Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Body image and weight loss diet behavior are related to nutritional status in female college students Zahra Zakiyah Komarudin; Prita Dhyani Swamilaksita; Khairizka Citra Palupi; Harna Harna; Dudung Angkasa
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 8, No 4 (2023): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v8i4.988

Abstract

Nutritional status is an important indicator of college student health. College students are included in the age group vulnerable to nutritional problems such as decreased diet quality and excessive weight. The study aims to determine the relationship between body image, mindful eating, and weight loss diet behavior with nutritional status in female college students. The study used a cross-sectional design and was conducted among female students at Esa Unggul University in 2022. A total of 122 subjects were selected using the Proportionate Stratified Random Sampling method. Nutritional status is measured by assessing Body Mass Index (BMI). The instruments used were the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire (MBSRQ) to assess body image, the Mindful Eating Questionnaire (MEQ) to assess mindful eating, and the dietary behavior questionnaire to assess weight loss. Data were analyzed by chi-square test at CI:95%. The results showed that body image was related to thin (p= 0,004) and obese (p= 0,000) nutritional status. Dietary behavior for weight loss is associated with thin nutritional status (p= 0,010) but not with obesity (p= 0,389). In conclusion, nutritional status (BMI) is related to body image and weight loss diet behavior in female college students.
Tripilar Anak Sekolah Berdaya Pasca Pandemi di Wilayah Sekolah Menengah Kejuruan Kecamatan Turen Khairizka Citra Palupi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dampak Pandemi Covid-19 tidak hanya membentur aspek kesehatan, tetapi juga ekonomi dan pendidikan di semua kalangan usia. Hubungan aspek ekonomi dan pendidikan serta hubungan pendidikan dengan aspek neuropsikologi sangat erat. Aspek-aspek tersebut dapat mempengaruhi dan dipegaruhi oleh pemenuhan gizi yang optimal. Metode: Program Tripilar Anak Berdaya ini dilaksanaan pada hari Rabu 14 September 2022. Kegiatan dilakukan di SMK Negeri 1 Turen dan diikuti oleh siswa sebanyak 73 siswa. Materi yang diberikan yaitu mengenai “Peranan Gizi pada Fungsi Otak Remaja”. Hasil: Pada hasil pre-test dapat dilihat bahwa masih ada beberapa siswa yang tingkat pengetahuannya rendah mengenai peranan gizi pada fungsi otak. Namun berdasarkan hasil post-test, tingat pengetahuan siswa mengalami peningkatan dari yang sebelumnya masih ada beberapa siswa dengan tingkat pengetahuan rendah menjadi tidak ada lagi siswa dengan tingkat pengetahuan rendah. Nilai rata-rata tingkat pengetahuan siswa juga meningkat, nilai rata-rata pretest yaitu 96,16 dan post-test yaitu 97,95. Kesimpulan: Program pengabdian masyarakat “Tripilar Anak Berdaya” yang dilakukan di SMK Negeri 1 Turen cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang “Peranan Gizi pada Fungsi Otak Remaja”.Kata Kunci : peranan gizi, fungsi otak, remaja
MUTU GIZI PANGAN, INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI DI WILAYAH LOKUS STUNTING DESA SUKAMANTRI KABUPATEN TANGERANG Hanifah, Luthfi Nur; Nadiyah, Nadiyah; Dewanti, Lintang Purwara; Palupi, Khairizka Citra; Ronitawati, Putri
Journal of Nutrition College Vol 13, No 1 (2024): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i1.41285

