Claim Missing Document
Check
Articles

An Analyse Of The Language Functions Of Donald Trump’s Victory And Farewell Speeches On Youtube Kartika Enjelina Aritonang; Sondang Manik; Rony Arahta Sembiring
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7294

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi bahasa yang disapa oleh Donald Trump untuk mengetahui fungsi bahasa yang digunakan dan jenis-jenis fungsi bahasa yang paling banyak ditemukan dalam Pidato Kemenangan dan Perpisahan Donald Trump. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa transkrip pidato Victory and Farewell Donald Trump dengan menggunakan software (YouTube). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam fungsi bahasa menurut Roman Jakobson, yaitu Fungsi Referensial, Fungsi Metalingual, Fungsi Fatik, Fungsi Puisi, Fungsi Emosi, dan Fungsi Konatif. Setelah melakukan penelitian ini, penulis menemukan 6 fungsi bahasa dari pidato Kemenangan Donald Trump dan 6 fungsi bahasa dari Pidato Perpisahan Donald Trump di YouTube. dari 6 fungsi bahasa jenis yang paling dominan atau paling dominan dari Victory Speech adalah Fungsi Konatif 40%, fungsi bahasa kedua yang sering muncul adalah Fungsi Emotif sebanyak 38%, ketiga Fungsi Referensial sebanyak 14%, keempat adalah Fungsi Puitis sebanyak 8%, kelima adalah Fungsi Fatis sebanyak 4%, dan keenam Fungsi Metalingual sebanyak 2%. Dan Pidato Perpisahan yang paling dominan adalah Fungsi Emotive 46%, fungsi bahasa kedua Fungsi Konatif sebanyak 26%, ketiga Fungsi Referensial sebanyak 14%, keempat Fungsi Poetic sebanyak 6 % seperlima adalah Fungsi Metalingual 4%, dan Fungsi Fatik keenam sebanyak 4%. Sehingga dalam Pidato Kemenangannya Donald Trump lebih banyak menggunakan Conative Function untuk mengajak masyarakat Amerika untuk bekerjasama dengannya, sedangkan dalam Farewell Speech Donald Trump lebih banyak menggunakan Emotive Function untuk menyampaikan informasi tentang kerja kerasnya selama menjabat sebagai presiden Amerika.
Directive and Commissive Speech in Roald Dahl Novel: The Umbrella Man Epi Hetnawati Simangunsong; Arsen Nahum Pasaribu; Rony Arahta Sembiring
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tindak ilokusi, yaitu tindak direktif dan komisif dalam cerpen The Umbrella Man karya Roald Dahl. Teori yang digunakan adalah teori direktif dan komisif Searle (1979) yang membantu penulis untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur direktif yang diucapkan oleh pembicara. Sebagai metode analisis data, penelitian ini menggunakan analisis transkrip percakapan yang mempertimbangkan tidak hanya ucapan tetapi juga tindakan yang terlibat di dalamnya. Hasil penelitian menemukan total 73 data direktif dan komisif. Ada 33 arahan, yaitu Memerintahkan 6 data (8,3%), Mengundang 2 data (2,7%), Melarang 1 data (1,3%), Meminta 2 data (2,7%), Menyarankan 2 data (2,7%), Mengizinkan 1 data ( 1,3%), Menanyakan 17 data (23,4%), Mengemis 2 data (2,7%). Sedangkan komisif terdapat 40 tuturan, yaitu Janji 3 data (4,2%), Tolak 5 data (6,9%), Ikrar 27 data (36,9%), Ancaman 3 data (4,2%), Tawarkan 2 data (2,7%). Jenis tindak ilokusi yang dominan dalam cerpen The Umbrella Man karya Roald Dahl adalah Commissive Pledge, yaitu sebanyak 27 data (36,9%). Ikrar komisif adalah tipe yang dominan karena dalam cerpen The Umbrella Man lebih banyak ungkapan untuk meyakinkan seseorang tentang sesuatu.
Analysis Rhetoric Style In The Song Lyrics Avicii’s Arsen Nahum Pasaribu; Rony Arahta Sembiring; Samuel Situmeang
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7338

