Claim Missing Document
Check
Articles

Determinasi Sosial Demografi terhadap Literasi Digital pada Petani di Wilayah Pesisir Kabupaten Bone Bolango Amin, Nur Silfiah; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21572

Abstract

The need to use digital technology to access agricultural information does not always align with the ability of coastal farmers to utilize digital media for improving their farm production. Digital literacy serves as a catalyst in fostering independence, sustainability, and competitiveness among farmers, particularly in coastal areas that often face limited access to information and infrastructure. The objective of this study is to identify the level of digital literacy among coastal farmers and to examine which socio-economic characteristics influence their digital literacy. This research employs a mixed-methods approach combining qualitative and quantitative methods. The qualitative approach involves in-depth interviews to explore farmers’ experiences related to the use of technology, while the quantitative approach applies multiple linear regression analysis to assess the influence of demographic factors on the level of digital literacy among coastal farmers. The findings reveal that demographic factors have varying effects on farmers’ digital literacy. Partially, age shows a significant negative effect, indicating that the older the farmers, the lower their digital literacy. Conversely, education level has a significant positive effect, meaning that higher education correlates with better digital literacy skills. The number of family dependents also shows a relatively weak but significant positive effect, suggesting that household responsibilities may motivate farmers to use digital technology to improve their welfare. Meanwhile, gender, land size, and farming experience are not found to have a significant impact. In conclusion, age and education are the dominant factors shaping farmers’ digital literacy, whereas other demographic variables do not provide meaningful influence.
Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung sebagai Pakan Ikan di Desa Bondaraya Kabupaten Bone Bolango Nento, Wila Rumina; Sirajuddin, Zulham; Bempah, Irwan; R, St. Aisyah; Dahlan, Sakinah Ahyani; Singgili, Haris
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.5196

Abstract

Tongkol jagung memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan karena mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat karena mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serat kasar untuk kesehatan pencernaan ikan, dan sebagai sumber protein dan lemaknya rendah. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat Desa Bondaraya dalam memanfaatkan limbah tongkol jagung hasil panen pertanian untuk dijadikan sebagai pakan ikan. Berhubung sebagian masyarakat Desa Bondaraya pembudidaya ikan air tawar. Metode yang digunakann yakni transfer ilmu dan pelatihan langsung kepada kelompok masyarakat tani dan pembudidaya ikan. Dimana bahan-bahan yang digunakan yakni, tepung tongkol jagung, tepung kedelai, tepung tapioka, dan air hangat. Kegiatan pelatihan pembuatan pakan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari keseriusan masyarakat yang memanfaatkannya untuk produksi pakan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN SOSIAL RUMPUT ODOT OLEH PETANI: STUDI KASUS DI DESA PILOHAYANGA, KECAMATAN TELAGA, KEBUPATEN GORONTALO Widiastuti, Ni Made Pandi; sirajuddin, zulham; R, St. Aisyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Membudidayakan rumput odot merupakan salah satu pilihan masyarakat di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga dalam meningkatkan sumber perekonomian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani rumput odot dari aspek ekonomi dan untuk menganalisis tingkat adopsi inovasi petani rumput odot dari aspek sosial di Desa Pilohayanga. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 10 petani dengan teknik pengambilan sampel secara snowball. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Selain itu, jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Usahatani budidaya rumput odot di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga dikatakan layak berdasarkan analisis B/C menunjukkan >1. (2) Faktor yang mempengaruhi proses adopsi inovasi usahatani rumput odot ini diantaranya yaitu: usahatani rumput odot lebih menghemat biaya perawatan, biaya tenaga kerja, dan menghemat waktu penanaman, petani merasa cocok untuk membudidayakan rumput odot karena sesuai dengan aktivitas sehari-hari serta tidak menggangu aktivitas lain dan Petani di Desa Pilohayanga mengetahui inovasi baru itu dari petani lain dan belajar dari pengalaman yang awalnya juga seorang peternak sapi yang membudidayakan rumput odot.
Diversifikasi Usahatani Petani Jagung Gorontalo dan Determinannya: Diversification of Gorontalo Corn Farmers’ Farming and its Determinants Bisma, Arief; Sirajuddin, Zulham; Anisa, Anisa
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.7138

