Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG MENCUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR MEMAKAI SABUN PADA ANAK DI SEKOLAH TK PERGURUAN SARIPUTRA DI KOTA PADANGSIDIMPUAN: PENYULUHAN TENTANG MENCUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR MEMAKAI SABUN PADA ANAK DI SEKOLAH TK PERGURUAN SARIPUTRA DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Napitupulu, Natar Fitri; Napaitupulu, Mastiur; Almadany, Ulfah Hidayah; Harahap, Eky Maryo; Badaruddin, Alwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1211

Abstract

ABSTRAK Salah satu bentuk upaya dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat adalah cuci tangan menggunakan sabun (CPTS). Tangan merupakan salah satu media penularan penyakit, sehingga tangan dengan mudah menularkan penyakit kepada orang lain. Cuci tangan pakai sabun berguna meningkatkan personal hygiene sehingga terhindar dari berbagai penyakit. CTPS jauh lebih efektif membunuh kuman, bakteri, dan virus dibandingkan dengan mencuci tangan dengan air saja. Mencuci tangan dengan sabun (CTPS) dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar pada anak sekolah TK di Sekolah Perguruan Sariputra. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh anak sekolah TK sebanyak 25 orang. Kegiatan ini dilakukan dengan menyampaikan materi penyuluhan dengan menggunakan alat demonstrasi berupa poster dan demonstrasi cuci tangan pakai sabun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diterima antusias oleh siswa. Seluruh peserta kegiatan menyatakan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat karena dapat menambah wawasan pengetahuan dan praktik cuci tangan pakai sabun yang benar sehingga berpengaruh terhadap kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Mencuci, Tangan, Sabun, Personal Hygine.
PENYULUHAN PERSONAL HYGIENE SEBAGAI PENCEGAHAN SCABIES DI LAPAS KELAS II B PADANGSIDIMPUAN: PENYULUHAN PERSONAL HYGIENE SEBAGAI PENCEGAHAN SCABIES DI LAPAS KELAS II B PADANGSIDIMPUAN Napitupulu, Mastiur; Napitupulu, Natar Fitri; Sagala, Nanda Suryani; Sujoko, Edy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1218

Abstract

Hygiene atau kebersihan adalah tindakan kebersihan yang mengacu pada kondisi untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Tujuan pemeliharaan personal hyiene untuk meningkatkan derajat kesehatan, memelihara kebersihan diri sendiri, memperbaiki personal hygiene, mencegah timbulnya penyakit, meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan. Penyakit yang sering terjadi akibat kurangnya personal hygien adalah penyakit kulit, salah satunya adalah scabies. Scabies dapat terjadi terutama di lingkungan yang padat penduduknya seperti pondok pesantren, kebersihan kurang, sosial ekonomi rendah, serta kontak dengan penderita. lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Jadi lapas merupakan salah satu tempat berkumpulnya bagian dari masyarakat yang padat. Penyuluhan dilakukan di lapas kelas II B padangsidimpuan. Jumlah penghuni lapas 765 0rang dengan berjenis kelamin laki-laki 757 orang ( 98,95%) dan berberjenis kelamin perempuan 8 orang (1,05%), penyakit scabies 40 0rang (5,28%). Diharapkan kepada penghuni lapas kelas II B padangsidimpuan mengikuti penyuluhan tentang personal hygiene untuk menghindari penularan penyakit scabies. Kata Kunci: Personal hygiene, Scabies
PENYULUHAN KESEHATAN “ TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI BAHAYA PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF DI MTS YPKS KOTA PADANGSIDIMPUAN “: PENYULUHAN KESEHATAN “ TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI BAHAYA PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF DI MTS YPKS KOTA PADANGSIDIMPUAN “ Napitupulu, Natar Fitri; Napitupulu, Mastiur; Sujoko, Edy; Harahap, Eky Maryo; Insan, Hafni Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 1 (2024): Vol.6 No. 1 April 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i1.1293

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini merupakan bentuk aplikasi dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Berdasarkan hasil survey, wawancara dan observasi ditemukan permasalahan remaja yang merokok. Merokok adalah menghisap bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh yang mempengaruhi Kesehatan. Berdasarkan hasil angket usia remaja yang merokok yaitu 28,6% berusia 15 tahun, 22,9% berusia 16 tahun, 31,4% berusia 17 tahun, 8,6% berusia 18 tahun, 8,6% berusia 19 tahun. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin yaitu 100% remaja yang berokok berjenis kelamin laki- laki. Metode yang digunakan pada implementasi Pendidikan Kesehatan ini secara langsung dan DARING dengan menggunakan aplikasi zoom online, Pendidikan kesehatan adalah aplikasi atau penerapan pendidikan di dalam bidang Kesehatan. Hasil dari kegiatan Pendidikan Kesehatan ini sudah ada peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya rokok sebanyak 80 % dan 80% remaja berkeinginan untuk berhenti merokok. Kata kunci : Bahaya perokok aktif dan perokok pasif
HUBUNGAN DURASI GADGET DENGAN EMOSIONAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD NAURA LOSUNG BATU KOTA PADANGSIDIMPUAN napitupulu, Natar Fitri; Napitupulu, Mastiur
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 6 No 2 (2021): Vol. 6 No. 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v6i2.499

