Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of School in Improving Dental and Oral Hygiene Education in Primary School Children Sukolilo 250 Surabaya Sunomo Hadi; Imam Sarwo Edi; Endang Purwaningsih; Sri Hidayati; Ratih Larasati; Bambang Hadi Sugito; Ida Chairanna M; IGA Kusuma Astuti NP
Health Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral and dental health is an important thing, so the efforts to maintain oral health need to be developed from an early age. Health education targets or targets and health services that serve certain groups or populations are very supportive of a health program. One of the program series is an effort to order cadres of small dentists who are part of the School Dental Health Business (UKGS), their existence needs maximum attention. The methods implemented were cadre orders, oral health education, training and mentoring. The number of cadres is 20 students consisting of grades 3, 4 and 5. The extension methods used are lectures, questions and answers and associations. The aids used are dental models, posters, and props. The targets and outputs achieved in this service were the knowledge of cadres of small dentists about dental and oral health and minor dentists in maintaining dental and oral hygiene, skills songs of cadres of small dentists about oral health and minor dentists in carrying out maintenance. teeth and mouth, dental and oral health status and elementary school students so that they can support general health. After this activity is completed, cadres of small dentists can transfer knowledge to friends at school and the environment at home, so that the health status of their teeth and mouth will be better. dental and oral health status and elementary school students so that they can support general health. After this activity is completed, cadres of small dentists can transfer knowledge to friends at school and the environment at home, so that the health status of their teeth and mouth will be better. dental and oral health status and elementary school students so that they can support general health. After this activity is completed, cadres of small dentists can transfer knowledge to friends at school and the environment at home, so that the health status of their teeth and mouth will be better.The result of community service activities was an increase in the knowledge of school cadres in maintaining dental and oral hygiene for students at SDN Sukolilo 250 Kenjeran about maintaining dental and oral hygiene before and after the intervention of community service activities through group and individual counseling, as well as the clown performance that adapted to the model. education in children is pedagogic, learning while playing
Aplikasi Pemberdayaan Kader Kesehatan Gigi Dalam Upaya Kesehatan Gigi Dan Mulut Sebelum dan Saat Kehamilan di Kelurahan Rungkut Tengah Surabaya Ida Chairanna Mahirawatie; I.G.A Kusuma Astuti NP; Sunomo Hadi
Health Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut tentu saja termasuk ibu hamil. Berat lahir pada umumnya sangat terkait dengan kematian janin, neonatal dan pascaneonatal, morbiditas bayi dan anak serta pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir saja, melainkan bisa dimulai sejak masih didalam kandungan. Ibu hamil merupakan kelompok yang memerlukan perhatian khusus berkaitan dengan kesehatan mulut mereka dan kesehatan calon bayi mereka. Oleh karena itu perawatan gigi dan mulut ibu hamil dimulai sejak sebelum masa kehamilan dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan mulut selama kehamilan untuk dirinya sendiri serta janin yang dikandung sehingga dapat menghindari terjadinya penyakit mulut yang dapat mempengaruhi kehamilan. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat berupa pembentukan kader Kesehatan gigi. Kader adalah setiap orang yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah kesehatan perorangan atau masyarakat serta bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat pemberian pelayanan kesehatan. Tujuan Umum pengabmas ini adalah mengaplikasikan Pemberdayaan Kader Kesehatan Gigi dalam Upaya Kesehatan gigi dan mulut sebelum dan saat Kehamilan. Pelaksana kegiatan ini adalah tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Surabaya. Bentuk kegiatannya bekerjasama dengan Puskesmas Gunung Anyar Surabaya. Kegiatan ini berupa pemberdayaan kader posyandu dalam upaya Kesehatan gigi dan mulut sebelum dan saat Kehamilan. Sumber biaya dalam kegiatan ini dibebankan pada dana dari DIPA Poltekkes Kemenkes Surabaya. Luaran dari kegiatan ini adalah: 1) Menghasilkan Artikel Ilmiah akan dimuat pada jurnal nasional tidak terakreditasi maupun terakreditasi atau internasional yang ber ISSN dan e-ISSN, 2) Peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan dalam upaya Kesehatan gigi dan mulut, 3) Tersusunnya dan tercetaknya Buku Pegangan Kader posyandu, 4) Diharapkan kader posyandu mampu menjalankan perannya sebagai kader Kesehatan gigi
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERAWAT GIGI DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN PROGRAM ANC TERPADU DI PUSKESMAS KABUPATEN LAMONGAN Sri Hidayati; Sunomo Hadi; Endang Purwaningsih
Health Community Engagement Vol. 4 No. 3 (2022): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Puskesmas lintas program antara ruangan Kesehatan Ibu Anak (KIA) dan ruangan Kesehatan Gigi Dan Mulut merupakan salah satu bentuk kerjasama yang cukup berpengaruh terhadap tingkat kesehatan gigi dan mulut dari ibu hamil. KIA yang merupakan suatu bentuk kegiatan pokok Puskesmas tidak hanya bertugas mendata atau mengetahui secara dini semua kelainan atau kasus atau keluhan yang ditemukan pada jaringan keras dan jaringan lunak didalam rongga mulut ibu hamil, tetapi KIA juga memberikan upaya rujukan ke ruangan Kesehatan Gigi Dan Mulut untuk dilakukan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang melibatkan peran dokter gigi dan perawat gigi. Untuk meningkatkan pengetahuan perawat gigi dalam mendukung ANC Terpadu di Puskesmas Kabupaten Lamongan, berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kinerja perawat gigi dalam pelaksanaan ANC terpadu. Dari hasil penelitian diketemukan model kinerja yang fik dan dapat dijadikan bahan pertimbangan perawat gigi dalam mendukung pelaksanaan ANC terpadu di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan pelatihan bagi perawat gigi yang yang bekerja di Puskesmas yang ada di wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi serta tanya jawab. Target dan luaran yang dicapai pada pengabdian ini adalah: 1) Meningkatnya pengetahuan perawat gigi tentang Ante Natal Care (ANC) dan penyakit-penyakit gigi dan mulut serta penyakit sistemik yang ada hubungannya dengan masa kehamilan dalam meningkatkan kunjungan K1 ibu hamil di Puskesmas. 2) Laporan akhir dan artikel yang akan dimasukkan sebagai publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi setelah pengabdian. 3) Mendapatkan Haki untuk modul dan pengabdian masyarakat ini Kata kunci : ANC terpadu, kinerja perawat gigi
PERAN KADER SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR SDN Sukolilo 250 Surabaya SUNOMO HADI; Imam Sarwo Edi; Endang Purwaningsih; Sri Hidayati
Health Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2023): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hce.v3i2.19

