Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN STIK RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DALAM RANGKA MENDUKUNG IMPLEMENTASI EKONOMI BIRU DI KELOMPOK MASYARAKAT PESISIR DI DESA KALIUDA Henggu, Krisman Umbu; Katonguretang, Elfis Umbu; Nggaba, Mayun Erawati; Radjah, Yudha Gustial; Mehakati, Imanuel Umbu Taralandu; Nasution, Nur Azizah
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1475

Abstract

Kaliuda Village is one of the coastal villages in East Sumba Regency, which is the largest producer of Kappaphycus alvarezii seaweed in the region. However, the coastal community’s knowledge regarding the diversification of seaweed into various food products remains limited. This is evident in the case of dried seaweed, which is primarily intended for industrial use, and rejected seaweed that companies do not utilize or process. The aim is to conduct training and mentoring activities to enhance community knowledge about utilizing seaweed as a food source through diversification. Additionally, the community will gain an understanding of business strategies related to processed seaweed products. The community engagement activities employ the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, involving education, mentoring, and training. Education sessions cover seaweed diversification and business development. Furthermore, the process includes mentoring and training in making seaweed sticks from Kappaphycus alvarezii. A total of 34 coastal community members participated in these activities. The engagement began with presentations on the potential development of Kappaphycus alvarezii, marketing strategies for processed seaweed products (including market opportunities and competitors), pivot strategies, and the use of e-commerce digitalization. In addition to the presentations, the coastal community received training and guidance on seaweed stick production. The training covered raw material preparation, dough-making, molding, frying, and packaging. The high level of community participation significantly supported the success of this engagement. During the activities, the PKM team engaged in discussions to identify challenges and alternative solutions. The partners’ response to the presentation of educational materials, mentoring, and training falls within the satisfied to very satisfied category. The recommended suggestion is that the seaweed processed product diversification group should receive support from the village government.
Level of Students Geometry Thinking on quadrilateral topic Mayun Nggaba
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 9 No 2 (2025): January
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v9i2.6411

Abstract

Quadrilateral is one of the geometry topics in the curriculum, and students at junior high school must understand the topic. Therefore, we researched 40 students (11/13 years) in Kambera District, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara, to identify and describe students' geometric thinking levels. The research is descriptive qualitative research with data collection techniques and is a written test for the quadrilateral case. The data were analyzed using van Hiele's theory. The results showed that 1) only one-third of the students are at level 0 (visualization), i.e., students knew geometric pictures by observing the images or models. At this level, half of the students still need to improve in classifying the types of quadrilaterals, and 2) only a few students are at level 1. They can understand or know the properties of quadrilaterals. The written results found that almost all students needed help understanding the topic of quadrilaterals and their properties well. Nearly all students have yet to be able to recognize and classify the types of quadrilaterals well.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self-Efficacy Peserta Didik Isnayeni Rambu Ipa; Mayun Erawati Nggaba
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v6i1.66694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Nggaha Ori Angu pada semester genap tahun ajaran 2025/2026.. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek seluruh peserta didik kelas VIIIC berjumlah 24 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy meliputi lembar observasi, tes tertulis dengan 3 butir soal uraian, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy dari pra siklus menuju siklus 1 dan siklus 2. Pada pra siklus, kemampuan berpikir kritis sebesar 25,13% dan self-efficacy 55,30%. Setelah perlakuan PBL pada siklus 1, kemampuan berpikir kritis meningkat menjadi 64,50% (39,37%) dan self-efficacy menjadi 61,70% (6,4%). Meskipun peningkatan pada siklus 1 belum signifikan, penulis melanjutkan ke siklus 2. Pada siklus 2, kemampuan berpikir kritis meningkat menjadi 85,70% (21,2%) dan self-efficacy menjadi 86,10% (24,4%). Kesimpulannya, penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan self-efficacy peserta didik pada materi statistika
Penerapan Model Pembalajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dan Self-Efficacy Peserta Didik Irsan Harabi Tangu; Mayun Erawati Nggaba
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v6i1.66696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam meningkatkan  kemampuan pemecahan masalah dan Self-Efficacy peserta didik kelas VIIA di SMP Negeri 1 Nggaha Ori Angu. Jenis  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek seluruh peserta  didik kelas VIIA yang berjumlah 26 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy peserta didik mulai dari kegiatan pra siklus, siklus I, dan siklus II. Pada kegiatan pra siklus, tingkat kemampuan pemecahan masalah sebesar  34,77% sedangkan self-efficacy sebesar 57,2%. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model Kooperatif  Tipe Jigsaw pada kegiatan siklus I diperoleh peningkatan kemampuan pemecahan masalah menjadi 61,10% sedangkan  self-efficacy memperoleh peningkatan menjadi 64,2%. Meskipun pada siklus I terdapat peningkatan namun belum  signifikan peneliti melanjutkan siklus II. Pada siklus II, diperoleh peningkatan pada kemampuan pemecahan masalah menjadi 83,37%, dan self-efficacy memperoleh peningkatan menjadi 85%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa  penerapan model Kooperatif Tipe Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy peserta didik kelas VIIA pada materi penyajian data.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem-Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kambera Armelia Silvyani Dila Ludji; Mayun Erawati Nggaba; Yuliana Tamu Ina Nuhamara
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v7i1.72572

