Claim Missing Document
Check
Articles

RASA BENCI SEBAGAI API PERLAWANAN: ANALISIS PSIKOLOGIS MARSINAH DALAM MONOLOG MARSINAH MENGGUGAT Sudarsono, Endah Wilis; Lee, Thannia Angelina; Nugroho, Rudi Adi
Jurnal Bindo Sastra Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Bindo Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbs.v9i1.9256

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk memahami peran emosi  dalam perjuangan Marsinah melawan ketidakadilan. Teori yang digunakan adalah teori emosi  David Krech yang menitikberatkan pada perasaan terhadap orang lain yaitu kebencian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dimana tidak menggunakan data variabel melainkan data diambil dari teknik studi pustaka naskah monolog Marsinah Menggugat. Dengan menggunakan pendekatan interpretatif, dimana peneliti akan menafsirkan makna dan implikasi dari temuan yang diperoleh dari studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebencian yang dirasakan oleh Marsinah merupakan reaksi yang kompleks terhadap kondisi sosial dan pribadi, seperti ketidakadilan dalam upah, kekerasan seksual, dan ketidakpedulian dari pihak berwenang. Kebencian ini tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin dengan emosi lainnya, seperti kemarahan, ketakutan, kekecewaan, rasa bersalah, dan kesedihan. Monolog Marsinah mencerminkan kebencian sebagai motivasi yang kuat untuk melawan ketidakadilan dan penindasan, yang terlihat dalam pilihan kata dan ekspresi emosionalnya.
ANALYSIS OF THE ROLE OF MENTORS IN PRE-SERVICE TEACHER EDUCATION PROGRAM: PERSPECTIVE OF THE ROLE OF MENTORS IN THE FUTURE Budiwati, Neti; Hernawan, Asep Herry; Nugroho, Rudi Adi
International Conference On Social Science Education Vol 2 (2024): 2nd International Conference On Social Science Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k202ed21

Abstract

One of the compulsory courses for prospective teachers in the Teacher Education Program is the Field Experience Program. In the implementation of this Field Experience Program, students are accompanied by Field Supervisors and Mentor Teachers. Field Supervisors and Mentor Teachers are positioned as mentors for prospective teacher students as mentees. It is suspected that Field Supervisors and Mentor Teachers have not carried out their functions as mentors properly. This study aims to identify nine mentor roles in mentoring prospective teacher students, so that it can be analyzed which mentor roles are effective and which mentor roles need to be improved so that in the future the mentoring of prospective teacher Field Experience Programs will be better for producing professional prospective teachers. The findings show that the dominant mentor role of the mentor is the role as a resource person, co-learner, supporter and role as a counselor. There is a difference in the dominant role between field supervisors and mentor teachers, namely that field supervisors are dominant in the role as counselors and co-learner while mentor teachers stand out in the role of role models and supporters. The future outlook for the role of mentors in field experience program assistance still revolves around the nine mentor roles, with an emphasis on improving roles that are still weak.
Dekonstruksi Representasi Perempuan dalam Film “Sleep Call”: Kajian Teori Sara Mills Cahya Laili Agustina; Rudi Adi Nugroho; Ahmad Fuadin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dalam film Sleep Call karya Fajar Nugros dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi tekstual, teknik tangkap layar, studi pustaka, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori representasi Sara Mills yang menitikberatkan pada posisi subjek, objek, dan pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam film ini direpresentasikan secara kompleks dan cenderung berada dalam posisi subordinat. Tokoh Dina, Bella, istri Reno, dan ibu Dina menjadi representasi perempuan yang mengalami tekanan sosial, ekonomi, dan simbolik. Mereka ditampilkan sebagai korban relasi kuasa, beban peran ganda, serta tidak memiliki kontrol penuh atas tubuh dan pilihan hidupnya. Representasi tersebut mengungkap adanya dominasi patriarki yang kuat melalui narasi dan visual film. Temuan ini memperlihatkan bahwa Sleep Call tidak hanya mereproduksi stereotip gender, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap struktur sosial yang mengekang perempuan. Film ini membuka ruang refleksi terhadap realitas yang dihadapi perempuan dalam masyarakat kontemporer.
Analisis Ikon, Indeks, dan Simbol Semiotika Karakter Juki dalam Naskah Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer Hanifah, Nida; Saputri, Syaharani; Nugroho, Rudi Adi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v18i2.25278