Abstract

Provinsi Gorontalo merupakan salah satu provinsi penghasil jagung terbesar di Pulau Sulawesi. Meski demikian, kesejahteraan petani jagung di Gorontalo belum sepenuhnya terjamin. Hal ini dikarenakan mayoritas petani jagung di Gorontalo merupakan petani kecil yang memiliki luas lahan kurang dari 1 Ha. Keterbatasan pendapatan usaha tani jagung mendorong petani untuk mengembangkan strategi bertahan hidup melalui diversifikasi pendapatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk diversifikasi pendapatan alternatif yang dilakukan oleh petani jagung di Gorontalo serta menganalisis hubungan antara pendapatan alternatif dengan peningkatan pendapatan total rumah tangga petani jagung di Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, dengan jumlah sampel sebanyak 186 petani jagung dari seluruh jumlah petani jagung di Kabupaten Bone Bolango. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling dan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagian besar petani jagung di Kabupaten Bone Bolango memiliki alternatif pekerjaan On-farm, yaitu cabai rawit dan kelapa. Sedangkan untuk Off-farm, yakni jasa bentor, pertukangan dan kios. Dalam hal ini, terdapat pola hubungan yang berbeda antara faktor-faktor sosial ekonomi dengan kedua bentuk diversifikasi pendapatan. Diversifikasi usahatani secara signifikan dipengaruhi oleh faktor kelembagaan, khususnya keaktifan dalam kelompok tani, sementara diversifikasi usaha non-pertanian dipengaruhi oleh faktor ekonomi rumah tangga yaitu jumlah tanggungan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan strategi diferensiasi dalam program pemberdayaan petani (penguatan kapasitas kelembagaan pertanian) dan pendekatan yang berfokus pada pengembangan ekonomi rumah tangga pada diversifikasi Off-farm. Gorontalo Province is one of the largest corn-producing provinces on the island of Sulawesi. However, the welfare of corn farmers in Gorontalo is not yet fully guaranteed. This is because the majority of corn farmers in Gorontalo are small farmers who own less than 1 hectare of land. Limited income from corn farming has encouraged farmers to develop survival strategies through income diversification. This study was conducted to identify the forms of alternative income diversification carried out by corn farmers in Gorontalo and to analyze the relationship between alternative income and the increase in total household income of corn farmers in Gorontalo. This study was conducted in Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, with a sample size of 186 corn farmers from the total number of corn farmers in Bone Bolango Regency. Sampling was conducted using accidental sampling techniques and quantitative descriptive research methods. The results showed that most corn farmers in Bone Bolango Regency had alternative on-farm jobs, namely chili and coconut farming. As for off-farm jobs, they included bentor services, carpentry, and kiosks. In this case, there were different patterns of relationships between socioeconomic factors and the two forms of income diversification. Agricultural diversification is significantly influenced by institutional factors, particularly active participation in farmer groups, while non-agricultural diversification is influenced by household economic factors, namely the number of family dependents. Therefore, a differentiation strategy is needed in farmer empowerment programs (strengthening agricultural institutional capacity) and an approach that focuses on household economic development in off-farm diversification.  
Analisis Saluran Pemasaran Komoditas Kemiri dan Cengkeh (Studi Kasus Kemiri di Desa Biluango, Kabupaten Bone Bolango dan Cengkeh di Desa Dulamayo Utara, Kabupaten Gorontalo) Yusup, Hasni; Arsyad, Karlena; Sirajuddin, Zulham
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan tingkat efisiensi pemasaran komoditas kemiri dan cengkeh di Desa Biluango, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango serta Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Februari 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang didukung pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung margin pemasaran, farmer’s share, dan koefisien margin berdasarkan data harga jual, harga beli, biaya produksi, dan biaya pemasaran. Sementara itu, pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan pola saluran pemasaran, mekanisme penentuan harga, sistem pembayaran, serta peran masing-masing lembaga pemasaran melalui observasi dan wawancara langsung dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran kemiri memiliki empat saluran, yaitu (1) petani–pedagang pengumpul–industri, (2) petani–pedagang pengumpul–pengecer–konsumen, (3) petani–pengecer–konsumen, dan (4) petani–konsumen langsung. Adapun pemasaran cengkeh hanya melalui satu saluran, yaitu petani–pedagang pengumpul–pedagang besar. Margin pemasaran kemiri tertinggi terdapat pada saluran III sebesar Rp10.000/kg dan terendah pada saluran I sebesar Rp2.000/kg. Nilai farmer’s share kemiri tertinggi terdapat pada saluran IV sebesar 100%, sedangkan pada cengkeh sebesar 92% dengan margin Rp10.000/kg dan koefisien margin 8%. Semakin pendek saluran pemasaran, semakin kecil margin dan semakin tinggi bagian harga yang diterima petani, sehingga sistem pemasaran menjadi lebih efisien dan menguntungkan bagi petani.