Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Perilaku Kecanduan Judi Online terhadap Gejala Depresi dan Dampak Sosial Ekonomi serta Peran Lingkungan dalam Penanganan Kesadaran Perilaku Judi Online Wiranto, Aris Adi; Winta, Mulya Virgonita I.; Erlangga, Erwin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas judi online ini memberikan beberapa dampak buruk pada individu sebagai pemainnya maupun juga pada lingkungan masyarakat. Sehingga berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku kecanduan judi online terhadap gejala depresi dan dampak sosial ekonomi dari tindakan judi online, serta menganalisis peran lingkungan dalam menangani kesadaran perilaku judi online. Penelitian ini juga bermanfaat untuk memberikan pemahaman terkait dengan kecenderungan perilaku kecanduan judi online yang menjadi fenomena yang berkembang terutama di era digitalisasi. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, metode penelitian deskriptif untuk mengkaji sesuatu yang kurang diketahui. Dalam jenis penelitian ini, penulis menggunakan jenis studi kasus. Studi kasus dilakukan dengan mengekstrak data rinci dari berbagai sumber informasi dengan latar belakang yang kaya dan mendalam. Penelitian kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah dampak prilaku kecanduan judi online terhadap gejala depresi dan dampak sosial ekonomi serta peran lingkungan dalam penanganan kesadaran perilaku judi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbunya rasa semangat yang tinggi dari seseorang yang memainkan judi online sehingga membuat rasa keinginan lebih besar untuk memainkannya kembali dan berakibat pada munculnya rasa kecanduan dalam memainkan judi online serta berdampak pada hilangnya kontrol diri yang membuat permasalah mental lain. Selanjutnya dalam permainan judi online juga memiliki dampak negatif yang perlu ditanggung oleh pelaku berupa dampak sosial dan dampak ekonomi. Dalam menangani kasus judi online diperlukan interfensi dari berbagai pihak di lingkungan masyarakat berupa tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh lainnya yang mempunyai peranan penting dalam mengontrol setiap aktivitas negatif.
PENGARUH OPTIMISME TERHADAP RESILIENSI SISWA BOARDING SCHOOL Husodo, Mego; Sugiarti, L Rini; Erlangga, Erwin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh optimisme terhadap resiliensi pada siswa di sekolah berasrama (boarding school). Menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini melibatkan 10l.0 siswa dari boarding school terkemuka dengan rentang usia 15-18 tahun. Instrumen penelitian meliputi Skala Optimisme yang diadaptasi dari Life Orientation Test-Revised (LOT-R) dan Skala Resiliensi Connor-Davidson (CD-RISC) untuk mengukur tingkat optimisme dan resiliensi siswa. Data dikumpulkan melalui survei online dan dianalisis menggunakan teknik statistik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara optimisme dan resiliensi (p = 0.000 < 0.05), yang menunjukkan bahwa tingkat optimisme yang lebih tinggi berkorelasi dengan tingkat resiliensi yang lebih tinggi di antara siswa boarding school. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa optimisme berkontribusi sebesar 38.4% terhadap variabilitas resiliensi,. Penelitian ini menegaskan pentingnya aspek psikologis, khususnya optimisme, dalam membentuk resiliensi di kalangan remaja di lingkungan pendidikan yang intensif seperti boarding school. Temuan ini menyarankan bahwa program intervensi yang bertujuan meningkatkan optimisme dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat resiliensi siswa di sekolah berasrama.
Ekologi Perkembangan Bakat Pada Siswa Broken Home SMK Negeri Ramadani, Fredy Aditya; Erlangga, Erwin; Sugiarti, Rini
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana kondisi lingkungan berbasis ekologi membentuk bakat individu pada keluarga broken home terutama pada tingkatan mikrosistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis riset menggunakan metode penelitian kualitatif yang mengarah pada pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan kepada peserta didik sekolah menengah kejuruan, dengan jumlah subjek sebanyak 3 orang, dengan kriteria remaja dengan usia 16-18 tahun, dengan status kelas XI dan X, yang memiliki kategori aspek broken home berbeda-beda, dari tidak tahu orang tuanya siapa, orang tua bercerai, bahkan orang tua meninggal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelurga, sekolah, teman sebaya dan tempat tinggal memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan bakat. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menguraikan dan mengolah data mentah menjadi data yang dapat ditafsirkan dan dipahami secara lebih mendalam dan diakui dalam perspektif ilmiah yang sama. Hal yang dapat di analisis dari hasil tersebut adalah bahwa terdapat interaksi timbal balik antara environment, personal dan behavior meski berawal dari lingkungan yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan bakat namun individu tetap memiliki kemampuan mengolah setiap informasi yang didapatkan atau yang diamati individu dari lingkungannya melalui proses kognitif.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP HARGA DIRI PADA SANTRI Aliyah, Nur Anifatul; Winta, Mulya Virgonita Iswindari; Erlangga, Erwin
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2617

