Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Self Efficacy Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Pasca Stroke SULISTIANI, ITA SULISTIANI; Ibrahim, Nur Muniva; Paramata, Nanang Roswita; Najihah, Najihah
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2023): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jikd.v18i2.1348

Abstract

Stroke adalah penyakit Cerebrovascular Accident yang menyerang pembuluh darah dalam mensuplai darah ke otak. Dampak dari stroke mengakibatkan perubahan bentuk pada struktur tubuh, perubahan fungsi, keterbatasan gerak dan penampilan yang dapat memicu penurunan self efficacy. Meningkatkan self efficacy ini menjadi penting pada pasien pasca stroke sehingga status kesehatan dan kualitas hidup menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pada pasien pasca stroke di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian yaitu pasien pasca stroke yang berkunjung di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe pasien sebanyak 452 orang. Jumlah sampel sebanyak 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan self efficacy tinggi 25 responden (62,5%), self efficacy sedang 11 responden (27,5%), dan untuk self efficacy rendah 4 responden (10%). Responden dengan kualitas hidup tinggi 22 responden (55%), kualitas hidup sedang 16 (40%), kualitas hidup rendah 2 (5%). Menggunakan uji Somers’D diperoleh nilai p-Value = (0,000) sehingga terdapat hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di RSUD. Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Pencegahan Stunting Melalui Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan pada Masyarakat Desa Kayubulan Paramata, Nanang Roswita; Mahdang, Putri Ayuningtias
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.20816

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh (growth faltering) pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Program gizi yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini telah memberikan kontribusi terhadap penanggulangan masalah gizi yang ada. Konsumsi ikan dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga dapat membantu dalam pencegahan stunting. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah pemberian penyuluhan dan pelatihan pembuatan bakso ikan untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan bakso ikan diberikan kepada masyarakat yang memiliki risiko stunting dan didampingi oleh kader dan aparat desa. Kegiatan berlangsung selama 2 minggu yang dimulai dari tahap perencanaan, penyiapan media, hingga pelaksanaan kegiatan. Kegiatan berlangsung dengan baik dan diikuti oleh kelompok sasaran beserta kader kesehatan dan aparat desa.
ISOLATION AND EXAMINATION OF NAIL FUNGUS (ONYCHOMYCOSIS) IN THE NAILS OF FIELD FARMERS Paramata, Nanang Roswita
Jambura Nursing Journal Vol 6, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v6i1.20939

Abstract

Onychomycosis is a superficial fungal infection, this fungus is found all over the world without exception in Gorontalo Province. The purpose of this research is to determine the type of fungus that causes onychomycosis. This research is a type of quantitative research with experimental methods using KOH (Potassium Hydroxide) and observing microscopically. The research population is farmers who work in the fields with a sample of 10 respondents using a total sampling technique and the data used is univariate data. The results found from 10 respondents, 5 respondents (50%) the results were positive and 5 respondents (50%) the results were negative. The fungi that cause onychomycosis are Tricophyton mentagrophytes and Epidermophyton floccosum. With this research, it is hoped that the type of fungus that causes infection in the nails can be identified. Also can be a reference for further research and information for the advancement of science and technology. Key Word : Onikomikosis, KOH
PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN DOKTER DI AUSTRALIA DAN INDONESIA Paramata, Nanang Roswita; Panai, Abdul Haris; Mas, Sitti Roskina; Zulystiawati, Zulystiawati
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi : Maret
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i1.47

Abstract

Australia dan Indonesia dalam pendidikan kedokteran menekankan kurikulum yang berbasis kompetensi, pendidikan interprofesional, serta penggunaan teknologi terbaru untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pelayanan kesehatan. Dari perspektif sosiologi pendidikan, penjenjangan, investasi dan pendanaan metode pembelajarannya. sarana pembelajaran, Australia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan di Indonesia. Meskipun berbeda, keduanya bertujuan menciptakan profesional medis berkualitas untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membahas tentang persamaan dan perbedaan sistem pendidikan kedokteran di Australia dan Indonesia Penelitian kepustakaan yang dilakukan adalah dengan mengkaji literatur-literatur berdasarkan penelitan terdahulu. Teknik pengumpulan data sebagai upaya dalam mengumpulkan informasi diperoleh dari buku, laporan penelitian, artikel jurnal, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis lainnya baik cetak maupun elektronik. Pendidikan kedokteran di Australia dan Indonesai memiliki persamaan yang cukup banyak akan tetapi juga ada perbedaannya. Hal ini membuat pendidikan kedokteran di Australia lebih maju dibandingkan di Indonesia
Peningkatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana Banjir di Desa Pentadio Barat Kabupaten Gorontalo Tandiabang, Pascal Adventra; Paramata, Nanang Roswita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36686