Abstract

ABSTRAK Durasi gadget yang berlebihan dapat mengganggu perkembangan anak, terutama pada anak usia prasekolah. Pada anak usia prasekolah perkembangan emosi merupakan salah satu sangat penting dalam perkembangan anak karena kemampuan anak dalam mengelola emosi dan mengenal emosi sangat dibutuhkan ketika anak memasuki lingkungan di sekitarnya yang memiliki pengaruh terhadap perilaku anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dengan Emosional Anak Usia Prasekolah Di Paud Naura Losung Batu Kota Padangsidimpuan. Jenis Penelitian kuantitatif dengan menggunakan Desain penelitian croos sectional study dan jumlah Populasi penelitian sebanyak 54 orang. Tehnik pengambilan Sampel penelitian dengan tehnik snowballing sampling sebanyak 24 orang dan Uji statistik yang digunakan yaitu Chi square. Hasil penelitian mayoritas durasi gadget diperoleh 17 orang (70.8%) dan minoritas durasi gadget sebanyak 3 orang (12.5%). Diharapkan penelitian ini menambah wawasan memberi masukan dan sebagai bahan perbandingan mengenai hubungan durasi gadget dengan emosional anak khususnya penerapan mutu pelayanan kesehatan anak. Excessive duration of gadgets can interfere with child development, especially in preschoolers. In preschool age children, emotional development is very important in child development because the child's ability to manage emotions and recognize emotions is needed when children enter the surrounding environment that has an influence on children's behavior. The purpose of the study was to determine whether there was a relationship between the duration of gadget use and the emotions of preschool-age children at Paud Naura Losung Batu, Padangsidimpuan City. This type of research is quantitative using a cross sectional study design and the number of research population is 54 people. The sampling technique used was the snowballing sampling technique as many as 24 people and the statistical test used was Chi square. The results of the study were that the majority of gadget durations were obtained by 17 people (70.8%) and the minority of gadget durations by 3 people (12.5%). It is hoped that this research will add insight to provide input and as a comparison material regarding the relationship between gadget duration and children's emotions, especially the application of the quality of child health services. Keywords: Gadget Duration, Children's Emotional, Preschool
KEPIAWEAAN REMAJA PUTRI DIFABEL DALAM MENGHADAPI MENSTRUASI DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI (SLBN) DI KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2022: KEPIAWEAAN REMAJA PUTRI DIFABEL DALAM MENGHADAPI MENSTRUASI DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI (SLBN) DI KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2022 Sagala, Nanda Suryani; Napitupulu, Natar Fitri; Simamora, Asnil Adli; Harahap, Eky Maryo
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 1 (2023): Vol.8 No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i1.1028

Abstract

ABSTRAK Menstruasi adalah pengeluaran darah dari vagina yang berasal dari dinding rahim perempuan, defenisi lain bisa juga diartikan sebagai siklus alami yang terjadi secara reguler untuk mempersiapkan tubuh perempuan setiap bulannya. Seperti remaja normal menstruasi juga akan dialami oleh remaja dengan difabel kecuali bagi mereka yang mengalami gangguan sehingga berefek pada organ reproduksinya maupun terdapat kerusakan pada bagian otaknya yang berpengaruh pada hormon yang mengatur fungsi ovarium. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada 5 partisipan dengan menggunakan purposive sampling. Pengambilan data dengan melakukan wawancara mendalam (in-depth-interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan 6 tema yaitu: Tema 1: Tanda-tanda menstruasi, Tema 2: Kepiaweaan pertama haid pada remaja difabel, Tema 3: Peran ibu mengajarkan Self Hygiene remaja difabel saat menstruasi, Tema 4: Peran keluarga membantu perawatan diri menstruasi pada remaja difabel, Tema 5: Perawatan diri remaja difabel saat menstruasi, Tema 6: Perubahan mental pada remaja difabel saat menstruasi. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiawean remaja putri difabel dalam menghadapi menstruasi dikategorikan menjadi remaja difabel mengetahui menstruasi itu keluarnya darah dari vagina dan remaja difabel memiliki kepiawean yang dirasakan saat pertama kali menstruasi yaitu berupa takut, khwatir, bingung. Kata Kunci : Remaja, difabel, menstruasi, kepiaweaan
PENGALAMAN IBU MERAWAT BALITA DENGAN STUNTING: PENGALAMAN IBU MERAWAT BALITA DENGAN STUNTING Simamora, Asnil Adli; Napitupulu, Natar Fitri; Sagala, Nanda Suryani; Dalimunthe, Kombang Ali Yasin
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 1 (2023): Vol.8 No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i1.1039

