Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH PERMAINAN UNPLUGGED CODING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Karimah, Safa Abidah; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.100849

Abstract

Kemampuan berpikir komputasional merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikenalkan anak sejak dini. Salah satu metode efektif untuk mengembangkan kemampuan ini adalah permainan unplugged coding, yaitu pembelajaran konsep pemrograman tanpa perangkat digital melalui permainan yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini menguji pengaruh permainan unplugged coding terhadap kemampuan berpikir komputasional anak usia 5-6 tahun pada salah satu TK di Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest, data diperoleh dari tes pada anak usia 5-6 tahun yang dipilih dengan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja, dengan validitas isi dan konstruksi. Analisis data menggunakan teknik analisis data statistik parametrik dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum treatment, kemampuan berpikir komputasional anak masih rendah. Setelah diberikan treatment berupa permainan unplugged coding seperti coding station dan tic-tac-toe, terjadi peningkatan signifikan. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test dengan nilai signifikansi <0,001 (?<0,05). Rata-rata hasil pre-test 14,96 meningkat menjadi 21,46 pada post-test, yang menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berpikir komputasional setelah treatment. Sehingga, permainan unplugged coding terbukti memberikan pengaruh positif. Oleh karena itu, metode ini disarankan untuk diterapkan lebih luas dalam pembelajaran guna mengembangkan keterampilan berpikir komputasional anak secara optimal
EFEKTIVITAS MEDIA BOARD GAME TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PADA ANAK USIA DINI Nugraha, Agapita Austin Pramudhita; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.101973

Abstract

Kemampuan literasi numerasi merupakan kemampuan yang penting bagi anak usia dini, sebab kemampuan ini dinilai mampu dalam mendukung kemampuan anak dalam berpikir secara matematis. Kurangnya kemampuan literasi numerasi pada anak usia dini dapat menimbulkan pengaruh dalam kehidupan anak, terutama dalam hal memecahkan suatu permasalahan yang akan dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu media yang berpotensi mendukung stimulasi kemampuan literasi numerasi adalah board game interaktif yang dirancang sesuai dengan aspek literasi numerasi. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media board game terhadap kemampuan literasi numerasi pada anak usia dini. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan pada anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan data hasil penelitian, dinyatakan bahwa penggunaan board game ini efektif dalam upaya pengembangan kemampuan literasi numerasi, yang dibuktikan pula dengan hasil uji hipotesis yang menyatakan nilai signifikansi sebesar 0,001 ≤ 0,05. Media board game dapat menjadi rekomendasi dalam upaya pengembangan literasi numerasi anak usia 5-6 tahun.
HUBUNGAN HELICOPTER PARENTING DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Shofiyah, Salsabila Yudi; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 12, No 4 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i4.88002

Abstract

Kemandirian ialah sikap yang didapat melalui proses yang harus dibentuk sejak dini, ketika seseorang belajar untuk dapat menuntaskan kegiatan dengan kemampuannya sendiri dan tidak asuh mudah bergantung pada orang lain. Kemandirian juga dipengaruhi oleh faktor pola orang tua diantaranya helicopter parenting. Penelitian bertujuan untuk menguji adanya hubungan helicopter parenting dengan kemandirian anak usia 5-6 tahun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional dan melibatkan sampel sejumlah 110 orang tua dan 110 anak dari 5 TK dalam 1 gugus. Pengumpulan data dilakukan dengan penggunaan kuesioner mengenai helicopter parenting dan observasi mengenai kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan helicopter parenting terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun yang ditunjukkan dengan hasil perhitungan uji korelasi pearson product moment didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,033. Penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel mempunyai hubungan yang positif dengan kekuatan hubungan yang rendah. Artinya, semakin orang tua menerapkan helicopter parenting maka akan berpengaruh pada meningkatnya kemandirian anak. Penelitian ini menjelaskan orang tua yang menerapkan helicopter parenting sedang memiliki batasan pada menanamkan nilai yang baik untuk anak sehingga anak memiliki tingkat kemandirian yang tinggi.
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PERSPEKTIF MUNIF CHATIB Fathia, Firza; Nurjanah, Novita Eka; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.67035

