Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kualitas Fisik Kombinasi Beberapa Legum di dalam Wafer Jerami Padi: Physical Quality of Combination of several Legumes in Rice Straw Wafers Fridarti, Fridarti; Andika , Redi; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Dianti, Devi; Jefri, PN
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 28 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v28i1.33162

Abstract

Background: During the harvest season, rice straw can be one of the agricultural wastes available in large quantities. If preserved by drying in the sun, then stored in a place procted from rain, the material can be used as a reserve of animal feed during the dry season. To improve the nutritional quality of west example the straw, it is necessary to process it by fermentation, apart from that you can also add legumes to animal feed. To increase efficiency in feeding livestock, it is best to make the feed in wafer form. Wafers are a technology that is quite effective in maintaining the continuity of animal feed, especially during the dry season. Purpose: The objective of this study was to ascertain the optimal concentration of Tiwai onion nano particles and how their feeding to broiler chickens affects broiler performance. Methods: Using a completely randomised complete block design (CRD), this study included five replicates and five treatments, each consisting of 4 broilers and reared until 35 days of age. Feed consumption, body weight gain, feed conversion, final body weight, and mortality were the parameters of the study. Onion tiwai nanoparticles were administered at P0 which is the control or without the administration of nano particles. P1 0.2%, P2 0.4%, P3 0.6% and P4 (0.8%) contained tiwai onion. The data obtained were analysed using One Way Anova followed by Duncan's Test to examine the values of feed consumption, body weight gain, feed conversion, final body weight, and mortality. Results: The study showed that the administration of tiwai onion nanoparticles had no significant effect (P>0.05) on feed consumption, body weight gain, feed conversion, final body weight and mortality. Conclusion: Giving tiwai onion nanoparticles as a feed additive at a dose of 0.2% - 0.8% / kg had no significant effect on feed consumption, FCR, PBB, final body weight and mortality. Giving nano particles of tiwai onions is able to maintain health in livestock because the content of tiwai onions as a feed additive is able to increase the immune system antiviral, and as well as anti-bacterial which can reduce bacterial growth so that the mortality rate in the study was 0% or no deaths.
ANALISIS RECOVERY PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) MELALUI PEMBERIAN KUNYIT TELUR DAN SAKA (KUTESA) DI KELOMPOK TANI TALAO INDAH KECAMATAN PARIAMAN SELATAN KOTA PARIAMAN Fridarti, Fridarti; Irnando, Beni; Afrijon, Afrijon; Dianti, Devi; Jefri, P.N.; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Syafrizal, Syafrizal
STOCK Peternakan Vol 6, No 1 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i1.1369

