Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penegakan Hukum Garis Sempadan Jalan Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Mataram Ahmad Fauzi, Ismi; Khair, Abdul; Sarkawi, Sarkawi
Jurnal Diskresi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Diskresi
Publisher : Bagian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/diskresi.v2i2.3673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami mengenai penegakan hukum atas ketentuan garis sempadan jalan dalam mendirikan bangunan di Kota Mataram sebagaimana telah diatur secara hukum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif-empiris, dengan metode pendekatan sosiologi hukum, antropologi hukum dan pendekatan perundang-undangan. Sesuai dengan temuan penelitian ini, penegakan hukum atas ketentuan garis sempadan jalan dalam mendirikan banngunan di Kota Mataram belum dapat dilaksanakan secara maksimal karena dari fakta empirisnya masih terdapat bangunan-bangunan rumah, toko/kios yang tidak mematuhi mengenai harus tersedianya ruang sempadan jalan. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh faktor keasadaran hukum, pemahaman fungsi dari garis sempadan jalan, bangunan-bangunan yang sudah ada terlebih dahulu terbentuk dari peraturan tersebut.
Kewenangan Pemerintah Desa Dalam Pembentukan Peraturan Desa Di Desa Parampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat Rusnan, Rusnan; Sarkawi, Sarkawi; Koynja, Johannes Johny
Jurnal Diskresi Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Diskresi
Publisher : Bagian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/diskresi.v2i2.3725

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan aparat desa Parampuan Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat dalam melaksanakan pemerintah desa termasuk dalam penyusunan peraturan desa. Desa atau yang disebut dengan nama lain selanjutnya disebut sebagai desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adapt istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan NKRI. Maka setelah disahkannya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dinyatakan bahwa: Keberagaman karakteristik dan jenis Desa, atau yang disebut dengan nama lain, tidak menjadi penghalang bagi para pendiri bangsa (founding fathers) ini untuk menjatuhkan pilihannya pada bentuk negara kesatuan. Meskipun disadari bahwa dalam suatu negara kesatuan perlu terdapat homogenitas, tetapi Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap memberikan pengakuan dan jaminan terhadap keberadaan kesatuan masyarakat hukum dan kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, yang termasuk adalah penyelenggaraan pemerintahan desa, segala tindakan pemerintah harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan. Untuk itu, sebuah peraturan yang dibentuk oleh legislator baru dapat dikatakan baik apabila dapat mengakomodir kepentingan seluruh elemen yang ada, baik dari struktur dan mekanisme pemebnetukapnnya, adanya landasan atau dasar yang dijadikan pijakan serta mengakomodir kepentingan pemerintahan dan masyarakat sehingga aturan tersebut dapat diterima dan berjalan dengan efektif termasuk terhadap peraturan desa.
Pertukaran Sosial Dalam Konteks Dakwah dan Komunikasi Sarkawi, Sarkawi; Rubino, Rubino; Mailin, Mailin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17901

Abstract

Social communication theory gradually continues to develop, all theories introduced by experts have benefits in understanding social dynamics for society. research with the title of the concept of social exchange in the perspective of theory and Islamic perspective aims to find out the relevance of this theory to modern society and to understand the hardness of this theory from an Islamic point of view. The research method used based on the source of the data is a qualitative research method with a descriptive approach by conducting relevant studies based on various sources and relevant literature as well to further study and analyze the concept of this theory based on theoretical perspectives and Islamic concepts. Based on the data collected, the author draws a simple conclusion that this social exchange theory is relevant to current social conditions, especially in the midst of the development of various technologies, because humans are starting to be ignorant and indifferent, although it must be admitted that Islam provides guidance that current social exchanges prioritize the principles of justice, sincerity and broader maslahah
Faktor Berhubungan dengan Pemberian Vitamin A Angraini, Wulan; Oktavianti, Elia; Febriawati, Henni; Husin, Hasan; Sarkawi, Sarkawi; Agustinawati, Zulaikha
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16682