Abstract

Teori multiple intelligences meyakini bahwa manusia memiliki satu dari beberapa kecerdasan majemuk. Kecerdasan pada diri manusia tidak hanya terdiri dari kemampuan IQ (intelligence quotient) dan logika (matematika) saja. Multiple intelligences menyatakan adanya sembilan macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Perbedaan kecerdasan antara yang satu dengan yang lainnya terletak pada komposisi atau dominasi dari kecerdasan tersebut. Penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences digunakan sebagai strategi pembelajaran. Namun, dalam penerapannya di lapangan masih menuai banyak kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam perspektif salah satu tokoh pendidikan, Munif Chatib, di TK Lazuardi Kamila GIS Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi program dengan pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak tidak dapat menemukan kecenderungan gaya belajar dan kecenderungan kecerdasan majemuk mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada perbedaan penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligences menurut teori Munif Chatib dengan penerapan pembelajaran di TK Lazuardi Kamila GIS Surakarta. Adanya perbedaan tersebut dikarenakan sekolah menyesuaikan dengan prinsip, visi, misi, dan tujuan sekolah
Powtoon as Learning Media to Improve Listening Skills in Children Aged 5-6 Years Azizah, Anggita Nur; Sholeha, Vera; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Chitkrajang, Sittipat
Kumara Cendekia Vol 14, No 1 (2026): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i1.87165

Abstract

Listening skills is the ability to understand verbal and nonverbal information. These skills form the foundation for children’s language and communication development, but are often overlooked in learning, leaving children less active in processing information. The Powtoon application serves as a solution by presenting engaging and interactive learning experiences. This study aims to improve the listening skills of 5- to 6-year-old children at a kindergarten located in Colomadu, Karanganyar, by utilizing the Powtoon application as a learning medium. Classroom action research was conducted through collaboration between the researcher and the teacher up to cycle II, with each cycle consisting of three meetings. The stages of planning, implementation, observation, and reflection followed the Kemmis and McTaggart model. Data collection included observation, interviews, oral tests, and documentation, with both quantitative and qualitative analyses applied. Source and technique triangulations were carried out to ensure data validity. The research was guided by specific indicators, namely the ability in maintaining attention for 10–15 minutes, answering questions based on the information heard, and retelling information in the correct sequence. The research findings indicate that children’s listening skills improved after utilizing the Powtoon application as a learning medium. Classical improvement progressed from 21.43% in the pre-intervention stage to 57.12% in cycle I, and reached 85.71% in cycle II. These findings demonstrate that the Powtoon application plays an important role in improving the listening skills of 5- to 6-year-old children at a kindergarten located in Colomadu, Karanganyar.
PENGARUH TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Sari, Sagita; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.102232

Abstract

Perilaku prososial menjadi pondasi yang penting pada masa anak usia dini dalam menjalin interaksi dengan orang lain. Penerapan model pembelajaran yang kurang efektif dapat menjadi salah satu penyebab kurang optimalnya perilaku prososial pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh team games tournament terhadap perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian menggunakan metode kuantitatif pre-experimental design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh. Populasi dan sampel berjumlah sama yaitu 14 anak. Teknik pengumpulan data dengan behaviour checklist. Hasil rata-rata pretest sebesar 3,07, sedangkan posttest 8,21. Hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi sebesar 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Dasar pengambilan keputusan p < 0,05, hasil tersebut menandakan terdapat pengaruh team games tournament terhadap perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini memberikan bukti model pembelajaran Team Games Tournament dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan perilaku prososial pada anak usia 4-5 tahun.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA BUSY BOOK Khimaya, Nila; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.108255

