Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Terapi Dzikir Asmaul Husna Terhadap Parameter Hemodinamik Non Invasif Pasien Kritis Di Ruang ICU RS Bhayangkara Handriani, Silvia; Mohtar, M. Sobirin; Gaghauna, Eirene E. M.
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.704

Abstract

Pasien sakit kritis merupakan pasien yang mengalami perburukan patofisiologis dengan cepat yang dapat mengakibatkan kematian. Tingginya angka kematian pasien kritis di ruang ICU dengan penurunan kesadaran dan terpasang ventilator, berkaitan dengan status hemodinamik tidak stabil. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir asmaul husna terhadap parameter hemodinamik non invasif pasien kritis di ruang ICU RS Bhayangkara. Penelitian Pre Experimental Desain dengan Pre Test dan Post Test terhadap 30 pasien di ruang ICU dengan teknik sampling accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi hemodinamik dan Mp3 player dari Qori Husni Alhasz. Sebelum dilakukannya tindakan terapi Dzikir Asmaul Husna, sebagian besar responden mengalami peningkatan hemodinamik sebanyak 20 responden (66,7%). Setelah dilakukannya terapi Dzikir Asmaul Husna hemodinamik pasien stabil sebanyak 29 responden (96,7%). Hasil uji statistik uji Wilcoxon menunjukkan nilai p Value sebelsar 0,001 < α 0,05 yang berarti terdapat pengaruh terapi dzikir asmaul husna terhadap parameter hemodinamik non invasif pasien kritis di ruang ICU RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin. Terapi dzikir Asmaul Husna terbukti efektif dalam meningkatkan kestabilan hemodinamik non-invasif pasien kritis di ruang ICU.
Penerapan Posisi Semi Fowler pada Pasien NSTEMI dengan Pola Napas Tidak Efektif Vania, Risma Ananda; Mohtar, M. Sobirin; Santoso , Bagus Rahmat
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1183

Abstract

Latar Belakang: NSTEMI merupakan kelainan kardiovaskular akibat penyumbatan pembuluh darah koroner, baik yang bersifat intermiten maupun permanen akibat pecahnya plak aterosklerotik. NSTEMI ditandai dengan nyeri dada dan sesak napas sehingga menyebabkan penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi pernapasan. Semi-Fowler merupakan salah satu posisi yang digunakan untuk memperbaiki pola pernapasan yang tidak efektif. Manfaat posisi semi Fowler adalah memperlancar saturasi oksigen hingga mengurangi sesak napas. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran umum asuhan keperawatan kritis pada pasien dengan diagnosa medis NSTEMI dengan penerapan posisi semi Fowler pada pola pernafasan tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif berbentuk studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan. Sampel penelitian ini adalah pasien NSTEMI dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Instrumen yang digunakan adalah lembar asuhan keperawatan kritis, buku SDKI, SLKI dan SIKI, serta SOP semi Fowler. Hasil: Berdasarkan studi kasus yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi semi Fowler pada pasien NSTEMI dengan permasalahan keperawatan pola nafas tidak efektif pada pasien dapat teratasi dengan outcome pola pernafasan yang lebih baik. Kesimpulan: Hasil analisa ini diharapkan dapat diterapkan oleh rumah sakit pada pasien NSTEMI yang mengalami masalah keperawatan pola nafas tidak efektif untuk memperbaiki pola pernafasan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL (BATTRA) BERBASIS TRANSCULTURAL NURSING CARE (TNC) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN JANTUNG DI DESA LOK BUNTAR Mohtar, M. Sobirin; Meldawati; Rahmadani; Muhammad Rifa'i; Sari, Ririn Anggita; Revi; Nahda Laili Khairizqa; Pratama, Prasetya Putra; Ningsih, Kristiyana Wahyu
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3363

Abstract

The Indigenous Community Group and health cadres of Lok Buntar Village are partners in the Community Partnership Empowerment program. This group consists of several traditional medicine experts (BATTRA) for heart attacks. The village community, mostly farmers, tend to choose traditional medicine due to limited internet access and the distance to the hospital. However, the high mortality rate indicates the need for increased knowledge of heart health. Through the assistance of cadres, they are expected to educate the community using the Transcultural Nursing Care approach. (TNC). The goal is to enhance the knowledge and skills of the cadres, as well as empower the indigenous community in addressing heart health issues. The implementation methods are: planning, action, observation, and evaluation. The average level of knowledge among cadres increased from a high category (82.22%) to a higher level (93.33%), while the community's initial low level (43.33%) improved to a moderate level (75%). A culturally-based approach and ongoing support are expected to help the village community achieve better overall heart health. This is a positive step towards community empowerment and sustainable improvement in quality of life.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Aktivitas Fisik terhadap Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe II Wahyuni, Tri; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Mohtar, M. Sobirin; Mahmudah, Rifa’atul
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7193

