Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

INVENTARISASI AIR SUMUR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI DESA SUNGAI NIBUNG, KABUPATEN KUBU RAYA Sofiana, Mega Sari Juane; Warsidah, Warsidah; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Apriansyah, Apriansyah; Safitri, Ikha; Rudiyanto, Rudiyanto; Nurrahman, Yusuf Arief; Minsas, Sukal; Idiawati, Nora; Helena, Shifa; Nurdiansyah, Sy. Irwan; Prayitno, Dwi Imam; Harianto, Harianto; Darma, Surya
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v4i3.1623

Abstract

A common problem faced by coastal communities is the lack of clean water. This issue also occurs in the coastal area of Sungai Nibung Village, Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency. The community relies on dug well water; however, this water is yellowish, murky, and has an iron odor. This activity, in Community Service (PKM), aims to collect data on the condition of water and existing clean water fasilities and infrastructure, and offer treatment solutions that consider the current situation. The method was carried out through field surveys, raw water sampling, simple water testing (pH, salinity, and coagulation-flocculation tests), and observation of clean water supporting facilities. High levels of in the water can be reduced through coagulation-flocculation using soda ash and PAC to precipitate the iron. If the sedimentation stage is skipped, the workload of the filters in te available facilities becomes heavier. One applicable solution for the community is to add aeration and sedimentation tanks to oxidize and precipitate the iron.
Struktur Komunitas Fitoplankton di Pantai Pulau Datok Perairan Sukadana Fatriani, Ria; Minsas, Sukal; Nurdiansyah, Syarif Irwan
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.95836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton di perairan Pantai pulau Datok, Sukadana. Penelitian dilakukan pada empat stasiun yang mewakili karakteristik lingkungan berbeda. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net, sedangkan parameter lingkungan seperti suhu, pH, kecerahan air, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat diukur secara in-situ dan ex-situ. Hasil menunjukkan total 61 genus dari 8 divisi dan 10 kelas fitoplankton, dengan kelas Bacillariophyceae mendominasi di semua stasiun. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,117-3,250, keseragaman (E) 0,343-0,840, dan dominansi (C) 0,055-0,388. Kepadatan tertinggi dicatat di Stasiun I yang memiliki kandungan nitrat tertinggi. Kecepatan arus terbukti berpengaruh negatif terhadap kelimpahan fitoplankton. Komunitas fitoplankton di Pantai Pulau Datok menunjukkan potensi sebagai bioindikator kondisi lingkungan perairan.
Keanekaragaman Makrozoobenthos di Epifauna di Kawasan Ekowisata Pantai Tanjung Burung Kabupaten Mempawah Sari, Nur'azizah Fatika; Minsas, Sukal; Sofiana, Mega Sari Juane
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.95825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur keanekaragaman makrozoobenthos epifauna serta kondisi parameter lingkungan di kawasan ekowisata Pantai Tanjung Burung, Kabupaten Mempawah. Sampel diambil pada empat stasiun menggunakan metode purposive random sampling. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan coring. Identifikasi spesies dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan, FMIPA UNTAN. Hasil identifikasi makrozoobentos ditemukan 14 spesies, 13 genus, 11 famili, 8 ordo dan 3 kelas. Nilai indeks keanekaragaman (H') berkisar 0,4958–1,8462 (rendah hingga sedang), indeks dominansi (D) berkisar antara 0,1735 – 0,7486 (rendah – tinggi), dan indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,3576 – 0,9487 (rendah – tinggi). Parameter lingkungan menunjukkan suhu tanah 29,4–31,9°C, pH 7,60–8,02 dan salinitas 27–29,4 ppt. Fraksi tanah didominasi liat dan debu. Kondisi ini menunjukkan lingkungan masih mendukung kehidupan makrozoobenthos.
Struktur Komunitas Gastropod di Kawasan Mangrove Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya Nadianti, Vega; Minsas, Sukal; Nurrahman, Yusuf Arief
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.96093

