Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MENINGKATKAN PENGETAHUAN: PENGARUH BUDAYA PANTANGAN MAKANAN PADA IBU MENYUSUI TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI MASYARAKAT Amri Yasir, Lalu; Layla Salfarina, Anna; Nurul Hidayati, Baiq; Putri Rusiana, Harlina; Ilham, Ilham; Isnani Hertin, Putri; Dwi Arika Martiana, Bq.
Jurnal LENTERA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v4i2.392

Abstract

The culture of food taboos for breastfeeding mothers is still strong in society and limits nutritional intake for breastfeeding mothers, which causes nutritional deficiencies in babies and toddlers. This is the basis for the Stikes Yarsi Mataram Service Team to carry out community service in the form of health education. This activity aims to increase public knowledge regarding the importance of meeting nutritional needs of breastfeeding mothers as a measure to prevent stunting in toddlers. The methods applied include the development of counseling materials, program socialization, small group counseling, and individual counseling and evaluation. The results showed a significant increase from 16.7% to 66.7% of breastfeeding mothers' knowledge in the good category. There is an increase in public knowledge about the importance of nutritional intake and the negative impact of the culture of food taboos, as well as behavioural changes in nutrition and balanced nutrition for breastfeeding mothers. The importance of understanding the need for balanced nutrition for breastfeeding mothers in preventing stunting is a shared responsibility in realising a healthy and strong generation of the nation.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Sosial Mahasiswa Keperawatan: Factors Contributing to the Sosial Intelligence of Nursing Students Rusiana, Harlina Putri; Safitri, Rias Pratiwi; Hidayati, Baiq Nurul; Salfarina, Anna Layla; Yasir, Lalu Amri
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i2.175

Abstract

Latar Belakang: Gempuran teknologi membentuk mahasiswa yang tidak berkarakter dan lemah secara sosial. Karakteristik ini berdampak pada dunia kerja. Perguruan tinggi keperawatan tidak hanya membekali mahasiswanya dengan intelektualitas saja melainkan juga kecerdasan sosial. Peran kecerdasan sosial diperlukan untuk mendukung dalam bertahan di dunia kerja. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, lama studi dan keterlibatan dalam aksi sosial terhadap kecerdasan sosial. Metode: Desain yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan deskriftif analitik. Jumlah sample sebanyak 93 mahasiswa tingkat akhir pada program studi sarjana dan vokasi.Tromoso Sosial Intelligence Scale untuk mengukur kecerdasan sosial dan kuisioner data peneliti, dengan uji statistik chi-square.  Hasil: Uji hipotesis variabel jenis kelamin P = 0,152, usia dengan nilai P = 0,084 (α = 0,05) artinya tidak ada hubungan dengan kecerdasan sosial. Sedangkan lama studi memiliki nilai P = 0,036, aksi kerelawanan nilai P = 0,018 (α = 0,05) dimana terdapat hubungan dengan kecerdasan sosial. Kesimpulan: Faktor dominan yang paling mempengaruhi kecerdasan sosial adalah aksi kerelawanan. Sehingga perlu untuk ditingkatkan keterlibatan mahasiswa pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini bisa diturunkan kedalam kurikulum.
Peran Ibu dalam Menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Prasekolah Putri Rusiana, Harlina; Halid, Sopian
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 12 No. 02 (2022): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.617 KB) | DOI: 10.57267/jisym.v12i02.189

Abstract

Research Purpose: This study aims to describe the role of mothers in applied three indicators of clean and healthy living behavior at household order in preschool age children (3-6 years) in the working area of Cakranegara Health Center. Methods: This study is an observational descriptive study that using survey methods. Respondents of this study are some mothers who have preschool age children (3-6 years) in the working area of Cakranegara Health Center which totaling 135 people. Conclution: The results of the study at the level of mother's role which contained 58 (43%) of respondents in the enough category, 48 (36%) of respondents in the less category and 29 (21%) of respondents in the good category. Based on the results of the study, expected to parents, especially mothers to uphold the principle role of teaching, modelling, mentoring, organizing and able to maintain a clean and healthy living behavior in children.
Peningkatan Pengetahuan Penyakit Tidak Menular (PTM) Pada Masyarakat Resiko Tinggi Melalui Pendidikan Kesehatan Purqoti, Dewi Nur; Baiq Rulli Fatmawati; Zaenal arifin; Ilham; Zuliardi; Harlina putri Rusiana
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i2.108

