Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENDEKATAN KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM PENCEGAHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP YANG BERKAITAN DENGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL Darwance; Dwi Haryadi; Rafiqa Sari; Muhammad Syaiful Anwar; Ndaru Satrio; Aruna Asista; Reza Adriantika Suntara
Jurnal Hukum Unsulbar Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Hukum Unsulbar
Publisher : Program Studi Hukum Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-law.v9i2.6465

Abstract

Beberapa jenis kekayaan intelektual, salah satunya menjadikan aspek lingkungan hidup sebagai syarat, seperti perlindungan varietas tanaman, sumber daya genetik, pengetahuan tradisional, dan indikasi geografis. Pada indikasi geografis misalnya, kerusakan lingkungan hidup dapat berdampak pada reputasi sebuah produk yang diberikan perlindungan sebagai indikasi geografis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam mengenal faktor lingkungan hidup dalam konstruksi hukum tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), untuk selanjutnya coba untuk memformulasikan upaya penanggulangan terhadap lingkungan hidup yang berdampak terhadap perlindungan HKI melalui kebijakan hukum pidana. Penelitian ini menggunakan metode yudiris normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, melakukan kajian terhadap kebijakan hukum pidana pada regulasi, terutama tentang pengelolaan kerusakan lingkungan hidup yang berkaitan dengan kekayaan intelektual. Dari hasil kajian yang sudah dilakukan, pada sejumlah peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kekayaan intelektual yang berkaitan dengan lingkungan hidup, tidak semuanya mengatur sanksi pidana yang khusus diberikan terhadap kerusakan lingkungan hidup. Ini menjadi tidak relevan, terutama terhadap jenis kekayaan intelektual tertentu yang menjadikan faktor lingkungan hidup sebagai syarat utama pemberian perlindungan hukum, dan juga eksistensinya secara alami.
The Role of the Young Generation of Bangka Belitung thru Social Communities in The Implementation of Civic Competences Values Muhamad Hijran; Reza Adriantika Suntara; Hanifa Intan Desiga
Journal of Basic Education Research Vol 7 No 4 (2026): July
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jber.v7i4.3498

Abstract

Purpose of the study: This study aims to describe how Bangka Belitung youth implement civic competences through three social communities: Bangka Environment Creative of “Kawa,” Hopeeducation, and Pokdarwis Perlintar, focusing on their environmental, educational, social, and local resource management activities.   Methodology: This study employed a qualitative descriptive design. Data were collected through direct observation, semi-structured interviews, and document analysis involving community administrators, active members, young volunteers, activity archives, photographs, social media publications, and program reports. Data were analyzed systematically through data reduction, data display, conclusion drawing, and source and method triangulation. Main Findings: The three communities contributed in different but complementary ways. Environmental efforts, waste education, tree planting and collaborative action reinforced Kawa’s ecological awareness. Educational service developed volunteerism, benevolence, social sensitivity and moral responsibility. Post mining tourist revitalization improved involvement, local economic empowerment, and environmental responsibility of Pokdarwis Perlintar. Together they acquired civic knowledge, civic skills and civic disposition. Novelty/Originality of this study: This study offers a comprehensive examination of three youth led groups operating in the environmental, educational social, and post-mining tourist sectors in Bangka Belitung. It contributes to the scholarship of civic competence by showing that non formal community participation can be a pedagogical experience for civic knowledge, civic skills, and civic disposition simultaneously in a unique Indonesian local, island, and post mining setting.