Abstract

ABSTRACTBackground: Indonesia faces nutritional problems, including nutritional anemia. One of the most susceptible groups to anemia is teenage girls, as evidenced by the still high prevalence of iron deficiency anemia in teenage girls. The behaviour of teenage girls who consume more vegetable foods than animal proteins affects haemoglobin levels, as well as teenage girls' habits defining body image make them restrict their daily intake of food, thereby causing the teenager to suffer from anemia.Objective: To determine the correlation between the nutrition quality of foods and body mass index (BMI) with haemoglobin levels in teenage girls in the Stunting Locus Area of Sukamantri Village, Tangerang Regency.Methods: Respondents to this study were teenage girls aged 12 to 18 years. The study was conducted in two primary and two secondary schools with a cross-sectional research design. Subjects 141 teenage girls were selected by multistage cluster sampling. Haemoglobin levels were measured using the Mission Hb, weight measurement using digital scales, and height using microtoise food. Nutritional quality was measured using food recall 2x24 hours. Independent variables were the nutritional quality of food and body mass index, and the dependent variable was haemoglobin levels. The bivariate analysis used the Spearman and Pearson correlation test correlation tests.Results: The average haemoglobin level is 13.0 ± 1.40 g/dL. The Z-score ratio is based on BMI-for-age -0.03 ± 1.3 z-score, and the median quality of food nutrition value of food is 62.26±1.19%. There are no significant correlations between the nutritional quality of food, body mass index and haemoglobin levels of teenage girls (p>0.05).Conclusion: The nutritional value of food, body mass index, and haemoglobin levels are not significantly correlated. Keywords: Body Mass Index; Hemoglobin; Nutritional Quality of Food; Teenage Girls ABSTRAKLatar Belakang: Indonesia menghadapi permasalahan gizi, termasuk anemia gizi. Salah satu kelompok yang paling rentan terkena anemia adalah remaja putri, hal ini dibuktikan dengan masih tingginya prevalensi anemia defisiensi besi pada remaja putri. Perilaku remaja putri yang lebih banyak mengonsumsi makanan nabati dibandingkan protein hewani mempengaruhi kadar hemoglobin, begitu pula dengan kebiasaan remaja putri. Penurunan citra tubuh membuat mereka membatasi asupan makanan sehari-hari, sehingga menyebabkan remaja tersebut menderita anemia.Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas gizi makanan dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di wilayah Lokus Stunting Desa Sukamantri Kabupaten Tangerang.Metode: Responden penelitian ini adalah remaja perempuan berusia 12 sampai 18 tahun. Penelitian dilakukan di empat sekolah, dua sekolah dasar dan dua sekolah menengah dengan desain penelitian cross-sectional.  Sebanyak 141 responden remaja putri yang dipilih secara multistage cluster sampling. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Mission Hb, pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan microtoise. Kualitas gizi pangan diukur menggunakan food recall 2x24 jam. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu kualitas gizi makanan dan indeks massa tubuh, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kadar hemoglobin. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi uji korelasi Spearman dan Pearson.Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin 13.0 ± 1.40 g/dL. Rasio z-score berdasarkan BMI untuk usia -0.03 ±1.3 SD dan median kualitas makanan nilai gizi makanan adalah 62.26±1.19% Tidak ada hubungan yang bermakna antara kualitas gizi makanan, indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin remaja putri (p>0.05).Simpulan: Nilai gizi makanan, indeks massa tubuh dan kadar hemoglobin tidak berhubungan nyata. Kata Kunci: Indeks Massa Tubuh; Kadar Hemoglobin; Mutu Gizi Pangan; Remaja Putri
TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DAN CAIRAN, KUALITAS DIET, AKSES PANGAN SERTA AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI PENGENDARA OJEK ONLINE TANGERANG Nurhayati, Arin Fransisca; Palupi, Khairizka Citra; Mulyani, Erry Yudhya; Ronitawati, Putri; Sitoayu, Laras; Sapa'ang, Mertien
Journal of Nutrition College Vol 13, No 2 (2024): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i2.41223