Abstract

The theory of semiotics was first coined by two experts, namely Ferdinand de Saussure and Charles Sanders Peirce. In this research, the author uses descriptive qualitative method with Peirce's semiotic approach. The object of this research is the play Sumur Tanpa Dasar by Arifin C. Noer. Sumur Tanpa Dasar is a play that was first performed in 1964 in Yogyakarta. The results show that Juki's character depicts deep symbols about the absurdity of life, time travel, complicated relationships, and thirst for freedom. Of the three forms of signs, icons are found the most. This research makes a new contribution by examining Sumur Tanpa Dasar from the point of view of Peirce's semiotics, which was previously analyzed more with structural approaches and literary psychology. This research is relevant for the development of literature, philosophy, and art studies, as well as a reference for similar research in the future.
Introduction To The Hikayat Prang Sabi And Its Relationship To Literature Learning Ilhamida, Julika Lissa; Sumiyadi, Sumiyadi Sumiyadi; Nugroho, Rudi Adi
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10 (2025): Special Issue
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i2.7624

Abstract

Hikayat Prang Sabi is one of the traditional literary works from Aceh that is rich in religious, historical, and patriotic values. This work tells the story of the Acehnese people's struggle against Dutch colonialism, with an emotional narrative that portrays sacrifice and bravery. As a piece of literature, the hikayat holds great potential to be utilized in literary education at schools, particularly in shaping students’ character, introducing local cultural heritage, and enhancing appreciation for the nation's literary legacy. The study of this hikayat aims to explore the core values it contains and relate them to the objectives of modern literature learning. Thus, using texts like Hikayat Prang Sabi can serve as an effective educational medium to instill values of nationalism, religiosity, and love for the homeland in students.
Potret Makanan Aceh dalam Cerpen Kontemporer: Kajian Gastronomi Sastra Syifa Ul Qalbi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3328

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana potret makanan Aceh dalam tiga cerpen yaitu Lelakiku Tertawan Gunung karya Ida Fitri, Senyum di Wajah Jamilah karya Rinal Sahputra dan Hikayat Asam Pedas karya Azhari Aiyub. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik simak catat. Sumber data dari penelitian ini adalah cerpen Lelakiku Tertawan Gunung karya Ida Fitri diambil dari kumpulan cerpen Cemong tahun 2017, cerpen Senyum di Wajah Jamilah karya Rinal Sahputra tahun 2023 di Kompas.id dan cerpen Hikayat Asam Pedas karya Azhari Aiyub yang terdapat dalam kumpulan cerpen Perempuan Pala tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan terdapat berbagai potret makanan Aceh dalam cerpen-cerpen tersebut yaitu nasi, sayur plik u, ikan asin bakar, kopi gayo, kuah pliek u, telur dadar khas Aceh, ayam tangkap, pepes udang, kanji rumba, boh rom-rom dan timphan asoe kaya. Adapun peran makanan dalam cerpen-cerpen tersebut tidak hanya sekadar sebagai pemenuhan dasar manusia tetapi sebagai pengingat memori, wujud pengharapan, wujud cinta, pemenuhan nafsu balas dendam, penggugah selera dan perekat hubungan.
Analisis Psikologi Tokoh Utama dalam Cerita Pendek Pahlawan dalam Kegelapan Karya Rahmawati Ramadhan Attalarik Iskandar; Rudi Adi Nugroho; Halimah, Halimah; Sumiyadi, Sumiyadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3481