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi mengalami tinggi badan lebih pendek. stunting dianggap sebagai gangguan pertumbuhan irreversibel yang sebagian besar dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang tidak adekuat. Rendahnya status gizi menyebabkan gangguan perkembangan pada balita. Kebutuhan pemberian gizi menjadi suatu kewajiban bagi orang tua terlebih ibu balita. Tujuan Mengeksplorasi pengalaman ibu yang merawat balita dengan stunting di wilayah kerja Puskesmas Pasar Matanggor.Jenis penelitian ini merupakan kualitataif dengan desain pendekatan studi fenomenologi deskriptif. Partisipan ditentukan berdasarkan informasi yang dibutuhkan sebanyak 5 orang, data dikumpulkan dengan wawancara. hasil analisis tema (1) Riwayat perawatan balita dengan stunting (2) Riwayat Perlindungan Penyakit, (3) Riwayat Perawatan Balita Sakit. Kesimpulan pada balita dengan stunting aspek pemberian makanan ternyata ditemukan anak tidak diberi kolostrum dan ASI. Anak lebih sering diberi makanan yang kurang bergizi dan penyajian makana juga kurang steril. Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita dengan stunting dapat lebih memerhatikan kesehatan balitanya terkait pengetahuan peawatan payudara, pemberian makanan tambahan. Kata kunci : Pengalaman Ibu, Balita, Stunting
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN SELF CARE ACTIVITY PADA PENDERITA DM DI PUSKESMAS GUNUNG TUA TAHUN 2023 Sagala, Nanda Suryani; Daulay, Nanda Masraini; Napitupulu, Natar Fitri; Yasin, Kombang Ali; Hairani, Winda May
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1195

Abstract

Dukungan keluarga merupakan hal penting dalam penatalaksanaan pencegahan diabetes melitus untuk meminimalkan terjadinya komplikasi yang muncul. Self care activity diabetes merupakan tindakan membantu mengendalikan gula darah yang dapat menghasilkan kondisi kesehatan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan self care activity pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Gunung Tua. Jenis penelitian ini kuantitatatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cros sectional study. Populasi pada penelitian sebanyak 96 pasien diabetes melitus dengan jumlah sampel 77 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan uji statistik uji chi square. Hasil penelitian signifikan dengan p value=0,001 menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan self care activity pada penderita diabetes melitus di puskesmas Gunung Tua Padang Lawas Utara. Saran dari penelitian ini pentingnya perilaku perwatan diri (self care) diabetes meliputi diet dan pola makan yang teratur, aktivitas fisik atau olahraga secara rutin, minum obat secara rutin, cek gula darah dan perawatan kaki secara teratur sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal. Perlunya keterlibatan dukungan keluarga agar perilaku perawatan diri pasien diabetes melitus optimal.
Stunting Prevention through Local Wisdom of Mambosuri Culture in Pregnant Women of Batak Tribe Napitupulu, Natar Fitri; Hadi, Anto J.; Butar-Butar, Khairunnisa
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.5808

