Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN JENIS BAMBU UNTUK PENGOBATAN MALARIA BERDASARKAN AKTIVITAS FARMAKOLOGIS Agus Sujarwanta; Suharno Zen
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan di dunia. Beberapa wilayah di Indonesia dengan kasus malaria tertinggi terdapat di Indonesia BagianTimur. Demam merupakan salah satu gejala yang terjadi pada penderita malaria. Beberapa tanaman berkhasiat sebagai antipiretik/penurun demam. Salah satunya adalah bambu. Daun bamboo mengandung senyawa flavon. Flavonoid sebagai senyawa bahan alam yang dihasilkan tanaman memiliki berbagai macam bioaktivitas, diantaranya adalah efek antipiretik, analgetik dan antiinflamasi. Flavonoid bekerja sebagai inhibitor cyclooxygenase (COX). Cyclooxygenase (COX) akan menghambat pembentukan prostaglandin sehingga tidak terjadi demam. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tanaman bamboo sebagai pengobatan malaria berdasarkan aktifitas farmakologi. Artikel review disusun dengan menggunakan teknik studi literatur dalam bentuk data primer berupa jurnal nasional dan jurnal internasional dengan teori, pendukung dari situs resmi seperti WHO dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Berbagai aspek bambu dikaji dengan pendekatan studi literatur yang dilakukan selama bulan Januari sampai Mei tahun 2022. Hasil kajian ini dibahas menggunakan metode deskriptif. Data yang diperoleh dari berbagai sumber melalui studi pustaka dari beberapa buku maupun artikel yang menunjang dan melakukan pengumpulan referensi-referensi lain dari beberapa website yang relevan. Hasil review diperoleh informasi bahwa ekstrak daun bambu kuning(Bambusa vulgaris var. Striata)Lodd. ex Lindl, bambu tali(Gigantochloa apus), bambu betung (Dendrocalamus asper)Backer ex K.Heyne, bambu andong (Gigantochloa pseudoarundinacea) dan bambu duri (Bambusa blumeana) Schult.f memiliki potensi sebagai inhibitor aktifitas enzim PfMQO yang merupakan target obat potensial parasit P. falciparum. Bambu betung (Dendrocalamus asper) Backer ex K.Heyne memiliki metabolit sekunder baru, yaitu (11Z,13E,17E,19Z)-dimethyl-15,16-dibutoxytriconta-11,13,17,19-tetraenioat bersama senyawa metil-4hidroksibenzoat, 1-metoksi-4-(metoksimetil) benzena yang menunjukkan aktivitas antimalaria dengan angka IC50 antara 0,8-2,2 g/mL. Sedangkan pada bambu kuning (Bambusa vulgaris) memiliki aktifitas antiplasmodial dan hepatoprotektif yang berfungsi sebagai perlindungan dari kerusakan sel hati karena parasit malaria.
PELATIHAN LITERASI KEUANGAN PADA BUDIDAYA MAGGOT DI DESA BANJARREJO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Tiara Anggia Dewi; Satrio Wicaksono Sudarma; Suharno Zen
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melemahnya kondisi perekonomian masyarakat desa Banjarrejo dan desa-desa di sekitarnya saat ini akibat perubahan iklim yang ekstrim serta masa transisi pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya produksi pertanian dan juga dampak mahalnya harga pakan unggas dan ikan telah menurunkan pendapatan utama dan sampingan masyarakat setempat. Masyarakat desa perlahan-lahan mengurangi kegiatan beternak, terutama ketika harga pakan naik dan sumber makanan alami langka. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan memanfaatkan limbah sampah organik melalui budidaya maggot yang menekan biaya pengeluaran pakan ternak dan bernilai ekonomi tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan literasi keuangan melalui budidaya maggot sehingga masyarakat dapat memahami keuntungan dalam membudidayakan maggot. Kegiatan pelatihan ini menggunakan Persuasif edukatif dengan metode ceramah. Hasil pengabdian diperoleh bahwa kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai efisiensi biaya dalam memanfaatkan maggot sebagai pakan ternak. Selain itu masyarakat juga dapat memahami potensi keuntungan yang cukup besar dari produk turunan maggot.