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi urin, kerja insulin atau keduanya. Tingkat kepatuhan dalam minum obat sangat berpengaruh terhadap kesuksesan pengobatan diabetes melitus, dengan studi menunjukkan kepatuhan DM tipe 1 berkisar 70-83% dan tipe 2 sekitar 64-78%. Aktivitas fisik dapat menurunkan kadar gula darah, penggunaan glukosa dalam otot yang tidak memerlukan insulin. aktivitas fisik teratur, seperti jalan kaki, adalah salah satu cara efektif untuk mengelola diabetes. Mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Pasien DM tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Hanau Kalimantan Tengah. Jenis Penelitian adalah Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 67 orang dengan purposive sampling. Populasi yang diambil yaitu pasien dengan diabetes mellitus tipe II. Instrumen yang digunakan adalah MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8) dengan validitas konstruk MMAS-8 sebesar r = 0,38 (p < 0,001). Uji reliabilitas internal dengan Cronbach’s Alpha = 0,83. Kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) menunjukkan korelasi moderat dengan accelerometer dan IPAQ (r = 0,48–0,65). Nilai Cronbach’s Alpha GPAQ versi Indonesia = 0,76–0,83 menandakan konsistensi internal yang baik. Berdasarkan hasil Penelitian menggunakan uji spearman Rank menunjukan nilai yang signifikan sebesar 0.000 yang lebih kecil dari 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus di Poli Penyakit Dalam begitu juga dengan aktivitas fisik nilai yang didapat signifikan sebesar 0.003 yang lebih kecil dari 0.05 sebagai taraf yang telah ditentukan (p value < α) sehingga hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik terhadap kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus di Poli Penyakit Dalam.
Manajemen Gigitan Ular Dengan Budaya Betatawar (Getah Daun Pepaya) melalui Pendekatan Culture Care Mohtar, M. Sobirin; Mahmudah, Rifa'atul; Ariani, Malisa; Riyanti, Dewi; Erianti; Putri, Nazilatul Audah Surya
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v1i1.18

Abstract

Daun pepaya merupakan salah satu tanaman yang mengandung saponin. Saponin adalah salah satu senyawa yang memacu dalam pembentukan suatu kolagen, yaitu suatu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Senyawa ini merupakan salah satu senyawa flavonoid yang larut dalam air serta dapat diekstrakkan menggunakan etanol 70% Berdasarkan data Lokakarya Nasional Tanaman Obat pada tahun 2010, dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia, Indonesia telah memiliki 30.000 jenis tumbuhan termasuk di antaranya 940 jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Pepaya (Carica papaya L.) adalah tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Salah satu bagian dari tanaman pepaya yang berkhasiat sebagai obat ialah daunnya. Daun Carica papaya merupakan salah satu tanaman yang mengandung saponin, sedangkan kulit batang dan akar dari Carica papaya mengandung flavonoid dan alkaloid, selain itu juga daun serta akarnya mengandung polifenol dan bijinya mengandung saponin. Polifenol dan flavonoid memiliki aktivitas yaitu sebagai antiseptic. Pengobatan tradisional adalah pengobatan atau perawatan menggunakan cara maupun obat – obat atau ramuan tradisional yang mengacu pada pengalaman, keterampilan turun temurun dan diterapkan sesuai norma–norma yang berlaku dalam masyarakat Salah satunya getah daun pepaya sebagai pengobatan tradisional pada gigitan ular.
Perbedaan Siriraj Stroke Score (3S) & Dave and Djoenadi Stroke Score System (3S2D) Terhadap Durasi Penentuan Diagnosa Keperawatan Pasien Stroke di IGD Jamilah, Siti; Mohtar, M. Sobirin; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Santoso, Bagus Rahmat
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.598

Abstract

Stroke patient service in the emergency room provided by nurses and must do it quickly, effectively, and efficiently, this can be achieved with the right assessment instrument. Knowing the difference in the assessment of Siriraj Stroke Score (3S) and Dave and Djoenaidi Stroke Score System (3S2D) on the duration of determining the nursing diagnosis of stroke patients in the emergency room. Quantitative research with one group post test only design, and sampling using purposive sampling of 30 respondents. The statistical test uses the Paired Sample T-test test. The results of the Paired Sample T-test test showed that the average difference in the duration of determining nursing diagnoses in 3S and 3S2D assessment was 7.6 minutes. The lowest difference is 7.1 minutes, and the highest difference is 8.1 minutes. It is known that the t value is 29.135> t table 2.045 and Sig. value of 0.000 <0.05. The use of the 3S assessment method is more compatible to be used during emergencies because the assessment method is simple and fast, while the 3S2D assessment is quite time consuming so that this assessment will be easier if it is carried out by 2 nurses
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA KESEHATAN TINGKAT AKHIR DI UNIVERSITAS SARI MULIA Ruriyanty.R, Nurul Rizka; ., Subhannur Rahman; Mohtar, M. Sobirin; ., Mohammad Basit
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v8i2.493