Abstract

ABSTRACTBackground: Online motorcycle taxi drivers are one of the alternative jobs Indonesian demand with 4 million online motorcycle taxi drivers currently spread throughout Indonesia. Workers from the transportation industry also present high health problems due to overweight and obesity. Several factors can affect the nutritional status of the workforce, such as the type of activity (workload), individual labor factors (gender, age, physiological status, fitness level, and eating habits), as well as factors from the work environment (including: physical, chemical, biological, physiological, psychological science and ergonomics). Therefore, the nutritional status of online motorcycle taxis is one of the things that needs attention. Objectives: Analyze the relationship between the adequacy of nutrients and fluids, diet quality, consumption behavior and physical activity with the nutritional status of online ojek drivers in Tangerang. Methods: This study used a Cross Sectional study design. The sample size in this study was calculated using G*Power software, namely 92 samples selected by the non-probability sampling method by accidental sampling. Data on respondents' characteristics and consumption behavior were obtained from questionnaires, the level of adequacy of nutrients and fluids was obtained from the results of recall 1x24 hours for two days, diet quality was assessed from the Balanced Nutrition Index score (IGS 3-60), physical activity was calculated using the PAL form 1x24 hours. Nutritional status was obtained from anthropometric measurements. The data obtained were processed using the Pearson Chi-Square test. Results: There was a significant relationship between the level of adequacy of energy, carbohydrates, fat, frequency of buying food outside and nutritional status (P-value 0.000; 0.000; 0.041; 0.047). There was no significant association between protein adequacy, fiber adequacy, fluids, diet quality, physical activity, cooking frequency and delivery frequency with nutritional status (P-value 0.636; 0.489; 0.556; 0.282; 1.00; 0.056; 0.617).Conclusion: There was a relationship between the level of adequacy of energy, carbohydrates, fat, and the frequency of buying food outside with nutritional status and there was no relationship between the level of adequacy of protein, fiber, fluids, diet quality, physical activity, cooking frequency and frequency of delivery with nutritional status.Keywords: diet quality; food access; level of adequacy of nutrients and fluids; nutritional status; online motorcycle taxi; physical activity ABSTRAKLatar belakang: Pengendara ojek online merupakan salah satu alternatif pekerjaan yang diminati masyarakat Indonesia dengan 4 juta pengendara ojek online saat ini yang tersebar di seluruh Indonesia. Pekerja dari industri transportasi juga menyajikan permasalahan kesehatan yang tinggi karena kelebihan berat badan dan obesitas. Oleh karena itu, status gizi ojek online menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Tujuan: menganalisis hubungan tingkat kecukupan zat gizi dan cairan, kualitas diet, perilaku konsumsi serta aktivitas fisik dengan status gizi pengendara ojek online Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional (potong lintang). Besar sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan software G*Power yaitu 92 sampel yang dipilih dengan metode non probability sampling dengan cara accidental sampling. Data karakteristik responden dan perilaku konsumsi diperoleh dari kuesioner, tingkat kecukupan zat gizi dan cairan diperoleh dari hasil recall 1x24 jam selama 2 hari, kualitas diet dinilai dari skor Indeks Gizi Seimbang (IGS 3-60), aktivitas fisik dihitung menggunakan form PAL 1x24 jam serta status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan energi, karbohidrat, lemak, frekuensi membeli makanan di luar dengan status gizi (p value 0,000; 0,000; 0,041; 0,047). Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecukupan protein, tingkat kecukupan serat, cairan, kualitas diet, aktivitas fisik, frekuensi memasak dan frekuensi pesan antar dengan status gizi (p value 0,636; 0,489; 0,556; 0,282; 1,00; 0,056; 0,617). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat kecukupan energi, karbohidrat, lemak, dan frekuensi membeli makanan di luar dengan status gizi. Tidak ada hubungan antara tingkat kecukupan protein, serat, cairan, kualitas diet, aktivitas fisik, frekuensi memasak dan frekuensi pesan antar dengan status gizi.Kata Kunci: akses pangan; aktivitas fisik; kualitas diet; ojek online; status gizi; tingkat kecukupan zat gizi dan cairan
Hubungan Karakteristik Individu, Asupan Cairan, Status Hidrasi dengan Kejadian Depresi pada Ibu Hamil di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat Nadiya, Feren; Palupi, Khairizka Citra; Novianti, Anugrah; Mulyani, Erry Yudhya; Nadiyah, Nadiyah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 15, No 02 (2023): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v15i02.6986