Abstract

Penelitian ini dimunculkan atas dasar permasalahan terkait psikologis tokoh pada cerita pendek “Pahlawan dalam Kegelapan” karya Rahmawati. Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan model psikoanalisis. Hasil dalam penelitian ini mencakup sembilan temuan data terkait psikologis tokoh pada cerita pendek, yaitu: kondisi jiwa yang ingin menyendiri; dirinya bisu; malu karena bersikap tidak peduli; minder karena membandingkan dirinya dengan tetangganya yang sudah sukses; iba terhadap anak tetangganya yang dicaci oleh Ibu kandungnya; memikirkan kasih sayang Ibunya yang penuh cinta; memohon ampunan Tuhan atas segala perlakuannya terhadap Ibu kandungnya; sadar akan segala kebaikan dari Ibu kandungnya; dan memohon maaf secara berulang kepada Ibu kandungnya dengan penuh perasaan sedih. Simpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa model psikoanalisis mampu menguak psikologis tokoh pada cerita pendek “Pahlawan dalam Kegelapan” karya Rahmawati secara mendalam.
Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Proyek untuk Pengembangan Keterampilan Menulis Cerita Pendek di SMP Berliana Alvionita Pratiwi; Sumiyadi, Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning - PBL) dan diferensiasi dalam konteks penulisan cerita pendek di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Model pembelajaran ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa, mengasah kreativitas, imajinasi, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Pendekatan diferensiasi memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan minat dan kemampuan individu siswa, memastikan partisipasi aktif dan keterlibatan yang lebih tinggi. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi kelas, dan analisis data kualitatif serta kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam model pembelajaran ini mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis cerita pendek. Proyek penulisan tidak hanya membantu siswa memahami struktur naratif, penggunaan bahasa, dan teknik-teknik sastra, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan analitis melalui proses revisi dan evaluasi. Selain itu, pendekatan diferensiasi terbukti efektif dalam mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, sehingga setiap siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Penggunaan pembelajaran berbasis proyek juga meningkatkan keterampilan sosial dan kolaboratif siswa, karena mereka sering bekerja dalam kelompok, berbagi ide, dan memberikan serta menerima umpan balik konstruktif. Selain itu, proyek ini mendorong pembelajaran mandiri, membantu siswa mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab atas proses pembelajaran mereka sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran berbasis proyek dan diferensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dan holistik dalam meningkatkan keterampilan menulis serta keterampilan penting lainnya yang dibutuhkan siswa di masa depan. Dengan demikian, model ini berpotensi diterapkan secara lebih luas dalam kurikulum pendidikan untuk menghasilkan generasi yang kreatif, kritis, dan mandiri. Kata Kunci : Pembelajaran Diferensiasi, Pembelajaran Berbasis Proyek, Keterampilan Menulis
Integrasi Legenda urban dalam Model Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi di SMP Nabila Nufaiza Yusuf; Sumiyadi, Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran menulis cerita fantasi bermuatan urban legend di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Model ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui integrasi cerita rakyat modern (urban legend) yang kaya akan elemen misteri dan horor. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan dengan budaya lokal siswa. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan siswa dan guru, perancangan model pembelajaran, implementasi di kelas, serta evaluasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tema urban legend dalam pembelajaran menulis cerita fantasi secara signifikan meningkatkan kreativitas, struktur naratif, dan kemampuan penggunaan bahasa siswa. Siswa yang terlibat dalam model pembelajaran ini menunjukkan peningkatan motivasi dan keterlibatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Penggunaan media visual seperti webtoon juga terbukti efektif dalam memperkaya proses pembelajaran dan meningkatkan minat siswa. Tantangan yang dihadapi selama implementasi meliputi perbedaan tingkat keterampilan menulis di antara siswa, keterbatasan waktu, dan sumber daya. Solusi yang diusulkan mencakup penerapan diferensiasi pengajaran, manajemen waktu yang efektif, dan pemanfaatan teknologi digital. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut meliputi peningkatan pelatihan guru, pengembangan materi ajar tambahan, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan penelitian lanjutan untuk evaluasi dampak jangka panjang. Secara keseluruhan, model pembelajaran ini memberikan pendekatan yang inovatif dan efektif untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa, meningkatkan pemahaman budaya lokal, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia digital.
Media Digital Storytelling pada Pembelajaran Menulis Cerpen Siswa SMP di Bandung Mingga Ratih; Sumiyadi, Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4052

