Claim Missing Document
Check
Articles

Literasi Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Kristen Esti Regina Boiliu
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v3i2.69

Abstract

Religious tolerance education as a strategy for preventing conflicts in a multicultural society. Instilling Christian ideals like peace and mutual love is a crucial job of Christian religious education. This essay was written with the intention of examining how Christian Religious Education views religious literacy by forbidding instruction on how to live in love and promote peace among others. This article was written using a qualitative method and a literature review approach. The author looked at earlier works and discovered that there are still few studies on joint moderation literacy from the perspective of Christian religious education. Even if it is understood, Christian Religious Education is a field where many people receive helpful instruction in applying Christian values, which are fully described in Galatians 5:22–23, to living their lives in the larger community. As a result, the findings of this study offer positive values, instructing people on how to live in peace, accept other people's viewpoints, love one another, and coexist.
Peran Orang Tua dalam Menunjang Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen pada Masa Endemi Covid 19 Esti Regina Boiliu; Mariyanti Adu
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 3, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46817/huperetes.v3i2.91

Abstract

In light of the current scenario, including the Covid 19 outbreak, this article examines the role of parents in promoting the implementation of Christian religious education. Despite the fact that children can now participate in face-to-face instruction at school, some parents have not had the courage to let go and opt for their kids to attend classes (online). This article's goal is to show how parents' domestic contributions continue to help the effective delivery of Christian religious education. A literature review, which involves looking over various academic books, journals, and websites that discuss the subject under study, is the method utilized to accomplish this study. The authors then study all the sources they have and come to their conclusions. According to the study's findings, parents play a crucial role as at-home educators (teachers), facilitators, and motivators in the implementation of Christian religious education in the endemic era of Covid 19.Artikel ini mengulas tentang peran orang tua dalam menunjang pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen di tengah situasi saat ini yaitu endemi Covid 19. Meskipun situasi sudah memungkinkan untuk anak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, namun sebagian orang tua belum berani untuk melepaskan dan memilih untuk anaknya mengikuti pembelajaran jarak jauh (online). Oleh sebab itu, tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana peran orang tua di rumah tetap mendukung kelancaran pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen. Adapun teknik yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian ini yaitu literature review dengan meninjau beberapa artikel ilmiah, buku, internet yang merujuk kepada topik pembahasan yang dikaji. Semua sumber yang didapatkan kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen pada era endemi Covid 19 yaitu sebagai pendidik (guru) di rumah, fasilitator, dan motivator.
Dimensi Pengembangan Pendidikan Karakter bagi Anak Usia Dini Esti Regina Boiliu
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v1i2.358

Abstract

A person's character can determine the quality of life. Building character does not need to wait for an individual to grow up, but must start at an early age even in the womb. The purpose of the research results is to provide an overview and describe the dimensions in the development of character education for early childhood. The method used in this research is descriptive qualitative with a literature study approach, which starts from an analysis of the urgency of developing character education for early childhood, then researcher collects supporting sources, conducts a study of several previous studies to see their relevance to the topic of discussion in research to be studied. The results of this research are that there are five dimensions to the development of character education for early childhood which is considered not difficult and easy, but can be used as provision for early childhood when grow up. In addition, children are taught to understand how to live life accordance with the truth of God's Word, love the nation and country, become trustworthy, independent and mature in making decisions and to have an inclusive rather than exclusive attitude. The five dimensions in question are religious values, nationalism, integrity, independence and mutual cooperation.Keywords: early childhood; character education; development AbstrakKarakter seseorang dapat menentukan kualitas hidupnya. Membangun karakter tidak perlu menunggu seorang individu beranjak dewasa, namun harus dimulai sejak usia dini bahkan semenjak dalam kandungan. Adapun tujuan dari hasil penelitian adalah untuk memberikan gambaran serta menguraikan dimensi-dimensi dalam pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang dimulai dari analisis tentang urgensi pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini, kemudian peneliti mengumpulkan sumber-sumber pendukung, melakukan kajian terhadap beberapa penelitian terdahulu untuk melihat relevansinya dengan topik pembahasan dalam penelitian yang hendak dikaji. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat lima dimensi untuk pengembangan pendidikan karakter bagi anak usia dini yang dirasa bukanlah hal yang sulit dan juga gampang, akan tetapi dapat dijadikan sebagai bekal untuk anak usia dini ketika beranjak dewasa. Selain itu, anak diajarkan untuk memahami bagaimana menjalani hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, mencintai bangsa dan negara, menjadi pribadi yang dapat dipercaya, mandiri dan dewasa dalam mengambil keputusan serta memiliki sikap inklusif bukan ekslusif. Kelima dimensi yang dimaksud adalah nilai religius, nasionalis, integritas, kemandirian dan gotong royong.Kata Kunci: anak usia dini; pendidikan karakter; pengembangan
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Mental Block Pada Anak Usia Dini Esti Regina Boiliu; Penta Astari Prasetya
Real Kiddos: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realkiddos.v2i1.445