Abstract

Kehamilan adalah masa-masa teristimewa yang dialami seorang wanita, masa dimana ia akan menjadi seorang ibu, masa dimana dalam rahimnya ada nyawa yang harus dijaga dan dilindungi. Di Indonesia populasi ibu hamil mencapai 5.290.235 (7.65%) dari populasi wanita usia subur yang ada sebanyak 69.148.825 orang (Kemenkes, 2015). Penelitian yang dilakukan oleh Gani, dkk (2014) menunjukkan bahwa prevalensi ibu hamil dengan gangguan depresi sebanyak 7-25% dan dapat terjadi dalam tahapan kehamilan trimester I (7,4%) trimester II (12,8%) dan pada trimester III (12,0%). Depresi pada ibu hamil terjadi beberapa faktor yang mempengaruhi depresi dalam kehamilan yaitu faktor fisik/biologis, faktor psikologis dan faktor sosial budaya dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan karakteristik individu, asupan cairan, status hidrasi dengan kejadian depresi pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.Penelitian ini melibatkan 50 ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk sebagai responden dengan pengambilan sample melalui teknik accidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian depresi (p=0,683), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan kejadian depresi (p=1,000), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan cairan dengan kejadian depresi (p=0,706), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status hidrasi dengan kejadian depresi (p=1,000).
Pengaruh Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai: Pengaruh Konsumsi Teh Hijau Terhadap Tingkat Kecemasan dan Kualitas Tidur Terhadap Pegawai Monic, Monica; Swamilaksita, Prita Dhyani; Fadhilla, Reza; Palupi, Khairizka Citra; Angkasa, Dudung
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh hijau adalah salah satu tanaman yang mempunyai nama latin camelia sinensis. Teh hijau memiliki fungsi sebagai antioksidan, meningkatkan relaksasi, mengurangi gangguan tidur, dan mengurangi kecemasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsumsi teh hijau pada tingkat kecemasan dan kualitas tidur terhadap staff Universitas Esa Unggul. Design penelitian ini adalah menggunakan jenis design quasi experimental design dan menggunakan rancangan one-group pretest dan posttest, dan dalam penelitian ini terdapat 32 orang staff sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian pretest dan posttest pada kualitas tidur responden mengalami perubahan, pada saat posttest kualitas tidur lebih meningkat dibandingkan pada saat pretest, pada saat posttest kualitas tidur responden yaitu 6,50 ± 2,52, sedangkan kualitas tidur pada saat pretest 8,75 ± 2,67, sementara itu untuk pretest dan posttest tingkat kecemasan juga berubah, pada saat posttest tingkat kecemasan responden juga mengalami penurunan yaitu 7,50 ± 7,47 sedangkan tingkat kecemasan pada saat pretest 16,03 ± 12,76. Analisa statistik menggunakan uji paired sample t-test untuk kualitas tidur dan uji Wilcoxon untuk tingkat kecemasan. Pengaruh konsumsi teh hijau menunjukkan adanya perubahan signifikan antara tingkat kecemesan dan kualitas tidur pada waktu sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang menpunyai significansi yaitu (p=0,000). Kata Kunci: Teh Hijau, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pola Asuh, Asupan Energi, Zat Gizi Makro, Diet Gluten Free Casein Free dengan Status Gizi Anak Autis Septiana, Nanda; Harna, Harna; Wahyuni, Yulia; Nadiyah, Nadiyah; Palupi, Khairizka Citra
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.638

Abstract

Meningkatnya jumlah anak autis diberbagai negara tidak terlepas dari munculnya berbagai permasalahan khususnya masalah gizi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pengetahuannibu, pola asuh, asupan energi, zattgizi makro, dan diet GFCF dengan statussgizi anak autis di SKH Yenaiz Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Jumlah sampel yaitu 45 ibu dan anak penderita autis sebagai responden. Pengambilan data karakteristik responden, pengetahuan ibu dan pola asuh menggunakan kuesioner dan pengambilan data untuk asupan energi, zat gizi makro dan diet GFCF menggunakan food recall 2x24 jam. Analisis statistik yang digunakan adalah spearman rank. Hasil: Umur didominasi oleh anak 7-9 tahun, jenis kelamin paling banyak yaitu laki-laki, pendidikan ibu paling banyak yaitu SMA, pendapatan orang tua rata-rata tinggi. Pengetahuan ibu dengan median 78±2,032. Pola asuh dengan median 103±0,723. Asupan energi dengan median 1129,10±36,49. Asupan karbohidrat dengan median 159,10±5,40. Asupan protein dengan median 41,15±1,41. Asupan lemak dengan median 32,68±1,44. Status gizi anak autis dengan median -0,60±0,2097. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pola asuh dengan status gizi anak autis (p>0,05). Terdapat hubungannsignifikan antara asupan energi, zat gizi makro, dan diet GFCF dengan status gizi anak autis (p<0,05). Kesimpulan: Pada penelitian ini asupan energi, zat gizi makro dan diet GFCF berhubungan dengan status gizi anak autis di SKH Yenaiz.
Glucose levels, diabetes duration, vitamin intake and their association with cognitive function in patients with type 2 diabetes mellitus Palupi, Khairizka Citra; Durotunisa, Siti Irma; Nuzrina, Rachmanida; Wahyuni, Yulia; Harna, Harna
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 2 (2025): June
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i2.2172