Abstract

Pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan formal dan non formal yang menjadi pilihan siswa. Tinggal di pesantren menimbulkan interaksi selama 24 jam dengan teman sebaya. sehingga peneliti berasumsi terdapat pengaruh teman sebaya terhadap perilaku, cara berpakaian, cara berkomunikasi dan lainnya. Santri biasanya berusia remaja, pada masa ini santri sedang dalam masa menilai atau mengevaluasi diri mereka sendiri, yang dalam hal ini disebut dengan harga diri. harga diri disini sangat diperlukan oleh santri. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap harga diri pada santri di pesantren Raudhotul Ulum Pati. . Populasi dalam penelitian ini adalah santri putri pesantren Raudhotul Ulum Pati sebanyak 70 santri. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik random sampling, dan mendapat sampel 35 santri. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitaif. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala harga diri yang dicetuskan oleh Todd F. Heatherton & Janet Polivy (1991) yakni The State Self Esteem Scale, dan Skala dukungan sosial teman sebaya yang digunakan dalam penelitian ini merupakan skala student social support scale yang disusun oleh disusun oleh malecki dan Elliot (1999) yang mengacu pada teori House (1981). Kemudian teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji linearitas serta analisis regresi sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi berada pada 0,07 < 0,05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh antara variabel dukungan sosial teman sebaya terhadap variabel harga diri pada santri. Sedangkan Nilai R Square sebesar 0,200 mengartikan bahwa besarnya pengaruh variabel independen (dukungan sosial teman sebaya) terhadap perubahan variabel dependen (harga diri) adalah sebesar 20,0%, sedangkan sisanya 80,0% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
KAJIAN HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL DI KALANGAN PELAJAR MADRASAH ALIYAH Lailah, Soimah; Safitri, Ulfa Fifi Ulan; Sugiarti, Rini; Erlangga, Erwin
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.15317

Abstract

Abstrak Ketidakmampuan remaja untuk mengatur emosinya berkontribusi terhadap kenakalan remaja, yang mengakibatkan tindakan agresif yang ditujukan kepada teman sebayanya dan anggota masyarakat lainnya. Perilaku remaja dipengaruhi oleh kecerdasan emosional. Dukungan keluarga dapat meningkatkan kecerdasan emosional remaja sehingga dampak keluarga sangat besar. Dukungan keluarga dan kecerdasan emosional pada remaja Madrasah Aliyah Provinsi Bengkulu dikaji dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan 85 sampel deskriptif korelasi dengan menggunakan strategi cluster sampling cross-sectional. Tes non-parametrik Spearman digunakan. Studi menunjukkan bahwa 31,2% remaja yang didukung keluarga memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, sedangkan 27,1% remaja yang tidak didukung tidak memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan pendampingan orang tua berpengaruh signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja Madrasah Aliyah. Penelitian ini member implikasi pentingnya mempromosikan psikologi remaja dengan meningkatkan kesehatan keluarga, kesehatan, dan sekolah. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kecerdasan Emosional, Pelajar   AbstractTeenagers' inability to effectively regulate their emotions contributes to juvenile delinquency, resulting in aggressive acts directed at their peers and other members of the community. Emotional intelligence is a crucial determinant of teens' actions and behaviors. Adolescent conduct is influenced by emotional intelligence. Family support can boost teens' emotional intelligence, therefore family impact is significant. Family support and emotional intelligence in Bengkulu Province Madrasah Aliyah teenagers are examined in this study. This research used 85 descriptive correlation samples using a cross-sectional cluster sampling strategy. Spearman non-parametric tests were used. Studies show that 31.2% of supported teens have high emotional intelligence, whereas 27.1% of undupported teens do not. Moreover, this research find parental assistance significantly affects Madrasah Aliyah = teens' emotional intelligence. This study gives implication the importance of promoting teenage psychology by improving families, health, and school health. Keywords: Family Support, Emotional Intelligence, Student
Assertive Behavior in Classical Counseling Guidance Services to Improve Adolescent Social Skills Diharja, Umar; Sugiarti, Rini; Erlangga, Erwin
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19287