SOSIALISASI NYAMUK Aedes sp DAN KEGIATAN PENANAMAN TANAMAN ANTINYAMUK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 05 METRO TIMUR Suharno Zen; Rasuane Noor; Widya Sartika Sulistiani; Dasrieny Pratiwi
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Special Issue (Gerakan Ekonomi Muhammadiyah)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Hampir setiap tahun terdapat kasus kematian akibat penyakit tersebut. Di daerah endemik mayoritas penderita DBD adalah anak-anak. Salah satu cara pencegahan terhadap penyakit tersebut adalah dengan kegiatan 3M plus (Menguras, mengubur, mendaur ulang, plus menanam tanaman antinyamuk). Perlu adanya edukasi dalam dalam bentuk sosialisasi dalam rangka pengetahuan dan kesadaran akan lingkungan dilakukan melalui penyuluhan tentang biologi nyamuk Aedes sp dan tanaman antinyamuk. Kegiatan dilaksanakan tanggal 6 Desember 2019 di Sekolah Dasar Negeri 05 Metro Timur diikuti oleh 26 peserta. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tanya jawab. Kemudian pembagian sampel tanaman yang akan ditanam bersama di pekarangan sekolah. Hasil kegiatan berjalan dengan lancar dan disambut antusias penuh semangat oleh siswa SD Negeri 05 Metro Timur karena mendapatkan ilmu baru dan menambah wawasan pengetahuan mereka. Diharapkan dalam kegiatan ini peningkatan kewaspadaan dini peserta sebagai langkah pencegahan nyamuk demam berdarah di masa yang akan datang
BIOPROSPEKSI TANAMAN APHRODISIAK INDONESIA Handoko Santoso; Suharno Zen
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aphrodisiak adalah bahan yang berfungsi sebagai perangsang untuk meningkatkan perilaku seksual.Pengaturan perilaku seksual pada hewan uji yang sering digunakan oleh peneliti di laboratorium yaitumenggunakan mencit jantan diperoleh melalui dua sistem hormonal yang terdiri dari hipotalamus,hipofisis dan testis. Mekanisme senyawa kimia berupa steroid, alkaloid dan flavonoid sebagai bahanaphrodisiak terjadi melalui vasodilatasi, pembentukan nitric oxide, peningkatan level testosteron dangonadotropin terhadap aktivitas introducing, climbing dan coitus pada hewan uji (mencit/tikus jantan). Telah diketahui bahwa ada korelasi antara libido dengan testosteron, bahwa kadar testosteron yangtinggi dapat memperbaiki dorongan seks yang rendah. Kebanyakan untuk meningkatkan kadartestosteron menggunakan bahan kimia yang berisiko terhadap kesehatan. Oleh karena itu perlualternatif lain menggunakan tanaman yang memiliki potensi sebagai peningkat kadar testosteron.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai aphrodisiakyang dimanfaatkan di Indonesia. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan studi pustakaterkait dengan tanaman yang memiliki aktivitas aphrodisiak yang terdapat pada jurnal nasionalmaupun internasional yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Dari hasil penelitian terdapat 22tanaman yang berpotensi sebagai aphrodisiak. Diharapkan review artikel ini dapat memberikaninformasi terkait tumbuhan yang memiliki aktivitas aphrodisiak yang ada di Indonesia
KAJIAN LITERATUR: BIOPROSPEKSI TANAMAN TUJUH ANGIN (Polygala paniculata L) SEBAGAI ANTINYAMUK Suharno Zen; Widya Sartika Sulistiani
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki potensi dalam mencegah kontak nyamuk dengan manusia yaitutanaman Tujuh Angin (Polygala paniculata L). Secara tradisional tumbuhan ini digunakan dalammengobati penyakit seperti asma, bronchitis, radang sendi, sakit perut, diare, gangguan ginjal,antipsikotik, antitumor, antiinflamasi, antimikroba dan antispasmodic. Tanaman ini juga berpotensidalam bidang farmasi seperti bahan obat sitotoksik, antijamur dan antibakteri. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui prospek tanaman Tujuh Angin (Polygala paniculata L) sebagai antinyamuk.Metode yang digunakan yaitu studi literatur desain Systematic Literature Review. Pencarian artikelmemakai interpretasi database Google Scholar. Terdapat 8 artikel yang terdapat pada jurnal nasionaldan 7 artikel pada jurnal internasional. Berdasarkan hasil penelitian terdapat prospek biologi sebagaiantinyamuk untuk memortalitaskan dan repellent/daya tolak karena mengandung senyawa bioaktifseperti alkaloid, saponin, flavonoid, fenol, tanin, steroid, dan terpenoid. Senyawa tersebut masukmelalui kontak pernapasan dan racun pencernaan/ lambung sehingga nyamuk mengalamimortalitas/kematian. Senyawa tersebut juga menghalangi reseptor kimia (chemoreceptor) yangterdapat pada palpus dan antenna nyamuk sehingga nyamuk menghindar tanpa mengisap darah lagi.Diharapkan review artikel ini dapat memberikan informasi terkait prospek tanaman Tujuh Angin(Polygala paniculata L) sebagai antinyamuk.