Abstract

Kawasan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung keanekaragaman hayati. Salah satu organisme yang hidup di kawasan ini adalah gastropoda, yang berfungsi sebagai pengurai dan indikator ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas gastropoda serta keterkaitannya dengan parameter lingkungan di kawasan mangrove Desa Sungai Kupah, Kabupaten Kubu Raya. Pengumpulan data dilakukan pada lima stasiun dengan metode kuadrat transek berukuran 1x1 meter. Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu tanah, pH tanah, salinitas, pH air, dan fraksi tanah. Hasil identifikasi menunjukkan tujuh spesies gastropoda dari lima famili, dengan spesies dominan Neritina violacea. Kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun yang memiliki substrat lempung berpasir dan vegetasi mangrove rapat. Nilai indeks keanekaragaman berada pada kategori rendah hingga sedang. Faktor lingkungan seperti suhu dan pH tanah, serta tekstur substrat, memengaruhi distribusi spesies. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kawasan mangrove sebagai habitat alami gastropoda.
Keanekaragaman Makrozoobentos di Kawasan Mangrove Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya Hartati, Siti; Minsas, Sukal; Apriansyah, Apriansyah
Oseanologia Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i3.96425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi, keanekaragaman, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi sebaran makrozoobentos di kawasan mangrove Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel dilakukan di lima stasiun menggunakan metode transek berukuran 1×1 m dengan tiga kali ulangan. Hasil penemuan ditemukan 3 filum, 3 kelas, 5 ordo, 9 famili, dan 12 genus makrozoobentos. Kepadatan spesies bervariasi antara 1,6–22,0 ind/m² dengan nilai tertinggi di Stasiun 2, didominasi Gastropoda, terutama Neritina cornucopia . Indeks keanekaragaman (H') berkisar 0,50–1,30 (rendah–sedang), indeks keseragaman (E') 0,72–0,94 (tinggi), dan indeks dominansi (D) 0,13–0,43 (rendah), menunjukkan ekosistem relatif seimbang tanpa dominansi spesies tertentu. Faktor lingkungan seperti pH, suhu, salinitas, dan fraksi tanah berpengaruh terhadap pelaporan makrozoobentos, di mana substrat yang didominasi fraksi debu yang mendukung kehidupan organisme bentik. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai kondisi ekologis mangrove Jeruju Besar dan dapat menjadi referensi untuk pengelolaan dan pelestarian kawasan mangrove secara berkelanjutan.
Estimation of mangrove sediment carbon storage in Purun Kecil Village, West Kalimantan, Indonesia Helena, Shifa; Minsas, Sukal; Jayanti, Ucy
Journal of Marine Resources and Coastal Management Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/mrcm.v7i1.2435

Abstract

Mangrove ecosystems play a crucial role as coastal blue-carbon reservoirs, yet widespread land-use conversion has led to substantial degradation and carbon loss in many regions. This study estimates sediment carbon storage in mangrove ecosystems in Purun Kecil Village, Mempawah Regency, West Kalimantan, Indonesia, and identifies sediment factors influencing carbon retention. The research was conducted from June to August 2025, with sediment samples collected at a depth of 0–30 cm across natural mangroves, inactive fishponds, and coconut plantations. Organic carbon was analyzed using the Loss on Ignition (LOI) method, accompanied by measurements of bulk density, soil texture, pH, moisture, and salinity. The results show that natural mangroves stored the highest sediment carbon stock (614.7 Mg C/ha), followed by inactive fishponds (472.0 Mg C/ha) and coconut plantations (392.9 Mg C/ha). One-way ANOVA confirmed significant differences in sediment carbon stocks among land-use types (p < 0.001), and Tukey’s HSD post-hoc analysis indicated that all land-use categories differed significantly. Higher carbon storage in natural mangroves was associated with lower bulk density and finer sediment texture, which promote carbon stabilization under anaerobic conditions. These findings demonstrate that land-use conversion from mangroves to aquaculture and agriculture substantially reduces sediment carbon reserves and degrades soil quality. The study highlights the importance of mangrove conservation and restoration as effective nature-based solutions for climate change mitigation and coastal ecosystem management.
Implikasi Proses Pembelajaran secara Luring dan Daring terhadap IPK Mahasiswa FMIPA Universitas Tanjungpura Minsas, Sukal; P.W., Elvi Rusmiyanto; Sari, Reny Puspita; Sayekti, Endah; Hasanuddin; Muhardi; Imroah, Nurfitri; Yudhi; Ardiningsih, Puji; Nirmala, Irma
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2355

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak proses pembelajaran daring dan luring terhadap kepuasan mahasiswa dan korelasinya dengan peningkatan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura. Metode survei diterapkan dengan menggunakan pengambilan sampel acak bert stratified, melibatkan 437 responden dari berbagai program studi. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, menghasilkan nilai alpha Cronbach sebesar 0,917, menunjukkan reliabilitas yang tinggi. Data dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur kepuasan mahasiswa di berbagai aspek pelayanan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan akademik termasuk dalam kategori baik–sangat baik, dengan skor interval rata-rata berkisar antara 3,01 hingga 3,43. Analisis IPK menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pembelajaran daring (3,12–3,48) dan hibrida (3,37–3,42) dibandingkan dengan pembelajaran luring (3,09–3,18). Hasil ini menegaskan bahwa variasi metode pembelajaran memengaruhi prestasi akademik mahasiswa, sementara survei kepuasan memberikan dasar empiris untuk pembuatan kebijakan guna meningkatkan kualitas akademik di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura.