA PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK DI PONDOK PESANTREN TANJUNG PASIR AL-AWWABIEN JAMBI Wulandari, Putri Sari; Aryanty, Nindya; Siregar, Mara Imam Taufiq; Iskandar, Mirna Marhami
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 7 No. 1 (2024): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v7i1.32996

Abstract

ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through female mosquito vectors of the Aedes aegypti and Aedes albopictus types which are often found in areas with tropical and subtropical climates, especially in urban or semi-urban-areas-and spread quickly and widely. One of the efforts to control dengue fever in Indonesia is Mosquito Nest Eradication (MEN), which is the most effective and efficient strategy to break the chain of dengue transmission by eradicating mosquitoes. The condition of Islamic boarding schools is often associated with an unhealthy environment. When the rainy season arrives, many puddles will appear in the Islamic boarding school environment, both in the inner and outer yards, which can become a breeding ground for mosquitoes. Stagnant water can become a breeding ground for mosquito larvae or larvae which originate from eggs and will grow into adult mosquitoes. The aim of this activity is to increase the knowledge and skills of students at the Tanjung Pasir Al-Awwabien Jambi Islamic Boarding School in an effort to prevent dengue transmission and prevent a dengue outbreak from developing. The method used is outreach in the form of health seminars and training to prevent dengue fever outbreaks. This activity was attended by 93 students consisting of 46 men (49.46%) and 47 women (50.54%). When counseling activities are carried out, activity participants are required to take a pre-test before counseling and a post-test after counseling. The pre-test results showed that most participants had a fair level of knowledge (scores 50-69) at 51.61%, while the post-test results showed that most participants had a good level of knowledge (scores 70-89) at 54.84%. Based on the average results, it was found that participants' test scores increased before and after the counseling activities.Keywords: epidemic, dengue hemorrhagic fever, mosquito larvae, Islamic boarding school, Jambi ABSTRAKDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditransmisikan melalui vektor nyamuk betina jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang seringkali ditemukan di wilayah dengan iklim tropis dan subtropis terutama di daerah perkotaan atau semi perkotaan serta menyebar dengan cepat dan luas. Salah satu upaya pengendalian DBD di Indonesia yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang merupakan strategi paling efektif dan efisien guna memutus rantai penularan DBD dengan membasmi nyamuk. Kondisi pondok pesantren sering dikaitkan dengan lingkungan yang kurang sehat. Bila musim hujan tiba akan muncul banyak genangan di lingkungan pondok pesantren baik di halaman dalam maupun luar yang dapat menjadi sarana berkembang biak nyamuk. Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak jentik atau larva nyamuk yang berasal dari telur dan akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri Pondok Pesantren Tanjung Pasir Al-Awwabien Jambi dalam upaya pencegahan penularan DBD serta menghindari wabah DBD berkembang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berupa seminar kesehatan dan pelatihan untuk mencegah wabah DBD. Kegiatan ini dihadiri oleh 93 santri yang terdiri dari 46 orang laki-laki (49,46%) dan 47 orang perempuan (50,54%). Saat kegiatan penyuluhan dilaksanakan, peserta kegiatan wajib mengerjakan pre-test sebelum penyuluhan dan post-test setelah penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan paling banyak peserta memiliki tingkat pengetahuan cukup (nilai 50-69) sebanyak 51,61%, sedangkan hasil post-test menunjukkan paling banyak peserta memiliki tingkat pengetahuan baik (nilai 70-89) sebanyak 54,84%. Berdasarkan hasil rerata didapatkan peningkatan nilai test peserta sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan.Kata kunci: wabah, demam berdarah dengue, jentik nyamuk, pesantren, Jambi