Abstract

ABSTRACT Vitamin A is the most important nutrient, vitamin A has various uses in various ways to reduce mortality and the risk of disease. The Ministry of Health establishes public health policies and Vitamin A supplementation programs in the field. The process begins with preparation, continues with the provision of vitamin A capsules, and ends with delivery to the intended recipients, namely infants and toddlers. The main objective of this study was to determine what variables are related to the provision of vitamin A in the Kuala Lempuing Health Center work area, Bengkulu City. After data collection, the number of valid samples that met the inclusion and exclusion criteria was 45 samples, based on the initial sample of 76 respondents selected using the Accidental Sampling technique. Based on the results of the analysis, several variables were found that were related to the provision of vitamin A and several variables that were not related. The variables of knowledge and the role of cadres were related (each p = 0.038 and p = 0.023), while the relationship (each p = 0.057), distance (each p = 1000), and family support (each p = 0.454) were not related. The function of cadres in providing vitamin A is significantly related to the knowledge factor. Vitamin A and the increasing responsibility of cadres to provide it to toddlers should be the subject of routine counseling. Keywords: Knowledge, Attitude, Distance, Family Support, Role of Cadres, Vitamin A  ABSTRAK Vitamin A merupakan zat gizi yang paling penting, vitamin A memiliki bermacam kegunaan dalam berbagai cara untuk mengurangi angka kematian dan resiko penyakit. Kementrian kesehatan menetapkan kebijakan kesehatan masyarakat dan program sumplementasi Vitamin a di lapangan. Proses dimulai dari persiapan, dilanjutkan dengan pemberian kapsul vitamin A, dan diakhiri dengan penyerahan kepada penerima yang dituju, yaitu bayi dan balita.  Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui variabel apa saja yang berhubungan dengan pemberian vitamin A di wilayah kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu. Setelah dilakukan pengumpulan data, diperoleh total sampel valid dengan kriteria inklusi maupun eksklusi sebanyak 45 sampel, berdasarkan sampel awal sebanyak 76 responden yang dipilih dengan teknik Accidental Sampling. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan beberapa variabel terkait pemberian vitamin A dan beberapa variabel yang tidak berhubungan. Variabel pengetahuan dan peran kader terdapat hubungan (masing-masing p=0,038 dan p=0,023), sedangkan keterkaitan (masing-masing p=0,057), jarak (masing-masing p=1000), dan dukungan keluarga (masing-masing p=0,454) tidak terdapat hubungan. Fungsi kader dalam pemberian vitamin A berhubungan signifikan dengan faktor pengetahuan. Vitamin A dan meningkatnya tanggung jawab kader untuk menyediakannya kepada balita harus menjadi subjek konseling rutin. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Jarak, Dukungan Keluarga, Peran Kader, Vitamin A
Perkembangan Dakwah Era Teknologi dan Dampaknya Sarkawi, Sarkawi
Journal of Da'wah Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v2i2.3154

Abstract

Da’wah is a command of Allah, da'wah must also continue and be conveyed to the people, the implementation of da'wah from time to time continues to experience changes and developments, challenges and opportunities for da'wah also become an inseparable part along with the times, the world of technology is developing increasingly sophisticated and rapidly provide space and a very significant impact on the development of Da'wah, but on the other hand, the values ​​of Da'wah sometimes become hampered from being able to be applied perfectly. This article discusses the development of Da'wah in the Technology era and its development which aims to find out the development of Da'wah in the technological era and the impact caused by using research methods, literature searches and analysis both from literature and observations, from this discussion it is concluded that Technological Developments provide convenience in the implementation of Da'wah activities, and provide an open space so that da'wah can be conveyed quickly and precisely and can be more easily, either through writing, video and so on, but it is undeniable that freedom in the world of technology provides opportunities for people who are not responsible for conveying information and or as if the study of da'wah but sometimes misguided and misleading, this is because users sometimes have started to be less careful about the sources they get
Jejak Dakwah Syekh H. Baihaqi di Aceh Singkil Fadhli, Ahmad; Sarkawi, Sarkawi
Journal of Da'wah Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v3i2.4432