Abstract

Masalah yang melarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri Kambera, khususnya pada materi determinan matriks. Hal ini dilihat dari rendahnya keaktivan siswa dalam pembelajaran, kesulitan memahami soal cerita, kurang mampu memahami informasi yang diketahui dan ditanyakan,serta kesalahan dalam menyelesaikan langkah-langkah pemecahan masalah. Selain itu, pembelajaran masih menggunakan model konvesional yang berpusat pada guru sehinnga siswa kurang aktifv dan kurang tertarik pada pelajaran matematika. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa dimana nilai rata-rata siswa masih dibawah KKM. Oleh karena itu, diprlukan model pemebelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, salah satunya melalui model pembelajaran Problem-Based Learning . Model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) diterapkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kambera. Pembelajaran ini menekankan keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep melalui situasi kontekstual yang menuntut pemikiran kritis, kerja sama, dan kemandirian belajar. Hasil penerapan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan pada siswa yang belajar menggunakan model PBL dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil tes akhir kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dan hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Nilai N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih mendalam serta melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penerapan model ini direkomendasikan sebagai alternatif dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah atas.
PENINGKATAN LITERASI SAINS MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA IPA DI SMP NEGERI 1 UMALULU KECAMATAN UMALULU KABUPATEN SUMBA TIMUR Rissa Tega Wuahu; Erni Atandima; Mayun Erawati Nggaba
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kemampuan literasi sains yang rendah menjadi tantangan besar dalam sistem pendidikan nasional, termasuk di SMP Negeri 1 Umalulu. Hal ini terjadi karena metode pengajaran IPA masih tergantung pada ceramah dan kurang didukung oleh media pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa hanya menghafal materi tanpa memahami maknanya secara mendalam. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi sains siswa melalui pengembangan alat peraga IPA yang lebih menarik dan efektif. Cara melaksanakan kegiatan ini melalui beberapa tahap yang terorganisir, yaitu observasi dan wawancara, perencanaan, persiapan alat peraga, pelaksanaan dan evaluasi di kelas VIII. Alat peraga yang dikembangkan mencakup model struktur sel hewan dan tumbuhan, sistem peredaran darah, serta poster tentang sistem pencernaan dan pernapasan manusia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat peraga inovatif ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar. Dari hasil evaluasi melalui tanya jawab dan refleksi, siswa mampu menjelaskan konsep-konsep ilmiah yang rumit, seperti cara kerja sistem peredaran darah dan perbedaan antar organel sel, dengan menggunakan bahasa yang mereka pahami. Kesimpulannya, pengembangan alat peraga IPA yang interaktif sangat efektif dalam membantu siswa memahami materi yang abstrak, meningkatkan pemahaman yang mendalam, serta memperkuat dasar literasi sains mereka. Inovasi ini menjadi solusi yang strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP Negeri 1 Umalulu.
Co-Authors A. Kaka Alfian Umbu Nduka Anggriati Ledu Ngaba Anggriati Ledu Ngaba Anggriati Ledu Ngaba Anggriati Ledu Ngaba Apliana Padu Lemba Armelia Silvyani Dila Ludji Asrince Lika Handja Audrey Louise Makatita Beatrix T. Sura Bima, Stevvileny Angu Carlos Edison Adi Logo Darius Imanuel Wadu Dewi Ratri Djemi Djami Ishak Djemi Djami Ishak Dominggus Bandi Eko, Yuliana S. Elsy S. H. Taunu Elsy S.H.Taunu Elsy Senides Hana Taunu Erfy Melany Lalupanda Ernawati Epa Lelap Erni Atandima Erwin Randjawali Erwin Randjawali Erwin Randjawali Handja, Asrince Lika Hara, Yustina Kareri Hawu, Alfa Teni Henggu, Krisman Umbu Hida, Margareta Ana Hunggujawa, Yohbet Hunggujawa, Yohbet Jera Iona L. Ndakularak Iona Lisa Ndakularak Ira Rosmiati Raga Irna Natalis Sanit Irna Natalis Sanit Irna Natalis Sanit Irsan Harabi Tangu Irvan Umbu Patu Ngunjunau Isnayeni Rambu Ipa Itha Priyastiti Itha Priyastiti Itha Priyastity Jawa, Ronius R. Jesisca L T Mangi Katonguretang, Elfis Umbu L. Ndakularak, Iona Lapu, Marthinus Luta Lemba, Apliana Padu Loda, Merni Harabi Logo, Carlos Edison Adi Lowu, Stepanus Dawa Marselia Hari Marthinus Luta Lapu Mega Retno Wulandari Mega Retno Wulandari Mega Retno Wulandari Mehakati, Imanuel Umbu Taralandu Nasution, Nur Azizah Ndakularak, Iona Lisa Nduka, Alfian Umbu Ngaba, Anggriati Ledu Ngunjunau, Irvan Umbu Patu Nicolas, Nino Nino Nicolas Nuhamara, Yuliana Tamu Ina Priyastiti, Itha Radja Kale, Afni Dita Radjah, Yudha Gustial Raga, Ira Rosmiati Randjawali, Erwin Ratri, Dewi Rissa Tega Wuahu Riupassa, Elviandry Tiara Asri Riwa Rambu Hada Endah Ronius R. Jawa Roynaldus Putra Weekowa Sanit, Irna N. Sanit, Irna Natalis Sely Jera Umaratu Stepanus Dawa Lowu Stevvileny Angu Bima Stevvyleni Angu Bima Sura, Beatrix T. Taunu, Elsy S. H. Taunu, Elsy Senides Hana Taunu, Elsy SH Usman Pati Benau Victor Soleman Lawa Lulu Vidriana Oktaviana Bano Vidriana Oktoviana Bano Weekowa, Roynaldus Putra Wulandari, Mega Retno Yeni Rinawati Yeni Rinawati Yohana Ndjoeroemana Yuliana S Eko Yuliana S. Eko Yuliana S. Eko Yuliana T.I.Nuhamara Yuliana Tamu Ina Yuliana Tamu Ina Nuhamara Yuliana Tamu Ina Nuhamara Yuliana Tamu Ina Nuhamara Yuliana Tamu Ina Nuhamara Yulita Mila Pakereng Yulita Milla Pakereng Yulita Milla Pakereng Yustina Kareri Hara