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu hal yang penting, maka usaha perawatan kesehatan gigi dan mulut perlu dibina sejak dini. Target atau sasaran pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada kelompok atau populasi umur tertentu sangat menentukan keberhasilan suatu program kesehatan. Salah satu rangkaian program tersebut adalah usaha pembentukan kader-kader dokter gigi kecil yang merupakan bagian dari Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS), keberadaannya perlu mendapat perhatian secara maksimal. Metode yang dilaksanakan adalah pembentukan kader, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pelatihan dan pendampingan. Jumlah kader tersebut adalah 20 siswa yang terdiri dari kelas 3, 4 dan 5. Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Alat bantu yang digunakan adalah model gigi, poster serta alat peraga. Target dan luaran yang dicapai pada pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan kader dokter gigi kecil tentang kesehatan gigi dan mulut dan dokter gigi kecil dalam melakukan melakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, meningkatnya ketrampilan kader dokter gigi kecil tentang kesehatan gigi dan mulut dan dokter gigi kecil dalam melakukan melakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, meningkatnya status kesehatan gigi dan mulut dan siswa sekolah dasar sehingga dapat mendukung kesehatan umum. Setelah kegiatan ini selesai kader dokter gigi kecil dapat melakukan transfer knowledge kepada teman- teman di sekolah maupun lingkungan di rumah, sehingga status kesehatan gigi dan mulut menjadi lebih baik. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat erdapat peningkatan pengetahuan kader sekolah dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut siswa SDN Sukolilo 250 Kenjeran tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut sebelum dan sesudah intervensi kegiatan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan secara berkelompok dan perorangan, juga dengan penampilan sandiwara badut yang menyesuaikan dengan model pendidikan pada anak yaitu pedagogik, belajar sambil bermain
PENGETAHUAN IBU TENTANG KARIES GIGI PADA ANAK TK PERTIWI DESA MENDOGO KEC. NGIMBANG KAB. LAMONGAN TAHUN 2022 Marirarista Dwi Olivia; Isnanto Isnanto; Sunomo Hadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i2.943