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri harus dimiliki oleh anak usia dini untuk memudahkan kehidupan sehari-hari karena segala benda di sekitar memiliki bentuk. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 5-6 tahun melalui media busy book. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui tindakan kelas, menggunakan model Kurt Lewin. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun, sejumlah 21 anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 14 anak perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam secara langsung. Teknik uji validitas yang dihunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif dan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan klasikal dari 28,57% pada pratindakan menjadi 52,38% pada siklus I, dan meningkat signifikan menjadi 80,95% pada siklus II. Kendala utama adalah perbedaan karakteristik anak yang memengaruhi suasana kelas. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan membuat kelompok kecil dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan anak dan dilakukan secara bergantian.
Keterlibatan Orang Tua dalam Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini Ramah Anak di Gugus Budi Mulia II Sukoharjo Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Rahmawati, Anayanti; Hafidah, Ruli; Palupi, Warananingtyas; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Syamsuddin, Muhammad Munif
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 5, No 1 (2023): DEDIKASI: Community Service Report - January
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v5i1.67052

Abstract

Child-Friendly Schools (SRA) prioritize children's rights in learning to actualize individuals who need to be educated with good treatment. The SRA concept is intended to create a safe and enjoyable learning atmosphere at all levels of education, including early childhood education. A comfortable learning atmosphere for students positively impacts physical and psychological well-being, which leads to optimal developmental tasks. There are six components in the implementation of child-friendly PAUD, namely 1)policy, 2)curriculum implementation, 3)educators and education staff, 4)infrastructure, 5)child participation, and 6)parent and community participation. The group needs help realizing child-friendly PAUD, one of which is that the activity programs carried out by these PAUD institutions must meet the SRA indicators. The activity program in question is more specifically an effort to involve parents in realizing SRA. Parenting activities that have been carried out so far have yet to be in harmony with the activities carried out by schools, especially in fulfilling children's rights. Therefore it takes school principals' and teachers' knowledge and skills to design parenting activity programs aligned with school activities to realize SRA. This community service aims to carry out training in preparing parenting activity programs. The method for implementing this activity program consists of five stages, namely: 1)analysis of problems in partner institutions; 2)socialization (brainstorming and equalization of perceptions); 3)workshops; 4)assisting the implementation of child-friendly PAUD activity programs; 5)evaluation.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA (STUDI KASUS DI TK ANGKASA LANUD ADI SOEMARMO) Giovanni, Teodora Agitya; Rasmani, Upik Elok Endang; Sholeha, Vera
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 3 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i3.118693

Abstract

Sarana dan prasarana memiliki peran yang penting dalam kualitas dan keberhasilan program. Sarana dan Prasarana di sekolah memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dan keberhasilan program pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendalami manajemen sarana dan prasarana di TK Angkasa Lanud Adi Soemarmo, dengan fokus pada perencanaan, pengadaan, penginventarisasian, pemeliharaan, dan penghapusan sarana dan prasarana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sarana dan prasarana dilakukan dalam dua tahap: tahun ajaran dan tahun anggaran. Pengadaan sarana dilakukan melalui hibah, pembelian, hadiah dan daur ulang. Masing-masing guru sentra bertanggung jawab dalam pencatatan inventaris, namun proses ini belum berjalan secara berkala. Pemeliharaan dilakukan secara rutin (harian, bulanan, tahunan) dengan melibatkan warga sekolah dan yayasan. Penghapusan dilakukan utnuk sarana yang tidak layak pakai. Faktor pendukung manajemen ini adalah partisipasi aktif warga sekolah, sedangkan hambatannya adalah keterbatasan anggaran. Kesimpulannya, manajeen sarana dan prasarana di TK Angkasa Lanud Adi Soemarmo masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek inventarisasi. 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG AWAL ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MEDIA BALOK Sutantiyo, Windy Naftalia; Rasmani, Upik Elok Endang; Sholeha, Vera
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.101561

Abstract

Penelitian ini membahas tentang meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia 4-5 tahun melalui media balok. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia 4-5 tahun pada salah satu TK di Kelurahan Kerten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun atau setara dengan kelompok A sejumlah 15 anak, yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengamatan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 80% dari sejumlah anak di dalam kelas atau setara dengan 12 anak mendapatkan nilai tuntas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa melalui media balok mampu meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usai 4-5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan untuk guru anak usia dini dan penelitian selanjutnya agar menggunakan media konkret, seperti balok, secara sistematis dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran berhitung awal. Pendekatan ini dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berhitung awal anak usia dini.