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini memiliki objektif strategis untuk membangun ketahanan dan kapasitas adaptif masyarakat Desa Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo, dalam menghadapi risiko kesehatan akibat bencana banjir yang berulang.Tujuan pengabdian difokuskan pada tiga aspek: (1) meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit pasca banjir (leptospirosis, DBD, diare, ISPA, penyakit kulit, tetanus, hepatitis A, malaria, dan tifoid); (2) melatih keterampilan penyelamatan korban tenggelam dengan prinsip “Reach-Throw-Don’t Go” dan penilaian ABCDE; serta (3) membekali peserta dengan kemampuan evakuasi mandiri dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sesuai standar AHA. Metode pengabdian yang diterapkan adalah participatory action research (PAR) dengan desain kegiatan berbasis edukasi interaktif dan workshop simulatif. Sebanyak 45 peserta yang merupakan perwakilan dari tiga dusun di desa pentadio barat yang dibagi kedalam tiga pos pelatihan intensif: Pos Penyelamatan Tenggelam, Pos Manajemen Banjir dan Evakuasi, serta Pos BHD. Evaluasi program dilaksanakan secara berlapis. Untuk mengukur pemahaman materi penyakit pasca banjir, digunakan kuis lisan dengan pertanyaan situasional guna menilai aplikasi pengetahuan. Sementara itu, evaluasi keterampilan praktik pada Mini Workshop dilakukan melalui observasi langsung dengan checklist yang mencakup aspek kritis seperti ketepatan teknik kompresi dada pada Pos BHD dan prosedur evakuasi yang aman. Hasil evaluasi melalui kuis langsung untuk edukasi penyakit akibat banjir dan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 85%, dengan pencapaian tertinggi pada topik leptospirosis dan DBD. Dari segi keterampilan, Sebagian besar peserta telah mampu mendemonstrasikan teknik kompresi dada yang tepat dan menyusun daftar barang prioritas dalam go-bag. Pemahaman tentang pentingnya ventilasi dini pada korban tenggelam juga meningkat secara signifikan. Kesimpulan yang diperoleh adalah Program berhasil meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas tanggap darurat kesehatan masyarakat dalam menghadapi banjir. Peserta menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan praktis evakuasi, penyelamatan tenggelam, serta pemberian BHD.
The ADDIE Method in Digital Atlas-Based Learning Media on Practicum Learning Outcomes in Histology of Medical Students Paramata, Nanang Roswita; Nisa, Hasna Qurrotun; Hasanuddin, Abdi Dzul Ikram; Isa, Abdul Hamid
PPSDP International Journal of Education Vol. 3 No. 2 (2024): PPSDP International Journal of Education (Special Issue)
Publisher : Perkumpulan Program Studi Doktor Pendidikan (PPSDP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59175/pijed.v3i2.297

Abstract

Histology is one of the basic sciences that is difficult to learn, as evidenced by low practicum scores. The purpose of this research is to develop histology digital atlas-based learning media for medical students at Universitas Negeri Gorontalo. This digital atlas-based media aims to enhance student learning outcomes. The ADDIE method was used to develop the learning media. The results show an improvement in the learning outcomes of medical students in the histology practicum. It implies to use ADDIE for everyone who wants to develop learning media. It contributes to all teachers to use ADDIE method in Digital Atlas based learning media on practicum learning outcome.
Identification of Knowledge about Pulmonary Tuberculosis in Bulota Village, Limboto District, Gorontalo Regency Paramata, Nanang Roswita; Rahma, ST
Jambura Nursing Journal Vol 8, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v8i1.35970

Abstract

An estimated 10.6 million people fall ill with tuberculosis worldwide. Based on data from the 2023 Global Tuberculosis Report published by the WHO, Indonesia ranks second in the world in terms of the highest number of tuberculosis cases. In 2022, Indonesia accounted for about 10% of the total global TB cases, with an estimated 969,000 new cases. Data from the Gorontalo Provincial Health Office shows that Gorontalo ranks 15th in Indonesia with a prevalence of 68%. There are 6,949 patients. Gorontalo Regency has the highest number of patients, with 2,310 people as of 2025. Data from the Gorontalo Regency Health Office shows that Limboto District has the highest prevalence of pulmonary tuberculosis patients. Currently, various efforts have been made in Gorontalo, including health education, but researchers feel that there are still groups of people who need special treatment for several reasons, including the low level of education and knowledge of the community. Therefore, researchers are interested in studying the extent of the community's knowledge about tuberculosis so that the government can take strategic steps to increase public knowledge about tuberculosis. The purpose of this study was to determine the level of knowledge about pulmonary tuberculosis in Bulota Village, Limboto District, Gorontalo Regency. The method used in this study was a quantitative descriptive method to identify the community's knowledge about pulmonary tuberculosis. The results obtained in this study show that out of a total of 50 respondents, 19 people (38%) were in the good category, 27 people (54%) were in the adequate category, and 4 people (8%) were in the poor category. Thus, the knowledge of the community in Bulota Village, Limboto District, Gorontalo Regency is mostly in the adequate category. With these results, there is a need for new breakthroughs in the form of methods that are more interesting and closer to the community to increase public knowledge so that it improves to good.
Pencegahan Stunting Melalui Upaya 1000 Hari Pertama Kehidupan Dan Peningkatan Kemandirian Keluarga Di Desa Pilolaheya Faramita Hiola; Nanang Roswita Paramata; Putri Ayuningtias Mahdang
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i1.18453

