Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penerapan Sak Etap Pada Laporan Keuangan Koperasi Satuan Brimob Polda XYZ Fransiscus Amonio Halawa
Journal Management SMC Vol 2 No 1 (2024): Kajian ilmu administrasi perkantoran, kesekretarisan, manajemen bisnis, Perhotela
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine and analyze the application of Financial Accounting Standards for Entities Without Accountability (SAK ETAP) in the financial statements of the East Kalimantan Police Mobile Brigade Unit Cooperative in 2019. This research was conducted at the East Kalimantan Police Mobile Brigade Unit Cooperative, with the problem being investigated, the authors focused on the application of SAK-ETAP covering the recognition of: Assets, Debts, Revenues, Expenses, Profit/Loss; measurement: Historical Expenses and Fair Value; presentation of: Balance Sheet, Profit/Loss, Changes in Equity and Profit/Loss and Retained Earnings, Cash Flows and Notes to Financial Statements; Disclosure for the period 2019. The analytical tool in this study compares the financial statements of the East Kalimantan Police Mobile Brigade Unit Cooperative with SAK ETAP. Based on the results of the research, the financial statements of the East Kalimantan Police Mobile Brigade Unit Cooperative in 2019 are sufficient in accordance with the Financial Accounting Standards for Entities Without Accountability (SAK ETAP). However, the financial reporting data made by the East Kalimantan Police Mobile Brigade Unit Cooperative in 2018 and 2019 based on SAK ETAP is still lacking, namely the financial statements only consist of 2 components, the balance sheet element only consists of 6 items and the profit/loss element consists of 2 items. Keywords: Financial Accounting Standards for Entities Without Accountability, Cooperative Financial Statements.
Analisa Faktor Pemasok, Perencanaan dan Eksekusi Proyek Terhadap Waktu Penyelesaian Proyek dengan Metode PERT Fransiscus Amonio Halawa; Rahmat Darmawan; Budy Ariyanto
Journal Management SMC Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Lemondial Business School
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan pada pelaksanaan proyek adalah bagaimana merencankan jadwal waktu penyelesaian secara efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor Supplier Control, Project Plan dan Project Execution terhadap keterlambatan proyek. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel penelitian adalah seluruh karyawan yang mengerjakan proyekdi PT. ‘XYZ’ yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 – 2016. Data diperoleh melalui teknik pengumpulan dokumentasi dan teknik analisa data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Penelitian ini dilakukan pada karyawan PT. ‘XYZ’ yang berjumlah 125, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel metoda slovin di dapat sampel populasi sebanyak 95 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pengendalian pemasok berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlambatan proyek, 2) Perencanaan proyek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlambatan proyek, 3) Eksekusi proyek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlambatan proyek, 4) Perencanaan Proyek mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap keterlambatan proyek diantara variabel penelitian yang lain. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana penjadwalan proyek pemasangan tanki yang dilaksanakan oleh PT. ‘XYZ’ dengan menggunakan metode PERT untuk mengidentifikasi jalur kritis pada setiap elemen kerja. Kegiatan dalam proyek yang diteliti berjumlah 10 unit kegiatan. Analisa jalur kritis menggunakan program QM for Windows. Upaya perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalahdengan melakukan perbaikan pada departemen warehouse dan pengadaan dan meningkatkan sistem monitoring supervisor dengan laporan progress proyek secara rutin.
Pengaruh Promosi dan Variasi Produk Terhadap Minat Beli Pelanggan Pada PT. Aura Tirta Nusantara M Yazlim Syamsudin; Fransiscus Amonio Halawa
Journal Management SMC Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Lemondial Business School
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh promosi terhadap minat beli pelanggan PT Aura Tirta Nusantara, pengaruh variasi produk terhadap minat beli pelanggan PT Aura Tirta Nusantara dan pengaruh promosi dan variasi produk terhadap minat beli pelanggan PT Aura Tirta Nusantara. Sampel dalam penelitian ini adalah para konsumen yang mengkonsumsi air minum dalam kemasan aurafit produksi dari PT. Aura Tirta Nusantara yang berjumlah 85 responden. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Promosi memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap Minat Beli, sedangkan Variasi Produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli , artinya perubahan nilai Variasi Produk mempunyai pengaruh searah terhadap perubahan Minat Beli atau dengan kata lain apabila Variasi Produk meningkat maka akan terjadi peningkatan tingkat Minat Beli dan secara statistik memiliki pengaruh yang signifikan.