Abstract

This project aims to investigate how intervention methods might be tailored to meet the individual requirements of teenagers from diverse cultural and social backgrounds. The objective is to make substantial contributions to education and developmental psychology, particularly in enhancing adolescent social skills via the implementation of assertive conduct in traditional counseling guidance services. The descriptive qualitative research method employing a case study methodology seeks to deliver a comprehensive grasp of the occurrences encountered by the research subjects. Site of investigation This study was performed on students at SMPIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau, situated on Jalan Jenderal Sudirman, Jogoboyo Village, Lubuklinggau Utara II District, Lubuklinggau City. The study's findings indicated that assertive behavior is a crucial component in fostering successful communication and cultivating healthy social ties among students. In classical counseling guidance services, students are instructed to excel in several facets of assertiveness, including making requests, issuing refusals, self-expression, offering praise, and participating in conversations. The cultivation of assertive skills via traditional counseling services substantially enhances students' psychological well-being, communication abilities, and social interactions. Students enjoy enhanced self-confidence and can make substantial contributions to the improvement of social skills within the educational environment. Proficiency in social skills, encompassing empathy, cooperation, verbal and non-verbal communication, together with the capacity for constructive conflict resolution, fosters an inclusive and collaborative social environment that enhances collective learning. Penelitian ini dilatarbelakangi menggali secara mendalam bagaimana model intervensi dapat disesuaikan kebutuhan spesifik remaja dengan berbagai budaya dan sosial. Tujuan memberikan kontribusi signifikan bagi bidang pendidikan dan psikologi perkembangan, khususnya dalam upaya meningkatkan keterampilan sosial remaja melalui penerapan perilaku asertif dalam layanan bimbingan konseling klasikal. Metode Penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kasus bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa SMPIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau yang beralamatkan di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau. Hasil penelitian didapatkan bahwa perilaku asertif merupakan elemen penting dalam pengembangan komunikasi efektif dan hubungan sosial yang sehat di kalangan siswa. Layanan bimbingan konseling klasikal, siswa dilatih untuk menguasai berbagai aspek asertivitas, yaitu permintaan, penolakan, pengekspresian diri, pujian, dan berperan dalam pembicaraan. Pengembangan keterampilan asertif melalui layanan bimbingan konseling klasikal memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, keterampilan komunikasi, dan hubungan sosial siswa. Siswa tidak hanya mengalami peningkatan dalam aspek kepercayaan diri sebagai individu, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dan bermakna dalam meningkatkan keterampilan sosial di lingkungan sekolah. Penguasaan keterampilan sosial dengan empati, kerjasama, komunikasi verbal dan non-verbal, serta kemampuan untuk menyelesaikan konflik secara konstruktif dapat menciptakan lingkungan social yang inklusif, kolaboratif, dan mendukung proses pembelajaran bersama.
An Exploration of Gay Adolescents' Self-Concept in Terms of Subjective Well-Being and Social Support Alfeisyahri Fahlefi, Muhammad; Virgonita I.W, Mulya; Erlangga, Erwin
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.18833

Abstract

The issue of homosexuality, particularly gay individuals, had been a topic of debate from various perspectives, including both pro and con views. In recent decades, the presence of gay individuals began to gain attention, especially through media and films. This research aimed to explore the relationship between self-concept, subjective well-being, and social support among gay adolescents in Samarinda, as well as analyze the role of social support in moderating or mediating the relationship between self-concept and subjective well-being. This study was quantitative research with a non-experimental approach. There was a significant relationship between self-concept and subjective well-being among gay adolescents in Samarinda, and social support also influenced subjective well-being. The implications of this research could provide insights for policy counseling and more targeted interventions to improve the well-being of gay adolescents through the development of better self-concept and social support. Isu homoseksualitas khususnya gay telah menjadi topik perdebatan dari berbagai sudut pandang termasuk pro dan kontra. Dalam beberapa dekade terakhir keberadaan gay mulai mendapatkan perhatian terutama melalui media dan perfilman. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri hubungan antara konsep diri, subjective well-being, dan dukungan sosial pada remaja gay di Samarinda, serta menganalisis peran dukungan sosial dalam memoderasi atau memediasi hubungan antara konsep diri dan subjective well-being. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan non-eksperimental. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan subjective well-being pada remaja Gay di kota Samarinda serta dukungan sosial yang turut mempengaruhi subjective well-being. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi penyuluhan kebijakan dan intervensi yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan remaja Gay melalui pengembangan konsep diri dan dukungan sosial yang lebih baik.
Studi Literatur Review: Analisis Faktor Prokrastinasi pada Anak Usia Remaja Sethyana, Femmy; Sugiarti,  Rini; Erlangga, Erwin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i11.16978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku prokrastinasi pada remaja, dampaknya terhadap prestasi akademis dan kesejahteraan mental, serta peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dalam mengurangi prokrastinasi. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana mengelola penggunaan teknologi dan media sosial untuk mengurangi dampak negatif dari prokrastinasi di era modern. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka, teori dan temuan relevan dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk jurnal nasional dan internasional serta buku teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis, sosial, dan lingkungan secara signifikan mempengaruhi tingkat prokrastinasi pada remaja. Self-efficacy yang rendah, tingkat kecemasan yang tinggi, dan dukungan sosial yang rendah dari keluarga dan teman sebaya ditemukan secara signifikan meningkatkan prokrastinasi. Selain itu, lingkungan belajar yang tidak kondusif dan akses yang tidak terkontrol terhadap teknologi, seperti media sosial, juga meningkatkan kecenderungan prokrastinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang komprehensif yang melibatkan intervensi pada tingkat individu dan lingkungan sangat penting untuk mengurangi prokrastinasi pada remaja. Pelatihan manajemen waktu yang efektif, dukungan emosional, penguatan positif, dan lingkungan belajar yang mendukung di rumah dan sekolah merupakan strategi yang krusial. Keterlibatan aktif dari orang tua dan guru dalam memberikan bimbingan dan dukungan dapat membantu remaja mengatasi prokrastinasi. Memahami dan menangani faktor-faktor yang mempengaruhi prokrastinasi diharapkan dapat membantu remaja mengembangkan kebiasaan belajar yang lebih baik dan meningkatkan prestasi akademik mereka.
Studi Literature Review: Perilaku Bullying terhadap Teman Sebaya pada Remaja di Sekolah Marlina, Leny; Sugiarti, Rini; Erlangga, Erwin
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 12 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i12.31873

