Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pamali Sebagai Sarana Pelestarian Keadilan Sosial dalam Budaya Lokal di Desa Karyamukti Jannah, Tsani Syabirah Nur; Revana , Alya; Fitri, Mutiara Nur; Ramadani, Salwa Nuzila; Shidqiyah, Shafa Firda; Fitria, Ratna
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i3.3421

Abstract

This research aims to examine the role of pamali as a form of local wisdom in supporting the value of social justice in Karyamukti Village. Using a descriptive qualitative approach, this study explores the meaning of pamali for the community, its application in daily life, and how this tradition adapts amidst the influences of modernization. Data was collected through interviews, observations, and documentation studies, and then analyzed using thematic analysis techniques. The research findings show that pamali still functions as a social control tool that maintains harmony and order among the community. Although globalization influences the views of the younger generation, the values of pamali remain relevant and can be adapted in the current context. These findings affirm that pamali is not only a cultural heritage but also plays a role in shaping the character and social life of the community.
Benjang Ujung Berung: Melestarikan Budaya, Menjaga Identitas Nasional Zahira Tsurayya Shafa; Mohammad Sandy Ardyansyah; Fathiyya Raihana; Zalfa Baida Chalisa; Tafdhila Hukma Nazahah; Ratna Fitria
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v2i4.1642

Abstract

Kesenian Benjang merupakan kesenian tradisional Sunda yang memadukan unsur bela diri, musik tradisional, dan akrobat. Kesenian ini tumbuh dan berkembang di daerah Ujung Berung, Bandung, dan memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi nilai-nilai budaya dalam Seni Benjang dan strategi pelestariannya di tengah tantangan modernisasi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pelaku seni, masyarakat lokal, dan generasi muda yang pernah terlibat dalam kegiatan Benjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kesenian Benjang masih dipertahankan melalui pelatihan rutin dan festival kesenian, tantangan seperti kurangnya regenerasi, perubahan persepsi masyarakat, dan kurangnya dukungan pemerintah masih menjadi kendala utama. Untuk itu, pelestarian Benjang membutuhkan pendekatan yang adaptif, seperti pengenalan melalui pendidikan formal dan informal, dukungan komunitas, dan pemanfaatan media digital untuk menjangkau generasi muda. Kolaborasi dengan seni modern juga menjadi alternatif dalam menjaga relevansi Benjang di tengah arus globalisasi. Penelitian ini merekomendasikan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seniman agar Kesenian Benjang tetap hidup sebagai bagian dari identitas budaya dan kebangsaan bangsa Indonesia
Gotong Royong di Desa Lagadar: Membangun Kebersamaan dengan Nilai Pancasila Aulia, Nurul; Simbolon, Kristin Oule; Zahra, Ai Naya Azkia; Winandar, Diaz Pradipa; Hidayat, Zahra Fauzia; Fitria, Ratna
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i1.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai gotong royong sebagai wujud implementasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat Desa Lagadar, serta mengidentifikasi bentuk kegiatan, tantangan, dan dampak sosial yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi literatur. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan warga dan tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan gotong royong, sedangkan observasi dilakukan untuk mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan secara nyata. Analisis data dilakukan secara tematik, meliputi reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi bagian integral kehidupan masyarakat Desa Lagadar, tercermin dalam berbagai kegiatan seperti dukungan kepada keluarga berduka, pembersihan lingkungan, dan pengaturan sistem keamanan kampung. Partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama pemuda, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan gotong royong, meskipun terdapat tantangan berupa kesibukan generasi muda dan adanya kelompok masyarakat yang sulit disatukan. Nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama dan kelima, terimplementasi nyata dalam aktivitas gotong royong dan kegiatan keagamaan. Dampak positif yang dirasakan masyarakat meliputi peningkatan keharmonisan sosial, perbaikan infrastruktur, serta penguatan hubungan antar generasi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program berbasis gotong royong yang lebih inovatif dan inklusif guna memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era modern.
Peran Tradisi Berbagi Takjil di Desa Tanimulya berbasis Pancasila Kedua sebagai Upaya dalam Menghadapi Tantangan Etika Luthfyah, Nadhifa; Dzakiyyah, Khalisha; Haqiqi, Weby; Natakusumah, Felita; Nafisya, Azzahra; Fitria, Ratna
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 2 No. 4 (2025): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v2i4.1764