Perspektif Kepuasaan Pasien Terhadap Fasilitas dan Pelayanan Rawat Jalan Di RSIA “XYZ” Jakarta Fransiscus Amonio Halawa; Milawati; Leonard siahaaan
Journal Management SMC Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Lemondial Business School
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/lbs.v10i2.60

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara reliability, assurance, tangible, emphaty dan responsiveness secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan pasien. Adapun yang menjadi Subjek penelitan pada penelitian ini adalah pasien Rawat Jalan di RSIA “XYZ” Jakarta sejumlah 382 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh reliability terhadap kepuasan kerja secara signifikan, terdapat pengaruh assurance terhadap kepuasan pasien secara signifikan, terdapat pengaruh tangible terhadap kepuasan pasien secara signifikan, terdapat pengaruh emphaty terhadap kepuasan pasien secara signifikan, terdapat pengaruh responsiveness terhadap kepuasan pasien secara signifikan, dan terdapat pengaruh antara reliability, assurance, tangible, emphaty dan responsiveness secara bersama-sama dan signifikan terhadap kepuasan pasien Rawat Jalan di RSIA “XYZ” Jakarta. Disarankan kepada manajemen Rawat Jalan di RSIA “XYZ” Jakarta untuk tetap mempertahankan dan Meningkatkan Mutu Pelayanan dengan melakukan monitoring pelayanan secara berkala.
Analisis Keterampilan Komunikasi Efektif Mahasiswa D3 Sekretaris dalam Menyongsong Dunia Kerja Diyan Putranto; Fransiscus Amonio Halawa; Rintis Eko Widodo; Launrensius Renald Diansilves; Kartini Siagian
Journal Management SMC Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Lemondial Business School
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/lbs.v10i2.61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan komunikasi efektif mahasiswa D3 Sekretaris di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Saint Mary dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal yang cukup baik, namun masih menghadapi tantangan dalam hal kepercayaan diri dan kemampuan menulis. Keterampilan komunikasi yang baik terbukti berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja mahasiswa, membantu mereka membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan. Namun, tantangan seperti kurangnya pengalaman praktik dan latar belakang budaya yang beragam dapat menghambat pengembangan keterampilan ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kurikulum dan pelatihan keterampilan komunikasi di institusi pendidikan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan program studi D3 Sekretaris dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang administrasi perkantoran.
Pengaruh Work Life Balance, Lingkungan Kerja, dan Kompensasi Finansial Terhadap Kinerja Karyawan Cassandra Verena Putri; Fransiscus Amonio Halawa
Journal Management SMC Vol 3 No 1 (2025): Jurnal administrasi perkantoran, kesekretarisan, Manajemen, Perhotelan, Pariwisat
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh work-life balance , lingkungan kerja dan kompensasi finansial secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan di PT. Berlian laju Tanker. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan, yang berjumlah 60 karyawan, dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas dengan cronbach Alpha, uji asumsi klasik. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji F untuk menguji dan membuktikan hipotesis penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Life Balance tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan Kompensasi finansial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya, perusahaan perlu meningkatkan waktu, memperbaiki kondisi lingkungan dan meningkatkan tunjangan, yang kesemuanya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan.
Pengaruh Kualitas Sistem, Kualitas Informasi dan Kualitas Layanan Terhadap Net Benefit dengan Dimediasi Oleh Kepuasan Pengguna Fransiscus Amonio Halawa
Journal Management SMC Vol 3 No 1 (2025): Jurnal administrasi perkantoran, kesekretarisan, Manajemen, Perhotelan, Pariwisat
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/lbs.v11i1.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas sistem mempengaruhi Kepuasan pengguna MOS pada PT Pelindo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kuantitatif. Dalam penelitan ini yang menjadi populasi adalah seluruh pengguna MOS, Jumlah sample yang dibutuhkan adalah 96 orang. Akan tetapi sebagai mitigasi Kuesioner yang tidak dapat digunakan, sampel data yang digunakan sebesar 100 orang. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) berbasi Partial Least Square (PLS). Hasil Penelitian menunjukan bahwa Kualitas Sistem memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pengguna, Kualitas Informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pengguna,Kualitas Layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pengguna, Kualitas Sistem memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Net Benefit, Kualitas Informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Net Benefit, Kualitas Layanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Net Benefit, dan Kepuasan Pengguna memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Net Benefit penggunaan MOS. Kata kunci
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional Guru Fransiscus Amonio Halawa
Journal Management SMC Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Manajemen, Pariwisata dan Logistik