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus may also contribute to cognitive decline.  Risk factors for cognitive decline in patients with type 2 DM include demographic characteristics, clinical conditions, and nutritional intake. However, there is controversy regarding whether micronutrient intake affects cognitive function among type 2 DM. Thus, we aimed to investigate the determinants of cognitive function in patients with type 2 diabetes mellitus. A cross-sectional design was used in this study. This research was conducted in Marzoeki Mahdi Hospital, Bogor, West Java, from May to June 2023 among 98 respondents. Data on blood glucose levels (HbA1c) were obtained from medical records over the last three months. Nutritional intake was assessed using the SQ-FFQ and cognitive function was assessed using the MoCA-Ina. A significant relationship was found between blood glucose levels, age, illness duration, and cognitive function (r=-0,212, p=0,036; r=-0,736, p=0,0001; r=-0,573, p=0,0001). However, there was no significant relationship between vitamin B12 or C intake and global cognitive function (r=-0,005; p=0,959, r=0,126; p=0,217). There was a relationship between vitamin C and aspects of cognitive function, namely, abstraction (r=0,350, p=0,0001). In conclusion, there is a relationship between blood glucose levels, age, and duration of DM and cognitive function. Vitamin C consumption is associated with abstraction ability.
The Effect of Etpt Diet Therapy on Body Weight, Energy Intake, and Macronutrition in Malnutritional Schizophrenia Patients Rohmah, Alfy Daniyati; Novianti, Anugrah; Sa’pang, Mertien; Palupi, Khairizka Citra; Ronitawati, Putri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.5177

Abstract

Schizophrenia is associated with many health problems because changes in body weight will increase morbidity and mortality. Schizophrenic patients who come from social services have an average nutritional status of underweight and very thin (poor) categories. Purpose : This study aims to knowing the effect of giving ETPT diet therapy on changes in body weight, energy intake, and macronutrients in malnourished schizophrenic patients. Methods: This type of research was quasi-experimental research with a one group pretest-posttest design, using simple random sampling technique, namely 50 subject. Data were obtained from patients with malnutrition status who received the ETPT diet from the third classa adult inpatient ward. Data analysis in this study used paired t-test for changes in body weight and Wilcoxon test for energy intake and macronutrients. Results: This study showed there were significant differences in the changes in the respondents' weight while being given the ETPT diet. The difference in the average change in the respondent's weight during the 14 days of treatment was 2.18 kg. There was a change in energy intake on the first 7 days the patient was admitted, but there was no change in energy on the second 7 days the patient was treated. However, there is an increase in the average energy intake, which is not too much but already fulfills his needs. The average difference in changes in energy intake is 40.3 kcal. Overall energy intake in 14 days of treatment with P-Value = 0.055 (P-Value > 0.05), which means there is no change in energy intake. There were changes in protein, fat, and carbohydrate intake during treatment with an average difference in changes in protein intake of 2.7 grams, 2.0 grams of fat, and 14 grams of carbohydrates, with a P-Value = 0.000 (P-Value<0.05). Conclusions: There is an effect of giving ETPT diet therapy on body weight, energy intake, andmacronutrients in malnourished schizophrenic patients before and after intervention at the Mental Hospital Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta.
Pengaruh video edukasi sadar gizi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap terkait gizi pada wanita gizi lebih di wilayah perkotaan Palupi, Khairizka Citra; Sari, Ria Patika; Gifari, Nazhif; Sitoayu, Laras
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.69116

Abstract

The effect of mindful nutrition educational video on knowledge levels and attitudes related to nutrition among overweight women Background: High consumption of food without emotional control or mindless eating has been identified may increase the prevalence of overweight among urban women. Mindful eating intervention has been identified may improve nutritional status among overweight. However, the mechanism of whether this intervention may influence nutritional knowledge and attitude remains unknown. Objective: The study investigates the effectiveness of mindful eating videos on nutritional knowledge and attitude among urban women with overweight. Methods: The research method was used pre-experimental with a one-group pretest-posttest research design on 42 overweight women aged 20-29 years in West Java and Jakarta. The intervention was carried out for 5 weeks using validated mindful eating videos. Knowledge and attitudes were measured by pre-test and post-test questionnaires. Data analysis was carried out by paired sample t-test and Wilcoxon test. Results:  The results of this study indicate that the provision of mindful nutrition education video is not effective in increasing knowledge related to nutrition (p-value= 0.082) while effective in improving attitudes related to nutrition (p-value=0.0001).Conclusions: Nutrition awareness education with online videos can be used as a media for nutritional intervention that affects attitudes related to nutrition, but does not affect the increase in knowledge of women with overweight.