Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

أسلوب الأمر فى سورة المائدة Irmasani Daulay; Rani Ismil Hakim
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an menggunakan bahasa dengan sangat indah dan pemilihan diksi yang tepat, setiap kata memiliki keistimewaan sendiri. Sebagian ulama berpendapatbahwaAl-Qur’an memilikinilaibalaghah yang tinggi dan tidak ada bandingnya. Maka dari itu, tulisan ini bertujuan untuk mengkaji gaya bahasa tersebut khususnya gaya bahasa Amr yang memiliki makna hakiki (makna asli) ataupun makna majazi.Al-Maidah merupakan salah satu surat madaniyyah yang bermakna hidangan, karena memuat kisah pengikut-pengikut setia nabi Isa a.s. yang meminta nabi Isa agar Allah menurunkan Al-Maidah dari langit untuk mereka. Dalam surat ini, penulis menemukan lebih kurang 76 bentuk al-Amr dengan makna hakiki ataupun makna majazinya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam serta menganalisis dan memetakan al-Amr dalam surat al-Maidah sesuai bagian dan maknanya.Tulisaninidiuraikandenganmenggunakan metode deskriptif analitis. Bahan dan materi penelitian yang diperoleh melalui penelurusan pustaka akan di deskripsikan, diuraikan dan dianalisis selanjutnya analisi itu akan dideskripsikan dalam bentuk tulisan sehingga mendapatkan gambaran deskriptif tentang bentuk uslub al-Amr di dalam surat al-Maidah.Kata kunci: Uslub, al-Amr, Surat al-maidah
PENGENALAN BAHASA ARAB UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI GHINA’ ARABIY (LAGU BAHASA ARAB) DI TK AL-MUNAWWAR PANYABUNGAN Rani Ismil Hakim
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objektif. Pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap bahasa Arab sejak dini. Karena bahasa Arab merupakan bahasa agama Islam dan dipakai dalam beribadah keseharian. Memperkenalkannya akan membuat peserta didik merasa akrab dengan kata-kata yang didengar. Melalui lagu berbahasa Arab peserta didik dirasa akan lebih antusias dan merarik untuk belajar bahasa Arab, khususnya di TK Al-Munawwar. Material and Metode. Dalam pengabdian ini diggunakan media berupa lagu-lagu berbahasa Arab tentang huruf, angka dan anggota tubuh serta lagu yang sesuai dengan keadaan keseharian peserta didik, infokus, speaker, dan benda nyata yang berhubungan dengan lagu. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) diawali dengan pemetaan kebutuhan atau masalah yang dibutuhkan yaitu tidak adanya pembelajaran bahasa Arab untuk anak usia dini di TK Al-Munawaar, sampai pelaksaan kegiatan dengan ceramah dan demonstrasi. Pemateri menyampaikan dan mempraktekan lagu berbahasa Arab, dan diikuti dengan praktek dan peragaan oleh peserta didik dengan pendampingan oleh guru dan pemateri dan diakhir dengan evaluasi. Hasil. Kegiatan pengabdian ini memperlihatkan bahwa peserta didik TK Al-Munawwar sangat antusias dan semangat dalam mempraktekkan lagu-lagu bahasa Arab. Mereka lebih merasa akrab dengan bahasa Arab karena materi menggunakan lagu-lagu yang berhubungan langsung dengan kegiatan sehari-hari. Beberapa peserta didik bahkan bisa menghafal huruf, angka dan anggota tubuh dalam bahasa arab secara langsung. Walaupun ada sebagian kecil yang masih malu-malu mempraktekkannya. Kesimpulan. Pengenalan bahasa Arab untuk anak usia dini melalui ghina’ ‘Araby ini terlaksana dengan baik dan lancar tentunya dengan kerjasama yang baik dengan para guru di TK Al-Munawwar. Dan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang kosa kata bahasa Arab dan kecintaan terhadap bahasa Arab itu sendiri.
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI MEDIA BERBASIS DIGITAL MODERN DI PONDOK PESANTREN DARUL AMIN BUSTANUL ARIFIN DESA LONGAT MANDAILING NATAL Rani Ismil Hakim
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.975 KB) | DOI: 10.53515/aijpkm.v2i2.43