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang merusak struktur gigi dimulai dari permukaan gigi meluas hingga ke pulpa. Masalah. Hasil data diperoleh dari pemeriksaan anak TK Pertiwi Desa Mendogo Kec. Ngimbang Kab. Lamongan sebesar 5,32 dengan kategori tinggi. Tujuan. Mengetahui pengetahuan ibu tentang Karies gigi pada Anak TK Pertiwi Desa Mendogo Kec. Ngimbang Kab. Lamongan, Jenis penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif melibatkan 47 ibu anak TK sebagai responden. Metode. Pengumpulan data diperoleh dari pengisian kuesioner. Teknis analisis data. Data pada penelitian dianalisis dengan menghitung rata-rata dalam bentuk presentase, disajikandalam bentuk tabel Hasil. Penelitian yang di dapat berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan ibu tentang karies gigi pada anak TK Pertiwi Desa. Mendogo kec. Ngimbang Kab. Lamongan dalam kriteria cukup (71,1%).
HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGIDENGAN INDEKS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT (Studi Pada Siswa Kelas V SDN Tambakrejo 1 Krembung, Sidoarjo) Rahmalia Fanty Ekasari; Sunomo Hadi; Ratih Larasati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i2.910

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut yang kurang terawat dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit rongga mulut akibat dari penumpukan debris dan kalkulus. Masalah dalam penelitian ini yaitu tingginya score indeks kebersihan gigi dan mulut siswa kelas V SDN Tambakrejo 1 Krembung, Sidoarjo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan cara menyikat gigi dengan indeks kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas V SDN Tambakrejo 1 Krembung, Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah analitik cross sectional dengan sampel penelitian 40 siswa kelas V SDN Tambakrejo 1 Krembung, Sidoarjo. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi dan lembar penilaian OHI-S. teknik analisa data yang digunakan yakni uji Chi-square. Hasil uji Chi-square diperoleh nilai P (0.075) 0,05. Nilai ini menunjukkan Ho diterima yang berarti tidak ada hubungan antara cara menyikat gigi dengan indeks kebersihan gigi dan mulut. Kesimpulan tidak ada hubungan antara cara menyikat gigi dengan indeks kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas V SDN Tambakrejo 1 Krembung, Sidoarjo.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : PENGGUNAAN MEDIA YANG EFEKTIF DALAM PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR Bella Elfidia Arista; Sunomo Hadi; Soesilaningtyas Soesilaningtyas
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v2i2.704

Abstract

Karies gigi adalah suatu penyakit tergolong yang sering terjadi serta cukup tinggi pada anak sekolah dasar yaitu umur 6-11 tahun. Data angka karies gigi anak sekolah dasar didapatkan dari beberapa jurnal yang menyatakan angka rerata DMF-T masih diatas 5 atau diatas 60% sedangkan target RAN pelayanan kesehatan gigi dan mulut 2020-2025 anak usia 12 tahun DMF-T kurang dari atau sama dengan 1,14. Masalah dalam penelitian ini yakni tingginya persentase lubang gigi pada anak sekolah dasar di Indonesia sejak 2015-2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas penggunaan media yang efektif dalam promosi kesehatan gigi dan mulut anak sekolah dasar. Sasaran penelitian ini adalah anak sekolah dasar umur 7-12 tahun. Metode pengumpulan data dengan menggunakan literature review yang diperoleh dari 3 database yaitu Google Scholar, ProQuest, dan Pubmed. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan identifikasi media sesuai macam media secara garis besar seperti media visual aids yang terdiri dari flipchart, booklet, media tebak gambar, komik edukasi. leaflet, poster, slide, dan busy book. Kemudian untuk media audio visual aids terdiri dari kartun atau video animasi, media film, cerita boneka wayang, dan LCD. Dari hasil literature review 11 artikel didapatkan bahwa semua media yang digunakan sebagai bahan intervensi secara nyata dapat meningkatkan pengetahuan maupun sikap tentang kesehatan gigi dan mulut sebagai respon tertutupnya dan peningkatan perilaku atau tindakan sebagai respon terbukanya.
PENGETAHUAN TENTANG KARIES GIGI SISWA KELAS IV SDN KALIMO’OK 1 KECAMATAN KALIANGET KABUPATEN SUMENEP TAHUN 2021 Maishiela Ratnadevi Faradillah; Imam Sarwo Edi; Sunomo Hadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 3 (2022): November
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i3.993