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gaya retorika dalam lirik lagu Avicii. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif karena menggunakan kalimat sebagai data yang diambil dari lagu-lagu Avicii. Teori yang digunakan untuk memenuhi tujuan penelitian ini yaitu teori dari Gorys Keraf (2006) mengklasifikasikan gaya retorika berdasarkan makna langsung dan tidak langsung, yaitu gaya retorika dimana retorika terdiri dari aliterasi, eufemisme, litotes, hiperbola, anastrofe, dan paradoks. Data penelitian ini diambil dari lirik lagu. Lirik lagu ini oleh produser musik elektronik Swedia Avicii. Selain itu, dengarkan lagu dan baca liriknya sambil mengidentifikasi kalimat yang mengandung retorika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam jenis gaya retorika berdasarkan langsung dan tidak langsung yang terkandung dalam lirik lagu mengandung 0 (0%) litotes, 1 (4%) paradoks, 6 (22%) aliterasi, 0 (0%) eufemisme, 2 (7%) hiperbola, dan 19 (67%) anastrophe. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa yang paling sering digunakan adalah anastrophe.
Impoliteness Strategies on Anies Baswedan's Twitter Comments Agnes Shinta Sibarani; Sondang Manik; Rony Arahta Sembiring
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis komentar tidak sopan dari netizen pada akun twitter Anies Baswedan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui jenis ketidaksopanan yang dominan. Penelitian ini menerapkan teori strategi ketidaksopanan yang dikemukakan oleh Culpeper (1996). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari 108 komentar netizen yang ditemukan di twitter Anies Baswedan dari November 2021 hingga Januari 2022 yang berisi strategi ketidaksopanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis ketidaksantunan strategis yang digunakan oleh Gubernur DKI Jakarta adalah (1) ketidaksantunan langsung, (2) ketidaksantunan positif, (3) ketidaksantunan negatif, (4) kesantunan sarkasme atau pura-pura. Sedangkan (5) Menahan kesantunan tidak ditemukan pada komentar netizen di akun twitter Anies Baswedan. Ketidaksantunan negatif terdapat 40 tweet atau 37.0% yang menjadi tipe paling dominan. Kemudian, peringkat kedua adalah ketidaksopanan positif yang berisi 34 tweet atau 31.4%. Selanjutnya, ketidaksopanan botak pada catatan berisi 18 tweet atau 16.6%. Terakhir adalah sarkasme atau kesopanan pura-pura, hanya ada 16 tweet atau 14.8%. Temuan menunjukkan bahwa netizen cenderung menggunakan ketidaksopanan negatif karena kata-kata yang merendahkan, mengejek, mengejek, meremehkan Anies Baswedan.
Maxims in Karonese Song Lyrics Rony Arahta Sembiring; Tiara K. Pasaribu; Christine O.S. Tarigan; Selfiyani Ketaren
Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/25409190.438

Abstract

Maxims used as a strategy to avoid impoliteness in conversation, but highlight politeness. In this research the writer tries to obtain a clear understanding of the use of maxims that can be found in song lyric, ,in this case the writer takes songs from Karonese. The research design used quantitative descriptive approach in order to analyses 10 song lyrics written by Plato Ginting as the subject of the study. The result found all the maxims based on Leech theory, namely; Maxim of Tact, maxim of generosity, maxim of approbation, maxim of modesty, maxim of agreement and maxim of sympathy scattered throughout the song lyrics randomly. The maxims applied in relation with the meaning of every statement that had already written in the song lyrics. The writer also found 73 sentences in 10 song lyrics that had applied by maxims according to Leech theory. The use of Maxims in song lyric helps the song writer to express a politeness meaning, and shows the implementation of the title in the songs.
PENINGKATAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MELALUI LAGU NATAL UNTUK GENERASI MUDA DI DESA PARBUBU Rony Arahta Sembiring; Sondang Manik; Erika Sinambela; Tiara K Pasaribu; Rotua Elfrida Pangaribuan; Arsen Nahum Pasaribu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12216

Abstract

Kosakata dalam bahasa Inggris adalah salah satu komponen penting dalam berbahasa. Proses pembelajaran yang cenderung monoton dapat disebabkan penggunaan metode yang tidak tepat didalam belajar sehingga menyulitkan siswa untuk dapat menguasai bahasa Inggris. Sistem pembelajaran yang masih kurang aktif serta kurangnya minat siswa dalam belajar menjadi permasalahan yang harus diatasi. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan ini ialah menggunakan dan meragakan serta mempertunjukkan suatu proses, situasi atau benda eksklusif yang sedang dipelajari baik pada bentuk sebenarnya juga pada bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh pengajar atau asal belajar lain kepada peserta pelatihan. Adapun metode yang dipilih adalah metode belajar sambil bermain dengan menggunakan media pengantar yaitu melalui lagu lagu Natal bahasa Inggris. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap para remaja yang berada di lokasi kegiatan menunjukkan suatu sikap yang antusias dalam belajar bahasa Inggris dengan menggunakan media lagu berbahasa Inggris ini, hal ini dapat dilihat dari keseriusan para peserta dalam mendengarkan setiap penjelasan dari nara sumber dan munculnya beberapa pertanyaan dari para peserta secara interaktif. Mendengarkan lagu Bahasa Inggris merupakan salah satu metode yang sangat efektif bagi kita untuk dapat belajar lebih banyak tentang Bahasa Inggris, terkhususnya dalam meningkatkan kosakata kita. Lagu juga dapat membantu kita untuk menghindari kebosanan dalam belajar karena adanya irama yang menemani lirik lagu tersebut, sehingga situasi belajar tidak terlalu monoton. Untuk itu sangat disarankan kepada seluruh peserta untuk dapat mengulangi kembali metode ini.
PELATIHAN PENGUSAAN KOSA KATA DAN PENGUCAPAN BAHASA INGGRIS DENGAN METODE BERNYANYI BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU Arsen Nahum Pasaribu; Tiara K. Pasaribu; Rotua Elfrida; Rony Arahta Sembiring; Leriana Leriana; Kathleen Phoibe Manullang; Mutiara Zai
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12353