Abstract

disebabkan oleh virus tipe A dari family Picornaviridae genus Aphtovirus. Ciri-ciri/ tanda klinis yang terlihat pada hewan yang tertular adalah demam tinggi, hipersalivasi, ada lesi di mulut dan juga terjadi lepuh di kuku kaki. Pada tanggal 15Mei 2022 daerah Kabupaten/Kota yang lain juga melaporkan kasus PMK salah satunya adalah Kota Pariaman yaitu di Desa Batang Tajongkek Kota Pariaman. Materi dan metoda penelitian : bahan yang di gunakan Bahan yang digunakan untuk membuat ramuan kutesa ini adalah kunyit, telur ayam kampung, gula aren dan air bersih denngan metode pemberikan ramuan kutesa kepada ternak yang mengalami penyakit PMK. Populasi ternak dalam penelitian yaitu seluruh ternak (sensus) sapi (56 ekor) yang terkena PMK yang ada di kandang Kelompok Tani Talao Indah. Yang terdiri dari 19 ekor sapi Simental, 15 ekor sapi Bali, 11 ekor sapi Persilangan, 8 ekor sapi Pesisir dan 3 ekor sapi Limosin. Parameter yang diukur yaitu melihat perkembangan dan lama recovery atau tingkat pemulihan ternak dari masing-masing jenis ternak yang terserang. Hasil Penelitian didapat bahwa ternak sapi yang berbadan besar dengan gejala yang berat membutuhkan waktu yang lebih lama untuk recovery bila dibandingakn dengan ternak yang berat badan kecil dengan bergejala berat. Sementara ternak yang berbadan sedang dan kecil dengan gejala sedang dan ringan membutuhkan waktu untuk recovery lebih cepat. kesimpulan : recovery ternak yang mengalami PMK tergantung dari gejala dan berat badan ternak serta pemberian kutesa yang tepat sesuai kebutuhan ternak
ANALISA USAHA PEMBIBITAN SAPI POTONG BRAHMAN CROSS PADA UPTD. DINAS PETERNAKAN KOTA PADANG Isral Isral; fridarti Fridarti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KUALITAS PROTEIN KASAR, SERAT KASAR, DAN KADAR ABU AMOFER DARI KOMBINASI JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG Aldi Hariswan; Fridarti Fridarti; Sri Mulyani; Halimatuddini Halimatuddini
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of amofer from a combination of rice straw and corn straw on the quality of crude protein, crude fiber, and ash content. The design used was CRD (Completely Randomized Design) which consisted of 5 treatments and 5 replications namely P1 (500 g rice straw), P2 (500 g corn straw), P3 (350 g rice straw + 150 g corn straw), P4 (250 g rice straw + 250 g corn straw), P5 (150 g rice straw + 350 g corn straw). Variety analysis shows that the quality of crude protein, crude fiber, and amofer ash content of the combination of rice straw and corn straw have a very significant effect (P<0,01) to increase crude protein and decrease crude fiber and ash. The results of this study concluded that amofer from the combination of 350 g cron straw and 150 g rice straw was the highest percentage of crude protein. Sigle amofer and cron straw can reduce crude fiber content and ash content.
PERBANDINGAN ANGKA SERVICE PER CONCEPTION SAPI YANG DI IB DENGAN STRAW LEMBANG DAN TUAH SAKATO DIKABUPATENPADANGPARIAMAN Jefri Hariadi; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Fridarti Fridarti
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Desember2024 sampai tanggal 31Januari 2025 di kabupaten Padang Pariaman, bertujuan untuk mengetahui perbandingan angka Service per Conception sapi yang di IB dengan straw Lembang dan Tuah Sakato di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pengamatan langsung dibantu dengan kuesioner untuk mengetahui penerapan aspek teknis pemeliharaan. Populasi penelitian adalah seluruh induk sapi yang telah melahirkan pada tahun 2023 dan di IB denganbibit Sapi Simental yang berasal dari BIB Lembang dan UPTD BPTSD Tuah Sakato. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan angka Service per Conception (S/C), pada sapi yang di IB dengan straw Lembang dan BIB Tuah Sakato.Angka S/C hasil IB dengan straw dari BIB Lembang adalah 1,28 sedangkan hasil IB dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato sebesar 1,73. Perbedaan ini menunjukkan bahwa straw BIB Lembang memberikan performare produksi lebih baik. Perbedaan ini lebih disebabkan oleh faktor pengencer antara kedua balaipenghasil straw ini. Kesimpulannya penelitian menunjukkan bahwa penggunaan straw dari BIB Lembang lebih efisien dibandingkan dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato dalam program Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Padang Pariaman.
EVALUASI PROGRAM UPAYA KHUSUS SAPI INDUKAN WAJIB BUNTING (Upsus Siwab) DALAM PENINGKATAN POPULASI TERNAK SAPI DI KECAMATAN AKABILURU KABUPATEN LIMAPULUH KOTA fridarti fridarti; Dwipa Pujianta; Halimatuddini Halimatuddini; Fira Faradillah

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat, pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa, Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam peningkatan populasi ternak sapi di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima puluh Kota. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2022.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat, pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa, Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam peningkatan populasi ternak sapi di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima puluh Kota. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai September 2022. Penelitian ini dilakukan dengan metoda survei. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara langsung menggunakan kuisioner. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. yaitu data yang berbentuk angka yang meliputi jumlah pelayanan IB, jumlah betina yang di IB sampai bunting, data realiasasi kegiatan IB pada Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sebanyak 44 peternak yang melaksanakan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).
PENGARUH PEMBUATAN KEJU DENGAN PENAMBAHAN AIR SARI DAUN PANDAN TERHADAP pH DAN ORGANOLEPTIK Rudi Firmansayah; Fridarti Fridarti; Devi Dianti; Halimatuddini Halimatuddini
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran daun pandan terhadap pH dan organoleptik pada keju. Penelitian ini dilaksanakan di laboratotium Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang. Penelitian ini menggunkan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu : Perlakuan air sari daun pandan 0 ml, campuran daun pandan 25 ml, campuran daun pandan 30 ml, campuran daun pandan 35 ml, campuran daun pandan 40 ml. Dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari daun pandan dalam pembuatan keju meningkatkan rata-rata pH berkisar antara 3,47-5,39. Organoleptik rata-rata Aroma berkisar antara 1,22-2,19, rata-rata warna 1,22-2,31, rata-rata rasa 1,22-2,31, rata-rata tekstur 1,22-2,21, rata-rata kesukaan 1,83-2,31. Hasil terbaik penelitian adalah pH 5,39 pada perlakuan daun pandan 30 ml. Aroma 2,19 pada perlakuan daun pandan 40 ml, warna 2,31 pada perlakuan 40 ml, rasa 2,31 pada perlakuan 40 ml, tekstur 2,21 pada perlakuan 40 ml dan kesukaan 2,31 pada perlakuan 40 ml daun pandan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan air sari daun pandan berbeda tidak nyata terhadap pH tetapi berbeda sangat nyata terhadap uji organoleptik (aroma, warna, rasa, tekstur dan kesukaan). This study aims to determine the effect of adding a mixture of pandan leaves on pH and organoleptic properties of cheese. This study was conducted in the laboratory of the Faculty of Agriculture, Tamansiswa University, Padang. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications, namely: Treatment of 0 ml pandan leaf juice, 25 ml pandan leaf mixture, 30 ml pandan leaf mixture, 35 ml pandan leaf mixture, 40 ml pandan leaf mixture. And continued with the DMRT test.The results showed that the addition of pandan leaf extract in cheese making increased the average pH ranging from 3.47-5.39. The average organoleptic Aroma ranged from 1.22-2.19, the average color 1.22-2.31, the average taste 1.22-2.31, the average texture 1.22-2.21, the average preference 1.83-2.31. The best result of the study was pH 5.39 in the treatment of 30 ml pandan leaves. Aroma 2.19 in the treatment of 40 ml pandan leaves, color 2.31 in the treatment of 40 ml, taste 2.31 in the treatment of 40 ml, texture 2.21 in the treatment of 40 ml and preference 2.31 in the treatment of 40 ml pandan leaves.The results of the analysis of variance showed that the addition of pandan leaf juice did not significantly differ in pH but significantly differed in organoleptic tests (aroma, color, taste, texture and preference).
POTENSI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG KECAMATAN PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Yusi Amela; Fridarti Fridarti; Devi Dianti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasmaTujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasma
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PAKAN AYAM PETELUR TERHADAP KUALITAS FISIK PAKAN DI CV RAJA PRIMA SEJAHTERA Eki Prasetio; Fridarti Fridarti; Rudi Kusuma; Sari Gando Hidayati; Fira Faradillah
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1358

