Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK PAUD WIDYA TAMA GRESIK Oktaviany, Cindy; Edi, Imam Sarwo; Ulfah, Siti Fatria; Hadi, Sunomo
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3018

Abstract

Latar Belakang: Anak prasekolah merupakan masa kritis guna menunjang proses tumbuh kembang anak kedepannya. Keterlibatan orang tua kian dibutuhkan dalam mengajarkan supaya si kecil dapat memelihara kebersihan rongga mulutnya. Lubang gigi pada anak prasekolah perlu mendapat perhatian khusus karena sering dianggap orang tua tidak perlu dirawat, sebab akan digantikan gigi dewasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, prevalensi lubang gigi di kalangan anak mencapai 60% - 90% yang menunjukkan prevalensi karies anak masa prasekolah tergolong cukup besar. Faktor kemungkinan yang memicu terjadinya masalah, seperti keterlibatan orang tua yang belum tepat saat merawat kesehatan gigi anak. Studi ini dilakukan guna mengungkap hubungan kontribusi orang tua dengan kerusakan gigi pada anak PAUD. Metode: Studi ini termasuk dalam ketegori kuantitatif dengan tipe analitik Cross Sectional dengan metode survei yang melibatkan 42 orang tua anak PAUD sebagai responden. Data diperoleh melalui lembar kuesioner yang mengukur peran orang tua mengenai merawat kesehatan rongga mulut anaknya. Analisis data dilakukan melalui uji korelasi Spearman Rank untuk menganalisis hubungan peran orang tua dengan karies gigi pad anak PAUD. Hasil: Hasil studi menunjukkan karies gigi anak masuk dalam kategori yang tinggi. Hasil analisis uji spearman nilai p 0.013 yang artinya p<0.05. Bisa dikatakan terdapat korelasi kontribusi orang tua dengan karies gigi pada anak PAUD Widya Tama Gresik. Kesimpulan: Nilai koefisien korelasi (-0,380) yang artinya memiliki kekuatan hubungan yang lemah.
Peduli Kesehatan Gigi: Inovasi Edukasi Oral Hygiene untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Happy Angela Surabaya Isnanto Isnanto; Rohisotul Laily; Silvia Prasetyowati; Sunomo Hadi; I Gusti Putu Agung Heri Raditya Putra
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2117

Abstract

Anak berkebutuhan khusus, khususnya siswa tunagrahita, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut akibat keterbatasan dalam melakukan oral hygiene care secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta wali siswa mengenai oral hygiene care, meningkatkan kemampuan menyikat gigi siswa tunagrahita melalui metode penyuluhan, serta menurunkan risiko bau mulut pada siswa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi menyikat gigi, praktik oral hygiene care dengan metode penyuluhan, pendampingan guru dan wali siswa, serta pemberian alat pendukung berupa sikat gigi, pasta gigi, dan dental floss. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan oral hygiene dari 56% menjadi 77%, peningkatan keterampilan oral hygiene dari 43% menjadi 97%, serta peningkatan skill oral hygiene siswa dari 0% menjadi 30%. Metode Metode penyuluhan mengunakan boneka efektif digunakan sebagai media edukasi oral hygiene bagi anak berkebutuhan khusus.
Dental Check Up Anak TK Taman Ceria dalam Rangka Hari Kesehatan Gigi Nasional Sri Hidayati; Sunomo Hadi; Silvia Prasetyowati; Isnanto Isnanto; Tiara Muda Galuh Ayu Dewanti
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2118

Abstract

Peranan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk memperkuat kesehatan anak secara umum, namun anak usia prasekolah masih mengalami masalah karies gigi dengan frekuensi cukup tinggi. Peristiwa tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan anak maupun orang tua yang masih tergolong rendah,, kebiasaan menyikat gigi yang belum tepat, serta kurangnya upaya edukasi promotif dan preventif. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menumbuhkan pengetahuan dan sikap yang lebih baik pada anak prasekolah dalam menjaga kebersihan gigi dengan pemberian edukasi kesehatan gigi yang disertai pemeriksaan gigi. Kegiatan dilaksanakan pada 30 siswa TK Taman Ceria Surabaya usia 4-6 tahun dengan melibatkan guru dan orang tua. Metode yang digunakan berupa penyuluhan menggunakan media boneka model, boneka karakter, dan video edukasi serta pemeriksaan rongga mulut. Pengukuran tingkat pengetahuan anak dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil kegiatan mengindikasikan terjadinya perubahan meningkatnya pengetahuan dimana sebelum edukasi sebagian besar anak berada pada kategori kurang, kemudian meningkat menjadi kategori cukup setelah intervensi. Anak juga menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi ketika dilakukan intervensi. Kegiatan ini turut meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya peran mereka dalam membimbing dan mengawasi kebiasaan anak dalam pemeliharaan kebersihan gigi di rumah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN JUMLAH GIGI BERFUNGSI PADA LANSIA (STUDI DI SEKOLAH LANSIA TANGGUH, KELURAHAN MOJO, SURABAYA) Komang Ayu Purnama Dewi; Bambang Hadi Sugito; Siti Fitria Ulfah; Sunomo Hadi
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v5i1.4837

Abstract

This study aims to investigate the relationship between oral health knowledge and the number of functional teeth among older adults at the Tangguh Senior Citizens’ School in Mojo Village, Surabaya. The study employed a quantitative analytical design using a cross-sectional survey approach, with a population of 70 older adults aged 60 years and older and a sample of 60 respondents selected using the Slovin formula and simple random sampling. Data were collected through a dental and oral health knowledge questionnaire—which had been validated for validity and reliability—and intraoral examinations to count the number of functional teeth. The data were then analyzed using SPSS, including descriptive statistics and Spearman’s rank correlation test. The results showed that the majority of respondents had “poor” knowledge (58.3%) and fewer than 20 functional teeth (78.3%), with a significant positive correlation (r = 0.707, p < 0.05) between better knowledge and a higher number of functional teeth. In conclusion, good oral health knowledge is closely associated with a higher number of functional teeth among older adults in the study location.