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) berdampak luas terhadap kesehatan dan sosial ekonomi, dan salah satu diantaranya adalah masalah biaya perawatan yang lebih tinggi. Selain itu PTM menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Beberapa penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian secara global diantaranya adalah diabetes mellitus, penyakit kardiovaskuler, kanker, dan penyakit pernafasan kronis. Menurut WHO PTM menjadi penyebab utama kematian di dunia, dimana pada tahun 2016 sebanyak 71% kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular. Berdasarkan jenis penyakit penyebab kematian diantaranya adalah penyakit kardiovaskuler (31%), kanker (16%), penyakit pernafasan kronik (7%) dan diabetes mellitus (3%)(WHO, 2018). Data WHO juga menunjukan bahwa angka kematian akibat penyakit tidak menular di wilayah Asia Tenggara cukup tinggi yaitu sekitar 23% jika dibandingkan dengan negara eropa (17%) dan amerika (15%) Metode: Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pemberian pendidikan kesehatan tentang penyakit tidak menular dengan cara Ceramah dan membagikan leflet setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi.. Simpulan: dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kesehatan dengan metode ceramah dan membagikan leflet dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular, sehingga masyarakat diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan terhadap PTM itu sendiri.
Sosialisasi konsep penyakit Diabetes Mellitus untuk meningkatkan pengetahuan Lansia tentang Diabetes Mellitus Dewi Nur Sukma Purqoti; Zaenal Arifin; Dian Istiana; Ilham Ilham; Baiq Ruli Fatmawati; Harlina Putri Rusiana
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 3 No 1 (2022): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v3i1.5771

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is one of the degenerative diseases known as a lifelong disease because it is a disease that cannot be cured during the life span of the sufferer and is commonly found in the elderly. In the management of DM, six things must be considered, including education, dietary regulation, regular physical activity, medicaments, insulin use, and monitoring daily blood sugar levels. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of the elderly about the basic concepts of DM. The method of community service activities was carried out by providing health education about the basic concepts of DM and its handling through lectures and questions and answers. The stages of the activity start from measuring residents' knowledge about DM as pre-test data, then giving material on the basic concepts of DM and its handling through lectures and subsequent sessions of question and answer about material that is not yet clear. The last stage is to re-measure citizens' knowledge about the concept of DM as post-test data. This activity results in an increase in knowledge after being given Health Education. This community service activity concludes that the socialization of the concept of DM disease has a positive impact on the knowledge of the elderly about DM. Similar activities must continue to be carried out to improve the quality of life of people with DM.
Merawat Mental : Panduan Kounitas Untuk Mengenal dan Menangani Sindrom Postpartum dengan Bijak Harlina Putri Rusiana; Rias Pratiwi Safitri; Baiq Nurul Hidayati
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v6i2.386

Abstract

PKBI Kota Mataram memprioritaskan program pencegahan dan penanganan sindrom postpartum bagi ibu hamil dan pasca melahirkan guna mengurangi tingkat depresi pasca melahirkan. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pelatihan deteksi dini dan edukasi mengenai sindrom postpartum untuk anggota PKBI, yang berfokus pada identifikasi tanda awal kecemasan, bentuk dukungan keluarga, serta cara mendeteksi kesehatan mental ibu hamil dan pasca melahirkan. Selanjutnya, hasil pelatihan akan disosialisasikan di Pelayanan Kesehatan Binaan PKBI melalui seminar, workshop, dan diskusi kelompok dengan melibatkan ibu hamil, keluarga, dan tenaga kesehatan lokal. Tahap kedua melibatkan penyediaan buku dan aplikasi yang berfungsi untuk mendeteksi serta meningkatkan kesehatan mental ibu hamil dan memberikan panduan pencegahan gejala postpartum. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas PKBI dalam menangani kesehatan mental ibu, yang berdampak positif bagi kesejahteraan ibu dan keluarga di Kota Mataram.