Abstract

Bahasa Arab sebagai bahasa Internasional, dipakai lebih dari 200jt jiwa di dunia. Tidak dipungkiri pembelajaran bahasa Arab mengalami perkembangan yang pesat. Pembelajaran bahasa Arab diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina kemampuan bahasa Arab baik reseptif maupun produktif. Pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi digital modern merupakan modal utama untuk menarik minat siswa untuk belajar bahasa arab karena lebih bervasiasi dan berinovasi dan mempermudah peserta didik memahami pelajaran. Di pondok pesantren Darul Amin Bustanul Afirin pembelajaran bahasa arab masih sangat tradisional dan tidak bervariasi sehingga dirasa perlu untuk dilakukan pendampingan melalui media digital modern yang bertujuan agar peserta didik lebih mengenal teknologi digital modern dengan baik, jenis dan fungsi masing-masingnya serta dapat memanfaatkannya dalam pembelajaran. Pendampingan menggunakan Participatory Action Research (PAR) yang dilakukan dalam 3 tahapan: persiapan, pelaksanaan dan eavaluasi. Hasil pendampingan ini diantaranya: peserta didik antusias mengikuti pembelajaran bahasa Arab, meningkatnya kepercayaan diri peserta didik dalam pembelajaran, serta adanya peningkatan kemampuan bahasa Arab peserta didik setelah mengikuti pendampingan.
Istirâtijiyah Ta’lîm al-Lughah al-Arabiyyah li Tarqiyyah al-Kafâ’ah al-Ittiṣâliyah lada Ṭulâb Rani Ismil Hakim; Syaipuddin Ritonga; Bambang Bambang
Jurnal Alfazuna : Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 6 No. 2 (2022): June
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alfazuna.v6i2.2035

Abstract

Objective- Reveal the strategies teachers use in improving Arabic communication skills among learners. This is important to do considering that the ability of students in Islamic boarding schools in Arabic is often not found a balance between ability in grammatical aspects and communication skills. Design / Methodology / Qualitative- Approach is used as a research method, this is because data and typical do not require statistical analysis. The research was carried out at the Daruttawhid Jambur Mandailing Natal Islamic Boarding School. The research informants were Arabic teachers and purposively selected learners. Data are collected by observation techniques, interviews and documentation studies, the data that has been collected are analyzed interactively.  Findings- The results of the study found that to improve the communication skills of Arabic students at Daruttawhid Jambur Islamic boarding school, the use of Arabic does not only take place in the classroom, but the teacher also guides and directs students to make Arabic a communication tool in life in the Islamic boarding school environment. Keywords: Communication Skills, learning strategies, language activities. Teachers use communicative strategies in improving Arabic communication skills, namely making Arabic a communication tool in formal learning and daily life.  Research Limitations/Implications- Researchers have not conducted trials of the strategies used by Arabic teachers. Therefore, the next research or subsequent researchers can conduct studies on these aspects. The implication of the findings of this study is that the combination of grammatical knowledge that is the strength of pesantren can be balanced with the use of daily Arabic, so that students have communication skills.
Al-Badlu fi Al-Juz’i Tslasina mina Al-Qur’an wa Tariqaati Tdrisihi Tauhid Tauhid; Rani Ismil Hakim
Qismul Arab: Journal of Arabic Education Vol. 3 No. 01 (2023): Qismul Arab: Journal of Arabic Education
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/qismularab.v3i01.81

Abstract

Badal Secara bahasa berarti pengganti. Allah SWT berfirman: ”Mungkin Tuhan kita akan memberi kita sesuatu yang lebih baik dari itu”. Secara terminologi, Badal adalah kata pengikut makna dan hukum kalimat atau kata sebelumnya tanpa adanya perantara antara dia dan yang dia ikuti, atau antara penggantinya (badal) dan yang menggantikannya (Mabdul Minhu). Adapun tujuan dari Badal itu adalah untuk menguatkan putusan yang terdahulu, menguatkannya dengan mempertegas maksudnya, memperjelasnya, dan menghilangkan kemungkinan pemahaman lain yang meragukan, karena hukum Badal ini terlebih dahulu diatribusikan kepada yang diikuti, sehingga menyebutkan yang diikuti merupakan persiapan bagi pengikut yang akan dating setelahnya, dan mengarahkan jiwa untuk menerimanya dengan rasa rindu dan penuh semangat. Jika kamu menerimanya dan mengenalnya, maka kamu akan menerima hukum bersamanya dan mengenalnya pula. Seolah-olah putusan tersebut disebutkan dua kali, dan hal ini memperkuat dan meneguhkan putusan tersebut. Badal ada empat jenis yaitu: badal isytimal, badal ba'di min kul, badal kul min kul, badal mutabiq. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Juz Tiga Puluh al-Qur’an mengandung berbagai jenis Badal, dan didalamnya terdapat empat puluh tujuh Badal, dan pada ayat-ayat Juz Tiga Puluh terdapat  badal isytimal, badal ba'di min kul, badal kul min kul, badal mutabiq.  dan tidak terdapat badal mubayin pada Juz Tiga Puluh ini karena Badal ini merupakan ucapan bersifat ambigu yang diungkapkan manusia dari dalam dirinya. Adapun kaidah-kaidah Badal pada Juz Tiga Puluh adalah mengganti kata benda dengan kata benda, mengganti kata kerja dengan kata kerja, dan mengganti kata benda semu dengan kata tanya. Dalam penelitian ini peneliti mengungkapkan metode pengajaran kaidah tata bahasa (seperti Badal), antara lain metode standar, metode induktif atau deduktif, metode teks terpadu, metode aktivitas, dan metode masalah (Problem Solving).
Campur Kode Komunikasi Jual Beli dalam Grup WhatsApp E-Commerce Perguruan Tinggi Ritonga, Nur'ainun; Hakim, Rani Ismil; Jannah, Rauzatul; Daulay, Irmasani
Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education Vol 5 No 1 (2024): Geographical Coverage: Indonesia and Iraq
Publisher : Study Program of Arabic Language Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/aphorisme.v5i1.5086

