Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengolahan Limbah Plastik : Metode Pirolisis Menjadi Bahan Bakar Alternatif Abrar Yufer; Farid Setiawan; Muhammad Raihan; Ikhsannul Hakim Wiratama; Rian Afriyan; Devi Mega Putri; Dodit Ardiatma, S.T., M.Sc
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 4 - Februari 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi penggunaannya yang masif telah menimbulkan permasalahan lingkungan serius akibat akumulasi limbah plastik yang sulit terurai. Penelitian ini berfokus pada pengelolaan limbah plastik, khususnya jenis polyethylene (PE) menggunakan metode pirolisis. Metode ini melibatkan pemanasan limbah plastik dalam tungku reaktor pirolisis tanpa keberadaan oksigen untuk menghasilkan produk berupa bahan bakar alternatif, seperti gas, cairan, dan residu padat. Proses pirolisis dilakukan pada suhu optimal 300–500°C dengan variasi waktu dan massa plastik untuk mengoptimalkan hasil produk cair yang diharapkan menjadi bahan bakar. Reaktor pirolisis yang digunakan dirancang secara khusus untuk memastikan efisiensi konversi dan kestabilan termal selama proses berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pirolisis limbah plastik PE dan mampu menghasilkan bahan bakar cair dengan karakteristik yang mirip dengan bahan bakar fosil, seperti solar dan minyak tanah. Dari segi komposisi kimia, produk cair mengandung hidrokarbon rantai pendek hingga panjang yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan bakar. Selain itu, metode ini juga memiliki potensi besar dalam mengurangi jumlah limbah plastik yang mencemari lingkungan sekaligus menyediakan alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Dengan pengembangan lebih lanjut, pirolisis dapat menjadi solusi inovatif yang ekonomis dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan limbah plastik sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan
The implementation of Pendidikan Khas Kejogjaan in strengthening secondary school students' character sutrisna wibawa; Suwarna; Farid Setiawan; Yatun Romdonah Awaliah; Rony Kurniawan Pratama
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 45 No. 2 (2026): Cakrawala Pendidikan (June 2026)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the implementation profile of Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ), a culturally grounded character education programme operating in pilot secondary schools across the Special Region of Yogyakarta. We deliberately frame our inquiry around the implementation level rather than causal effectiveness, since the cross-sectional design we used cannot establish that students' character changed because of PKJ. Data were gathered from 150 senior and vocational high school students selected from twelve pilot schools through multistage sampling, combining purposive selection of schools with proportional random selection of students. A 102-item questionnaire (Cronbach's α = 0.93) was used to measure three implementation dimensions: philosophy, cultural values, and cultural atmosphere. Descriptive statistics showed a mean of 4.1361 for the philosophical dimension, 4.0433 at the cultural-values dimension, and 3.9289 at the atmosphere dimension. Pearson correlation analysis revealed strong and significant correlations among the three dimentions (r = 0.716 to 0.880, p < 0.01). The lower atmosphere score, paired with the higher score for cognitive culture (4.1133) than for behavioural (3.8467) and material cultures (3.8271), suggests that PKJ is currently more prominent in symbols and signage than in everyday habituation and material environments. We argue that the trilogy of hamemayu hayuning bawana, sangkan paraning dumadi, and manunggaling kawula Gusti has been internalised at the level of recognition; however, the gap between symbol and practice remains a critical area for further policy work. The study provides a baseline framework of PKJ implementation upon which future longitudinal and comparative designs can be built.