Abstract

Tradisi berbagi takjil di Desa Tanimulya merupakan salah satu bentuk nyata penerapan nilai kemanusiaan dan gotong royong dalam masyarakat yang beragam. Praktik ini hanya menjadi kebiasaan tahunan, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat karakter masyarakat melalui implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi berbagi takjil dalam menghadapi tantangan etika serta membangun karalter gotong royong di lingkungan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara terhadap warga Desa Tanimulya serta metode kuantitatif dengan membagikan kuesioner berupa deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini memperkuat nilai inklusivitas, keadilan, dan empati, karena pembagian takjil dilakukan tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun agama penerima takjil. Partisipasi generasi muda sangat dominan, sehingga tradisi ini menjadi sarana efektif pendidikan karakter berbasis Pancasila. Tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga ketulusan dalam berbagi dan memastikan distribusi adil. Tradisi berbagi takjil di Desa Tanimulya berkontribusi signifikan dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab, mempererat solidaritas sosial, serta menjadi contoh konkret penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini perlu dikembangkan dan dilestarikan sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa.
Observasi Perkembangan Tradisi Ngabuburit di Kalangan Generasi Muda Putri, Leony Assyifa; Maghfira, Ashila; Esy, Mariana Luna; Rahmawati, Siti Salma; Fitria, Ratna
Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/3ew45248

Abstract

The word ngabuburit is interpreted as relaxing while waiting for the afternoon in the fasting month. Along with the times, the ngabuburit tradition slowly changed, although not significantly. The values of togetherness and simplicity that used to be the core of ngabuburit are slowly fading, displaced by the dominance of digital devices that make social interaction increasingly distanced. This research aims to explain the factors that affect the development of the ngabuburit tradition in the modern era. This study uses a type of descriptive qualitative research. Descriptive qualitative research aims to describe and understand the phenomenon that is researched in depth based on the perspective of the respondents. This research also seeks to explore the social and cultural meaning behind ngabuburit activities in the context of today's young generation. This study presents the latest data and reveals the activities of the younger generation in spending time before breaking the fast or ngabuburit. Different from previous research that discussed more traditional ngabuburit, this study focuses on trends and changes in ngabuburit patterns that emerge among the younger generation during Ramadan. From the results of a survey involving 50 respondents aged 18-21 years, it was found that the most common ngabuburit activities carried out by the younger generation still revolve around walking, and snacks. Even so, there are also those who prefer to spend time at home relaxing or sleeping. When asked about the importance of ngabuburit in undergoing fasting, respondents' responses were quite diverse. Some consider ngabuburit to be an important part of living Ramadan because it helps to divert hunger and maintain mental balance. Meanwhile, others feel that ngabuburit is just an additional activity that does not have much effect on the essence of fasting itself. In the conclusion, the researcher stated that the essence of the ngabuburit activity itself remains the same, namely to be an important moment to refresh the mind and be a self-balancing from daily busyness during fasting.
Pertimbangan Etika Moral Remaja di Era Post Truth dalam Menentukan Pilihan Presiden 2024 di Kota Bandung Fitria, Ratna; Darmawan, Cecep; Syaifullah, Syaifullah; Mulyawan, Rahman
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.10951

Abstract

Digitalisasi sangat mendukung pertukaran informasi dan pengetahuan menjadi cepat dan menjangkau seluruh daerah. Sayangnya, kecepatan penerimaan  informasi tidak seiring dengan peningkatan literasi yang dimiliki Masyarakat, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pertimbangan etika moral yang digunakan oleh para remaja dalam menentukan pilihan terhadap presiden pada pemilu 2024 di kota Bandung. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus; pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan kajian literatur. Informan merupakan remaja aktif pengguna media social. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pemikiran serta nilai-nilai moral yang menjadi dasar pengambilan keputusan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran, integritas, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap masyarakat merupakan faktor utama dalam pertimbangan etika moral remaja. Namun demikian, para responden juga menghadapi tantangan besar berupa maraknya disinformasi dan hoaks di media sosial yang mempersulit proses penilaian mereka terhadap calon presiden. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi media berbasis nilai moral bagi generasi muda agar mampu mengambil keputusan politik secara kritis dan bertanggung jawab.
Peran Program Buruan Sae Dalam Membangun Civic Ecology Berbasis Karakter Ramah Lingkungan pada Masyarakat Kota Bandung Nurjaenudin, Ripal Ilham; Fitriasari, Susan; Fitria, Ratna
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6764