Abstract

Christian Religious Education plays a central role inovercoming mental blocks that often arise in early childhood. Children at this stage are prone to mental barriers that can hinder their cognitive and emotional development. This research aims to review the extent to which Christian Religious Education can be effective in reducing the negative impact of mental blocks on early childhood. Through the literature review method, this research approaches the analysis of the positive impact of Christian religious teachings on mental blocks. The result of the research revealed that the  approach, which focuses on Christian values, can help children overcome fear, doubt, and self-limitation. By minimizing these barries, Christian religions Education can be an effective strategy in ensuring children can develop their full potential from an early age. Its implications streach into personal and social development, creating a solid foundation for children’s holistic growth in the face of the challenges that lie ahead.Keywords: Christian Religious Education; mental block; early childhoodAbstrakPendidikan Agama Kristen memegang peranan sentral dalam mengatasi mental block yang sering muncul pada anak usia dini. Anak-anak pada tahap ini rentan mengalami hambatan mental yang dapat menghambat perkembangan kognitif dan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas sejauh mana Pendidikan Agama Kristen dapat efektif dalam mengurangi dampak negatif dari mental block pada anak-anak usia dini. Melalui metode tinjauan literatur, penelitian ini mendekati analisis dampak positif ajaran agama Kristen terhadap mental block. Hasil kajian mengungkapkan bahwa pendekatan yang diterapkan, yang berfokus pada nilai-nilai Kristen, mampu membantu anak-anak mengatasi rasa takut, ragu, dan keterbatasan diri. Dengan meminimalisir hambatan-hambatan ini, Pendidikan Agama Kristen mampu menjadi strategi yang efektif dalam memastikan anak-anak dapat mengembangkan potensi penuh mereka sejak usia dini. Implikasinya merentang ke dalam perkembangan pribadi dan sosial, menciptakan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan holistik anak-anak dalam menghadapi tantangan yang ada di masa depan.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen; mental block; anak usia dini.
Strategi Penguatan Integritas Akademik dalam Pendidikan Kristen di Era Digital Erwin Sudarmono Simanjuntak; Josep Tatang; Desi Sianipar; Sozanolo Telaumbanua; Esti Regina Boiliu
Jurnal Shanan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/shanan.v7i2.5315

