Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Peningkatan Literasi Digital Orangtua Milenial Togatorop, Jonson; Rantung, Dyoys Anneke; Naibaho, Lamhot; Boiliu, Esti Regina
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i1.192

Abstract

Kemajuan teknologi digital menjadi tantangan dan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan manusia karena dapat mengubah pola hidup manusia dan memiliki karakteristik yang dapat dimanipulasi. Seiring perkembangan teknologi digital, berkembang juga tindak kejahatan yang terfasilitasi dan dapat merugikan manusia sendiri, serta banyaknya kemunduran dalam pola pikir dan perilaku yang normatif. Teknologi dapat membuat orang menjadi adiktif (kecanduan) dan sulit untuk berubah sehingga diperlukan pendampingan dan bimbingan khusus dan serius. Banyak orang tua yang merupakan generasi milenial yang menggunakan teknologi digital secara tidak terkendali sehingga mereka mengabaikan pentingnya pola asuh yang baik terhadap anak-anaknya. Sebagai akibatnya banyak anak yang mengalami pola asuh yang kurang berkualitas di tengah keluarganya, dan hal itu tentu saja akan berdampak pada masa depannya dan masa depan suatu bangsa. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan pemikiran tentang pola pendampingan pendidikan agama Kristen terhadap peningkatan literasi digital pada orang tua milenial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penelitian ini menghasilkan pola pendampingan pendidikan agama Kristen yang CAKAP (Cerdas, Kreatif dan Produktif) terhadap orangtua milenial.
Transformasi Ekonomi dalam Perspektif PAK: Mengintegrasikan Keuangan, Etika, dan Keadilan Sosial Harefa, Kasieli; Boiliu, Esti Regina; Zebua, Rosniwati
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i2.250

Abstract

Transformasi ekonomi merupakan isu penting yang dihadapi oleh banyak negara, termasuk dalam konteks pemahaman Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara PAK dengan transformasi ekonomi melalui integrasi antara keuangan, etika, dan keadilan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang melibatkan analisis berbagai sumber literatur yang relevan untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip PAK dapat diterapkan dalam konteks ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAK dapat memberikan wawasan tentang etika bisnis yang berlandaskan kasih dan keadilan sosial, yang mampu mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan adil. Dengan menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dalam praktik ekonomi, PAK dapat memainkan peran kunci dalam menciptakan kesadaran akan keadilan sosial. Kesimpulannya, integrasi PAK dalam transformasi ekonomi tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual tetapi juga menciptakan kerangka kerja yang mendukung pembangunan ekonomi yang beretika dan berkeadilan.
Implikasi Teologi Praktis Jemaat Mula-Mula Yerusalem bagi Kehidupan GPdI Eben Haezer Antutan Mokodaser, Frits; Triposa, Reni; Boiliu, Esti Regina
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v4i1.55

Abstract

This study discusses the life of the early church as recorded in Acts 2:42-47, which explains the practical theological standards for the church today, especially for the life of the GPdI Eben Haezer church in Antutan village. Referring to the early church in Jerusalem, we can see that the early church was full of faithfulness in teaching and deepening the word of God, close fellowship, and prayer as a way of life, as well as a very high and tangible level of social concern. This pattern of life not only reflects unity in a community centred on Christ, the head of the church, and illustrates the fullness of the Holy Spirit, but it also illustrates a balanced life between our relationship with God and our relationships with other human beings. This study uses a qualitative approach with a literature study method. The conclusion of this study reveals that emulating the life of the early church in Jerusalem will strengthen the church today, especially the GpdI Eben Haezer congregation in Antutan village, to become a church community that is faithful to the word of God, filled with the power of the Holy Spirit, and become a practical guide in faith development, fellowship, and ministry amid economic challenges and globalisation.AbstrakPenelitian ini membahas mengenai kehidupan yang ada di jemaat mula-mula seperti yang sudah tercatat di dalam Kisah Para Rasul 2:42-47 dimana di jelaskan mengenai standar teologis praktis bagi gereja saat ini khusunya bagi kehidupan di gereja GPdI Eben Haezer desa Antutan. Jika merujuk kepada jemaat mula-mula di Yerusalem maka bisa mengetahui bahwa jemaat mula-mula penuh dengan kesetiaan dalam pengajaran dan pendalam firman Tuhan, persekutuan yang erat, dan doa sebagai gaya hidup, serta kepedulian sosial yang sangat tinggi dan nyata. Pola kehidupan ini bukan hanya mencerminkan persatuan dalam komunitas yang berpusat kepada sang kepada gereja yaitu Kristus dan menggambarkan kepenuhan Roh Kudus, namun hal ini juga menggambarkan kehidupan yang seimbang antara hubungan dengan Allah dan hubungan antara umat manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa meneladani kehidupan jemaat mula-mula di Yerusalem maka akan memperkuat gereja saat ini khususnya jemaat GpdI Eben Haezer desa Antutan agar menjadi komunitas gereja yang setia kepada firman Tuhan, di penuhi noleh kuasa karya Roh Kudus serta menjadi pedoman pratis dalam pembinaan iman, persekutuan, dan pelayanan di tengah tantangan ekonomi dan globalisasi.
Model Kolaborasi Orang Tua dan Pelayan Anak dalam Pertumbuhan Iman Anak Usia Pra Remaja Di GKII Imanuel Amborawang Darat Tangel, Imelda; Boiliu, Esti Regina; Triposa, Reni
Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik Vol. 3 No. 4 (2025): November : Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/tritunggal.v3i4.1555