Abstract

The purpose of this research is to determine the forms of code mixing and the factors causing it in the Whatsapp group of E-Commerce Campus, the family of lecturers, and the academic community of STAIN Mandailing Natal. The research method used is descriptive qualitative. The primary data collection technique involves documentation, which entails collecting chat messages in the Whatsapp group for 24 days, from March 6, 2024, to March 29, 2024. Meanwhile, secondary data consists of books and scholarly articles related to the research title. The data analysis technique utilizes Milles and Huberman's theory, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The research results reveal the forms of code mixing in the Whatsapp group of E-Commerce Campus, comprising 28 word forms and 28 phrase forms. The factors causing code mixing are multilingual ability, educational background, diverse regional backgrounds, and the tendency to follow trends in buying and selling, often using English terms such as "ready," "order," and others.
إعداد محتويات المواد التعليمية باستخدام المدخل الموقفي لترقية مهارة الكـــــلام : بحث تطويري بالمدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية كفلا حيلالانج سومطرة الغربية Hakim, Rani Ismil
'ARABIYYA: JURNAL STUDI BAHASA ARAB Vol. 11 No. 1 (2022): Arabiyya: Jurnal Studi Bahasa Arab
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/arabiyya.v11i1.950

Abstract

إن المواد الدراسية عنصر أساس من مكونات المنهج، وهو إحدى ركائزه الأساسية في أي مرحلة تعليمية، فمن خلال محتواه اللغوي والثقافي تتحقق الأهداف التي نريد تحقيقها من العملية التعليمية بالإضافة إلى المكونات الأخرى للمنهج من أنشطة وطرق تدريس. ولكن الواقع، لم تتم بعض المواد الدراسية والتدريبات صدق المحتوى أو المنهج. لا ترتبط المواد بالمعلومات الجديدة بالسياق الذي يعيش فيه الطلبة. ويعتمد الطلبة على المواد التي درّسها المدرس داخل الفصل ويهتمون كثيرا بما قدمه المدرس. وللطالب دور محدود أيضا، وهو مقيد بما يميله عليه. ومن الأساس في ميدان تعليم اللغات الأجنبية هي اساس المواقف. وهو أساس على تقديم المواد فى شكل المواقف التي يمارسها الطلاب فى الفصل، ويتعلمون من خلالها التراكب اللغوية المنشودة. وهو أساس التعليم الذي يتجه إلى أنشطة الطلبة لبناء معرفتهم وخبراتهم ومشاركتهم في عملية التدريس. أما أهداف هذا البحث فهي: إنتاج المواد التعليمية على أساس المواقف لمهارة الكلام لطلبة في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية كفلا حيلالانج سومطرة الغربية، ما مدى فعالية المواد التعليمية على أساس المواقف لمهارة الكلام في تلك المدرسة. منهج هذا البحث هو البحث والتطوير بنمط تطوير ADDIE. والخبراء هذه المواد هما خبيران من تعليم اللغة العربية
معاني الأمر في الأحاديث المتعلقة بالزكاة: THE MEANINGS OF COMMAND IN HADITS RELATED TO ZAKAT Rani Ismil Hakim
El-Jaudah : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol. 1 No. 2 (2020): El-Jaudah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Department of Arabic Education of State Collage for Islamic Studies of Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/faf.v1i2.153