Abstract

Public environmental awareness is a serious challenge in realizing a sustainable city. In addressing this issue, the City of Bandung launched the Buruan SAE Program which aims to utilize yard land through household-based urban farming practices. This research is motivated by the need for a citizen-based approach in building civic ecology, namely a socio-ecological practice that integrates citizenship values and responsibility towards the environment. The purpose of this study is to examine how the Buruan SAE Program contributes to fostering environmentally friendly character among residents and strengthening civic ecology in the City of Bandung. Data collection techniques were carried out through the stages of observation, interviews and documentation studies from relevant sources. This program can be a great potential for replication in other urban areas as a model of community empowerment based on civic ecology and sustainable environmental character development.
EFEKTIVITAS PERDA KOTA BANDUNG NO. 9 TAHUN 2019 DALAM MENGATASI AKTIVITAS PENGAMEN DAN PENGEMIS: PERSPEKTIF PELAKU DAN MASYARAKAT Pramesty, Adhisty Tinka; Mahpudz, Asep; Fitria, Ratna
Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial, dan Politik Vol. 8 No. 2 (2025): Pro Patria: Jurnal Pendidikan, Kewarganegaraan, Hukum, Sosial dan Politik
Publisher : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/4q3as894

Abstract

The high prevalence of street performers and beggars in public spaces of Bandung City continues despite the enactment of Bandung City Regional Regulation No. 9 of 2019. Preventive to repressive measures have been taken, yet the outcomes remain suboptimal. This study aims to understand the responses of those affected by the policy by examining the level of legal awareness and compliance among street performers, beggars, and the general public; identifying factors contributing to low compliance; and formulating improvement strategies for regulation implementation. This research employs a qualitative method with a case study approach, using interviews, observations, and documentation involving street performers, beggars, and the public in Bandung City. The findings reveal that legal awareness and compliance among both the perpetrators and the community are relatively low. Most informants cited poverty as the primary reason for engaging in street performing or begging, while the influence of a socially acculturated environment and the lack of economic alternatives within the policy also contribute to low compliance. From the community’s perspective, social compassion, passive attitudes, and a tendency to remain neutral without supporting law enforcement further drive the low level of legal awareness and compliance. This study recommends the provision of sustainable economic empowerment programs as alternative livelihoods for the affected individuals, enhanced legal education and outreach efforts, and a more human-centered approach to regulation implementation that emphasizes human empowerment to foster meaningful long-term change.
PENGARUH PERUNDUNGAN TERHADAP GANGGUAN PSIKOLOGIS BAGI MAHASISWA Fadiah, Denaya Ayu; Afifah, Nazwa Nur; Fadillah, Rida Nurul; Effendi, Ridwan; Fitria, Ratna
Jendela Inovasi Daerah Vol 6 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56354/jendelainovasi.v6i2.146

Abstract

Bullying is an act of violence that can cause psychological disorders in someone. Bullying can be done with the aim of hurting someone either verbally, physically or through social media. Currently cases of bullying are rife among students in Indonesia. The impact experienced by victims of bullying can lead to disturbed psychological conditions and physical health complaints. Therefore, this article was created with the aim of adding a sense of social awareness to cases of bullying in the surrounding environment, implementing Pancasila values in actions and behavior, and educating both victims and perpetrators of bullying. The method used in this study is qualitative which is distributed through questionnaires to university students. The results of the study show that among adolescents, especially college students, cases of bullying are still very high, victims of acts of bullying will experience psychological pressure which affects the mental health of victims. This condition can cause high levels of anxiety, depression and decreased morale of victims. Pancasila values should be implemented by all Indonesian people, especially students, especially in the second precept which reads "Kemanusiaan yang adil dan beradab" which relates to cases of bullying, and socialization of cases of bullying is one of the efforts to prevent cases of bullying.
Nasionalisme Melalui Pelestarian Makanan Tradisional Indonesia Adibah, Andi; Fitria, Ratna; Husna, Aida; Salsabila, Zulfa; Fauziyah, Shella
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i2.2287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nasionalisme dan Upaya pelestarian makanan tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui instrumen penelitian yang relevan, kemudian dianalisis untuk melihat peran makanan tradisional dalam memperkuat nilai nasionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai simbol identitas bangsa, media pemersatu masyarakat, serta representasi sejarah dan nilai-nilai budaya Indonesia. Selain itu, pelestarian kuliner nusantara yang melibatkan peran masyarakat, pemerintah, dan generasi muda terbukti berkontribusi dalam menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya nasional. Dengan demikian, pelestarian makanan tradisional memiliki potensi besar dalam memperkuat nasionalisme dan menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa.