Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

أسلوب الأمر فى سورة المائدة Irmasani Daulay; Rani Ismil Hakim
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an menggunakan bahasa dengan sangat indah dan pemilihan diksi yang tepat, setiap kata memiliki keistimewaan sendiri. Sebagian ulama berpendapatbahwaAl-Qur’an memilikinilaibalaghah yang tinggi dan tidak ada bandingnya. Maka dari itu, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji gaya bahasa tersebut khususnya gaya bahasa Amr yang memiliki makna hakiki (makna asli) ataupun makna majazi.Al-Maidah merupakan salah satu surat madaniyyah yang bermakna hidangan, karena memuat kisah pengikut-pengikut setia nabi Isa a.s. yang meminta nabi Isa agar Allah menurunkan Al-Maidah dari langit untuk mereka. Dalam surat ini, penulis menemukan lebih kurang 76 bentuk al-Amr dengan makna hakiki ataupun makna majazinya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam serta menganalisis dan memetakan al-Amr dalam surat al-Maidah sesuai bagian dan maknanya.Tulisaninidiuraikandenganmenggunakan metode deskriptif analitis. Bahan dan materi penelitian yang diperoleh melalui penelurusan pustaka akan di deskripsikan, diuraikan dan dianalisis selanjutnya analisi itu akan dideskripsikan dalam bentuk tulisan sehingga mendapatkan gambaran deskriptif tentang bentuk uslub al-Amr di dalam surat al-Maidah.Kata kunci: Uslub, al-Amr, Surat al-maidah
Model of Arabic Curriculum Development in Traditional Islamic Boarding Schools: A Case Study in Pesantren Musthafawiyah Purba Baru and Dayah Mudi Mesra Samalanga Fadlan Masykura Setiadi; Khairul Fuadi; Irmasani Daulay

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/sa.v13i2.3499

Abstract

This research aims to describe the Arabic language curriculum development model that is carried out at the Musthafawiyah Islamic Boarding School, North Sumatra, and Dayah Mudi Mesra, Samalanga, Aceh. This research uses a case study approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the research show that the Arabic language curriculum development model at the Musthafawiyah Islamic Boarding School Purba Baru and Dayah Mudi Mesra Samalanga has undergone stages of development in planning, organizing, implementing, and evaluating. First, the Arabic language curriculum development model at the Musthafawiyah Islamic Boarding School Purba Baru and Dayah Mudi Mesra Samalanga includes the following steps: a) formulating the vision, mission, and learning objectives to be achieved; b) maximizing the needs of students, graduate user communities, and further studies; c) curriculum evaluation; and d) adaptation to current needs. Second, the Arabic curriculum model used in the Old Musthafawiyah Islamic Boarding School and Dayah Mudi Mesra Samalanga is known as a separate curriculum model. In this curriculum model, listening skills, speaking skills, writing skills, reading skills, and grammar learning are taught separately.
Pelatihan Meningkatkan Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab dengan Metode Bernyanyi di TK Al Munawwar Panyabungan Mandailing Natal Nur'ainun Ritonga; Irmasani Daulay; Bintang Rosada; Rita Gamasari
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 2 (2024): April 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i2.3060

Abstract

The purpose of the Community Service activity conducted by the STAIN Mandailing Natal Arabic Language and Literature lecturer team at Al Munawwar Kindergarten is to enhance students' vocabulary mastery (Mufrodat) through the singing method. This training took place over one day and was attended by 21 students. The method employed is the Eclectic method (Intiqoiyyah). The activity comprised several stages, including opening, educational games, core activities, evaluation, rewards presentation, and closing. The results obtained from this activity indicate an improvement in students' vocabulary mastery (Mufrodat) through the application of the singing method. This is evident from the students' enthusiasm during the learning process and their ability to respond to questions during the evaluation stage.Keyword: singing methods, mufrodat, arabic AbstrakTujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Bahasa dan sastra arab STAIN Mandailing Natal di sekolah TK Al Munawwar adalah untuk meningkatkan kemampuan penguasaan kosa kata (Mufrodat) melalui metode bernyayi. Pelatihan ini dilaksanakan dalam waktu 1 (satu) hari dan diikuti oleh 21 Siswa. Adapun metode yang digunakan dalam proses pelatihan yaitu metode Elektik (Intiqoiyyah). Beberapa tahapan kegiatan yaitu, pembukaan, Game edukatif, kegiatan inti, evaluasi, pemberian reward dan penutup. Sedangkan  hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu adanya  peningkatan penguasaan kosa kata (Mufrodat) siswa dengan penggunaan metode bernyanyi, hal ini dibuktikan dengan antusias para siswa dalam proses pembelajaran dan kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan yang diberikan pada tahap Evaluasi.  Keyword: metode bernyayi, mufrodat, bahasa arab
Campur Kode Komunikasi Jual Beli dalam Grup WhatsApp E-Commerce Perguruan Tinggi Ritonga, Nur'ainun; Hakim, Rani Ismil; Jannah, Rauzatul; Daulay, Irmasani
Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education Vol 5 No 1 (2024): Geographical Coverage: Indonesia and Iraq
Publisher : Study Program of Arabic Language Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/aphorisme.v5i1.5086

Abstract

The purpose of this research is to determine the forms of code mixing and the factors causing it in the Whatsapp group of E-Commerce Campus, the family of lecturers, and the academic community of STAIN Mandailing Natal. The research method used is descriptive qualitative. The primary data collection technique involves documentation, which entails collecting chat messages in the Whatsapp group for 24 days, from March 6, 2024, to March 29, 2024. Meanwhile, secondary data consists of books and scholarly articles related to the research title. The data analysis technique utilizes Milles and Huberman's theory, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The research results reveal the forms of code mixing in the Whatsapp group of E-Commerce Campus, comprising 28 word forms and 28 phrase forms. The factors causing code mixing are multilingual ability, educational background, diverse regional backgrounds, and the tendency to follow trends in buying and selling, often using English terms such as "ready," "order," and others.
على ترقية مهارة الاستماع (Sound Record) فعّالية تعليم الأصوات باستخدام وسيلة تسجيل الصوت : بحث تجريبي بالمدرسة الثانوية الحكومية دوماي Daulay, Irmasani
'ARABIYYA: JURNAL STUDI BAHASA ARAB Vol. 11 No. 1 (2022): Arabiyya: Jurnal Studi Bahasa Arab
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/arabiyya.v11i1.957

Abstract

أما تصميم البحث فهو بحث تجريبي. يهدف هذا البحث إلى معرفة تطبيق تعليم الأصوات باستخدام وسيلة تسجيل الصوت (Sound Record) على ترقية مهارة الاستماع بحث تجريبي بمدرسة الثانوية الحكومية دوماي. أما مشكلات البحث فمنحصرة في: هل تعليم الأصوات باستخدام وسيلة تسجيل الصوت (Sound Record) فعالة على ترقية مهارة مهارة الاستماع. وأما أفراد البحث فهي الطلاب في المدرسة العالية. بناء على تحليل البيانات حصلت النتيجة على 90% أي جيد جدا من مستوى 81-100 %. وبناء على الاختبار يمكن الاستنتاج بأن تعليم الأصوات باستخدام وسيلة تسجيل الصوت (Sound Record) على ترقية مهارة الاستماع لدى طلاب في المدرسة اعتمادا على الحساب الاحصائي: نتيجة To = 6.4 < من Tt في الدرجة الهامة 1 % = 2.86 وفي الدرجة الهامة: 5 % = 2.09. وهذه النتيجة تدل على أن Ho مردود و Ha مقبول.
(فعالية الطريقة الجزئية لترقية مهارة القراءة (دراسة تجريبية: THE EFFEVTIVENESSOF PARTIAL METHOD TO IMPROVE READING SKILL (AN EXPERIMENTAL STUDY) Irmasani Daulay
El-Jaudah : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 2 (2020): El-Jaudah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Department of Arabic Education of State Collage for Islamic Studies of Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/faf.v1i2.123

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the Synthesis Method to Improve Students' Reading Ability in MAN 1 Pekanbaru. This study is an experimental research, which is a research method used to look for the effect of certain treatments on others under controlled conditions. Using the experimental design of the Control Group Pretest-Posttest. Based on observations obtained 92% means "Very Good" from the level of 81-100%. And the test results from the analysis of the data obtained, it can be concluded that the Synthesis Method for Improving Students' Reading Ability in MAN 1 Pekanbaru based on the calculated results using the formula namely; the value of To = 4 is greater than Tt at the significance level of 1% = 2.56 and the significance level of 5% = 2.00. this means that Ho is rejected and Ha is accepted. In other words, the Synthesis Method is effective for Improving Students' Reading Ability in MAN 1 Pekanbaru. الكلمات الأساسية : فعالية، الطريقة التركيبية (الجزئية)، مهارة القراءة
MENELAAH WAJHU SYIBHI PADA TASYBIH TAMTSILI YANG ADA DI MAHFUDZOT KELAS 2 KMI irmasani
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v5i2.5790