Abstract

Abstract: Researching the matter is very important in understanding the words of God and the hadiths of the Prophet and deriving legal rulings from them. In this letter, I discussed the matter in terms of its meanings, for the presence of the meanings of the command that depart from its original meaning. It was said: The principle of the matter is to be obligatory, and it was said: The matter is a verb request from the highest to the lowest. If we notice the command words in the Noble Qur’an and the hadiths of the Prophet and Arabic sentences. We find command words that came out of its original meaning. The author specified the search for the meanings of the matter in the hadiths related to zakat, because hadith is the second source of Sharia rulings after the Holy Qur’an. In a statement of what he needs from dairy from its verses. As for zakat, it is one of the five pillars of Islam. الكلمات الأساسية : معاني الأمر، الأحاديث، الزكاة
Tadrīs Mahārah al-Kalām ma’a al-Nāṭiq al-Aṣlī (Mazāyāhu wa Naqāiṣuhu) Darman, Isra Hayati; Hakim, Rani Ismil
Journal of Language Intelligence and Culture Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Language Intelligence and Culture
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jlic.v2i2.40

Abstract

Learning the speaking skill needs practice and a correct example from the teacher. Then, the Islamic Higher Institute Dar al-Qur’an Payakumbuh using the native speaker to teach the speaking skill at that institute. This research aims to find out the implementation of the process of learning the speaking skill with a native speaker, its advantages and disadvantages. The research method used in this research is the descriptive method with qualitative approach analysis. The results of this research are: The first: The process of teaching and learning the speaking skill with the native speaker at the Islamic Higher Institute Dar Al-Qur’an Payakumbuh is implemented to the beginner level. The second: The advantages of learning the speaking skill with the native speaker, including: The students found the example of correct pronunciation from vocabulary and speaking with correct accent, intonation,vocabulary, phrases and styles of the famous Arabic language and used by Arabs. Also, by learning the speaking skill with native speaker, the students found exciting, enthusiastic, and encouraged to upgrade their ability to speak, and the third: disadvantages of learning the speaking skill with the native speaker, which is especially for beginners in the Arabic language, they are difficult to understand the explanation from the teacher because of his speed in speaking, and lack of their Arabic vocabularies, and lack of their comprehension in grammar and morphology.
Al-Badlu fi Al-Juz’i Tslasina mina Al-Qur’an wa Tariqaati Tdrisihi Tauhid, Tauhid; Hakim, Rani Ismil
Qismul Arab: Journal of Arabic Education Vol. 3 No. 01 (2023): Qismul Arab: Journal of Arabic Education
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/qismularab.v3i01.97

Abstract

Badal Secara bahasa berarti pengganti. Allah SWT berfirman: ”Mungkin Tuhan kita akan memberi kita sesuatu yang lebih baik dari itu”. Secara terminologi, Badal adalah kata pengikut makna dan hukum kalimat atau kata sebelumnya tanpa adanya perantara antara dia dan yang dia ikuti, atau antara penggantinya (badal) dan yang menggantikannya (Mabdul Minhu). Misalnya:  "Ja'a Ahmad Ilmuhu" Adapun tujuan dari Badal itu adalah untuk menguatkan putusan yang terdahulu, menguatkannya dengan mempertegas maksudnya, memperjelasnya, dan menghilangkan kemungkinan pemahaman lain yang meragukan, karena hukum Badal ini terlebih dahulu diatribusikan kepada yang diikuti, sehingga menyebutkan yang diikuti merupakan persiapan bagi pengikut yang akan dating setelahnya, dan mengarahkan jiwa untuk menerimanya dengan rasa rindu dan penuh semangat. Jika kamu menerimanya dan mengenalnya, maka kamu akan menerima hukum bersamanya dan mengenalnya pula. Seolah-olah putusan tersebut disebutkan dua kali, dan hal ini memperkuat dan meneguhkan putusan tersebut. Badal ada empat jenis yaitu: Badal Isytimal, Badal ba’di min kul, Badal kul min kul, badal muthabiq, dan ????? ???????. Adapun ????? ??????? dibagi menjadi tiga bagian, yaitu ??? ?????, ??? ???????, dan ??? ???????. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Juz Tiga Puluh al-Qur’an mengandung berbagai jenis Badal, dan didalamnya terdapat empat puluh tujuh Badal, dan pada ayat-ayat Juz Tiga Puluh terdapat  ??? ???????, ????? ?? ?? ??, ????? ??? ?? ??, dan ??? ????????, dan tidak terdapat ????? ??????? pada Juz Tiga Puluh ini karena Badal ini merupakan ucapan bersifat ambigu yang diungkapkan manusia dari dalam dirinya. Adapun kaidah-kaidah Badal pada Juz Tiga Puluh adalah mengganti kata benda dengan kata benda, mengganti kata kerja dengan kata kerja, dan mengganti kata benda semu dengan kata tanya. Dalam penelitian ini peneliti mengungkapkan metode pengajaran kaidah tata bahasa (seperti Badal), antara lain metode standar, metode induktif atau deduktif, metode teks terpadu, metode aktivitas, dan metode masalah (Problem Solving).