Abstract

Stress impacts the physical well-being of final-year students health, particularly in terms of sleep patterns that affect sleep quality. This study aims to determine the relationship between stress levels and sleep quality among final-year students health at Sari Mulia University, Banjarmasin. Sampel in this study was 162 final year students health dengan simple random sampling technique. The study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. Data analysis was using Spearman Rho. The study findings revealed that 67 respondents (41.4%) experienced moderate stress, 50 respondents (30.9%) experienced mild stress, and 45 respondents (27.8%) experienced severe stress. Poor sleep quality was 104 respondents (64.2%), while good sleep quality was reported by 58 respondents (35.8%). The Spearman's Rho analysis showed a significant relationship between stress levels and sleep quality, with a strong correlation (p-value 0.000 <0.05, correlation coefficient 0.646). Keywords: Students, Sleep Quality, Stress Level
Mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis di RSUD Ulin Banjarmasin Gaghauna, Eirene Eunike Meidiana; Puteri, Puteri; Hakim, Lukmanul; Mohtar, M. Sobirin
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1416

Abstract

Pasien kritis mengalami keadaan yang mengancam jiwa akibat disfungsi organ yang disertai gangguan hemodinamik. Mobilisasi progresif adalah pemberian tindakan berupa teknik yang berfungsi sebagai penggerakan bertahap dan dilakukan kepada pasien kritis di Ruangan Intensive Care Unit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis di ruang ICU. Metode penelitian ini menggunakan pre-experiment dengan One-grup pretest-posttest design. Pengukuran Tekanan Darah, Mean Arterial Pressure (MAP), dan Heart Rate (HR) sebelum dan sesudah diberikan mobilisasi progresif. Jumlah sampel sebanyak 10 orang dengan teknik Purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan SOP mobilisasi progresif level I dan lembar observasi bed monitor Uji statistik menggunakan uji Paired t-test. Berdasarkan hasil uji Paired t-test p-value pada tekanan darah pre-post yaitu 0,000, MAP pre-post yaitu 0,000, nadi pre-post yaitu 0,000, (P-value < 0,005), sehingga disimpulkan ada pengaruh mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis.
Simulasi Rumah Banjar Pintar, Sehat dan Aman dari Bencana Mohtar, M. Sobirin; Syahlani, Ahmad; Latifah; Rosalina, Nadya; Habibi, Nur Hakidah; Fitriani, Laila Kodtriah; Khotimah, Khusnul; Nataly, Onevia Berlian; Agustina, Mely; Munawarah; Agung, Ni Gusti Ayu; Cloudia, Lorenza; Almaida
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.2143

Abstract

Pendahuluan: Kampung Simpang Limau, Banjarmasin Timur, menghadapi berbagai tantangan kesehatan dan kebencanaan, termasuk tingginya kasus ISPA, sanitasi rumah yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak optimal, serta rendahnya kesiapsiagaan terhadap banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tanah longsor. Lingkungan padat dan minim edukasi memperparah risiko. Seperti dinyatakan oleh BNPB (2023), “Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana dan mempercepat pemulihan”. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dalam satu hari melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode meliputi edukasi langsung, simulasi evakuasi, dan demonstrasi teknologi sederhana berbasis kearifan lokal. Inovasi yang diperkenalkan antara lain Aqua Senty (deteksi banjir), SIJAGAT (deteksi kebakaran), Resonansi Harapan (deteksi korban gempa), dan Filter Sampah Sungai. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat. Pre-test masyarakat umum sebesar 47,17% meningkat menjadi 87,69% pada post-test. Ibu RT sebagai tokoh komunitas mengalami peningkatan dari 33,33% menjadi 86,66%. Respons masyarakat sangat positif terhadap materi dan simulasi yang diberikan. Kesimpulan: Program ini terbukti efektif dalam membentuk komunitas yang sehat, tangguh, dan adaptif terhadap risiko lingkungan dan bencana. Pendekatan edukatif berbasis teknologi tepat guna dan kearifan lokal mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat secara signifikan.