Abstract

Masalah penelitian ini adalah tingginya angka karies gigi di SDN Kalimo’ok 1 Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Tahun 2021 sebesar 95,5%. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang karies gigi di SDN Kalimo’ok 1 Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan  jumlah responden sebanyak 34 orang. Metode Pengumpulan data yang diperoleh dari pengisian lembar kuesioner. Teknik Analisa Data dengan cara menghitung rata-rata (mean) dalam bentuk persentase dan yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang karies gigi pada siswa kelas IV di SDN Kalimo’ok 1 Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Tahun 2021 dalam kriteria kurang (55,7%).
PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN METODE BERNYANYI TERHADAP KETERAMPILAN CARA MENYIKAT GIGI Alma Dian Widyadhana; Sunomo Hadi; Siti Fitria Ulfah
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i2.893

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang tergolong tinggi terkena karies, karena pada usia ini merupakan masa pergantian gigi desidui ke gigi permanen, maka dari itu penting untuk menjaga kesehatan gigi hingga gigi permanennya nanti karena sudah tidak ada gigi pengganti. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan melakukan promotif menggunakan metode yang sesuai untuk sasaran yaitu metode bernyanyi dan tindakan preventif yang bertujuan untuk mencegah terjadinya karies gigi yaitu menyikat gigi. Masalah dalam penelitian ini yaitu keterampilan cara menyikat gigi siswa kelas 1 di SDN Pekarungan masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan metode bernyanyi terhadap keterampilan cara menyikat gigi pada siswa kelas 1 SD. Jenis penelitian ini adalah Quasy Exsperiment dengan rancangan pre post test design, dengan populasi 52 siswa kelas 1. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai P (0,000) kurang dari 0,005. Nilai ini menunjukkan H0 ditolak, sehingga ada pengaruh penyuluhan menggunakan metode bernyanyi terhadap keterampilan cara menyikat gigi. Kesimpulan Ada pengaruh penyuluhan menggunakan metode bernyanyi terhadap keterampilan cara menyikat gigi pada siswa kelas 1 SDN Pekarungan kecamatan Sukodono kabupaten Sidoarjo setelah di observasi selama 3 hari. Sehingga metode bernyanyi dapat digunakan sebagai metode penyuluhan yang cocok untuk meningkatkan keterampilan cara menyikat gigi pada anak usia sekolah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWA DENGAN TINGGINYA ANGKA KARIES GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN PADA SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH 4 PUCANG KOTA SURABAYA TAHUN 2020 Al-Mala’ Birruzauq; Sunomo Hadi; Sri Hidayati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 3 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v1i3.566

Abstract

Pendahuluan:  Masalah dalam penelitian ini yaitu Tingginya Angka Karies Molar Pertama Permanen Siswa kelas V di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya tahun 2020. Tujuan: Untuk mengetahui adanya Hubungan Pengetahuan Siswa terhadap Tingginya Angka Karies Gigi Molar Pertama Permanen terhadap Siswa kelas V SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan sasaran penelitian pada siswa kelas 5 yang berjumlah 37 siswa. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dengan cara observasi dan lembar kuesioner. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapatnya Hubungan Pengetahuan Siswa terhadap Tingginya Angka Karies Gigi Molar Pertama Permanen terhadap Siswa kelas V SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya tahun 2020