Abstract

Ketika dunia pendidikan terus berkembang dalam era digital, integritas akademik menjadi suatu aspek penting, terutama dalam konteks Pendidikan Kristen. Penelitian ini mengkaji tantangan dan peluang yang muncul dalam menjaga integritas akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Latar belakang penelitian ini merinci transformasi pendidikan Kristen yang dihadapi oleh digitalisasi, dengan menyoroti pengaruhnya terhadap integritas akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi yang dapat memperkuat integritas akademik dalam konteks pendidikan Kristen di era digital. Metode penelitian ini melibatkan studi pustaka mendalam, memeriksa teori-teori relevan dan penelitian terkait untuk menggali informasi yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas akademik dalam pendidikan Kristen di era digital dapat ditingkatkan melalui pendekatan holistik yang melibatkan institusi pendidikan, pendidik, peserta didik, orang tua, dan semua stakeholders lainnya. Dalam konteks ini, literasi digital, pembelajaran etika, dan pengembangan kebijakan yang mendukung integritas akademik adalah langkah-langkah kunci. Selain itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan Kristen, gereja, orang tua, dan semua stakeholders lainnya berperan penting dalam memperkuat integritas akademik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan menerapkan pendekatan holistik, integritas akademik dalam pendidikan Kristen dapat dijaga dan diperkuat di era digital, dan memastikan bahwa nilai-nilai moral dan spiritual tetap menjadi landasan utama dalam proses pendidikan.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membangun Moderasi Beragama di Era 5.0 Jefrit Johanis Messakh; Esti Regina Boiliu; Djoys Anneke Rantung; Lamhot Naibaho
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 5 (2023): October
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i5.5678

Abstract

Dalam era 5.0 yang ditandai oleh integrasi teknologi dan perubahan sosial yang cepat, peran Pendidikan Agama Kristen dalam mediasi beragama memiliki kepentingan yang mendalam. Permasalahan yang sering muncul dan terjadi di masyarakat adalah pertentangan nilai dan keyakinan, ekstremisme dan radikalisasi. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Kristen berperan untuk membangun moderasi beragama dalam pembelajaran sehingga sikap iklusif dapat di pahami di era 5.0 ini. Studi ini mengeksplorasi peran penting Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk pemahaman yang inklusif dan menghargai perbedaan antar agama-agama dalam masyarakat yang semakin multikultural. Tujuan penelitian ini adalah mendesripsikan peran Pendidikan Agama Kristen dalam membangun moderasi beragama di era 5.0. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka. Penelitian ini menyoroti integrasi teknologi digital dan kebijakan pendidikan yang mendukung dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berpusat pada nilai-nilai toleransi serta kerjasama antaragama. Hasil penelitian ini adalah pendidikan agama Kristen di era 5.0 berperan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa, berkolaborasi dengan sekolah, komunitas agama, dan lembaga pemerintah dalam mendukung pendidikan agama Kristen yang mempromosikan moderasi beragama. Pendidikan Agama Kristen juga memberi pelatihan dan pengembangan kontinu bagi guru-guru agama Kristen. Guru-guru harus dilengkapi dengan pengetahuan terbaru tentang isu-isu sosial dan teknologi yang berkembang pesat sehingga mereka dapat mengajarkan siswa dengan cara yang relevan dan mendukung perkembangan moderasi beragama.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Teknologi bagi Remaja di era Digital Samuel Nababan; Emma Sianturi; Dyoys Anneke Rantung; Lamhot Naibaho; Esti Regina Boiliu
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 2 (2023): HaratiJPK: Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i2.351

Abstract

This article discusses the significant role of Christian Religious Education in responding to the negative impacts of technology use on adolescents in the digital era. The research focuses on how religious principles, including inner peace, self-control, and meaningful goal-setting, provide a strong foundation for adolescents to confront technological challenges. The research methods involve analyzing the content of Christian religious teachings and case studies to comprehend the concrete impacts on adolescents. The findings affirm that Christian Religious Education can shape adolescent character, guide wise technology use, and provide moral foundations to address digital pressures. The discussion highlights the integration of religious values into adolescent life, the development of critical thinking skills towards digital information, and the strengthening of interpersonal relationships. The conclusion emphasizes the urgency of Christian Religious Education as a holistic solution, enabling adolescent growth in spiritual, moral, and emotional aspects amid the complexities of the digital era. Shaping character, guiding prudent technology use, and instilling moral values make Christian Religious Education key to assisting adolescents in navigating digital challenges with overall balance.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Memerangi Radikalisme dan Ekstremisme: Menumbuhkan Cinta, Perdamaian, dan Rasa Hormat Jefrit Johanis Messakh; Esti Regina Boiliu
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v6i2.57