Abstract

One of the health problems for toddlers that is relatively high in various regions in Indonesia is stunting. Nutrition Study reached 2021 prevalence of stunting in Indonesia was 24.4%. Stunting is a growth and development disorder in the form of chronic malnutrition during a period of growth and development from the beginning of life. Pilolaheya Village is one of the loci for stunting in Bone Bolango Regency. This service aims to provide socialization on the incidence of stunting in Pilolaheya Village. After determining the child's nutritional status, education is carried out in the form of socialization on stunting prevention for pregnant women and mothers with toddlers using lecture and discussion methods and demonstrations of making healthy MPASI using local food ingredients, procurement of billboards as a health promotion tool regarding ODF (Open Defecation Free). The results show that there are still 13 toddlers at risk of stunting. In addition to nutritional factors, environmental health was closely related to the incidence of stunting. In Pilolaheya Village, most people still defecate in the river, as can be seen from the fact that there are still 50 houses that do not have a toilet. Another condition was the habit of the head of the family smoking in any place was dangerous for pregnant women and toddlers. This activity can help provide information and education to the public regarding the importance of the first 1000 days of life for children and increase awareness of the Pilolaheya community about the importance of maintaining a healthy environment to prevent the spread of disease.
Pemberian Aromaterapi Eucalyptus terhadap Tingkat Nyeri Kepala Pasien Hipertensi Siti Nur’ain Mohamad; Nanang Roswita Paramata; Indra Indra
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/0b9nnw25

Abstract

This study aimed to analyze the effect of eucalyptus aromatherapy on headache intensity in patients with hypertension in the working area of Puskesmas Dumbayabulan. The method used was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design. The results of this study showed that there was a significant difference in the reduction of headache intensity between the intervention group that received eucalyptus aromatherapy and the control group that did not receive the intervention, with a p-value of 0.001 (p < 0.05). In conclusion, eucalyptus aromatherapy has an effect on reducing headache intensity in patients with hypertension and can be considered as a non-pharmacological therapy to help reduce headaches in hypertensive patients.   Keywords: Eucalyptus Aromatherapy, Headache Intensity, Hypertension
Gambaran Faktor Risiko Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Puskesmas Kota Selatan Tahun 2025 Hana Aulia Putri; Mohamad Zukri Antuke; Nanang Roswita Paramata; Sitti Rahma; Dzul Ikram Hasanuddin
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo. Provinsi Gorontalo berada pada peringkat ke-16 nasional untuk kasus TB paru, Puskesmas Kota Selatan melaporkan 30 kasus pada tahun 2022. Kondisi tersebut menegaskan perlunya kajian lokal karena penularan TB paru dipengaruhi oleh faktor individu, perilaku, dan lingkungan. Informasi mengenai faktor risiko di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan tahun 2025. Penelitian ini memakai desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel terdiri atas 45 responden yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan hasil pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi tiap faktor risiko. Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa 19–59 tahun sebesar 71,1% dan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebesar 57,8%. Faktor risiko yang paling menonjol adalah kondisi fisik rumah tidak sehat, mencakup pencahayaan kurang, ventilasi alami tidak memadai, sirkulasi udara buruk, dan jenis lantai yang belum memenuhi syarat kesehatan, masing-masing sebesar 91,1%. Temuan serupa juga terlihat pada riwayat kontak dengan penderita TB, yaitu 91,1%, sedangkan kebiasaan merokok ditemukan pada 42,2% responden. Faktor risiko TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan berkaitan dengan lingkungan fisik rumah yang tidak sehat dan riwayat kontak dengan penderita TB. Upaya promotif dan preventif perlu diarahkan pada edukasi rumah sehat, peningkatan kewaspadaan masyarakat, penggunaan masker, perbaikan ventilasi, pembukaan jendela rutin, serta deteksi dini kontak serumah secara berkelanjutan oleh petugas puskesmas setempat secara aktif