Abstract

Media digital storytelling adalah sebuah gabungan berbagai bagian dalam multimedia diantaranya grafik, teks, rekaman, musik dan video melalui seni bercerita untuk menyajikan materi atau poin tertentu dengan durasi waktu tertentu dan dibuat dalam format digital yang menarik. Digital storytelling mampu menyajikan visual materi dan membantu siswa mengidentifikasi suatu obyek yang memerlukan alat peraga. Digital storytelling terbukti memberikan pengaruh yang sangat baik dalam meningkatkan motivasi belajar. Selain itu, teknik ini juga dapat menciptakan suasana kelas yang baik dan kondusif, siswa aktif bertanya dan siswa mampu memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media digital strorytelling dalam pembelajaran menulis cerpen siswa SMP, dan respon guru terhadap penggunaan media digital storytelling dalam pembelajaran menulis cerpen. Metode yang dipakai adalah observasi dan wawancara. Lokasi penelitian ini dilakukan di tiga sekolah yaitu SMP Sumatra 40, SMP Pasundan 3, dan MTs Ibrahim Ulul Azmi Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa digital storytelling ini membantu siswa atau pembelajar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa mereka terutama dalam menulis cerita pendek. Hal ini pula berkaitan dengan critical thinking seseorang. Penggunaan penceritaan digital ini memanfaatkan bakat kreatif siswa saat mereka mulai meneliti dan menceritakan kisah dari pengalaman sendiri, belajar menggunakan perpustakaan dan juga internet untuk meneliti konten secara mendalam juga menganalisis berbagai informasi dan pendapat. Selain hal tersebut, siswa yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan cerita digital dapat mengembangkan keterampilan komunikasi yang ditingkatkan dengan belajar menata ide-ide mereka, mengajukan pertanyaan, mengungkapkan pendapat, dan membangun sebuah teks. Sebagai alat instruksional, guru memiliki pilihan untuk menunjukkan cerita digital yang dibuat sebelumnya kepada siswa mereka untuk memperkenalkan konten dan menarik perhatian siswa saat mempresentasikan ide-ide baru. Sebagai seorang guru dalam hal merancang pembelajaran dapat juga menggunakan media digital storytelling sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan menulis dan menggunakan teknologi. Sehingga guru mampu membuat sebuah pembelajaran berbasis media dan untuk memenuhi kebutuhan di era digital seperti saat ini.
Co-Authors Aa Hermawan Abdullah, Annisa Vitriya Aceng Ruhendi Syaifullah Afrilla, Tika Aini Fuji Insani Alviiswari Alviiswari Andhini, Alfira Andoyo Sastromiharjo Anggraini, Nurlita Anindya Putri Lesmana Anindya Putri Lesmana Anise Nudianti Apriani, Iit Lita Arba Monita Budiani Arshal Zairuby Harahap Asep Herry Hernawan Asra, Nurul Hafidzah Ayu, Desi Ratna Azhar, Salsa Fatia Azzahrra, Syalla Berliana Alvionita Pratiwi Berliana Alvionita Pratiwi Cahya Laili Agustina Dadang S Anshori Damayanti, Rike Denny Iskandar Dewi, Lia Sylvia Eki Nugraha Encep Kusumah Fadlilah, Afi Fathina Karima Arun Fauziyah, Rahmah Firdaus, Sifa Yuha Fitriah, Annisa Gilang Fuadin, Ahmad Ghani, Raditya Haickal Abdul H Halimah Halimah Halimah Halimah Hana Mumtazia Nurhaq Hanifah, Nida Harahap, Arshal Zairuby Harras, Kholid A Hipana, Wiwin Iit Lita Apriani Ilhamida, Julika Lissa Indra Nugrahayu Taufik Isah Cahyani Iskandar, Ramadhan Attalarik Khaerudin Kurniawan Khoirunnisa, Ananda Siti Kholid Abdullah Harras Lee, Thannia Angelina Lesmana, Anindya Putri Lutfiyani, Maudina Mingga Ratih Mingga Ratih Mochamad Whilky Rizkyanfi Nabila Nufaiza Yusuf Nabila Nufaiza Yusuf Neti Budiwati Nida Amalia Manggala Nuny Sulistiany Idris Nurul Hafidzah Asra Nurulrabihah Mat Noh Nurulrabihah Mat Noh Pandiangan, Angellica Minarti Martogi Purnamasari, Widiyani Kuspi Ramadhan Attalarik Iskandar Ramadhan Attalarik Iskandar Ramdani, Muhammad Bahagia Rini Utari, Rini Rizmi Nur Andari Samsudin, Didin Saputri, Syaharani Setiawan, Muamar Dwi Sofia, Risnawati Sudarsono, Endah Wilis Sulastri, Teti Sumiyadi Sumiyadi Syifa Ul Qalbi Syifa Ul Qalbi Tedi Permadi Trisnawati Trisnawati Verawati, Selfi Vinka Tiara Aliyya Nurfatwa Vismania S. Damaianti, Vismania S. Welsi Damayanti Winiarti, Winiarti Wulan Fajrideani Wulan Fajrideani Wulansari, Keken Yohana, Tini Yulia Puspita Yulia Puspita, Yulia Yulianeta