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional guru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Kecerdasan emosional dipandang sebagai aspek penting dalam menunjang kinerja dan ketahanan psikologis guru, terutama dalam menghadapi tantangan keterbatasan fasilitas, akses pendidikan, serta kondisi sosial budaya di daerah 3T. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan emosional guru meliputi: (1) Kesadaran diri, yaitu kemampuan guru mengenali emosi, kekuatan, serta keterbatasan pribadi yang berdampak pada pola pengambilan keputusan; (2) Pengaturan emosi, berupa keterampilan mengendalikan stres, mengelola tekanan pekerjaan, dan menjaga stabilitas psikologis; (3) Motivasi diri, yang mencakup dorongan internal untuk berprestasi, ketekunan dalam menghadapi hambatan, serta komitmen terhadap profesi pendidik; (4) Empati, yakni sensitivitas terhadap kondisi peserta didik dan lingkungan sosial yang beragam; serta (5) Hubungan sosial, yang mencerminkan kemampuan membangun interaksi positif, kerja sama dengan sesama guru, masyarakat, dan pemangku kepentingan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional guru di daerah 3T tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individual, tetapi juga oleh kondisi sosial budaya, dukungan kelembagaan, dan aspek spiritualitas yang melekat dalam praktik pendidikan. Dengan demikian, peningkatan kecerdasan emosional guru di daerah 3T memerlukan strategi pengembangan berkelanjutan yang menekankan pelatihan keterampilan emosional, penguatan motivasi intrinsik, serta penciptaan lingkungan sekolah yang suportif
Pengukuran Tingkat Self Leadership Guru Di Daerah 3T Fransiscus Amonio Halawa
Journal Management SMC Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Pariwisata dan Logistik (JMPL)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/jmpl.v12i1.131

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat self-leadership guru SMP Negeri di Kabupaten Nias Selatan berdasarkan tiga dimensi utama dengan dua belas indikator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang telah diuji validitas isi menggunakan indeks Aiken. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa sebagian besar butir instrumen memiliki validitas isi yang tinggi, dengan 11 dari 13 butir memiliki nilai indeks Aiken di atas 0,8, sementara dua butir lainnya berada pada kategori validitas sedang. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa dimensi behavior focused strategies merupakan dimensi dengan skor tertinggi, dengan nilai rata-rata sebesar 3,834 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki kesadaran diri yang baik dalam mengelola perilaku, menetapkan tujuan pribadi, dan melakukan penguatan diri. Secara keseluruhan, tingkat self-leadership guru berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 62,8%, diikuti kategori tinggi sebesar 20,1% dan kategori rendah sebesar 17,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan self-leadership guru sudah cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan agar lebih optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program pengembangan profesional yang berfokus pada peningkatan self-leadership guru guna mendukung peningkatan kinerja dan kualitas pembelajaran. Kata Kunci: self-leadership, guru SMP, behavior focused strategies, validitas isi TITLE SHOULD BE CONDENSE, DESCRIBING THE CONTENT AND NOT MORE THAN THIRTEEN WORDS Abstract: This study aims to analyze the level of self-leadership among public junior high school teachers in South Nias Regency based on three main dimensions and twelve indicators. This research employed a descriptive quantitative approach, with data collected through a questionnaire whose content validity was tested using Aiken’s index. The validity test results indicated that most instrument items had high content validity, with 11 out of 13 items scoring above 0.8 on Aiken’s index, while two items were categorized as having moderate validity. The descriptive analysis showed that the behavior-focused strategies dimension had the highest mean score of 3.834, which falls into the high category. This finding indicates that teachers have strong self-awareness in managing their behavior, setting personal goals, and applying self-reinforcement. Overall, the level of self-leadership among teachers was predominantly in the moderate category (62.8%), followed by high (20.1%) and low (17.1%) categories. These findings suggest that teachers’ self-leadership is fairly well developed but still requires improvement to reach an optimal level. This study recommends the implementation of professional development programs focused on enhancing teachers’ self-leadership to support improved performance and learning quality.. Keywords: Self-leadership, teachers, behavior-focused strategies, content validity
From Kitchen to Clinic: A PRISMA-Based Systematic Review of Culinary-Induced Food Poisoning in Mass Feeding Programs and Its Mitigation in Cookery Science Diyan Putranto; Marhanani Tri Astuti; Fransiscus Amonio Halawa
Journal Management SMC Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Pariwisata dan Logistik (JMPL)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/jmpl.v12i1.134

Abstract

Background: The Indonesian Makan Bergizi Gratis (MBG) program aims to combat child malnutrition through mass school feeding. However, transitioning from domestic to industrial-scale production introduces significant "Large-scale Food Hazards" where culinary technique failures serve as primary toxicological independent variables. Objective: This study systematically evaluates the nexus between professional cookery techniques and clinical poisoning outcomes to propose a "Safe-Cookery Framework" for the MBG supply chain. Methodology: Following PRISMA 2020 guidelines, a systematic review was conducted across Scopus, ScienceDirect, PubMed, and Sinta databases. A corpus of 20 high-impact articles (2014–2024) was analyzed using a "Process-Analytical Approach" to map Culinary Failure Points (CFP). Results: Findings identify three critical "Fault Lines": (1) thermal lag in large-batch processing (pot volumes >100L) leading to pathogen survival in "cold cores"; (2) improper cooling of starches triggering heat-stable Bacillus cereus toxin production; and (3) a logistical "Golden Hour" breach where transit >1 hour facilitates Clostridium perfringens multiplication. Chemical risks include pesticide residue accumulation and heavy metal leaching from non-food-grade aluminum cookware. Conclusion: Mass food poisoning in institutional catering is a predictable outcome of specific technical failures. Policy recommendations include mandating unidirectional kitchen flows, enforcing a 5-km delivery radius, and elevating kitchen leads to "Managerial Toxicology" certified Executive Chefs.