Abstract

Da'wah is a noble task and has been explained in the Qur'an, the implementation of Da'wah itself can be carried out through various methods so that it can be achieved as expected. the scholars in carrying out da'wah have their own methods and characteristics, according to the conditions of the audience in the field and their abilities, so that when tracing the da'wah traces of the scholars, of course there are many differences. in this study the author raises the title Da'wah Traces of Sheikh H. Baihaqi in Aceh Singkil, which aims to find out how the da'wah traces and methods of implementing Da'wah carried out by Sheikh H. baihaqi. The type of research that the author uses is field research, through the History approach, where sources are obtained, through direct observation and observation, as well as other sources related to this research. from the research conducted, the author found that Sheikh H. Baihaqi had prepared himself before plunging into the wider community from various sides, including economic preparation, while the da'wah model carried out by the model of da'wah Bil lisan and da'wah bil hal, which is oriented towards the interests of the people, so as to give birth to a generation of knowledge and faith
Factors Associated with the Incidence of Tuberculosis Angraini, Wulan; Sinta, Klara; Febriawati, Henni; Kosvianti, Emi; Rizal, Achmad Faisal; Sarkawi, Sarkawi
Jurnal Kesehatan Prima Vol. 19 No. 1 (2025): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v19i1.1237

Abstract

Tuberculosis or also known as TB is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, in which the bacterium can not only attack the lungs but also attack other organs such as carbuncles, skin, meningitis, lymph nodes, intestines and other people. The transmission originates when the patient sneezes or coughs so that the germs spread through the air in the form of sputum. This study aims to determine the factors that influence the incidence of tuberculosis in the work area of the Bengkulu Pasar Ikan Market Health Center. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The research was conducted at the Fish Market Health Center in Bengkulu City from November 25 to December 24, 2022. The research sample was taken from a total of 64 people using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out by univariate and bivariate analysis using the chi-square test with α = 0.05. The results of the study showed that there was an influence between age, knowledge, attitudes, gender, smoking habits, ventilation, occupancy density, humidity and lighting related to the incidence of tuberculosis.
Analisis Relevansi Hadis Nahi Mungkar Dalam Konteks Kekinian Sarkawi, Sarkawi; Zikrillah, Abdu; Sulidar, Sulidar
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.9095

Abstract

Kemungkaran merupakan tindakan yang dapat merusak moral dan kehidupan suatu bangsa. Sejarah mencatat bahwa tindakan jahat tidak pernah menghilang dari permukaan bumi, tetapi seiring berjalannya waktu, tindakan jahat semakin meluas. Kejahatan yang terjadi di era digital saat ini sangat beragam dan keberadaannya sedikit tersembunyi. Ini tentunya menjadi perhatian bagi semua pihak untuk dapat mengambil langkah-langkah pencegahan atau penanggulangan terhadap aktivitas kriminal (kejahatan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, serta teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan terkait dengan masalah dakwah khususnya mengenai penerapan Hadis Nahi Mungkar terhadap masalah sosial di era teknologi digital. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, penulis menganalisis sejauh mana prinsip-prinsip Nahi Mungkar yang terkandung dalam Hadis Nabi relevan dalam mengatasi masalah tindakan amoral yang muncul di era teknologi digital saat ini. Berdasarkan studi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pencegahan dan penanggulangan kejahatan berdasarkan Hadis Nabi dapat dilakukan melalui tiga pendekatan utama: pertama, intervensi langsung melalui kekuatan atau peraturan (Tangan); kedua, upaya edukasi seperti ceramah dan sosialisasi (Lisan); dan ketiga, perhatian dan kepedulian orang tua terhadap anak-anak mereka (Hati). Kerja sama antara pemerintah, pemimpin agama, dan orang tua sangat penting untuk meminimalkan peningkatan kejahatan di masa depan. Pencegahan dan penanggulangan kejahatan di era digital memerlukan pendekatan yang komprehensif, yang mengintegrasikan ajaran tradisional dan strategi modern untuk menjaga moral masyarakat dan melindungi komunitas.
The Halal Paradox: Strategies for Resilient Indonesian Food MSMEs Qadariyah, Lailatul; Sarkawi, Sarkawi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.17099