Abstract

Latar Belakang: Perilaku bullying di kalangan remaja merupakan masalah sosial yang memerlukan perhatian serius karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi korban dan pelaku. Bullying melibatkan tindakan menyakiti secara fisik, mental, dan emosional yang dilakukan secara berulang dengan tujuan mendominasi. Fenomena ini semakin meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang tercatat memiliki tingkat bullying yang signifikan. Kasus-kasus ini seringkali terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying. Perilaku bullying di kalangan remaja Indonesia masih tergolong tinggi dan merupakan salah satu masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius.  Metode: Artikel ini mengulas faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh teradap perilaku bullying serta dampaknya pada remaja di sekolah. Data-data dikumpulan dari berbagai sumber yaitu artikel jurnal, tesis dan hasil penelitian lainnya yang relevan. Selanjutnya dilakukan analisis dan didiskripsikan.   Hasil: Hasil review menunjukkan dampak negatif bagi pelaku bullying seperti sikap empati yang rendah, impulsif, dominan, dan tidak bersahabat. Faktor-faktor yang mendukung perilaku bullying adalah, keluarga, teman sebaya, lingkungan sekolah, kepribadian, kontrol diri dan media sosial. Bentuk-bentuk perilaku bullying yang terjadi diantaranya adalah fisik, mental, dan verbal. Kesimpulan: Faktor-faktor tersebut saling memengaruhi dan memerlukan pendekatan komprehensif untuk mengurangi kejadian bullying di sekolah. Implikasinya, intervensi yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif remaja.
POTRET KONSEP DIRI SISWA PELAKU BULLYING (STUDI KASUS DI UPTD PPA DINAS DPPKBP3A DAN KANIT PPA POLRES KUNINGAN) Ifan Fauzi, Muhamad; Sugiarti, Rini; Erlangga, Erwin
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 3 No 1 (2023): CONS-IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v4i2.1011

Abstract

School bullies often display repeated aggressive behavior with the aim of dominating or hurting their peers. The motives behind their actions can vary, ranging from a desire to demonstrate power, seek attention, or even resolve unresolved personal issues. The aim of this research is to determine the causes of the formation of self-concept in students who are bullies, as well as identifying internal and external factors that influence the formation of this self-concept. The research method used is qualitative, with a case study type. The data collection method is through interviews, observation and documentation. The interviews used were in-depth interviews, while the observations were non-participant, then documentation in the form of data from the Kuningan Police and UPTD PPA DPPKBP3A Service. Data analysis uses data reduction, data presentation, drawing conclusions. Validity of data with transferability test, dependability test and confirmability test. The subjects used were 2 students, the first one was at the Head of the Kuningan Police PPA Unit, and the other was at the UPTD PPA DPPKBP3A Service. The results of this research are that Subject FZ has a negative self-portrait because what FZ is proud of is influencing other people easily, so it would be very dangerous if anything he said that made other people's emotions rise. Meanwhile, the portrait of SL's self-concept is also quite negative, with the description of SL's character who easily believes other people's words, and SL's emotions have always been less able to be conditioned, meaning that in solving problems SL is used to using action rather than discussing first