Abstract

This study aims to analyze the collaborative model between parents and childcare workers in the faith development of pre-adolescent children at GKII Imanuel Amborawang Darat. A descriptive qualitative approach was used, utilizing Bandura's social learning theory, Bronfenbrenner's human development ecology, and the concept of faith education according to Pazmino and Turansky & Miller as theoretical foundations. The results of the study indicate that effective collaboration between parents and childcare workers creates synergy in fostering children's faith through spiritual communication, living examples, and ongoing spiritual guidance. An integrated faith environment between home and church plays a crucial role in helping pre-adolescent children internalize Christian values. In facing the challenges of digital culture, this collaboration is key to strengthening the foundation of children's faith. This study emphasizes the importance of a strategic and sustainable partnership between families and churches in the process of forming children's faith, so that they can better face the various challenges of this digital era.
Christian Religious Education and Quality of Life Development An Analysis of The Relationship Between Literacy, Basic Access, and Primary Education Outcomes in Eastern Indonesia Boiliu, Esti Regina; Wilson Rajagukguk; Thomas Pentury
International Journal of Christian Education and Philosophical Inquiry Vol. 2 No. 4 (2025): International Journal of Christian Education and Philosophical Inquiry
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidkan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijcep.v2i4.446

Abstract

This study examines the relationship between household literacy, access to basic infrastructure, and the quality of primary education in Eastern Indonesia within the framework of Christian Religious Education values. Using a quantitative explanatory design, the research analyzes national socio-economic data with provinces as the unit of analysis. The model was tested using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to evaluate the predictive power of household access to safe water, access to electricity, and literacy level on primary education outcomes, measured by the average national exam score. The results show that access to safe water (β = 0.294, p < 0.05) and electricity (β = 0.290, p < 0.05) have significant positive effects on education quality, while literacy level (β = 0.081, p > 0.05) is not statistically significant. The model explains 34.7% of the variance in education quality (R² = 0.347). These findings indicate that improving basic infrastructure remains essential to enhancing educational outcomes in Eastern Indonesia. Integrating Christian educational values such as justice, love, and service can further strengthen community motivation and collective responsibility toward equitable education development.
Reinterpreting Religion in the Digital Age: Theology, Ethics, and Christian Education Boiliu, Esti Regina; Jura, Demsy; de Carvalho, António Oliveira
Didache: Journal of Christian Education Vol. 6 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v6i2.1075

Abstract

The rapid advancement of digital technology has transformed how faith is practiced and how Christian Religious Education is delivered, necessitating a theological reinterpretation of religious formation in digital contexts. This study aims to develop a theoretical framework that integrates theology, ethics, digital literacy, and spirituality to guide Christian education in the digital era. Employing a qualitative literature review method, the study analyzes scholarly works on digital theology, education, and ethics to examine how digital environments shape faith formation, moral reasoning, and community engagement. The findings reveal that digital media functions not merely as a communication tool but as a formative environment influencing spiritual identity and ethical behavior. The proposed digital Christian Religious Education model emphasizes four interrelated dimensions: theology as the foundation of faith, ethics as responsible digital citizenship, digital literacy as critical engagement, and spirituality as holistic formation across physical and virtual spaces. This study contributes to global discourse by offering an integrative and contextual approach that empowers Christian educators to foster authentic spiritual growth and responsible digital discipleship in an increasingly networked world.
Transformasi Komunitas Rohani menuju Gereja Lokal melalui Praktik Pemuridan: Sebuah Studi Teologi Praktis Tanhadi, Billy Pebrio; Arifianto, Yonatan Alex; Boiliu, Esti Regina
Jurnal Lentera Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v5i1.428

Abstract

The transformation of spiritual communities into local churches is a strategic challenge in the development of the church today, particularly in forming congregations that are mature in faith and active in ministry. Many spiritual communities experience obstacles in transferring spiritual experiences in a structured manner, resulting in uneven growth in the faith of their members. In addition, technological advances and social changes demand more adaptive, contextual, and congregation-oriented discipleship methods. Various phenomena show that planned and mentoring-based discipleship practices can encourage spiritual growth among members and strengthen community bonds. This study aims to analyse how discipleship practices can transform spiritual communities into mature, resilient, and sustainable local churches. The method used is practical theological study with a qualitative approach through analysis of theological literature, pastoral practices, and the experiences of spiritual communities. The results reveal that systematic discipleship increases individual faith maturity, strengthens spiritual culture, and prepares spiritual communities to become local churches. Mentoring practices, applied Bible teaching, and effective Christian leadership are key factors in the success of this transformation. The integration of contextual strategies and the use of digital technology also expand congregational involvement and increase the effectiveness of discipleship. Thus, discipleship can serve as a strategic tool in building an inclusive, adaptive, and sustainable local church.AbstrakTransformasi komunitas rohani menuju gereja lokal merupakan tantangan strategis dalam perkembangan gereja masa kini, khususnya dalam membentuk jemaat yang matang secara iman dan aktif dalam pelayanan. Banyak komunitas rohani mengalami kendala dalam mengalihkan pengalaman spiritual secara terstruktur, sehingga pertumbuhan iman anggotanya menjadi tidak merata. Selain itu, kemajuan teknologi dan perubahan sosial menuntut hadirnya metode pemuridan yang lebih adaptif, kontekstual, dan sesuai kebutuhan jemaat. Berbagai fenomena menunjukkan bahwa praktik pemuridan yang terencana dan berbasis mentoring mampu mendorong pertumbuhan spiritual anggota serta memperkuat ikatan komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik pemuridan dapat mentransformasi komunitas rohani menjadi gereja lokal yang dewasa iman, tangguh, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi teologi praktis dengan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur teologis, praktik pastoral, serta pengalaman komunitas rohani. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemuridan yang sistematis meningkatkan kedewasaan iman individu, memperkokoh budaya spiritual, dan mempersiapkan komunitas rohani menjadi gereja lokal. Praktik mentoring, pengajaran Alkitab yang aplikatif, serta kepemimpinan Kristen yang efektif menjadi faktor utama keberhasilan transformasi tersebut. Integrasi strategi yang kontekstual dan penggunaan teknologi digital turut memperluas keterlibatan jemaat serta meningkatkan efektivitas pemuridan Novelty penelitian ini terletak pada pemetaan pemuridan sebagai mekanisme transisional, bukan sekadar program rohani yang menjembatani relasi komunitas cair menuju institusionalisasi gereja lokal yang berkelanjutan.
Spiritualitas dan Integritas Pelayan Tuhan dalam Menghadapi Disrupsi Etika di Era Informasi Digital Paskalin, Christina Aprilliani; Boiliu, Esti Regina
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 6, No 2 (2025): EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership - December 2025
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v6i2.294