Abstract

Despite the mandatory halal certification for Indonesian businesses, the anticipated benefits, such as increased product value or market share expansion, have not materialized for all enterprises. This study investigates the marketing challenges faced by halal-certified Micro, Small and Medium-sized Enterprises (MSMEs) in the Bangkalan Regency, Indonesia, focusing on the food sector. Employing a qualitative research design with a phenomenological interpretive approach, the study utilizes data collected through interviews and document analysis from 10 MSME informants. The findings reveal three primary factors hindering their marketing efforts. Firstly, the absence of a centralized platform or marketplace specifically for halal products restricts their reach and visibility. Secondly, the COVID-19 pandemic has disrupted consumer behavior and market dynamics, posing a common challenge for all MSMEs, including those in the halal food sector. Lastly, limited public awareness and understanding of halal certification results in reduced demand for halal products. These findings highlight the need for multi-pronged interventions to support halal-certified MSMEs. This includes establishing dedicated halal product marketplaces, providing pandemic relief measures tailored to MSMEs, and implementing awareness campaigns to educate the public about the significance of halal certification. This study offers valuable insights into the marketing challenges faced by halal-certified MSMEs in a specific Indonesian context. The proposed solutions can inform policy interventions and marketing strategies to empower halal-certified businesses and promote the halal food industry.==============================================================================================================ABSTRAK – Paradoks Halal: Strategi untuk Daya Tahan UMKM Makanan Indonesia. Meskipun sertifikasi halal menjadi kewajiban bagi pelaku usaha di Indonesia, manfaat yang diharapkan, seperti peningkatan nilai produk atau ekspansi pangsa pasar, belum dirasakan oleh semua perusahaan. Penelitian ini mengkaji tantangan pemasaran yang dihadapi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah tersertifikasi halal di Kabupaten Bangkalan, Indonesia, khususnya sektor makanan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan analisis dokumen dari 10 informan UMKM dan dianalisis dengan pendekatan interpretatif fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga faktor utama yang menghambat upaya pemasaran mereka. Pertama, ketiadaan platform khusus yang dapat menampung dan memasarkan produk-produk halal. Kedua, efek negatif pandemi COVID-19 yang mengganggu perilaku konsumen dan dinamika pasar, termasuk yang berada di sektor makanan halal. Terakhir, rendahnya kesadaran masyarakat akan sertifikasi halal yang mempengaruhi permintaan akan produk halal. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya kerjasama berbagai pihak dalam mendukung UMKM bersertifikasi halal, yang mencakup pembentukan pasar khusus produk halal, penyediaan bantuan pandemi yang terukur untuk UMKM, dan pelaksanaan diseminasi tentang sertifikasi halal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikasi halal. Kajian ini memberikan input yang sangat berharga tentang tantangan pemasaran yang dihadapi oleh UMKM yang tersertifikasi halal dalam konteks Indonesia. Hal ini dapat digunakan untuk intervensi kebijakan dan strategi pemasaran bagi pemberdayaan usaha yang tersertifikasi halal sekaligus mempromosikan industri makanan halal.
The Role of Madurese Ulama in Maintaining Halal Practices in Society: A Phenomenological Study in Dasuk District, Sumenep Sajidah; Sarkawi, Sarkawi; Lailatul Qadariyah
Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/values.v2i5.120

Abstract

This research aims to reveal the role of Madurese ulama in maintaining halal practices in the community of Dasuk District, Sumenep Regency. Through a qualitative approach with phenomenological methods, this research explores the subjective experiences of the community and ulama in understanding and internalizing halal values ​​in everyday life. Data was obtained through in-depth interviews, observation and documentation of the religious and socio-economic activities of the Dasuk community. The research results show that ulama play a role as educators, moral supervisors, and social role models who guide society to consistently implement halal principles, not only in consumption but also in work and social interactions. Ulama use a gentle and contextual da'wah approach, such as recitations and informal discussions, to instill awareness about the importance of halal. The main challenges faced include differences in people's levels of understanding, the influence of modernization, and changes in lifestyle. In conclusion, the role of village ulama in Dasuk is very significant as moral and cultural agents in maintaining the continuity of halal values ​​amidst the social dynamics of Madurese society.