Abstract

Para ahli balaghah sepakat bahwa kajian ilmu bayan mencakup tiga hal, yaitu : Tasybih, Majaz dan Kinayah. Tasybih sebagai salah satu hal yang menarik dari ilmu bayan untuk dikaji lebih mendalam karena memerlukam penelaahan terhadap rukun –rukunnya. Tasybih atau penyerupaan adalah langkah awal untuk memjelaskan sifat, dengan tasybih ini maka kita dapat menambah beberapa gambaran mengenai penyerupaan. Tasybih merupakan penyamaan sesuatu dengan sesuatu yang lain dengan menggunakan perangkat tasybih untuk mengumpulkan keduanya ( Abbas, 1987 :17). Wajh Syibh sebagai salah satu rukun dari tasybih adalah sifat yang sama terdapat pada musyabbah dan musyabbah bih, jadi sifat yang sama yang terdapat diantara keduanya. Dalam hal ini yang dikaji adalah tasybih tamstili yaitu, tasybih yang wajhus syibh berupa gambaran yang diambil dari hal yang berbilang. Tasybih Tamtsili merupakan tasybih yang wajh syibhnya terdiri banyak hal. Didapati wajh syibh pada tasybih tamtsili pada KMI Mahfuzot kelas 2, merupakan bentuk murokkab, bukan mufrod. Wajh Syibh pada mahfuzot tersebut tidak bisa kita temukan hanya dengan sekali baca, tetapi kita juga harus memahami makna terdalam dari mahfuzot tersebut. Pada mahfuzot kelas 2 KMI, terdapat 5 syair yang berisi tasybih tamtsili yang bisa kita pahami wajh syibhnya. Dengan menelaah arti wajh syibh pada mahfuzot ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami dari segi terjemahan saja, tetapi juga memahami makna terdalamnya.
Pantang Larang Ibu Hamil Dalam Masyarakat Melayu: Kajian Perbandingan Dengan Ajaran Islam Ayu, Nurelisa Putri; Afika, Nur; Ratna Suri, Dian; Daulay, Irmasani
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v3i1.612

Abstract

Banning pregnant mothers is one of the cultural aspects that is still practiced by the Malay community in various regions. This prohibition contains prohibitions that a pregnant mother should avoid in order not to harm herself and her fetus. This ban is based on traditional beliefs, past experience, and also the influence of the Islamic religion of the majority of Malay people. This article uses qualitative research methods with library methods. Research shows that there are some prohibitions that are consistent with Islamic teachings, such as avoiding unlawful foods, ining hygiene and environmental protection, and reading protective prayers. However, there are also prohibitions that are contrary to Islamic doctrine, like believing in mystical things, avoiding foods that are actually good for health, and restricting social activity. This article is expected to provide more in-depth information and understanding about the abstinence of pregnant mothers in Malay society, as well as give advice and recommendations for pregnant women to follow a prohibition that is consistent with the teachings of Islam and is not harmful to health. Pantang larang ibu hamil adalah salah satu aspek budaya yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Melayu di berbagai daerah. Pantang larang ini berisi larangan-larangan yang harus dihindari oleh ibu hamil agar tidak membahayakan dirinya dan janinnya. Pantang larang ini bersumber dari kepercayaan tradisional, pengalaman turun-temurun, dan juga pengaruh agama Islam yang dianut oleh mayoritas masyarakat Melayu. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa pantang larang yang sesuai dengan ajaran Islam, seperti menghindari makanan yang tidak halal, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan membaca doa-doa perlindungan. Namun, ada juga pantang larang yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti percaya pada hal-hal mistis, menghindari makanan yang sebenarnya baik untuk kesehatan, dan membatasi aktivitas sosial. Artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pantang larang ibu hamil dalam masyarakat Melayu, serta memberikan saran dan rekomendasi bagi ibu hamil untuk mengikuti pantang larang yang sesuai dengan ajaran Islam dan tidak merugikan kesehatan.
Eksplorasi Identitas Budaya Dan Nilai Tradisional Melayu Melalui Kain Tenun Songket Nadia Imelda; Putri, Nabila Amelia; Salahuddin Al Asadullah; Daulay, Irmasani
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2023): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v3i2.617