Abstract

The development of information technology and social media in this era of disruption has had a major impact on religious practices. On the one hand, digital advances have opened up new opportunities for churches to expand their ministries, but on the other hand, there are also serious challenges that touch on the ethical, moral and spiritual aspects of the congregation. The challenges faced by ministers of God in maintaining spirituality and integrity amid ethical disruption caused by the development of information technology. The purpose of this study focuses on Christian ethical challenges in the use of social media and efforts to formulate strategies for spiritual guidance of congregations to remain faithful to Christ's teachings amid the rapid flow of digitalisation. Using qualitative research methods with a literature study approach, it can be concluded that the development of information technology presents great opportunities for Christian ministry, but also poses serious challenges in the form of ethical disruption. Social media can be a means of spreading the gospel and fellowship of faith, but if misused, it can damage the spirituality and integrity of the congregation. Therefore, ministers need to develop Christian ethics-based digital literacy by setting an example in the wise use of technology. Christian ethics education in the digital space is important to shape congregations that are able to sort information, avoid hoaxes, and use social media as a means of witnessing their faith.AbstrakPerkembangan teknologi informasi dan media sosial di era disrupsi telah membawa pengaruh besar dalam praktik keagamaan. Di satu sisi, kemajuan digital membuka peluang baru bagi gereja untuk memperluas pelayanan, namun di sisi lain, hadir pula tantangan serius yang menyentuh aspek etika, moral, dan spiritualitas jemaat. Adapun tantangan yang dihadapi oleh pelayan Tuhan dalam mempertahankan spiritualitas dan integritas di tengah disrupsi etika akibat perkembangan teknologi informasi.  Tujuan penelitian ini berfokus pada  tantangan etika Kristen dalam penggunaan media sosial serta upaya merumuskan strategi pembinaan rohani jemaat agar tetap setia kepada ajaran Kristus di tengah derasnya arus digitalisasi. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa Perkembangan teknologi informasi menghadirkan peluang besar bagi pelayanan Kristen, namun juga menimbulkan tantangan serius berupa disrupsi etika. Media sosial dapat menjadi sarana penyebaran Injil dan persekutuan iman, tetapi jika disalahgunakan dapat merusak spiritualitas dan integritas umat. Oleh karena itu, pelayan Tuhan perlu mengembangkan literasi digital berbasis etika Kristen dengan menjadi teladan dalam penggunaan teknologi secara bijak.
Integrasi Moralitas dan Spiritualitas dalam Pendidikan Sekolah Minggu Berdasarkan Amsal 22:6: Suatu Kajian Teologi Pendidikan Kristen Matippanna, Jelita Mallangi; Boiliu, Esti Regina; Triposa, Reni
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i2.161

Abstract

Perkembangan teknologi dan arus digitalisasi menghadirkan tantangan baru bagi pembentukan moralitas dan spiritualitas anak-anak Kristen. Nilai-nilai iman kerap terpinggirkan oleh pengaruh budaya populer serta melemahnya keteladanan rohani di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam situasi demikian, pendidikan Sekolah Minggu memiliki peranan penting sebagai ruang pembinaan iman yang membentuk karakter dan spiritualitas anak sejak dini. Berlandaskan Amsal 22:6, pendidikan Kristen menegaskan panggilan untuk menuntun anak agar hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan melalui relasi pribadi yang nyata dengan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penerapan integrasi moralitas dan spiritualitas dalam pendidikan Sekolah Minggu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi moralitas dan spritualitas terwujud melalui pemahaman teologis pendidik terhadap nilai iman, penerapan strategi pembelajaran berbasis pengalaman rohani, serta keteladanan hidup guru dan komunitas iman. Pendekatan belajar yang reflektif dan partisipatif terbukti efektif dalam menanamkan nilai kasih, tanggung jawab, serta rasa takut akan Tuhan. Menjawab tantangan era digital, guru Sekolah Minggu dituntut kreatif dalam memanfaatkan media rohani, memperkuat sinergi dengan keluarga dan gereja, serta menciptakan lingkungan belajar yang selaras antara ajaran dan perbuatan. Dengan demikian, integrasi moralitas dan spiritualitas menjadi dasar utama dalam pembentukan iman yang utuh, kontekstual, dan relevan bagi kehidupan anak-anak Kristen masa kini.
Pengembangan Model Pembelajaran Kontekstual dan Digital dalam Pendidikan Agama Kristen Esti Regina Boiliu
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v2i1.51-65

Abstract

Inovasi pedagogi dalam pendidikan agama Kristen semakin penting untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas proses belajar mengajar di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh inovasi pedagogi, khususnya pembelajaran berbasis kontekstual dan pemanfaatan teknologi digital, terhadap pengembangan karakter siswa. Metode kualitatif dengan studi pustaka digunakan untuk menganalisis literatur terkait yang menjelaskan penerapan metode inovatif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kontekstual mendorong siswa untuk mengaitkan materi ajar dengan pengalaman sehari-hari, meningkatkan kesadaran moral, dan empati. Penggunaan teknologi digital, seperti platform pembelajaran online dan aplikasi edukasi, menciptakan keterlibatan dan motivasi siswa yang lebih tinggi. Selain itu, inovasi pedagogi ini membantu siswa mengembangkan kemampuan sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Kesimpulannya, integrasi metode inovatif dalam pendidikan agama Kristen tidak hanya memperkaya pengalaman belajar tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter siswa yang kokoh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan sosial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan pelatihan bagi pendidik untuk memaksimalkan potensi inovasi pedagogi dalam pendidikan agama.