Abstract

The spread of radicalism and extremism has become a global concern in recent decades. Issues regarding radicalism and extremism continue to develop in a flurry of problems. This requires the active role of Christian Religious Education to be carried out in a structured manner in order to be able to overcome this challenge by cultivating love, peace and respect. The purpose of this study is to describe the role of Christian Religious Education in fighting radicalism and extremism. The method used in this research is literature study. The result of this research is that Christian religious education can be a powerful force in fighting radicalism and extremism by instilling universal values such as love, peace and respect for fellow human beings. Christian Religious Education also plays a role in developing a deep understanding of Christian teachings which include values such as love for others, forgiveness, understanding, and tolerance. Christian Religious Education must build intercultural skills, and integrate social issues in the Christian Religious Education curriculum.
Evaluasi Program Sekolah Minggu Dengan Menggunakan Model Evaluasi CSE-UCLA Desi Sianipar; Wellem Sairwona; Esti Regina Boiliu
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v8i2.1073

Abstract

Abstract. As a form of non-formal education, Sunday School should also undergo evaluation procedures like educational programs in general. The results of this evaluation are very useful as information and a basis for developing the program in the future. Currently, there are many program evaluation models that can be utilized by program managers. One of them is the CSE-UCLA model. Therefore, the aim of this research is to see the effectiveness of using the CSE-UCLA model evaluation approach to evaluate the Sunday School program. The research method used in this research is a qualitative method. The result of the research showed that the CSE-UCLA evaluation model can be effectively used to evaluate educational programs, including education that has a religious spiritual atmosphere.Abstrak. Sebagai satu bentuk pendidikan nonformal, Sekolah Minggu semestinya juga menjalani prosedur evaluasi sebagaimana program pendidikan pada umumnya. Hasil evaluasi tersebut sangat berguna sebagai informasi dan pijakan dalam pengembangan program tersebut di masa yang akan datang. Pada masa kini ada banyak model evaluasi program yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola program. Salah satu di antaranya adalah model CSE-UCLA. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas penggunakan pendekatan evaluasi model CSE-UCLA untuk mengevaluasi program Sekolah Minggu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model evaluasi CSE-UCLA dapat secara efektif digunakan untuk mengevaluasi program pendidikan, termasuk pendidikan yang bernafaskan spiritual keagamaan.
Dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Iman-Moral Remaja dan Pemuda Masa Kini: Pentingnya Pendidikan Agama Kristen Esti Regina Boiliu; Fredik Melkias Boiliu; Ronald Sianipar
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 6, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v6i2.230

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 era has a significant impact, including on aspects of faith and morals, especially for young people. This article examines these impacts and offers solutions through Christian Education. It is hoped that an understanding of these challenges and solutions can help build a young generation of faith and morality in this digital era. This research uses a qualitative approach with a literature study to analyze the impact of the Industrial Revolution 4.0 on the faith and morals of young people, as well as its implications for Christian Education. This research uses a qualitative approach with a literature study to analyze the impact of the Industrial Revolution 4.0 on the faith and morals of young people, as well as its implications for Christian Education. Christian religious education plays an important role in guiding young people in the era of the Industrial Revolution 4.0. With a proper understanding of the challenges and solutions offered, it is hoped that the younger generation can develop into individuals of faith and morality.Era Revolusi Industri 4.0 membawa dampak signifikan, termasuk pada aspek iman dan moral, khususnya bagi kaum muda. Artikel ini mengkaji dampak tersebut dan menawarkan solusi melalui Pendidikan Agama Kristen. Diharapkan pemahaman tentang tantangan dan solusi ini dapat membantu membangun generasi muda yang beriman dan bermoral di era digital ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap iman dan moral kaum muda, serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap iman dan moral kaum muda, serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen. Pendidikan Agama Kristen memegang peran penting dalam membimbing kaum muda di era Revolusi Industri 4.0. Dengan pemahaman yang tepat tentang tantangan dan solusi yang ditawarkan, diharapkan generasi muda dapat berkembang menjadi pribadi yang beriman dan bermoral.