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah melaksanakan pelatihan kepada masyarakat khususnya anak-anak sekolah minggu dengan kisaran umur 6-12 tahun dalam berbahasa Inggris. Jumlah peserta pelatihan 20 orang yang semuanya masih duduk di sekolah dasar. Fokus pelatihan adalah penguasaan kosa kata bahasa Inggris dan pengucapan kata bahasa Inggris yang tepat. Metode pelatihan ini menggunakan teknik bernyanyi. Sebanyak 10 lagu bahasa Inggris disiapkan sebagai materi pelatihan. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan di Gereja Getsemane, Griya Martubung Medan. Waktu pelaksanaannya selama dua minggu, dengan 12 kali sesi pelatihan. Durasi setiap pelatihan berlangsung selama 90 menit, dilaksanalan di sore hari mulai pukul 15.00-16.30 WIB. Hasil penilaian PKM ini dilaksanakan melalui metode wawancara dan observasi langsung pada saat pelatihan. Fokus penilaian adalah melihat bagaiman penguasaan dan antusiasme para peserta untuk belajar dan penguasaan kosa kata dan pengucapan kata bahasa Inggris. Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan ditemukan bahwa semua peserta pelatihan sangat antusias dengan kegiatan pelatihan yang dilaksanakan. Para peserta juga telah berhasil untuk menghapalkan 12 lirik lagu yang diberikan dengan pengucapan yang tepat. Berdasarkan hasil pelaksanaan PKM ini disimpulkan bahwa pelatihan kosa kata dan pengucapan bahasa Inggris dengan metode bernyanyi dan menghapal lagu bahasa Inggris sangat sesuai dilaksanakan untuk peserta anak-anak. Disarankan supaya pelatihan serupa dengan materi lagu yang lebih banyak dapat dilakukan untuk melatih penguasaan kosa kata dan pengucapan kata bahasa Inggris yang tepat.
Margareth Truman “Murder Inside the Beltway” Novel: The Structure and Construction of Identity Jubilezer Sihite; Rony Arahta Sembiring; Sabam Simandalahi
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines multicultural literature as a significant and strategic object of study in responding to problems. Multicultural literature is focused on multicultural issues that are often found in literary works. The main issues are related to certain identities or characteristics. This article examines the structure and identity construction of the murderous character in the novel Beltway (capital crime #24) by Margaret Truman, with the main focus on identity issues: (1) identity and identity issues; (2) articulation of identity; (3) text representation of identity discourse in the novel. The sociology of literature approach is used to understand reality in multicultural literary texts, especially in novels and their relation to the phenomenon of identity issues in other fields of study. The results of the study show that the process of identity articulation and text representation in identity discourse in multicultural social phenomena as well as identity issues and the process of identity articulation in multicultural societies deserve more serious attention. An identity is not stable but dynamic in the face of development.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA DAN KETERAMPILAN BERNYANYI BAHASA INGGRIS BAGI MUDA MUDI GEREJA HKBP MARTUBUNG: Improving Language Ability And English Singing Skills For Youth Of Hkbp Martubung Church Rony Arahta Sembiring; Kamaluddin Galingging; Jubilezer Sihite; Dewi Sartika Sitompul; Sari Febriyanti Situmorang; Yoan Novri Yanti Japardi
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v2i4.120

Abstract

The ability to speak English in today's digital era has become a must for everyone to be able to survive in global competition. For this reason, the team from the Faculty of Languages and Arts, University of HKBP Nommensen Medan, provided training to the young people of the HKBP Martubung church to develop their English language skills and their application in singing techniques. In this training, the method used is interactive question-and-answer discussions and lectures to increase the motivation and participation of participants in each activity. Based on the results of the learning evaluation obtained by the Language and Arts Faculty team, there was a good change and an increase from the first month of training to the end of this activity. All participants were very enthusiastic about showing their ability to sing in English, although there were still some children who seemed reluctant to show their abilities in singing. Given the limited time available, it is hoped that the intensity of training like this can be carried out regularly so that the motivation and desire to learn among young people can continue to be developed in order to gain better skills.
The Strategies of Refusing Requests By Students of Different Ethnic Groups Arsen Nahum Pasaribu; Erika Sinambela; Tiara K Pasaribu; Jubil Ezer Sihite; Rony Arahta Sembiring
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.452 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.2178

Abstract

This study investigated the strategies used by students of different ethnic groups (Batak, Javanese, and Malay) in refusing requests. A total of 30 participants were involved in this research. Each ethnic group was represented by 10 students that came from three different universities in Medan, Indonesia. Discourse Completion Test (DCT) was used to collect the data. Data were analyzed by using refusal categorization. The results showed that the participants preferred to use indirect refusal strategies to respond to lecturer’s requests, and followed by direct and adjunct strategies respectively. This study also indicated that Batak students performed refusal acts more direct than any other Javanese or Malay students. Meanwhile Javanese students tend to employ refusals more indirect compared to any other students. The Malay students performed the acts moderately. The results indicated that the refusal strategies used by the students of three different cultural backgrounds might be influenced by their cultural circumstances. Future studies should be undertaken to investigate the phenomena in different research settings with more participants to be involved.