SOSIALISASI STUNTING MELALUI PENGENALAN PRODUK OLAHAN KELOR DI PAUD DAN SDN 1 PEKON BANGUNREJO TANGGAMUS Meizyatun Niswah; Dhani Sakhiri; M. Alvian Afandi; Bima Nugroho; Mayang Aprilia; Adinda Purnama M; Dendra Siko Handira; Nurvita Esa Bela; Eka Diana Sari; Fitriyana; Suharno Zen
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang terjadi pada anak serta dapat memberikan dampak burukterhadap tumbuh kembang anak. Penurunan stunting yang telah dicanangkan oleh pemerintah menitikberatkanpada penanganan penyebab masalah gizi, yaitu faktor yang berhubungan dengan makanan bergizi, lingkungansosial, akses layanan kesehatan, dan kesehatan lingkungan. Salah satu makanan bergizi yang berasal dari panganlokal yaitu tanaman kelor. Mengkonsumsi daun kelor akan menurunkan risiko stunting pada balita. Anekaolahan daun kelor yang sudah dilakukan di masyarakat yaitu diolah menjadi sayur bening atau dicampurkandengan telur dadar. Berdasarkan uraian tersebut maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukansosialisasi stunting melalui pengenalan produk olahan kelor di PAUD dan SDN 1 Pekon BangunrejoTanggamus. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pemberian sosialisasi terkaitstunting serta pemberian makanan tambahan berbahan dasar daun kelor. Kegiatan berlangsung selama 1 minggudimulai dari tahapan persiapan hingga pelaksanaan kegiatan dengan rincian sebagai berikut: 1. Melakukansosialisasi pencegahan stunting di Aula Kantor Kepala Pekon Bangunrejo Tanggamus yang telah dilaksanakanpada tanggal 27 Juli 2023 yang dihadiri oleh Bunda/Kepala PAUD, Kepala Pekon, Perangkat Pekon danmasyarakat Pekon Bangunrejo Tanggamus. 2. Melakukan pembuatan dan pembagian produk olahan kelor yangtelah dilaksanakan pada tanggal 30 Juli sampai 2 Agustus 2023. Sosialisasi stunting melalui produk olahan keloryang dilakukan oleh tim pengabdi di PAUD dan SD Negeri 1 Pekon Bangunrejo Tanggamus berjalan lancar.Dari hasil sosialisasi diperoleh sebanyak 9 peserta PAUD yang mengikuti kegiatan didampingi oleh guruPAUD. Sedangkan untuk siswa SD sebanyak 11 peserta. Kegiatan ini mendapatkan respon baik oleh BundaPAUD dan Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pekon Bangunrejo Tanggamus. Beliau berharap kedepan lebihbervariasi lagi produk olahan yang dikenalkan oleh tim pengabdi. Secara keseluruhan olahan kelor setelah diujiorganoleptik (bau, rasa, tekstur) dan diolah dalam bentuk cookies dapat diterima oleh anak-anak PAUD dan SDdi Pekon Bangunrejo Tanggamus.
Co-Authors Achyani Achyani, Achyani Adinda Purnama M Adriani, Silvia Afgan, Maulana Al Afgani, Maulana Al Afiatur Rohmah Afifa, Zulaika Nur Agus Sujarwanta, Agus Agus Sutanto Agus Sutanto Aini, Qurratu Alfian Effendy Anak Agung Oka Asri Khoirunnisa Bima Nugroho Dasrieny Pratiwi Dasrieny Pratiwi, Dasrieny Dendra Siko Handira Devi Kusumaningrum Dhani Sakhiri Dhani Sakhiri Ditha Mellynia Putri Effendy, Alfian Eka Diana Sari Eka Setia Budi Eka Zulfitri Eppinga, Reinilde Fajriah, Nadya Fajriah Fajriyah, Nadya Syarifatul Fathurrahman, Ilham Fathurrohman, Ilham Febri Hartono FITRIYANA Fitriyana Handoko Santoso Hasanah, Amalia Hening Widowati HRA Mulyani, HRA I Nyoman Sukaredana Inayati, Inna Noor Indriyani Putri Kartiko, Yerry M Rustam Rifai M. Alvian Afandi Mahmud Syafi’i Marlina Kamelia Mayang Aprilia Meizyatun Niswah Miftahuzzakiyah, Miftahuzzakiyah Mita Damaiyanti Nakti Kholifah Niswa Salamung Nourma Nurjanah Nurhat Alamsyah Nurvita Esa Bela Prasetyo, Idar Yongky Pratiwi, Windi Putri Pawitri Rasuane Noor Rasuane Noor Rasuane Noor Rasuane Noor Ratini Ratini, Ratini Refai, Refai - Rinta Apriliani Sakhiri, Dhani Satrio Budi Wibowo Satrio Wicaksono Sudarma Satrio Wicaksono Sudarman Siti Nurlaila, Siti Sudarman Sudarman Supriyanto Supriyanto Syaifudin Latif Darmawan Teguh Wahyudi Thamrin, Micko Martha tiara anggia dewi, tiara anggia Tika, Pujaan Triana Asih Triana Asih Triana Asih Triana Asih, Triana Utami, Putri Intan Veriska, Popi Mai Vina Yulita Widowati, *Hening Widya Sartika Sulistiani Widya Sartika Sulistiani, Widya Sartika Widyo Andre Pramono Winda Afriani Wisca Febriana Yesi Yesi Zakiyah, Miftahuz