Abstract

Pakan adalah makanan yang diberikan kepada ternak dan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha peternakan. Kualitas pakan umumnya terdiri dari kualitas fisik dan kualitas kimiawi. Kualitas fisik merupakan penilaian kualitas pakan yang dapat dilihat secara langsung, dan merupakan faktor penting yang mengindikasikan penurunan kualitas pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas pakan ayam layer secara fisik di CV Raja Prima Sejahtera. Penelitian ini dilaksanakan di CV Raja Prima Sejahtera Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen yang mengamati hubungan antara lama penyimpanan pakan terhadap kualitas fisik pakan ayam petelur. Penelitian dilakukan pada 2 jenis pakan ayam layer yaitu 524 TA dan 524 TAP. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi warna, tekstur, aroma, dan ukuran partikel pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan lama penyimpanan secara signifikan (P<0,05) mempengaruhi kualitas fisik pakan (warna, tekstur, aroma) 524 TA dan 524 TAP. Lama penyimpanan ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) terhadap kelembaban pakan dan hasil pengayakan pakan 524 TA dan 524 TAP. Kualitas fisik pakan ditemukan semakin menurun seiring meningkatnya lama penyimpanan pakan. Hasil penelitian ini ditemukan warna pakan pempunyai skor nilai rata 7-3,55 dengan warna kurang cerah pada minggu ke-4 penyimpanan, tekstur pakan pempunyai skor nilai rata 7-3,45 dengan tekstur tidak seragam pada minggu ke-4 penyimpanan, aroma pakan pempunyai skor nilai rata 7- 3,45 dengan aroma agak asam pada minggu ke-4 penyimpanan, Kelembaban dalam rentang 40,50%-50,50%, dan hasil pengayakan 50-67,50 gram.
Pengaruh Beberapa Formulasi Herbal Mineral Blok (HMB) Terhadap Kandungan Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO) Dan Air Halimatuddini dini; Fridarti Fridarti; Sri Mulyani
Jurnal Embrio Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v18i1.1356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa formulasi Herbal Mineral Blok (HMB) terhadap kandungan Bahan Bahan Kering (BK), Bahan Organik (BO) dan Air. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 formulasi (Lamtoro dan Kelor) sebagai perlakuan HMB serta 4 ulangan (P1 = 0% + 20%, P2 = 5% + 15%, P3 = 10% + 10%, P4 = 15% + 5%, P5 = 20% + 0%). Penelitian ini menggunakan tepung daun Lamtoro dan Kelor, tepung kunyit kuning dan tapioka, gula aren, dedak, semen putih, mineral mix, urea dan garam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024 yang bertempat di Laboratorium Unitas Padang dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia Universitas Andalas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa formulasi HMB yang menggunakan tepung daun Lamtoro dan Kelor berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan BK, BO dan Air. Kandungan Bahan Kering berkisar antara 93,73-95,08%, Bahan Organik 80,16-82,10% dan Air 4,92-6,27%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa formulasi HMB berpengaruh terhadap peningkatan Bahan Kering dan Bahan Organik serta penurunan kandungan Air.