Abstract

Prevention of stunting in children was an important issue in efforts to improve the quality of human resources in Indonesia. Stunting could cause long-term impacts such as problems with physical growth, cognitive development, and productivity in adulthood. Therefore, preventing stunting in pregnant women is very important. The local wisdom of the Mambosuri culture of the Batak tribe in North Padang Lawas Regency can be an alternative in efforts to prevent stunting in pregnant women. This study aims to explore the use of local wisdom of Mambosuri to help prevent stunting in pregnant women of the Batak tribe in North Padang Lawas Regency. The research design is phenomenology. The data collection method was carried out by in-deptPrevention of stunting in children was an important issue in efforts to improve the quality of human resources in Indonesia. Stunting could cause long-term impacts such as problems with physical growth, cognitive development, and productivity in adulthood. Therefore, preventing stunting in pregnant women is very important. The local wisdom of the Mambosuri culture of the Batak tribe in North Padang Lawas Regency can be an alternative in efforts to prevent stunting in pregnant women. This study aims to explore the use of local wisdom of Mambosuri to help prevent stunting in pregnant women of the Batak tribe in North Padang Lawas Regency. The research design is phenomenology. The data collection method was carried out by in-depth interviews. The purposive sampling method was used to select participants who met the criteria as participants. The participants in this study numbered 7 people. The results of the transcribed interview were analyzed using content analysis. The results of this study found 4 themes that reflected the phenomenon being studied. These themes are the knowledge of pregnant women about the mambosuri tradition, the mambosuri tradition improves the nutritional status of pregnant women, the support that pregnant women receive from the mambosuri tradition, and the mamsbosuri tradition strengthens dalihan natolu kinship ties. h interviews. The purposive sampling method was used to select participants who met the criteria as participants. The participants in this study numbered 7 people. The results of the transcribed interview were analyzed using content analysis. The results of this study found 4 themes that reflected the phenomenon being studied. These themes are the knowledge of pregnant women about the mambosuri tradition, the mambosuri tradition improves the nutritional status of pregnant women, the support that pregnant women receive from the mambosuri tradition, and the mamsbosuri tradition strengthens dalihan natolu kinship ties.
Edukasi Manajemen Laktasi Pada Ibu Hamil Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Asi Eksklusif di Posyandu Bhayangkari PC. Tapanuli Selatan Siregar, Miftahul Khoiriyah; Batubara, Rini Amalia; Edy Sujoko; Hasibuan, Khoirunnisah; Napitupulu, Natar Fitri; Napitupulu, Mastiur; Simamora, Asnil Adli; Sagala, Nanda Suryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2363

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap serta memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit. Namun, masih banyak ibu hamil yang menghadapi kendala dalam praktik menyusui akibat kurangnya pengetahuan mengenai manajemen laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif melalui edukasi manajemen laktasi di Posyandu Bhayangkari PC. Tapanuli Selatan. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan menggunakan media presentasi dan demonstrasi teknik menyusui serta memerah ASI, diikuti sesi tanya jawab. Materi meliputi pengertian manajemen laktasi, manfaat ASI bagi bayi dan ibu, faktor yang memengaruhi produksi ASI, serta teknik pijat payudara untuk mendukung kelancaran laktasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep manajemen laktasi, mengenali manfaat ASI, serta mempraktikkan teknik menyusui dan memerah ASI dengan benar. Selain itu, peserta juga lebih percaya diri dalam mengelola pemberian ASI secara mandiri. Kesimpulannya, edukasi manajemen laktasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai ASI eksklusif sehingga diharapkan dapat mendukung keberhasilan pemberian ASI pada periode pasca persalinan.
PUSKESMAS PIJORKOLING SEBAGAI PELAKSANA STUDI KUALITATIF PERAN TOKOH AGAMA DALAM LITERASI ASI EKSKLUSIF DAN PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PADANGSIDEMPUAN: PUSKESMAS PIJORKOLING SEBAGAI PELAKSANA STUDI KUALITATIF PERAN TOKOH AGAMA DALAM LITERASI ASI EKSKLUSIF DAN PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PADANGSIDEMPUAN Napitupulu, Natar Fitri; Royani Siregar , Hotma; Tua Siregar, Ganti; Harahap, Herawati; Adelina Harahap, Mei; Efendi Hasibuan, Zainal; Pandia, Ruslayni; Mario Harahap, Eky; Sari , Elpiana
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2330

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Salah satu upaya pencegahan yang terbukti efektif adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, rendahnya literasi kesehatan, faktor sosial budaya, serta keterbatasan dukungan keluarga menjadi kendala dalam penerapan ASI eksklusif. Dalam konteks ini, keterlibatan tokoh agama penting karena memiliki pengaruh besar dalam memberikan edukasi berbasis nilai keagamaan yang mudah diterima masyarakat. Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan oleh Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan dengan tujuan mengeksplorasi peran tokoh agama dalam literasi ASI eksklusif dan pencegahan stunting. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tokoh agama Islam Dan Nasrani, serta tenaga kesehatan. Jumlah partisipan dalam penelitian ini delapan orang. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan Dan di sajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Penelitian menghasilkan Lima tema yaitu:1) Peran Puskesmas sebagai pelaksana program kesehatan; 2) Kontribusi Tokoh Agama dalam Literasi kesehatan; 3) Literasi ASI eksklusif pada calon ibu; 4) Pencegahan stunting berbasis komunitas; 5) Percepatan penurunan stunting di Kota Padangsidempuan. Kesimpulan: keterlibatan tokoh agama merupakan strategi efektif yang dapat dimanfaatkan oleh Puskesmas dalam memperkuat literasi kesehatan masyarakat. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan tokoh agama perlu ditingkatkan untuk mempercepat pencapaian target pencegahan stunting melalui penguatan praktik ASI eksklusif. Kata kunci : Puskesmas; Tokoh agama; ASI eksklusif; stunting; literasi kesehatan