Abstract

Malay people have a culture that is quite famous, namely weaving singket cloth. Malay people have an identity related to the art of weaving songket cloth. Songket is a tradisional woven cloth originating from Indonesia and Malaysia and has cultural roots in Malay society. The process of making songket woven cloth takes quite a long time and requires special skills, which results in the selling price being expensive and high. How songket is worn depends on who is using it, but some ordinary people do not understand how tu use it and the meaning implied in Malay singket cloth, songket cloth has also been integrated into Islamic culture through its use as muslim clothing that fulfills the requirement to cover the private parts, thus creating modesty and ethical values. In its motifs, songket cloth trends to draw inspiration from nature, including flora, fauna and the sky. However, the motifs are more inspired by flora (plants), because the majority of the Malay tribe are Muslims. Fauna motifs were slightly avoided, perhaps for fear of being seen as worshiping idols. However, if there are animal motfs, they usually reflect special characterustics that are related to local community beliefs. Songket cloth motifs in Mlay culture do not only come from Riau, bul also come from outside Riau, such as Malaysia, Singapore, ang others. The method used ih this research is a library research method. This article tries to explain Malay cultural identity and tradisional values through songket woven cloth. Masyarakat Melayu memiliki sebuah budaya yang cukup terkenal, yaitu menenun kain songket. Masyarakat Melayu memiliki identitas yang terkait dengan seni menenun kain songket. Songket adalah kain tradisional tenunan yang berasal dari Indonesia dan Malaisya serta memiliki akar budaya dalam masyarakat melayu. Proses pembuatan kain tenun songket membutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus mempunyai keahlian khusus, yang mengakibatkan harga jualnya menjadi mahal dan tinggi. Cara pemaikaian songket ini pun tergantung dari siapa yang menggunakannnya, namun sebagian masyarakat awam kurang memahami cara pemakaian dan makna yang tersirat di dalam kain songket melayu. Kain songket juga sudah terintegrasi dalam budaya Islam melalui penggunaannya sebagai busana muslim yang memenuhi tuntunan menutup aurat, sehingga menciptakan nilai-nilai kesopanan dan etika. Dalam motifnya, kain songket cenderung menarik inspirasi dari alam, diantaranya flora, fauna, langit. Namyn, motifnya lebih banyak terinspirasi dari flora (tanaman), karena mayoritas suku melayu adalam orang Islam. Motif fauna sedikit dihindari, mungkin karena khawatir akan dianggap menyembah berhala. Namun jika terdapat motif binatang, biasanya mencerminkan sifat khusus yang memiliki kaitan dengan kepercayaan masyarakat lokal. Motif kain songket dalam budaya melayu tidak hanya berasal dari Riau saja, akan tetapii juga berasal dari luar Riau, seperti Malaysia, Singapura, dan lain-lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode penelitian kepustakaan (library research). Artikel ini mencoba menjelaskan tentang identitas budaya dan nilai tradisional Melayu melalui kain tenun songket.
Bentuk dan Tujuan Tasybih dalam Surah An-Naba, An-Nazi’at dan Al-Muthaffifin Daulay, Irmasani
Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/kaisa.v4i1.820

Abstract

The purpose of this research is to study the tasybih in surah An-Naba, an-Nazi'at, and al-Muthaffifin reviewed from its structure and application. This research uses two methods taken from the literature review: the library method and the speech analysis method. Tasybih is usually used in adequately conveying something crucial or very important. The research found that in various surahs of the Qur'an, such as surah al-Naba', surah al-Nazi'at, and surah al-Muthaffifin, there are seven verses that use tasybih as their style of language. Currently, tasybih can be interpreted in three ways: tasybih baligh, mursal, and mujmal. In the surah An-Naba', an-Nazi'at, and al-Muthaffifin, tasybih is used to describe the state of musyabbah, its magnitude, and the possibility of musyabbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tasybih dalam surat An-Naba, an-Nazi'at, dan al-Muthaffifin ditinjau dari struktur dan penerapannya. Penelitian ini menggunakan dua metode yang diambil dari tinjauan literatur: metode pustaka dan metode analisis balaghah. Tasybih biasanya digunakan dalam menyampaikan secara memadai suatu hal yang krusial atau sangat penting. Penelitian menemukan bahwa dalam berbagai surat Al-Qur’an, seperti surat an-Naba’, surat an-Nazi’at, dan surat al-Muthaffifin, terdapat tujuh ayat yang menggunakan tasybih sebagai gaya bahasanya. Saat ini tasybih dapat diartikan dalam tiga cara: tasybih baligh, mursal, dan mujmal. Dalam surat an-Naba', an-Nazi'at, dan al-Muthaffifin, tasybih digunakan untuk menggambarkan keadaan musyabbah, besar kecilnya, dan kemungkinan terjadinya musyabbah.